Keturunan Cinta

www.erycorners.com

Hari itu sangat ramai di rumahnya. Di rumah Astrid, yang memang sedang berlangsung resepsi pernikahan Astrid dengan kekasihnya, Reza. Pestanya memang tidak terlalu megah, tapi sangat meriah. Pernikahan itu kelihatan sangat indah, dan menawan. Keluarga besar keduanya berkumpul, dan teman-teman dari Astrid dan Reza. Bahkan Andre, sang mantan pacar Astrid pun ikut menghadirinya. Dia datang dengan buah hatinya, Rio yang masih berumur dua tahun. Melihat Andre, Astrid menjadi teringat kenangan yang hampir empat tahun itu. Saat mereka dulu masih memadu kasih, tapi akhirnya cinta mereka kandas karena perbedaan materi yang jauh. Astrid hanya seorang gadis dari keluarga sederhana, sedangkan Andre dari lahir hingga sekarang merupakan orang yang berlimpah ruah dengan materi.

Baca juga: Empat Tahun

Lamunan Astrid buyar ketika Andre menghampiri untuk mengucapkan selamat, “Astrid, selamat ya, semoga kau selalu bahagia dengan pernikahan ini.”

Kemudian beranjak menghampiri Reza seraya membisikan sesuatu di telinganya, “Jaga dia baik-baik, berjanjilah kau tidak akan membuatnya menangis. Karena ketika kau membuatnya menangis, kau akan menyesal, karena aku akan mengambilnya lagi darimu,”

“Tentu, itu sudah pasti, dan kau tak akan pernah bisa mengambilnya dariku. Ingat itu, dan tulis di dalam benakmu!” jawab Reza dengan berbisik pula, meskipun suara pelan, tapi terlihat mereka berdua saling menaruh dendam dan bahkan saling emosi.

Hadirnya Andre di pesta itu membuat Astrid terus terngiang-ngiang pada masa lalu. Tapi dia berusaha untuk menerima kenyataan bahwa dirinya kini menjadi milik Reza seutuhnya, dan Andre pun telah berkeluarga. “Ini adalah jalan hidup yang harus aku tempuh.” ucap Astird dalam hatinya. Sesungguhnya Astrid begitu rapuh semenjak putus dengan Andre, laki-laki yang pertama kali ia cintai dalam hidupnya. Andre mengenalkan cinta pada Astrid dengan begitu lembut, tapi pada saat Astrid sudah benar-benar terbuai, cinta itu kandas. Astrid begitu lemah hingga ia mengenal Reza. Sebelum mendapatkan Astrid, Reza sedikit kesulitan dalam mengambil hati Astrid, karena Astrid menutup hatinya cukup lama, tapi Reza tetap bersabar hingga kini Astrid menjadi pasangan hidupnya.

###

Pagi hari yang cerah, menyambut hari yang indah, saat itu Astrid terbangun dari tidurnya, dia merasa sedikit kaget karena di sampingnya ada Reza, dia pun hanya tersenyum malu, bahwa Reza kini telah menjadi suaminya.

“Pagi sayangku, bagaimana tidurmu semalam?” ucap Reza sambil mengecup keningnya. Pernikahan itu membuat keduanya bahagia, apalagi untuk Reza dia sangat mencintai Astrid. Apapun akan dilakukan oleh Reza demi kebahagiaan Astrid.

Mereka sangat bahagia meskipun setelah dua tahun mereka baru dianugerahkan seorang anak. Anaknya perempuan dan dia diberi nama Alysa Alriza,  orang tua bayi itu biasa memanggil Alysa. Kini Reza dan Astrid telah mempunyai keluarga kecil, meskipun penghasilan Reza tak begitu besar, tapi cukup untuk menghidupi keluarga. Mereka berdua begitu baik terhadap anaknya. Merawat dan membesarkan dengan penuh kasih sayang hingga Alysa berusia delapan belas tahun.

“Mah, Pah, kalau Alysa kuliah di Jakarta, gimana? Boleh, tidak?” tanya Alysa sesaat setelah pulang dari menghadiri perpisahan sekolahnya.

“Kamu yakin di sana? Biaya sampai berapa? Kami tentunya butuh waktu untuk mempersiapkan biayanya.” Ucap Astrid dengan lembut pada anak semata wayangnya.

“Iya Alysa, kira-kira berapa biayanya untuk kuliah di Jakarta?” tambah papanya, Reza.

“Mah, Pah, tenang aja ya. Alysa dapat beasiswa untuk kuliah di sana, jadi tidak terlalu besar biayanya,” jelas Alysa dengan senyuman yang lembut.

“Kalau begitu, Papa setuju, tapi di Jakarta kamu tidak boleh nakal ya,” jawab Reza.

“Beneran Pah? Alysa boleh kuliah di Jakarta?”

Alysa sangat bahagia, dia langsung mencium pipi papa dan mama. Astrid tersenyum bahagia melihat anaknya sudah beranjak dewasa. Alysa dengan riang masuk ke kamarnya, semua ini serasa seperti mimpi baginya. Selain mendapat peringkat satu di sekolahnya dia juga mendapat izin untuk kuliah di Jakarta.

