Thursday, April 30, 2020

Hal-hal yang Bisa Dipelajari Saat Menjalani Stay at Home

Hal-hal yang bisa dipelajari saat di rumah saja
Memasuki Day 11 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020, benar-benar 'memaksa' saya untuk aktif ngeblog. Ternyata, ide itu muncul kalau kita mau berusaha. Dan apa saja bisa dilakukan asalkan kita mau berusaha dan belajar. Karena segala sesuatunya pasti dari tahap pembelajaran dulu.

Mumpung sedang di rumah saja, saatnya kita belajar sesuatu yang bermanfaat. Memang bukan sebuah keterampilan sih, dari apa yang saya pelajari, tapi ini termasuk hal yang istimewa bagi saya. Sebab kalau membuat sebuah keterampilan itu akan memakan waktu yang cukup banyak dan ketelatenan untuk saya. Sedangkan saya meskipun menjadi kaum rebahan, bukan tipe orang yang cukup telaten untuk membuat sebuah prakarya. Kadang memang suka iri sama teman-teman yang bisa membuat karya dari tangannya sendiri memanfaatkan barang-barang bekas. Kalau saya, baru niatnya saja. Hehehe.

Untuk itu, saya belajar hal lain yang bisa dilakukan sambil rebahan. Apa saja itu? Yuk, simak di bawah ini:

1. Belajar mengedit fofo dengan Canva
Sudah saya sebutkan di postingan sebelumnya kalau saya suka membuka aplikasi Canva melalui smartphone. Iya, karena saya sedang belajar ngedesign gambar dengan format dan tulisan yang bagus. Meskipun belum semua template dan tulisan bisa digunakan semua karena saya masih pakai yang gratisan, belum berlangganan.

2. PicsArt
Selanjutnya saya belajar utak-atik aplilasi PicsArt untuk mengedit foto. Di sini kita bisa berkreasi membuat foto yang kita miliki menjadi lebih bagus. Bahkan kalau yang sudah mahir bisa banget mengedit foto kayak menggunakan aplikasi canggih yang lain di komputer. Kalau saya masih sekadar untuk mengecrop, memberikan efek atau menambahkan sticker pada foto. Belum bisa mengedit ke hal-hal lainnya yang lebih rumit. Semoga saja saya bisa segera melakukannya.

Okay, itulah dua hal yang saya pelajari ketika di rumah saja. Ya, daripada ponsel saya digunakan untuk ngegibah online di WAG, mendingan buat berkreasi. Iya, kan?

Kalau teman-teman apa saja nih yang dilakukan saat stay at home? Share dong di kolom komentar. Terima kasih.

Wednesday, April 29, 2020

Halodoc, Satu Aplikasi untuk Menjawab Semua Kebutuhan Kesehatan

www.erycorners.com
Bulan Maret 2020 merupakan bulan yang tidak bisa dilupakan begitu saja oleh sebagian orang. Karena apa? Karena tepat tanggal 2 Maret 2020, Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo, menerangkan bahwa dua orang warga negara Indonesia positif Covid-19. Dari berita itu gempar ke mana-mana. Bukan warganya pada lebay, tapi takut. Karena kita, ya kita, awalnya terlalu santai menghadapi wabah ini. Banyak yang menganggap virus itu tidak akan masuk ke Indonesia. Sekalinya masuk, ya sudah kocar-kacir kita.

Dan kini jumlah yang terinveksi Covid-19 di Indonesia makin banyak. Itu semakin membuat diri ini takut dan ngeri. Karena kita tidak tahu virus itu ada di mana dan nempel di siapa. Terlebih saat ini banyak sekali yang mudik atau pulang kampung dari DKI Jakarta ke daerah lainnya. Hal ini terbukti membuat banyak kasus Covid-19 di sejumlah daerah makin meningkat. Belum lagi mereka-mereka yang bepergian ke mana-mana, efeknya luar biasa dalam penyebaran virus tersebut.

Kita yang bukan tim medis sebisa mungkin membantu untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan cara berdiam diri di rumah. Iya, menjadi kaum rebahan yang asyik dan menyenangkan, tapi cukup dari dalam rumah saja.

Sementara itu, bagi mereka-mereka yang melakukan bepergian ke luar kota, ketika pulang hendaknya melakukan Rapid Test untuk mengetahui kondisi kesehatannya dengan cepat.

Rapid test merupakan pengecekan melalui sampel darah dari seseorang untuk mendeteksi bahwa orang tersebut terkena Covid-19 atau tidak. Biasanya setelah melakukan rapid test, dilanjutkan dengan test swab sebagai tahap kepastian bahwa orang tersebut benar-benar positif Covid-19 atau tidak.

Namun, melakukan Rapid Test itu bukan perkara mudah, apalagi di daerah, karena harus mengantri di fasilitas kesehatan, sehingga cukup melelahkan dan membuang waktu. Karena belum adanya Rapid Test yang cepat seperti di Jakarta. Iya, bagi warga Jakarta yang ingin melakukan Rapid Test secara cepat dan akurat bisa melalui Halodoc. Sebelum melakukan Rapid Test, bisa melakukan janji terlebih dahulu dengan dokter yang akan melakukannya melalui Halodoc.

www.erycorners.com

Halodoc, satu aplikasi untuk menjawab semua kebutuhan kesehatan

Halodoc merupakan sebuah layanan kesehatan yang berbasis digital. Bisa diakses di website maupun di aplikasi biar lebih praktis. Di sini banyak sekali fitur-fitur kesehatan yang bisa kita temui dan mungkin saja dibutuhkan.

Tahap menggunakan aplikasi Halodoc:
  1. Pastikan install aplikasi Halodoc di smartphone
  2. Register dengan email kita
  3. Perbarui/lengkapi profil kita, karena ketika profil kita tidak lengkap, Halodoc tidak mengizinkan kita untuk mengakses percakapan atau lainnya
  4. Selanjutnya memilih layanan apa yang kita butuhkan

www.erycorners.com

Menggunakan fitur-fitur yang ada di Halodoc
1. Tes Covid-19
Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, bahwa degan Halodoc bisa melakukan Rapid Test. Caranya buka aplikasi Halodoc, kemudian pilih menu Tes Covid-19 dan memilih untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat. Sementara ini memang masih hanya bekerja sama dengan rumah sakit di wilayah Jabodetabek. 

Dengan adanya fitur ini, memudahkan mereka-mereka yang ingin melakukan Rapid Test dengan cepat dan tanpa harus menunggu lama.

2. Periksa Covid-19
Di menu ini kita bisa chat langsung dengan Halodoc tentang diri kita ini termasuk beresiko tinggi atau tidak. Ada pertanyaan otomatis yang keluar di menu ini dan kita wajib menjawabnya “Ya / Tidak”. Dengan jawaban yang kita berikan ke aplikasi tersebut, di sana akan menganalisa kita beresiko atau tidak.