“Pah,,,” paggil Astrid pada suaminya seraya menyandarkan kepala di bahu suaminya.

“Iya mah.. ada apa?" jawab Reza dengan lembut.

“Kalau anak kita tinggal di Jakarta, sepi dong rumah, cuma kita berdua saja.”

“Gak apa-apa, Mah, kita bulan madu ajah, dulu waktu kita jadi pengantin baru belum sempat bulan madu, karena Papa cuma dapat cuti kerja tiga hari.” Jelas Reza menggoda istrinya. Astrid tertawa seraya mengucapkan, “Ah, Papa, gak malu apa? Sadar Pah, udah empat puluh lebih usianya.”

Merekapun tertawa bersama, rasanya begitu indah, meskipun Reza sudah empat puluh enam tahun tapi dia selalu menjaga hubungan dengan istrinya sama seperti saat mereka berpacaran dulu.

Akhirnya Reza dan Astrid, berangkat ke Jakarta untuk mengantar anak semata wayangnya kuliah di Jakarta.

“Sayang, kamu jaga diri baik-baik ya di sini. Kalau ada apa-apa langsung telepon Mama atau Papa ya.” Ucap Astrid kepada anaknya saat Astrid dan suaminya hendak pergi untuk kembali ke Bandung.

“Iya, Mah, itu pasti, Mama dan Papa tenang aja ya.. Alysa pasti baik-baik aja di Jakarta.” jelas Alysa kepada orang tuanya.

“Pesan Papa, kamu rajin belajar, jangan nakal, hati-hati di Jakarta ya.”

Pesan demi pesan disampaikan kepada Alysa sambil memeluk erat tubuhnya. Rasanya tak ingin berpisah dengan anak kesayangannya, bahkan Astrid sampai menitikkan air mata, rasanya begitu berat untuk meninggalkan Alysa sendirian di Jakarta. Tapi, mungkin ini jalan yang terbaik untuk mewujudkan cita-cita anaknya. Rela tak rela Astrid dan Reza harus pulang ke Bandung.

Sepanjang jalan dari Jakarta menuju Bandung, Astrid tak bisa menahan air matanya. Rasanya seperti mimpi meninggalkan anaknya sendiri di tempat asing. “Udah, Ma, berdoa saja, semoga Alysa baik-baik saja di Jakarta, Mama jangan nangis terus nanti malah Alysa tidak tenang hatinya.” Ucap Reza dengan lirih menasehati istri tercintanya. Astrid hanya menganggukkan kepala dan terasa lelah. Begitu juga dengan Reza, dia sangat sedih, karena setiap hari Reza selalu bercanda dengan Alysa, kini tak bisa lagi.

###

Bagi Alysa, ini adalah kehidupan barunya, masih sangat terasa asing di keramaian Jakarta. Dia sendirian di kamar kost, tapi di luar pun terasa sepi, entah karena semuanya sedang sibuk, atau memang Alysa yang belum menemukan teman, sehingga dia merasa kesepian. Dia pun hanya mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran untuk esok harinya.

Pagi yang panas mengawali hari untuk Alysa, dia berjalan menuju kampus, karena memang sengaja dia mencari rumah kost yang dekat dengan kampus, paling tidak dia bisa hemat untuk transportasinya. Sesampai di kampus itu, Alysa agak bingung, dia harus kemana pun tidak tahu. Dia putuskan untuk duduk sejenak di dekat taman. Tak berapa lama kemudian ada pemuda yang menghampirinya. Entah dia tulus ingin menolong Alysa, atau terpesona dengan Alysa tak ada yang tahu.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya pemuda itu dengan ramah. Alysa sedikit kaget karena ia sedang melamun.

“Hmm... boleh, Mas mau ban--tu saya?” tanya Alysa dengan terbata-bata, mungkin karena grogi atau terpesona dengan wajah tampan itu.

“Iya, Mbak, katakan saja, saya mahasiswa disini juga,” jelas pemuda itu. Alysa tersenyum manis, dia merasa lega ada yang membantunya. Pemuda itu menemani Alysa sampai segala keperluan Alysa selesai. Setelah itu mereka pun berpisah tanpa berkenalan terlebih dahulu.

“Kenapa aku tak tanya namanya?” celoteh Alysa dalam hatinya, haaah... tapi Alysa langsung melupakan masalah itu, dia berpikir pasti bisa bertemu lagi dengan pemuda itu, karena memang satu kampus.

Di kost Alysa sudah mulai berteman, dan dia juga punya sahabat baru, dia bernama Tina, satu kost dan satu kelas dengan Alysa. Mereka sangat dekat dan saling berbagi dan bercerita tentang kisah kehidupan masing-masing.

###

Hari demi hari telah terlewati hingga menjadi bulan. Tak terasa Alysa sudah empat bulan di Jakarta, dia bisa beradaptasi dengan baik, dan dia pun dekat dengan pemuda yang waktu pertama kali ke kampus telah menolongnya. Pemuda itu bernama Rio Andreas. Tanpa disadari mereka jatuh cinta. Hubungan asmara itu pun tumbuh kian bersemi, mereka berdua saling menyayangi, sepertinya mereka sulit untuk dipisahkan.

Kisah cinta mereka pun diceritakan kepada orang tuanya saat Alysa pulang ke Bandung, Astrid tersenyum dan dia bertanya, “Siapa pemuda itu yang telah mengambil putri kesayangan kita? Anak mana dia, Alysa?”

“Dia anak Jakarta Mah, dia baik sekali, tidak pernah marah, dan dia sangat pengertian.” Jelas Alysa kepada orang tuanya. Astrid tersenyum, ternyata anaknya sudah tumbuh dewasa.

###

Dua tahun telah berlalu, Alysa dengan Rio masih berpacaran, dan hubungan itu baik-baik saja. Tapi, hal yang tak terduga terjadi ketika Astrid sedang belanja di salah satu swalayan di Bandung. Dia terpaku dan terpana, hatinya sangat sakit merasa tertusuk dan tersayat kembali. Dia melihat Andre dengan Rio yang sedang mempresentasikan usaha barunya di Bandung. Ternyata Rio adalah anak Andre. Astrid pun merasa kecewa dan takut kalau-kalau putri kesayangannya mengalami nasib yang sama dengan dirinya waktu itu. Dicampakkan karena status sosial yang berbeda.

Entah ada angin apa yang membawa Astrid untuk menunggu presentasi itu selesai. Hal itu membuat teringat kembali masa itu saat mereka masih bersama, saat itu sepulang dari kuliah Astrid selalu menunggu di resepsionist saat Andre sedang meeting. Astrid setia menunggu hingga meeting itu selesai. Namun, kali ini Astrid menunggu dengan tujuan yang berbeda.

Baca juga: Tetap Menunggu

“Andre,” panggil lirih Astrid dengan perasaan ragu. Andre juga merasa ragu, seperti tak percaya dengan suara yang terdengar. Ya, suara yang khas milik Astrid, ternyata Andre masih mengingatnya. Andre menoleh ke belakang, tak pernah menduganya siapa yang memanggilnya. Melihat Astrid adalah hal yang paling membuatnya bahagia di dunia ini.

“Astriiid? Hei, bagaimana kabarmu?” sapa Andre dengan penuh semangat.

Tak lama kemudian mereka pun mencari tempat duduk yang santai. Astrid yang ingin menanyakan sesuatu kepada Andre agak terhambat. Tiba-tiba Andre menceritakan kisahnya, yang pada kenyataannya mereka telah bercerai sejak Rio berusia sembilan belas bulan. Dan tak disangka Andre mampu membesarkan Rio hingga sekarang ini. Dalam pandangan mata Andre tak dapat dipungkiri bahwa ia masih mencintai Astrid, tapi dia tak mengungkapkannya, karena Andre tahu sekarang Astrid bahagia dengan rumah tangganya. Melihat dan mendengar Astrid bahagia adalah hal yang terindah bagi Andre. Kini jalan hidup masing-masing telah berbeda dan mempunyai tanggung jawab yang berbeda juga. Mereka berdua mengobrol tentang kisah hidup mereka, setelah itu Astrid memberanikan diri untuk membicarakan masalah Rio dengan putrinya, Alysa.

“Andre, maaf, ada sesuatu yang harus aku bicarakan padamu.” Pinta Astrid kepada Andre.

“Oke, silakan saja Astrid, tak usah sungkan.” Balas Andre.

“Rio, de-ngan anakku.” Astrid tak bisa berbicara dengan tenang, dia terbata-bata.

“Ada apa dengan anakku dan putrimu?” tanya Andre dengan rasa penuh ingin tahu.

“Mereka berdua berpacaran, ucap Astrid, dan menghela nafas, setelah itu dia melanjutkan perkataanya, “Aku tak mau sesuatu terjadi yang membuat anakku sedih, jadi aku mohon, kalau Rio pada akhirnya nanti meninggalkan Alysa, aku mohon dengan sangat, bawa pergi Rio dari kehidupan anakku! Kutak ingin apa yang menimpaku terjadi lagi pada anakku, cukup hanya aku yang mengalaminya. Aku tak ingin melihat air mata pada anakku, aku mohon bawa pergi Rio dari kehidupan anakku sebelum Alysa terlalu dalam mencintai Rio.” Tak tertahankan air mata Astrid terjatuh, tak ada pikiran lain, selain apa yang terjadi jika Rio  meninggalkan Alysa, mungkin Alysa juga sama dengan dirinya, rapuh dan terluka.

“Tidak Astrid... itu tak mungkin terjadi, aku juga tak ingin Rio bernasib sama denganku, kehilangan orang yang dicintai itu sangat menyakitkan. Aku juga tak mau Rio mengalami luka hati yang sama sepertiku, jadi aku tak ingin memutuskan hubungan mereka, biarlah mereka jalani sendiri, biarkan mereka bahagia. Aku juga sudah pernah bertemu dengan Alysa, dia gadis yang baik, pantas Rio sangat menyayanginya. Biarkan mereka yang menentukan pilihan hidpunya.” Terasa sesak dada Andre ingin rasanya menangis, tapi tak bisa hanya bisa menahan emosi jiwa di dalam dada.