3. Chat dengan Dokter
Di menu ini kita bisa bebas memilih untuk berkonsultasi tentang apa, dari Covid-19, Dokter Umum, Spesialis Kandungan, Kulit, Psikolog Klinis, Spesialis Anak, Penyakit Dalam, Dokter Gigi dan lainnya. 

Kebetulan kemarin saya coba chat dengan dokter spesialis anak dengan Dokter Nurul Handayani Ardy, Sp.A. Beliau sangat ramah dan mampu memberikan penjelasan yang detail, sehingga saya yang awam mudah untuk memahami bahasanya.

4. Membeli Obat
Layanan selanjutnya yang bisa kita lakukan di Halodoc ialah membeli obat. Ini diarahkan ke apotek terdekat dengan kita. Berbagai kebutuhan kesehatan juga dijual di sini seperti untuk pencegahan Covid-19, Vitamin & Suplemen, Batuk dan Flu, Demam, Saluran Pencernaan, Anti Nyeri, Antibiotik, Kulit dan lain-lain. Atau juga melayani pembelian menggunakan resep, kita foto resepnya kemudian upload. Dan aplikasi Halodoc akan memproses resep yang kita upload tersebut.

5. Membuat Janji dengan Rumah Sakit
Siapa yang malas mengantri di rumah sakit? Ini sangat cocok menggunakan aplikasi Halodoc agar kita tidak perlu capek-capek mengantri di rumah sakit dengan antrian mengular. Menu ini juga sama halnya dengan membeli obat, diarahkan ke rumah sakit terdekat dengan alamat kita.

www.erycorners.com

Itulah lima hal yang bisa kita lakukan menggunakan aplikasi Halodoc. Selain hal tersebut di atas, masih banyak informasi-informasi lainnya yang bisa kita peroleh dengan menggunakan Halodoc. Tentang artikel-artikel kesehatan yang sangat bermanfaat juga hadir di Halodoc, sehingga cocok untuk menjadi bahan bacaan kita untuk menambah wawasan tentang kesehatan. Iya, dari pada kita gabut di rumah aja terus, mendingan kita di rumah sambil baca artikel yang bermanfaat.

Demikian ulasan mengenai Halodoc yang mampu menjawab semua kebutuhan kesehatan. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan terhindar dari penyakit apapun.

Terima kasih sudah berkunjung.

5 Aplikasi dan Website yang Bermanfaat Ketika di Rumah Saja

5 Aplikasi dan Website yang Bermanfaat Ketika di Rumah Saja

Menjalani aktivitas di rumah saja memang sungguh menyulitkan, pasalnya di rumah terus itu sangat membosankan. Meskipun sudah banyak cara agar stay at home makin asyik dan tips biar betah di rumah, tetap saja, masih banyak waktu yang kosong yang bikin bingung sendiri.

Untuk mengisi waktu yang kosong, tidak ada salahnya, kan, membuka aplikasi di ponsel pintar yang serba ada. Saya memang buka aplikasinya kebanyakan media sosial, hanya untuk hiburan.

Dan berikut aplikasi dan atau web yang sering saya buka di saat stay at home.

1. Aplikasi media sosial
Sudah pasti saya membuka aplikasi ini dan paling sering. Karena media sosial merupakan hiburan tersendiri bagi saya. Baik itu Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, dan Line, saya setiap hari membukanya. Entah hanya sekadar share link postingan blog baru, atau saling like dan komentar pada postingan teman-teman.

2. Youtube
Hiburan selanjutnya yang saya buka tentu youtube. Entah melihat chanelnya Chef Arnold yang suka masak atau melihat video clip dari lagu-lagu favorit. Youtube bisa menjadi alternatif pilihan untuk menghibur diri sekaligus menambah wasasan, karena banyak info tips dan trik yang menarik.

3. Editor photo
Sebagai seorang blogger, tentunya perlu stock foto yang cukup banyak untuk melengkapi postingan di blognya. Dan saat ini saya sedang belajar menggunakan aplikasi Picsart dan Canva untuk mengedit foto.

4. Website penyedia foto gratis
Memposting tulisan di blog kalau tidak ada foto rasanya kurang lengkap. Berhubung sedang di rumah saja, saya bisa berselancar di www.pexels.com atau www.pixabay.com untuk mencari foto yang cocok di posting di blog.

5. Website IDNtimes.com
Dari dulu kalau ada yang tanya suka membaca berita di mana, saya jawab, "IDN Times," alasannya simple karena bahasanya kekinian dan kita juga bisa menjadi penulis di situ dan dibayar. Kan kalau banyak yang baca tulisan kita, lumayan kan bisa buat tambahan tabungan uangnya.

Itulah beberapa aplikasi dan website yang sering saya buka di saat stay at home. Biar enggak makin bosan dan jenuh. Kalau teman-teman buka aplikasi dan website apa saja? Share di kolom komentar, ya.

Tulisan ini masuk dalam Day 10 BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Tuesday, April 28, 2020

Hal Seru yang Dilakukan Bersama Keluarga Ketika di Rumah Saja

Hal seru yang dilakukan bersama keluarga ketika di rumah saja
Hallo, Guys
. Memasuki Day 9 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020, saya makin megap-megap nih. Sesuatu banget rasanya. Tapi saya punya motivasi biar berhasil menuntaskan challenge di tahun ini, karena tahun kemarin gagal, alasannya sok sibuk di kantor. Berhubung tahun ini lagi di rumah, saya mencona menantang diri saya sendiri.

Tips biar betah di rumah sudah saya tulis sebelumnya di sini. Nah, sekarang, kegiatan yang paling seru yang dilakukan bareng keluarga selama stay at home. Sebenarnya hampir sama sih, karena apa yang dilakukan selama di rumah saja tentu bareng keluarga. Namun, tahun ini kami menjalaninya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tahun ini Alhamdilillah kami dikaruniai seorang putra, sehingga sehari-hari kami makin seru dan banyak warna.

Yang pertama tentu kami merawat anak secara bersama-sama. Dari yang begadang karena ada bayi yang terbangun dan harus diberi ASI, menjaga pola makan dengan makanan yang sehat agar ASI lancar, 'berebut' dengan sinar matahari agar pakaian bayi kering, karena di daerah kami curah hujannya cukup tinggi. Hampir setiap hari hujan. Dan masih banyak lagi cerita tentang hadirnya buah hati dalam kehidupan kami, mungkin saya akan menulisnya secara terpisah.