“Iya... kau benar,” ucap Astrid lirih, karena suaranya tercekat di tenggorokan, karena ia sedang menahan tangisnya.

“Sudahlah Astrid, tenangkan dirimu dan pulanglah, ini sudah sore, nanti Reza mencarimu.”

“Iya, terimakasih untuk semuanya Ndre..”

Astrid meninggalkan Andre sendiri, Andre masih melamun, tak menyangka anaknya pun jatuh cinta dengan keturunan Astrid. Lebih dari dua puluh dua tahun telah berlalu, tapi tak ada yang tahu bahwa Andre masih mencintai Astrid, tak ada orang yang mampu tuk menggantikan Astrid di hatinya. Dan dia selalu berdoa untuk kebahagiaan Asrid, kalau tidak, pasti sejak dari dulu Andre membawa Astrid untuk menikah dengannya dan membatalkan pernikahan Asrid dengan Reza. Karena pada saat itu Andre sudah resmi bercerai, tapi Andre selalu merahasiakannya hingga sekarang baru terbongkar.

Astrid sampai di rumahnya saat hari menjelang gelap. Sangat lusuh dan pucat. Suaminya sedang duduk menunggunya di ruang tamu.

“Mama dari mana saja? Apa yang terjadi dengan Mama?” tanya Reza saat melihat istrinya pulang dengan kelihatan pucat.

“Gak apa-apa, Pah, hanya kecapekan saja. Owh ya, Alysa mana?” jawab Astrid sambil menenangkan dirinya sendiri.

“Owh... ya udah mama istirahat saja sana. Alysa sedang pergis ama Rio. Owh ya.. kata Rio tadi mama bertemu dengan papanya Rio?”

“Iya Pah, tadi mama bertemu dengannya,” jawab Astrid dan langsung berjalan menuju kamarnya. Reza melihat istrinya tak biasa, akhirnya dia pun mengikuti langkah kaki Astrid, bahkan Reza merangkulnya. Setelah sampai di kamar, Reza mengajaknya untuk duduk di tempat tidur biar Astrid lebih santai, kemudian Reza beranjak mengambil segelas air putih untuk Astrid. Reza berpikir apa yang terjadi dengan istrinya? Tak pernah melihat Astrid pucat seperti ini.

Astrid mencoba menenangkan diri lagi, mengatur nafasnya dan merendahkan emosi yang sedang bergejolak dalam jiwanya.

“Pah, maafin mama ya, “ terucap lirih dari bibir Astrid memecah keheningan yang terjadi di ruangan itu.

“Iya, Mah, ada apa? Kenapa Mama seperti ini?” Reza membalasnya dengan penuh perhatian.

“Maafin Mama, tadi Mama lama di swalayan karena mengobrol dengan Andre,” terang Astrid dengan pandangan kosong, dan muka sendu.

“Lalu..?” tanya Reza singkat, dia tak berani melanjutkan pertanyaan, takut kalau-kalau Astrid ingin kembali dengan Andre.

“Ternyata... dia adalah ayahnya Rio, tadi mama ngobrol tentang Rio dengan Alysa,” lanjut Astrid.

“Maksud mama?” tanya Reza.

“Mama meminta ke dia kalau Rio hanya untuk mempermainkan hati Alysa, lebih baik Rio pergi dari kehidupan Alysa. Mama gak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Alysa, Mama gak mau Alysa merasa sakit hatinya.”

Reza menghela nafas panjang saat mendengarkan penjelasan dari Astrid.

“Lalu, apa yang dikatakan Andre tentang hal ini? Apakah dia melarang Rio berhubungan dengan Alysa?” tanya Reza ingin tau.

“Tidak, dia tidak pernah mencampuri urusan anaknya,” jawab Astrid singkat.

“Ma... boleh papa bertanya sesuatu?”

“Iya..”

“Apa Mama masih cinta dengan Andre?” dengan sangat terpaksa Reza menanyakan hal itu, meskipun dia sendiri tak ingin menanyakannya, dia takut kalau Astrid mengiyakan jawaban dari pertanyaan itu.

“Ti..dak...” jawabnya lirih seraya menggelengkan kepalanya. “Rasa itu telah hilang, kalaupun masih ada, bukan cinta untuk ingin memilikinya, karena memang jalan yang diambil sudah berbeda, dan rasa itu bukan rasa sayang lagi, melainkan rasa sosial karena dia juga manusia dan kita semua hidup bersosialisi.” Pandangan Astrid masih kosong dan memang benar apa yang dikatakannya, rasa cinta kepada Andre sudah menghilang.

“Maafin Papa, Ma, Papa tidak bermaksud untuk curiga terhadap Mama, Papa hanya takut kehilangan Mama.” aku Reza sambil memeluk istrinya.

Mereka berdua tak menyadari bahwa sedari tadi Alysa berada di ambang pintu kamar dan mendengarkan semua pembicaraan orang tuanya. Alysa pun tak kuasa untuk menahan tangis. Alysa melangkah kecil mendekati orang tuanya.