Yang kedua ialah, ketika suami work from home. Bekerja di rumah itu tantangannya jauh lebih besar. Iya, banyak gangguan. Kadang saya lagi nyuci, tiba-tiba anak nangis, mau enggak mau suami berhenti sejenak menemani buah hati. Selain itu,.pas deadline, tiba-tiba perangkat ngadat. Kayak Jumat kemarin, udah kerjaan lagi dikejar-kejar, eh laptopnya eror, enggak mau booting. Blank, gitu. Untung saja masih bisa ditangani meskipun memakan waktu hampir tiga puluh menit hanya untuk nyalain laptop.

Belum lagi, kami tinggal di desa, masalah lain saat work from home tentunya koneksi internet. Mendung sedikit, hilang sudah koneksi. Mau pakai provider apapun tetap sama, karena memang tempat kami yang masih di desa dan susah koneksi.

Dan itu semua benar-benar menguji kesabaran kami di bulan Ramadan. Dan Alhamdulillah kami bisa menjalaninya.

Okay, itulah hal seru yang kami alami dalam keluarga. Ada bahagia, cemas, emosi, dan lainnya menjadi satu; tapi kami harus tetap sabar menghadapinya.

Monday, April 27, 2020

Tips Simple Agar Betah di Rumah

5 Tips Simple Agar Betah di Rumah

Hallo, Guys.
Masih dalam topik yang sama. Kali ini merambah tentang stay at home atau di rumah saja. Saking pentingnya hal tersebut sampai ramai tagar #dirumahaja. Iya, benar, menurut saya juga tepat dalam kondisi seperti ini, kita lebih baik di rumah saja. Ya, saatnya jadi kaum rebahan.

Namun kegiatan di rumah saja itu tidak mengasyikan bagi semuanya. Terlebih bagi kita-kita yang terbiasa bepergian entah itu kerja atau traveling, stay at home terus pasti membosankan dan menjenuhkan. Setiap hari ketemunya itu-itu saja. Ruangan yang sama, sudut pandang yang sama atau bahkan aktivitas yang sama, yaitu rebahan terus.

Meskipun ada banyak cara agar membuat stay at home makin asyik, tapi tidak ada salahnya dong melakukan hal-hal di rumah agar semakin betah menjalani di rumah saja.

Mau tahu apa saja itu? Yuk, simak di bawah ini:

1. Menata kembali ruangan
Daripada hanya rebahan dan membosankan lebih baik menata ruang. Membenahi barang-barang yang sudah tidak terpakai, yang rusak buang, yang masih bagus bisa disumbangkan bagi yang membutuhkan. Selain itu juga mengunah layout ruangan, agar suasana tampak berbeda dan lebih segar.

2. Mempraktekan resep masakan yang baru
Gagal atau enggak, itu pikir belakangan deh. Yang penting, resep yang sudah dicatat dan bahan-bahan telah siap, segera dieksekusi. Kalau tidak, bakalan malas dan mubah itu bahan-bahan makanan.

3. Quantity dan quality time dengan keluarga
Sebelum adanya stay at home, bercengkerama dengan keluarga seringnya hanya dilakukan di saat weekend, itu pun kalau tidak ada jadwal lembur atau traveling. Nah, saat ini, bisa menjadi momen paling tepat untuk mengobrol santai hingga serius dengan keluarga. Bertukar pendapat untuk merancang masa depan atau memecahkan masalah.

Selain itu, karena banyaknya waktu di rumah, kita bisa bermain bersama dengan keluarga. Tentunya sangat membahagiakan, bukan?

4. Berkebun
Enggak perlu punya lahan luas, yang penting mau melakukannya. Kita bisa menanam tanaman hias atau tanaman obat atau bahkan sayuran di samping rumah meski sisa lahan sangat sedikit. Syukur-syukur bisa melakukan teknik hidroponik, ini pasti akan lebih bagus.

5. Video call dengan keluarga atau teman yang jauh
Adanya social distancing membuat kita tidak bisa bertemu dengan orang lain kalau tidak ada yang urgent. Padahal, rasa rindu itu ada, terlebih saat ini bulan puasa, rasa ingin ketemu dengan keluarga yang jauh makin membuncah. Untuk itu, salah satu cara untuk mengobati rasa kangen, video call menjadi salah satu jawabannya.

Dan itulah lima hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa betah di rumah. Memang kalau kelamaan sangat menjenuhkan, tetapi demi kebaikan bersama, saatnya kita kompak untuk tetap di rumah saja. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu dan berakhir dari muka bumi in, sehingga kita bisa bertatap muka lagi.

Okay, tulisan ini merupakan Day 8 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Terima kasih sudah mampir ke sini, yang punya tips lain biar betah di rumah, share di kolom komentar, ya. :)

Sunday, April 26, 2020

5 Hal yang Akan Dilakukan Jika Covid-19 Berakhir

www.erycorners.com
Hallo, Guys, masih semangat ya dalam menulis BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020, dan kini sudah memasuki day ke 7. Rasanya luar biasa juga saya bisa mengikutinya meskipun rada keteteran. Hahaha.

Oh ya, kita semua tahu ya, bahwa pandemi Covid-19 membuat kita mesti di rumah saja. Sehingga tidak bisa ke mana-mana. Ya boro-boro traveling keluar kota, kerja saja sekarang dari rumah. 

Rasanya ingin banget pandemi ini segera menghilang dari muka bumi ini agar kita bisa beraktivitas normal tanpa adanya was-was ketika keluar rumah. Selain itu, banyak hal yang harus dilakulan ketika Covid-19 sudah berakhir. Iya, karena semenjak adanya pandemi Covid-19, beberapa agenda kegiatan tentu ditunda bahkan dibatalkan. Demi kebaikan kita bersama, iya, kan?

Dan berikut keinginan saya jika pandemi Covid-19 berakhir:

1. Berteum dengan teman-teman kantor
Saya memang sedang cuti melahirkan sehingga tidak bekerja. Seharusnya kalau tidak ada pandemi Covid-19, meskipun saya cuti, saya masih bisa bersua dengan teman-teman kantor. Entah itu hanya sekadar main ke rumah sambil bawa anak atau saya main ke kantor sekadar melepas rindu.

2. Hangout di cafe favorit
Sudah beberapa bulan saya tidak menikmati makan makanan di luar rumah. Kangen juga dengan suasana hangout bersama teman-teman sambil menikmati hidangan yang nikmat dan lezat. Terlebih di Purbalingga saat ini banyak sekali tempat makan baru dan kekinian yang wajib dicoba.


3. Traveling
Semenjak hamil dari pertengahan tahun lalu saya tidak berani traveling jauh-jauh. Rencananya itu setelah bayi lahir. Dan sekarang bayi sudah lahir, saya ingin mengajaknya jalan-jalan meskipun tempat wisata yang dekat dari rumah. Tapi apa daya, akibat adanya pandemi Covid-19, mengharuskan kita benar-benar stay di rumah, dan selain itu, tempat wisata di Purbalingga pun untuk sementara waktu ini ditutup.