“Mah, Pah, apakah Alysa salah mencintai Rio?”

“Tidak, Sayang, kamu tidak salah, hanya saja Mama takut kalau kamu terluka nantinya, Mama tak melarang kamu jatuh cinta pada siapapun.”

“Bener, Mah?”

“Iya,, tapi Mama hanya memberi saran, ketika orang yang kamu cintai tak bisa kamu miliki seutuhnya, jangan sekali-kali kamu melukai dirimu, dan jangan sekali-kali kamu mempunyai rasa dendam pada dia. Kamu tidak bisa memilikinya, karena itu adalah salah satu rahasia Tuhan, yang mungkin terkadang kamu tak mengerti.” pesan Astrid pada anak semata wayangnya.

“Iya, Mah, Alysa mengerti.” jawab Alysa.

Reza dan Astrid memeluk Alysa, menitihkkan air mata bersama.

“Sudah, sudah, sudah malam, sebaiknya kita istirahat,” ucap Reza pada anak dan istrinya.

“Iya, sudah malam, jaga kesehatan kamu Alysa.” tambah Astrid.

Mereka pun beranjak tidur, menutup hariyang begitu melelahkan, dan berharap esok hari menjadi lebih baik.

###

Pagi masih dingin, embun masih terasa segar, matahari baru akan menampakkan dirinya, Rio berangkat dari apartement menuju rumah Alysa. Sesaat sampai di rumah Alysa, ternyata Alysa belum mandi, masih terasa dingin di pagi itu. Tapi Rio tetap mengajaknya pergi. Dengan motor sportnya, Rio melaju dengan kecepatan tinggi, mereka berdua menuju tempat yang tenang untuk mengungkapkan semua rasa yang ada di hati Rio. Mereka sampai di perkebunan teh yang sejuk.

“Kenapa kesini?” tanya Alysa dengan sedikit cemberut.

“Iya, aku ajak kau ke sini, karena kau belum mandi, biar orang yang belum mandi tak kecium baunya, biar yang tercium itu daun teh yang masih segar .”

“Enak aja,, huu huu...” jawab Alysa sambil mencubit lengan Rio keras-keras.

“Ahh, sakita tahu!” teriak Rio karena kesakitan, tapi Alysa tertawa riang.

“Alysa... ada sesuatu yang ingin aku katakan pada dirimu,” ucap Rio.

“Iya..”

“Semalam papa menceritakan semuanya padaku, tentang apa yang telah terjadi pada masa lalunya, dan aku tak ingin kisah yang terjadi pada orang tua kita sama dengan kita. Aku mencintaimu Alysa, apapun yang terjadi, akan kujadikan kau milikku seutuhnya. Aku tak bisa hidup tanpamu, aku mohon padamu Alysa, jangan pernah tinggalkan aku..”

“Iya... Mama dan Papa juga semalam membahasnya, dan aku juga tak bisa hidup tanpamu, Rio, kau yang pertama kali mengenalkan cinta untukku, kau yang membauatku jatuh cint, dan aku tak tahu lagi bagaimana bila harus berpisah denganmu, aku tak sanggup, Rio, aku tak sanggup jauh darimu...”

Rio langsung memeluknya, “Kita akan menikah, segera mungkin”

“Apa? Tunggu aku lulus kuliah dulu ya,” pinta Alysa.

“Tidak, apakah orang menikah harus menunggu punya ijazah dulu? Gak perlu itu, Sayang, aku sangat mencintaimu, aku takut kalau aku harus kehilangan dirimu, menunggu waktu sampai lulus itu sangat lama untukku. Dan aku tak ingin hal yang terjadi pada ayahku, terjadi padaku, aku ingin hidup denganmu sayang”

“Iya, aku mau menikah denganmu,” Alysa merasa sangat bahagia, belum pernah dia merasakan bahagia seperti ini.

Rio dan Alysa, pada akhirnya pun menyatu dalam ikatan suci, kini tak ada lagi keraguan dalam hati mereka. Andre tetap berlapang dada, selama bertahun-tahun dia mencintai Astrid, tapi kesabaran itu berbuah untuk anak kesayangannya, dia mendapatkan seorang dari keturunan Astrid. Andre tersenyum setelah resepsi pernikahan Rio dan Alysa. Dia menuliskan sesuatu di salah satu jejaring sosialnya. Ayahnya Rio gaul, punya akun facebook lebih dari sepuluh akun, dan isinya kebanyakan game, dan tentang curahan hati untuk Astrid.