4. Belanja ke pasar tradisional
Berhubung adanya stay at home, saya sudah lama tidak menginjakan kaki di pasar tradisional. Belanja sayuran saya mengandalkan tukang sayur yang keliling. Padahal, biasanya setiap minggu saya belanja ke pasar tradisional untuk belanja kebutuhan pokok untuk stock satu minggu. Dan kini rasa rindu beli-beli sayuran sudah meningkat. Sangat berharap Covid-19 benar-benar segera berakhir agar saya bisa berbelanja dan berakhir sudah social distancing yang cukup menyebalkan.

5. Tetap menjaga kebiasaan sehat dan bersih
Dan yang pastinya, kebiasaan yang makin sehat dan bersih di saat adanya Covid-19, akan saya teruskan. Covid-19 memang harus segera pergi, tapi kebiasaan rajin mencuci tangan, membersihkan rumah, mandi dan olahraga, harus tetap dijaga agar kita tetap sehat. Mau ada virus atau tidak, sehat bagi kita itu sangat perlu, karena sehat itu mahal.

Dan itulah lima hal yang akan saya lakukan jika pandemi Covid-19 sudah berakhir. Kalau teman-teman, apa yang akan dilakukannya? Coba share di kolom komentar, ya. Terima kasih.

Saturday, April 25, 2020

Serba-Serbi Masker di Saat Pandemi Covid-19

www.erycorners.com
Masker, saat ini menjadi hal atau benda penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Iya, semenjak adanya pandemi Covid-19, kita diwajibkan memakai masker terlebih ketika keluar rumah. Hal itu bertujuan untuk melindungi diri kita dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berhubung meningkatnya permintaan masker tersebut, tak heran harga masker makin melambung dari biasanya. Sebelumnya saya biasa order masker kain untuk keperluan tempat kerja, dan harga masih normal. Namun, ketika pandemi Covid-19, saya beli masker kain harganya dua kali lipat dari harga sebelum adanya pandemi. Naiknya enggak tangung-tanggung. Tetapi di sisi lain ada berkah tersendiri bagi mereka yang memproduksi masker kain. Karena serba-serbi masker juga mewarnai dalam bisnis usaha kecil dan menengah.

Melihat semua itu, di sisi lain saya bersyukur karena banyak usaha kecil meningkat dalam penjualan maskernya. Dan berikut saya rangkum tentang serba-serbi masker akibat pandemi Covid-19.

1. Permintaan masker melonjak
Adanya himbauan bahkan mewajibkan menggunakan masker ketika keluar rumah membuat permintaan masker makin melonjak dari biasanya. Tak heran, produsen masker sampai kewalahan karena permintaan masker dari sana sini serta minta cepat-cepat.

2. Kehabisan bahan masker
Akibat permintaan melonjak, tentunya produksi masker besar-besaran dan membuat bahan baku kehabisan. Khususnya bahan oxford. Ini yang dialami temen saya, pelanggan minta masker dengan bahan oxford, tetapi bahan tersebut sudah habis di pasaran. Sedangkan di pasaran adanya bahan drill.

3. Meningkatnya omset penjualan masker
Sudah pasti omset jualan makser meningkat karena permintaan yang membludag. Dan ini bagus untuk para pelaku usaha yang berjualan masker. Yang biasanya omsetnya biasa saja, bahkan balik modal saja sudah bersyukur, kini mereka bisa menikmati hasilnya.

Itulah beberapa serba-serbi masker di saat pandemi Covid-19. Ada hikmah yang bisa diambil, yakni meningkatnya penjualan masker dan membuat pelaku usaha kecil mampu bertahan, bahkan bisa mengambil keuntungan. Dan bagi saya kalau harganya masih wajar, ya sah-sah saja mereka menaikan harga. Selama masih bisa dinalar dengan logika, kami para pembeli juga bisa memakluminya.

Tulisan tentang masker ini masuk dalam Day 6 BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Friday, April 24, 2020

Susahnya Menjalani Social Distancing

www.erycorners.com
Mewabahnya Covid-19 itu cukup membuat saya dan keluarga was-was, pasalnya kami enggak semua Work From Home. Iya, suami saya tetap bekerja karena memang di bidang telekomunikasi. Layanan konsumen tentu penting, apalagi di saat seperti ini, tentu kebutuhan koneksi internet semakin meningkat karena banyak yang stay at home. Dari harus menerima aduan pelanggan, pemasangan baru, upgrade paket dan lain sebagainya. Sehingga mau tidak mau, harus masuk kerja, namun dengan protokol kesehatan dan perlindungan diri yang memadai. Dan di tempat kerjanya juga dalam sehari ruangannya disemprot desinfektan sebanyak dua kali.

Kalau saya bersyukurnya sedang menjalani cuti melahirkan selama tiga bulan dari April hingga Juni 2020, sehingga saya bisa fokus di rumah saja. Setidaknya saya mengurangi interaksi dengan orang-orang luar rumah.

Baik suami dan saya saat ini menjalani social distancing meskipun cukup sulit. Suami di kantor tentu paling sulit untuk menjalankannya. Beruntung masih bisa jaga jarak dan tidak bersentuhan (bersamalan) dengan siapapun. Sedangkan saya sulit menjalani social distancing ketika ada tukang sayur lewat. Itu berhentinya di depan rumah saya, nah ketika berhenti, tentu saja tetangga yang pada mau belanja pada datang, termasuk saya. Nah di sini susah sekali untuk menerapkan social distancing. Mau mengusir tetangga sendiri, nanti gimana, bisa-bisa gosip bertebaran, mau enggak menegur tetapi belanja sambil ngerumpi. Jadi ya, tukang sayur kalau berhenti di depan rumah saya itu bisa hampir satu jam karena yang beli sambil pada ngegosip dulu.

Soal rumpi merumpi juga bukan hanya ketika tukang sayur lewat, tetapi bagi kami di desa itu banyak sekali yang suka ngerumpi ketika sore hari. Sehingga dengan adanya social distancing membuat kaget sebagian warga. Bersyuurnya sebagian warga ada yang menyadari, demi kebaikan bersama, kami mencoba melakukannya meskipun berat. Dan berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Rasanya sudah ingin berjumpa dengan teman-teman semua.

Itulah social distancing di tempat saya yang masih sulit untuk dijalankan. Kalau teman-teman bagaimana? Share di kolom komentar, ya. Terima kasih.

Dan tulisan ini merupakan Day 5 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Thursday, April 23, 2020

7 Tindakan Preventif Agar Terhindar dari Covid-19

www.erycorners.com
Hallo, Guys, masih semangat ya ngeblognya. Day 4 BPN 30 Ramadan Blog Challenge 2020 makin ramai dan seru. Dan ya, saya baru mau menuliskannya nih. Tentang Tindakan Preventif Agar Kita Terhindar dari Covid-19.