Baca juga: Media Sosial di Mataku


Cintailah apa yang kau milikki, maka hidupmu akan bahagia

Jangan pernah kau buat orang yang menyayangimu terluka karenamu

Karena ketika ada orang lain yang mengapus air matanya

Itu sangat menyakitkan untukmu sendiri, seperti apa yang terjadi padaku

Ketika kau menyia-nyiakan seorang gadis yang mencintaimu

Kau akan terluka lebih dari apa yang dia rasakan

Mungkin dia rapuh, tapi ketika dia menemukan orang yang membuatnya tersenyum

Kerapuhan itu berubah menjadi kekuatan, tangisan itu berubah menjadi tawa

Sungguh indah memang, tapi tak terjadi pada diriku

Aku mencintainya lebih dari mencintai diriku sendiri

Tapi aku harus merelakan dirinya dengan yang lain

Tuhan memang maha adil, Dia membahagiakan anakku

Meskipun gadis yang aku cintai tak pernah ku milikki

Tapi dia tetap menjadi bagian dari hidupku, dari anakku

Cinta, terkadang kau memang begitu rumit dan sulit dipahami

Dan mungkin aku bukanlah cinta sejatinya

Biarlah kutapak jalan yang telah ku daki ini

membawa kenangan-kenangan saat bersamamu

Sungguh indah, dan tak mungkin kulupakan, Cinta :)

Manisnya Yogyakarta

www.erycorners.com

Sore itu sangat indah, saat aku duduk santai di teras rumah kostku. Aku duduk bersandar pada tiang teras sambil membaca buku. (yach, maklum lagi rajin belajar :D). Tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah kost sebelah. Aku perhatikan dalam-dalalm siapa yang akan turun dari mobil itu, meskipun aku berpikir pasti mahasiswa baru yang akan kuliah di salah satu universitas ternama di Yogyakarta. Aku penasaran, sehingga kuperhatikan terus, mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ternyata dia seorang gadis, tidak cantik tapi manis, dan kelihatan tomboy. Dia mengenakan celana jeans warna biru dan tubuhnya dibalut dengan jaket warna hitam. Dia datang bersama dengan seorang bapak dan seorang ibu, "Itu pasti kedua orang tuanya." Pikirku dalam hati.

Setelah mereka masuk ke dalam rumah kost itu, aku melanjutkan membaca buku yang aku genggam. Aku tiba-tiba tak bisa untuk berkonsentrasi, pikiranku mengajak untuk melihat bayangan wajah gadis itu. "Aaach, kenapa aneh seperti ini? Perasaan di kampus tiap hari ku bareng sama cewek-cewek tapi gak seperti ini." Tanyaku dalam hati. Karena di teras aku tak bisa konsentrasi, akhirnya aku pindah ke kamar, mungkin di kamar aku lebih jernih pikirannya. Hampir dua jam aku membaca, tapi tak ada satupun yang masuk ke dalalm otakku hingga kutertidur.

"Tok..tok..tok..." terdengar sayup-sayup di telingaku ada yang mengetuk pintu kamarku.

"Ek, ikut main futsal gak?" terdengar suara Anton mengajakku untuk main futsal.

"Iya bentar, aku ikut," jawabku, seraya jalan untuk membuka pintu kamar.

"Masuk dulu sini, " ucapku pada Anton.

"Kenapa kau? tak bersemangat kali kelihatannya?" tanya Anton padaku.

"Pusing aku, tadi tertidur, hari ini ada rencana main ama club mana? sapa aja yang ikut?"

"Ya biasa anak-anak kampus" jawab Anton.

"OK. Aku mandi dulu bentar"

Sekitar jam delapan malam aku dan Anton pergi main futsal, yaaa, biasalah anak-anak mahasiswa yang jomblo, kalau lagi suntuk di kost-kostan pasti main futsal.

Setelah main futsal malamnya aku tertidur sangat lelap, bangun pagi dan seperti biasa pasti ke kampus. Aku sedang berjalan menuju ruangan dosen pembingbingku, tiba-tiba hatiku bergetar tak menentu, aku berhenti sejenak, dan akhirnya kulihat gadis itu lagi, dia seadang jalan menuju arah padaku. Aku berpapasan dengannya. "Owh..sungguh indah wajahmu," gumamku lirih.

Baca juga: Wajahmu

Diam-diam aku mengikutinya, ternyata dia mengambil fakultas sastra bahasa asing, "Wow, encer juga otaknya," pikirku.

Semenjak aku melihatnya, aku tak ingin ketinggalan dengan apa yang dia lakukan, meskipun dia belum mengenalku. Namunku sudah mulai mengenalnya, meski belum tahun siapa namanya, asalnya dari mana. Yang aku tahu dia hobby main basket, hingga aku pun ikut melihat permainannya. Sangat lihai dia, shootingnya sangat akurat.

"Woiii... ngapain kamu di sini?" sapa Anton sambil mengetuk pundakku dan membuatku kaget.

"Aah...kamu, Ton, bikin kaget aku aja, aku lagi lihat latihan basket, bagus juga ya tim basket kampus ini?" kilahku mencoba menutupi bahwa sesungguhnya aku sedang memperhatikan gadis itu.

"Sejak kapan kau suka pertandingan basket ?" tanya Anton terkejut mendengar penjelasanku.

"Lihat dulu dong, bagus itu, gak seperti tahun-tahun sebelumnya." jawabku meyakinkan Anton.

Akhirnya aku pulang dengan Anton, daripada ketahuan aku sedang memperhatikan seorang gadis yang sedang latihan basket, mending aku cari aman dulu. Dan di daloam batinku bertekad, aku harus kenalan dengan.

###

Sore yang cerah, aku mendekatinya setelah dia latihan basket, aku beranikan diri untuk menghampirinya. "Hai, permisi, boleh aku duduk di sini?" tanyaku sambil duduk di sampingnya dan memperhatikan seluruh wajahnya yang penuh dengan keringat. Ingin rasanya aku mengusap dengan sapu tanganku. Dia tersenyum manis seraya mengatakan, "Boleh, silakan duduk."

"Owh ya, boleh aku kenalan dengan kamu? Jujur saja aku sudah sering melihatmu karena rumah kostmu bersebelahan dengan rumah kostku." Tuturku meyakinkan dia.

"Boleh, namaku Nadya Puspitasari, dan kamu?" tanya dia, dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan denganku.

"Aku Eka Prasetya, dan biasa dipanggil Eka, lalu apa panggilan namamu?" ucapku sambil melempar senyum yang manis padanya.

"Panggil saja aku Nadya, karena memang aku biasa dipanggil 'Nadya'," jawabnya ringan.

"Hmm... aku panggil kau dengan panggilan 'Dya', bagaiman? Kau setuju?"

Dia tersenyum, dia menyetujuinya, ternyata dia asyik juga untuk diajak ngobrol, hingga tanpa terasa waktu mulai senja.

###

Semenjak itu, aku sering pergi bersama, menemani dia bermain basket atau sebaliknya dia memberiku semangat saat aku bermain futsal bersama kawan-kawanku. Bahkan, kadang dia membantu mengerjakan skripsiku. Ya, lumayan ada penerjemah. Dan mungkin aku bisa selesai tahun ini, seharunya tahun lalu, tapi aku terpuruk karena aku dikhianati seorang cewek.

Kedekatan antara aku dengan Dya sudah menyebar di kampus. Ya biasalah ada yang suka dan ada yang mengatakan Dya hanya cari pamor. Karena kebetulan diriku ini ada darah ningrat dari Solo. Tetapi aku tak berpikir seperti itu, aku lihat Dya gadis yang baik, bahkan selama ini aku dengan dia tak pernah mengungkit pamor sedikitpun. Dan dia juga tak pernah meminta apapun kepadaku. Dan yang membuatku heran, orang yang tak setuju kedekatan ini adalah Sandra, mantan pacarku yang tahun lalu dia lebih memilih seorang pembalap bernama Rico. Namun, anehnya sekarang dia tak suka aku dekat dengan Dya. Bahkan Sandra berani menegur dengan kasar ke Dya.

"Heh! Kamu, anak baru udah mulai banyak tingkah." Bentak Sandra pada Dya. Dya yang tak tahu apa-apa hanya menghela nafas, dan mengucapkan, "Maksud mbak apa?" Dya bingung.

"Denger baik-baik, ya, aku tak suka kalau kamu dekat dengan Eka, dia milikku, dan jangan coba-coba mendekatinya." Ucap Sandra sambil mendorong Nadya, setelah itu Sandra pergi begitu saja. Dya merasa terluka, merasa dilecehkan tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya menangis dan untuk mengalihkannya dia bermain basket hingga malam.

Aku mengajaknya untuk pulang, tapi dia menolaknya, aku tawarkan softdrink juga tak mau. Dia malah menyuruhku untuk pulang sendiri. Dia mulai menjauhi diriku. Tapi aku tak bisa jauh darinya, sehari tak mendengar suaranya membuatku tak bersemangat.

"Sial, ini pasti ulah Sandra, maunya apa sich tu cewek?" umpatku dalam hati.

###

Esok harinya aku menemui Sandra, dan kebetulan dia sedang bersama pacar dan teman-temannya.

"Oi, Sandra! Maumu apa siih?" ucapku keras hingga mereka kaget.

"Hei, Byng, sabar dulu, ada apa ini?" bela pacarnya.

"Bilangin sama cewekmu itu ya, jangan ganggu hidupku lagi. Aku mau jalan sama siapapun itu hakku, dan sekali lagi aku melihat Nadya bersedih dan menjauh dariku, aku tak segan-segan untuk membuat kalian keluar dari kampus ini." Ucapku dengan emosi dan terpaksa menggunakan kekuasaan orang tuaku.

"Maksud kamu apa, Ek? Aku kan cuma nasehatin Nadya biar dia gak menggoda kamu terus-terusan, dan seharunya kamu bersyukur dia menjauh darimu, kamu gak dimanfaatin terus sama anak baru itu." Sanggah Sandra dengan alasan-alasannya.

"Denger ya Sandra, aku sama kamu udah putus, dan jangan sekali-kali kamu mengurusi aku dengan siapapun. Aku mau dekat dengan siapa bukan urusanmu, dan kamu harus tahu, aku sayang Nadya, jangan kau berani sedikitpun mengusik ketenangannya, DIA GADISKU!" paparku kepada Sandra, kemudian aku langsung pergi meninggalkan mereka. Terdengar Sandra dan Rico beradu mulut, ah tapi itu bukan urusanku, yang terpenting bagiku sekarang mengatakan cinta pada Nadya.

"Dya, aku mohon buka pintunya, " pintaku sambil mengetuk pintu kamarnya.