Untuk masalah pencegahan sudah saya tuliskan sebelumnya di Tentang Pengertian dan Pencegahan Covid-19. Sedangkan tindakan preventif yang harus kita lakukan juga tidak jauh beda dari cara untuk mencegah Covid-19.

Dan berikut merupakan tindakan preventif untuk terhindar dari Covid-19 ala saya.

1. Rajin cuci tangan dengan sabun
Bakteri jahat pasti akan mati ketika kita mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Pun sama dengan virus corona yang memiliki sifat lengket seperti lemak. Jadi, saat ini kita lebih baik sering-sering cuci tangan. Dari mau makan, setelah makan, setelah pegang uang, setelah bertemu dengan orang lain, setelah memegang benda apapun. Ya, itu tindakan yang perlu kita lakukan agar kita sehat dan terhindar dari Covid-19.

2. Stay at home
Di saat pandemi begini, tindakan di rumah saja itu memang hal yang sangat tepat. Agar kita tidak tertular atau menularkan ks yang lainnya. Toh di rumah saja kita bisa berkreasi dan menikmatinya dengan cara yang asyik.

3. Menggunakan masker
Sakit atau tidak, bepergian atau tidak, saat ini kita wajib menggunakan masker untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Jaga jarak dengan siapapun
Menghindari kerumuman dan membatasi diri dari orang lain, itu perlu dilakukan. Meskipun dengan tetangga dekat, kami mencoba hanya 'say hello' saja. Tak perlu cipika cipiki atau berjabat tangan terlebih dahulu. Apalagi sampai ngerumpi bareng di teras kayak sebelum-sebelumnya (meskipun ini masih sulit karena masih suka berkumpul ketika ada tukang jualan sayur datang).

5. Sedia hand sanitizer
Di rumah saya sedia hand sanitizer untuk menghindari Covid-19. Kami gunakan ketika memang ada tamu. Jadi, baik tamu maupun penghuni rumah menggunakan hand sanitizer.

6. Rajin olahraga dan mengkonsumsi vitamin C
Olahraga itu banyak sekali manfaatnya, termasuk untuk menjaga kesehatan tubuh. Ditambah lagi mengkonsumsi vitamin C yang juga baik sebagai penambah imun tubuh.

7. Langsung mandi dan mencuci pakaian setelah bepergian
Iya, ini wajib banget, ketika kita terpaksa untuk keluar rumah. Sampainya di rumah kita wajib mencuci pakaian yang kita pakai dan kita mandi. Ini cara agar badan kita selalu bersih sehingga tidak ada virus yang menempel.

Okay, itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk terhindar dari Covid-19. Kalau teman-teman bagaimana? Adakah cara yang lebih bagus? Share di kolom komentar, ya. Terima kasih.

Wednesday, April 22, 2020

Cara Sederhana untuk Membantu di Saat Pandemi

www.erycorners.com
Pandemi Covid-19 memang benar-benar membuat kita harus merubah sikap, gaya hidup dan lainnya. Tak bisa dipungkiri juga, adanya wabah ini ekonomi melemah dan sebagian porak poranda. Baik dari pengusaha besar, kecil maupun orang yang ikut bekerja, kena imbasnya. Ruko-ruko dan pelaku usaha mau tak mau harus tutup, akibatnya membuat para pekerja kehilang mata pencahariannya.

Selain itu, pelaku usaha makanan juga mengalami penurunan, karena wajib Stay at Home, otomatis orang dilarang keluar rumah kalau tidak urgent. Sehingga membuat omset mereka terjun bebas.

Itu salah satu contoh dari dampak Covid-19 yang sangat terasa. Dan masih banyak lainnya di luaran sana yang mengalami kelemahan-kelemahan yang bukan hanya financial saja.

Untuk itu, kita sebagai warga sudah saatnya kita saling gotong royong untuk membantu sesama meringankan beban mereka yang terkena dampak Covid-19.

Beberapa cara pun bisa dilakukan, seperti:

1. Berbagi makanan pokok
Makanan pokok merupakan kebutuhan utama yang kita perlukan. Yaitu beras, minyak, lauk pauk, sayuran dan gula.

Di daerah kami Alhamdulillah pemuda Karang Taruna saling bergotong royong dan membagikannya ke warga yang tidak mampu.

2. Mempromosikan jualan orang lain
Ini cara yang mudah banget untuk kita lakukan. Iya, kita bisa mempromosikan jualan orang di media sosial kita. Entah Instragram, WA, Facebok, maupun Twitter.

3. Order makanan dan memberikan tip ke Ojek Online
Yang terkena imbas dari Covid-19 juga mereka-mereka yang bekerja mencari penumpang atau mengantar makanan. Karena banyak yang Work From Home, tentunya para Ojek Online sepi order. Nah, salah satu cara untuk membantunya dengan cara kita order makanan, dan memberikan tip ke mereka. Ya, minimal tip yang kita berikan sesuai dengan harga makanan yang kita pesan.

Okay, itulah hal-hal yang bisa kita lakukan di saat pandemi Covid-19.

Tentunya doa kita sama, semoga pandemi ini segera berakhir dari muka bumi agar kita bisa beraktivitas dengan lancar tanpa adanya rasa was-was.

Demikian tulisan ini dibuat untuk mengikuti BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Tuesday, April 21, 2020

Pengaruh Covid-19 dalam Kehidupan Sehari-hari dan Lingkungan Sekitar

www.erycorners.com
Saat ini kita tahu, bahwa dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19, termasuk negara tercinta kita juga terkena wabah tersebut. Dengan begitu, tidak bisa dipungkiri membuat banyak hal yang berubah dan harus dilakukan untuk melawan Covid-19. Berbagai upaya dilakukan agar penyebaran virus segera dihentikan. Meskipun banyak pro dan kontra, karena imbas dari wabah ini mengakibatkan dampak yang tidak main-main. Seperti halnya saya pernah menuliskan sebelumnya 7 Dampak Virus Corona yang Sangat Terasa.

Selain itu, bagi kehidupan saya pribadi dan lingkungan sekitar juga kentara sekali rasanya. Karena banyak hal-hal yang berubah dan dibenahi untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 tersebut. Dan berikut merupakan pengaruh dari adanya pandemi Covid-19 bagi saya dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mudah memiliki sifat parno
Well, tidak bisa dipungkiri dengan adanya virus Corona yang terus menyebar, kami jadi parno. Ada orang yang baru terlihat, langsung deh, ditanya detail banget. Dari daerah mana? Tujuannya datang ke sini untuk apa? 

Kalau orang tersebut jawab datang dari luar kota, sudah pasti orang itu langsung disuruh ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mengecek kondisinya.

Ya, kami separno itu. Hiks hiks :(

2. Jadi rajin bersih-bersih
Meskipun Covid-19 itu mengerikan, ternyata ada hikmah lainnya yang bisa kami rasakan juga. Ya, karena kami saat ini jadi lebih rajin bersih-bersih, baik bersih-bersih rumah maupun membersihkan badan. 

Dan saya berharap, setelah Covid-19 hilang, kebiasaan yang satu ini tetap ada dan berlanjut.

www.erycorners.com

3. Membuat pemuda Karang Taruna kompak
Ini hal yang sangat jarang yang bisa saya temui. Biasanya Karang Taruna itu ramai dan kompak ketika menyambut HUT RI. Namun, dengan adanya Covid-19 ini, mereka kompak untuk melakukan penyemprotan desinfektan ke setiap rumah di desa kami.

4. Membagikan sembako kepada orang yang tidak mampu
Masih dalam keaktifan pemuda Karang Taruna, mereka juga mendata warga yang tidak mampu, seperti janda, anak yatim, fakir dan orang miskin di desa. Yang kemudian diberi bantuan berupa beras. Mungkin terlihat kecil ya, hanya beras. Tetapi ini yang baru bisa kami lakukan. Semoga ada rezeki lebih lagi, agar bisa lebih banyak membantu dan jenisnya juga macam-macam.

5. Jadi rajin olahraga dan berjemur ketika pagi hari
Agar badan sehat dan bugar, serta bisa kuat dan tidak gampang sakit, tentunya kami harus berolahraga. Ditambah lagi berjemur selama sepuluh sampai lima belas menit di jam sembilan hingga jam sepuluh pagi.

www.erycorners.com

6. Rajin mengkonsumsi Vitamin C
Ini saya banget, sampai-sampai saya (suami saya ding yang nyari :D) itu berburu Vitamin C di beberapa swalayan dan apotek. Awalnya masih mudah mencari, makin ke sini makin susah, kebanyakan sudah sold out alias kosong. 

7. Hajatan jadi sangat sederhana
Rencana pernikahan yang sudah jauh-jauh hari dipersiapkan, yang tadinya mau digelar di hotel, jadi dibuat sesederhana mungkin. Itu terjadi oleh keponakan saya yang kemarin tanggal 19 April 2020. Meski biaya hotel dan lainnya sudah terbayar lunas, resepsi pernikahan diundur sampai benar-benar kondusif. Jadi kemarin hanya acara ijab kabul saja. Keluarga juga tidak banyak yang datang, termasuk saya juga tidak datang.

Selain itu teman kerja suami saya juga mengalami hal yang sama. Pas tanggal 10 April 202, menikah hanya dengan akad saja tanpa resepsi. Yang penting sah.

Okay, teman-teman, itulah pengaruh Covid-19 yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan.

Dan saya selalu berdoa semoga kita terhindar dari virus tersebut. Semoga juga segera hilang agar kita bisa beraktivitas dengan tenang. 

Jangan lupa jaga kesehatan dan kebersihan ya, semuanya. Terima kasih sudah berkunjung.

Tulisan ini merupakan Day 2 dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020.

Monday, April 20, 2020

Tentang Pengertian dan Pencegahan Covid-19

www.erycorners.com
Hallo, Guys, ketemu lagi di erycorners.com. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan. Karena sehat itu sangat penting dan mahal. Terlebih lagi sebentar lagi bulan puasa, kalau enggak sehat, sayang sekali ya, bisa jadi melewatkan puasanya.

Bulan puasa tahun ini juga tergolong ‘unik’ dan beda dari tahun-tahun sebelumnya. Kenapa bisa dibilang begitu? Karena saat ini kita sedang menghadapi pandemi Virus Corona secara global. Sehingga perlu hati-hati sekali dan benar-benar harus jaga kesehatan serta kebersihan.

Sebelum lanjut, mari kita cari tahu dulu tentang Virus Corona.

Pengertian Virus Corona

Virus Corona atau yang dalam bahasa Inggris disebut Coronavirus disease 2019, sehingga disingkat menjadi Covid-19. Menurut Wikipedia, ialah merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-Cov-2, salah satu jenis coronavirus. Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada tahun 2019. Dan hingga saat ini mewabah menjadi pandemi global, termasuk Indonesia juga terkena.

Gejala akibat Covid-19

Ada dua jenis gejala yang ditimbulkan dari Covid-19 yang menyerang manusia, yakni gejala umum dan gejala yang jarang terjadi.

Gejala umum, meliputi:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Merasa cepat lelah


Gejala lebih jarang, meliputi:

  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk berdahak
  • Sesak napas
  • Nyeri otot/persendian
  • Menggigil
  • Mual dan atau muntah
  • Diare


Selain itu, jika sudah terjangkiti virus tersebut dan lebih berat lagi, maka akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Demam tinggi
  • Batuk berdarah
  • Penurunan sel darah putih
  • Gagal ginjal


Bahkan mampu menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Pneumonia atau radang paru-paru
  • Sindrom gangguan pernapasan akut
  • Gagal ginjal


Dari gejala yang ditimbulkan virus tersebut, bagi saya itu sangat mengerikan, jangan sampai kita dan keluarga kita terjangkiti virus tersebut. Karena sangat berbahaya. Ditambah lagi penularannya sangat cepat dan kita tidak tahu dari mana virus itu menularkannya. Karena coronavirus menular dari percikan atau droplet orang yang terkena virus saat dia bersin atau batuk. Dari percikan itu menempel ke orang lain atau benda yang akhirnya disentuh oleh orang lain. Kemudian tanpa sadar orang tersebut menyentuh bagian wajahnya, sehingga virus tersebut pindah dari tangan ke hidung atau mulut, yang akhirnya masuk ke dalam rongga pernapasan. Dan inilah awal seseorang terjangkiti virus corona. Tanpa disadari dan tanpa diketahui.

Untuk itu, alangkah baiknya kita sama-sama untuk mencegah atau memutus mata rantai penyebaran virus tersebut dengan melakukan hal-hal yang signifikan.

www.erycorners.com

Pencegahan Covid-19

Untuk mencegah dan menanggulangi virus corona ke kita, ada hal-hal yang perlu kita lakukan, di antaranya:
  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun selama dua puluh detik
  2. Gunakan hand sanitizer agar tangan kita bersih
  3. Tidak mengusap wajah, hidung, mata atau bagian muka lainnya, selama tangan kita kotor
  4. Jaga jarak dengan orang di sekitar, terlebih ketika orang tersebut sedang batuk atau pilek
  5. Menggunakan masker, baik orang sakit maupun sehat, kita wajib menggunakan masker
  6. Menyemprot ruangan dan atau benda mati lainnya (seperti pintu, meja, kursi, bahkan barang-barang sudah kita beli, terlebih ketika beli online) dengan desinfektan
  7. Makan makanan yang bergizi
  8. Konsumsi vitamin C untuk kekebalan tubuh
  9. Melakukan aktivitas di rumah saja atau stay at home
  10. Rajin olah raga dan berjemur agar badan kita terkena sinar matahari (cukup di sekitar rumah saja, karena hindari kontak dengan orang lain, termasuk tetangga)
  11. Berdoa, semoga kita terhindar dari virus corona


Itulah beberapa hal untuk mencegah penyebaran virus corona yang sedang menjadi pandemi saat ini. Semoga kita terhindar dari virus tersebut, dan pandemi corona juga segera hilang dari muka bumi ini. Aamiin…. 

Demikian tulisan ini dibuat tentang ,Apa itu Covid-19?' untuk Day 1 BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020.

Sumber referensi: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Penyakit_koronavirus_2019

Sunday, April 12, 2020

Cara Asyik untuk Menjalani Aktivitas Stay at Home

www.erycorners.com
Hallo, Guys. Bagaimana kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat selalu dan semangat.

Kita saat ini tahu, bahwa saat ini sedang terjadi pandemi Virus Corona yang sedang mewabah, sehingga sebagian besar perusahaan mengambil kebijakan untuk melakukan Work Form Home. Hal ini tentunya bertujuan sangat baik, yakni mencoba untuk memangkas atau memutus penyebaran virus tersebut. Nah, permasalahannya saat ini ialah, yang biasa menjadi kaum rebahan di rumah itu sih sudah terbiasa dan tidak kaget kalau dari pagi sampai pagi lagi di rumah terus. Tetapi, bagi kaum yang suka kelayaban kayak saya, stay at home terus-terusan itu bisa bikin migrain.

Alhamdulillah saya stay at home karena cuti melahirkan selama tiga bulan. Dan baru tiga belas hari di rumah, sudah cukup membosankan. Ketemunya pekerjaan domestik mulu, dari nyapu, nyuci, masak, dan lainnya. Bukan maksud mengeluh atau apa ya, karena saya terbiasa di luar rumah yang kerjanya hanya dituntut target dan ketelitian. Jadi ya, pusing juga seharian berkutat dengan pekerjaan rumah.

Beruntungnya saya kegiatan #dirumahaja itu ada baby boy yang mesti diurus. Sehingga bisa menjadi penghibur saya ketika lelah melakukan pekerjaan domestik. Meskipun mengurus baby boy juga ternyata cukup menguras tenaga. Terlebih ketika siang dia tidur dan malam terjaga. Haa... sungguh rasa yang luar biasa bagi saya. Dan ini menjadi aktivitas stay at home bagi saya.

Tapi, apakah hanya itu saja aktivitas #dirumahaja yang bisa dilakukan? Tentu tidak, karena masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mengusir kejenuhan di rumah. Dan berikut merupakan cara asyik untuk menjalani aktivtias stay at home ala saya.


1. Memasak

Hal yang simple dan mudah dilakukan ketika di rumah tentu memasak, meskipun hanya merebus Indomie. Dan yang pandai berkreasi makanan tentu bisa memasak apapun yang dimau. Atau bisa membuat hidangan yang viral seperti Dalgona Coffee itu. Saya ingin membuatnya tapi belum sempat, masih membayangkan bagaimana cara mengaduknya, bisa pegal tangan saya kalau mengaduk pakai manual (wanita manja :D).

2. Membaca buku

Cara asyik selanjutnya tentu saja membaca buku. Iya, daripada buku-buku hanya ditumpuk dan sebagai loncatan tikus atau cicak, sudah saatnya saya mulai membukanya, membaca dan menuntaskannya.

3. Menulis

Setelah aktivitas membaca dilakukan, alangkah baiknya juga kita menulis untuk terapi jiwa agar tetap waras. Atau bisa jadi malah sedang dikejar deadline, sudah saatnya untuk diselesaikan itu tulisan.

4. Menonton film atau drama

Bosan di rumah dan bingung mau ngapain, ya sudah, menonton film atau drama selalu menjadi pilihan yang apik untuk menghabiskan waktu. Apalagi saat ini menonton film di bioskop juga cukup berbahaya. Selain itu beberapa film favorit banyak juga yang ditunda. Iya, dari beberapa film yang akan tayang di tahun 2020 ini banyak yang ditunda penayangannya karena cukup berbahaya juga kalau film itu dirilis serentak di berbagai negara, terus banyak yang menonton. Ya, gagal dong stay at home dan social distancing-nya.

5. Ngegame seharian

Pecinta game seperti PUB-G, Mobile Legend dan lain sebagainya, kini saatnya kamu bisa tunjukan nyalimu untuk menang dan menang lagi. Mumpung waktu melimpah ruah dan tidak ada yang mengganggu. Jadi bisa fokus untuk bermain.

6. Chating sampai bosan

Nah, bagi kita yang doyan ngobrol di dunia maya, saatnya melaksanakan kegiatan tersebut. Kalau saya tentu akan memilih chating di mirc. Ya, klasik dan terdengar kuno memang. Tapi chatingan di mirc itu enggak ada matinya. Meskipun kadang bosan kalau seharian nongkrong di chanel dan bingung mau ngobrol apa, tapi ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjalani #dirumahaja. Karena selain bisa berkenalan dengan teman-teman di dunia maya, juga bisa ikutan kuis atau game online di mirc. Penasaran? Coba cek di server irc.chating.id:6667 pasti akan banyak game dan kuis yang bisa kita ikuti.

7. Internetan sepuasnya

Kalau sudah mentok enggak ada kegiatan apa-apa, boleh bangetlah berselancar terus di dunia maya sampai puas. Dari mencari informasi yang terupdate, hingga mencari tutorial masak, mendownload film, atau hanya menonton tayangan ulang reality show; bisa dilakukan agar kegiatan stay at home menjadi menyenangkan. Kalau saya jelas, ngublek youtube buat nonton videonya Nex Carlos atau GadgetIn. Iya, itu dua kanal youtube kesukaan saya.

Namun kegiatan berselancar di dunia maya akan terasa indah ketika didukung dengan koneksi internet yang andal dan terpercaya. Ya gimana mau internetan puas kalau koneksi seringnya tiba-tiba putus, yang ada malah bikin dongkol.

www.erycorners.com

IndiHome pilihan terbaik untuk menemani kegiatan Stay At Home.


Saya rasa tidak asing lagi dengan provider yang satu ini. Paket provider yang memberikan layanan jaringan internet tersbesar dan terpercaya di Indonesia. Selain itu jaringannya luas hingga ke berbagai daerah dan cara pemasangannya juga sangat mudah. Dengan adanya IndiHome, kita bisa menikmati layanan internet terbaik dan bisa bebas berselancar di dunia maya tanpa hambatan.

Untuk pilihan paketnya juga sangat beragam. Kita bisa memilih sesuai dengan kebutuhan yang kita perlukan. Untuk informasi lebih lengkap bisa klik di www.indihome.co.id.

Okay, itu cara asyik saya menjalani aktivitas #dirumahaja, kalau teman-teman apa nih kegiatannya? Coba share dong di kolom komentar. Terima kasih.

Monday, April 6, 2020

7 Dampak Virus Corona yang Sangat Terasa

www.erycorners.com
Corona, atau yang kita kenal juga sebagai Covid-19, virus yang menjadi wabah selama beberapa bulan ini kian santer diberitakan. Dan korban masih terus saja bertambah, bahkan sudah ribuan orang meninggal akibat virus tersebut di seluruh penjuru dunia.

Dan kali ini saya ingin membahasanya, bukan tentang berapa jumlah korban atau bagaimana cara penanggulangannya, karena saya bukan ahlinya. Tetapi saya ingin membahas dampak yang terjadi akibat wabah Corona tersebut.  Iya, sadar atau tidak, akibat adanya pandemi virus tersebut, banyak sekali akibat yang terjadi.

Berikut merupakan dampak Virus Corona yang mewabah di kehidupan atau lingkungan sekitar kita:

1. Ekonomi melemah
Percaya enggak percaya, saya sangat merasakan bahwa akibat Virus Corona ini perekonomian di negara kita makin melemah. Memang tidak semuanya, tapi yang saya rasakan dari hal-hal kecil sangat terasa. Pasar-pasar yang setiap pagi biasanya ramai, saat ini sudah sepi, sebagian toko tutup. Toko-toko baju yang sering dibanjiri pengunjung untuk belanja outfit atau hanya sekedar ingin ganti model baju, mereka juga sebagian tutup. Tempat makan dan tempat wisata yang biasanya saya jadikan sebagai tempat hangout saya dengan suami atau teman-teman, juga tutup.

Termasuk peternak ayam juga ikut merasakannya. Kemarin adik saya ke pasar tradisional di Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, Purbalinga; beli ayam potong cabut bulu, harga 1 kg ayam itu hanya Rp 17.500,00. Biasanya, normal itu Rp 22.000,00 - Rp 26.000,00 per kg. Pedagang ayam lainnya pun juga, kemarin ada yang memasarkan hasil ayam ternaknya dengan harga Rp 15.000,00 per kg. Bahkan, teman sekolah sepupu saya, dia malah bagi-bagi hasil panen ayamnya tersebut. Dan saya kebagian ayam 2 ekor secara gratis. Sungguh, miris.

Dari beberapa hal tersebut, jelas sudah, dampak ke perekonomian kita melemah. Bahkan, penjual makanan di tempat saya kerja, mereka libur semua. Tentu ini sangat berimbas ke pendapatan mereka. Semoga ada rezeki lain yang tak terduga, yang lebih berkah dan melimpah. Aamiin.

www.erycorners.com

2. Kepanikan yang lebih dari biasanya
Entah hanya saja atau beberapa orang juga mengalaminya. Awalnya, ketika mendengar berita tentang Corona sudah masuk ke Indonesia, saya masih tenang. Masih mencoba berpikir positif. Namun, minggu ini, berhubung banyaknya jumlah pemudik yang dari Jabodetabek pulang kampung, dan sampai saat ini sudah ada 5 orang yang dinyatakan positif Corona di daerah kami. Langsung, saya panik. Membuka media sosial isinya beritany tentang update korban positif Corona tersebut. Sampai-sampai saya mematikan story WA beberapa teman yang isinya update-an tersebut. Iya, saya tidak sanggup lagi kalau membaca berita tentang korban, itu seperti menakuti diri saya sendiri dan membuat mental saya down. Dan berhubung saya menyadari hal tersebut, saya langsung ambil tindakan untuk diri sendiri mencari berita-berita yang lucu atau menyemangati diri ini.

3. Menjalani social distancing yang berat
Bagi orang yang sudah terbiasa dengan mobilitas sangat tinggi. Ruang gerak saat ini dibatasi tentunya menjadi masalah. Kadang rasa jenuh, bosan dan suntuk seharian di rumah saja itu sangat-sangat menjengkelkan.

4. Sebagian orang memborong kebutuhan pokok
Ini yang sangat disayangkan. Ya, beberapa daerah  memang sudah menutup toko-toko dan menjalani aktivitas dari rumah saja. Tapi please deh, buat yang banyak duit, jangan memborong kebutuhan pokok secara semena-mena. Kalau untuk kurun waktu satu minggu, it's okay, tapi jangan sampai menimbun.

5. Sekolah diliburkan dan belajar di rumah
Sudah tiga minggu lebih, di daerah saya sekolah diliburkan dan mereka diberi tugas untuk dikerjakan di rumah. Bahkan learn from home ini berlanjut sampai pertengahan April 2020, yang sebelumnya hanya dijadwalkan sampai tanggal 28 Maret 2020.

www.erycorners.com

6. Orang tua mulai menyadari betapa beratnya tugas guru
Berhubung adanya Learn From Home, anak-anak tentunya belajar di rumah. Dan sebagian besar anak-anak memang bandel. Mungkin karena bersama orang tuanya sendiri, jadi mereka cenderung lebih manja dan malas-malasan. Tak sedikit para ibu yang mengeluhkan kalau belajar di rumah itu benar-benar menguras emosi jiwa. Dengan begitu, mereka mulai menyadari, betapa sabarnya guru yang mengajar di sekolah. Satu kelas lebih dari 30 anak dengan karakter yang berbeda-beda. Sedangkan, orang tua yang menghadapi anaknya sendiri juga sudah mulai mengelus dada.

7. Jalanan terasa lengang
Meski saya tidak tinggal di daerah metropolitan. Tetapi saya juga merasakan bahwa jalanan di daerah saya juga cukup lengang. Hal ini terjadi karena sebagian sudah mulai Work From Home bagi pekerja dan Learn From Home bagi pelajar.

Dari semua hal di atas, saya yakin masih banyak dampak lainnya untuk kita dan lingkungan kita akibat Virus Corona ini. Mungkin setiap daerah atau individu berbeda-berbeda, karena kasus yang ada juga berbeda-beda. Tapi yang terpenting, saat ini kita mesti benar-benar jaga kesehatan. Semoga kita dan keluarga tidak ada yang terkena virus tersebut. Dan semoga virus ini segera hilang dari bumi ini. Iya, bukan hanya hilang dari Indonesia, semoga segera hilang dari seluruh penjuru dunia dan kita bisa beraktivitas normal seperti sediakala lagi. Aamiin aamiin ....

Terima kasih sudah mampir di sini, mari kita sama-sama mencegah penyebaran Virus Corona dengan cara membatasi diri dari keramaian, stay at home saat ini merupakan pilihan terbaik bagi kita. Dan tentunya kita juga pasti bisa melakukan hal-hal baik kok dari rumah.