"Ada apa?" tanyanya singkat.

"Bisa kita keluar sebentar? ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan kamu." Ucapku bersandar pada pintu kamarnya, berharap Dya mau membuka pintu.

"Iya, tunggu bentar," mendengar jawaban itu aku merasa sangat bahagia.

Aku mengajak Dya jalan-jalan di bawah jembatan layang, memang tak ada yang bagus. Namun, di sini bisa berwisata kuliner khas Yogyakarta dan bisa duduk santai. Bukan maksud jalan-jalan tanpa modal dikit, tapi dipikir-pikir kuliner disini pun enak.

Dya masih murung saat kutanya makan apa, tapi akhirnya Dya memilih Kupat Tahu salah satu kuliner yang terkenal di wilayah ini, meskipun hidangan disajikan setelah menunggu hampir satu jam.

"Kamu mau bicara tentang apa? Katanya ada yang perlu dibicarakan," ucap Dya mencoba memecah keheningan yang terjadi antara kita berdua.

"Hmm, aku minta maaf atas sikap Sandra terhadap kamu, aku harap kamu tak menghiraukannya, " balasku.

"Gak apa-apa kok, udah sewajarnya dia begitu, karena dia takut kehilangan dirimu." Jelas Dya dengan lembut.

"Jangan salah paham, aku dulu emang pacaran sama dia, tapi aku udah putus sama dia setahun yang lalu, dia udah punya pacar lagi, namanya Rico." Paparku dengan cukup jelas. Dya tersenyum kecil setelah mendengar penjelasan dariku, mungkin dia lega atau mungkin dia juga senang, karena dilihat dari matanya, aku yakin dia pun jatuh cinta padaku.

Setelah makan, aku ajak dia jalan-jalan ke alun-alun kidul Yogyakarta, dan disitu ku ungkapkan semua rasa yang ada dalam hatiku.

"Aku mungkin sama sepertimu, tapi maaf, aku belum siap untuk menerimamu, karena, jujur aku masih butuh waktu untuk mengenalmu dan meyakinkan hatiku."

Dya menolak, tapi aku tak patah semangat, aku yakin masih ada harapan, karena dia cuma butuh waktu saja untuk meyakinkan hatinya.

"Iya, tak apa, aku mengerti kamu, Dya." Balasku dengan senyum kecil sedikit kecewa.

"Iya, thanks ya, dan biarkan dalam minggu ini aku untuk memikirkannya, karena aku juga tak mau kau menunggu jawaban terlalu lama."

Ye, dalam hatiku, aku yakin Dya juga mencintaiku, ah tak apa, cuma seminggu.

Aku dan Dya pun tertawa kecil bersama, aku cerita daerah/kota wisata di Yogya, bahkan aku menceritakan mitos Candi Prambanan, yang kalau datang ke candi itu bersama pacar pasti ujungnya akan putus. Mendengar cerita itu, Dya langsung tertawa, aku merasa senang melihat Dya ceria kembali seperti saat pertama ku mengenalnya.

"Owh ya, apa kau bisa datang di Pertandingan Futsal-ku?"

"Kapan? Dimana?" tanyanya.

"Hari minggu, di Gedung Futsal Kampus," jawabku, dan Dya menganggukan kepala.

###

Hari minggu pagi aku bersiap-siap untuk bermain futsal, dan aku pun mempunyai kejutan yang spesial, karena Dya akan menyaksikan pertandinganku. Mudah-mudahan aku menang. Pertadingan kali ini aku sangat bersemangat,  karena ada Dya yang memberi semangat, sehingga membuat mudah untuk memenangkan pertandingan ini bersama kawan-kawanku.

Saat penyerahan piala, aku berganti kaos, dan semua mata tertuju pada punggungku, dan bersorak ramai, karena kaosku bertuliskan,  "I LOVE YOU NADYA, aku akan menuggu cintamu sampai kapanpun."

Dya pun tersipu malu, tapi aku yakin dia juga mencintaiku, karena matanya begitu indah menatap mataku, matanya telah mengatakan bahwa dia juga mencintaiku.

Setelah usai penyerahan piala aku menghampiri Dya, masih menatapku terpaku. Aku mengajaknya liburan ke Pantai Kukup, aku ingin bersantai dengan dia. Disaksikan ombak yang berkejaran Dya mengiyakan untuk menjadi kekasihku. Ah, betapa bahagianya diriku. Dan aku berjanji, aku akan menjadikannya permaisuriku untuk yang pertama dan yang terakhir. Dya belahan jiwaku dan tak ingin kuberpisah dengannya. ^_^

Espania Plesir #1 - Jakarta

www.erycorners.com
Hotel Kawasan Kota Tua Jakarta
Perjalanan ini sebenernya sudah sangat lama, sudah tiga tahun yang lalu, tapi gak apalah baru aku ceritakan :D. Tepatnya tanggal 9 sampai 11 Juli 2010, berangkat dari Purbalingga, pulang kerja buru-buru langsung ke terminal, dan ternyata di terminal pun ketemu teman perusahaan meskipun beda tujuan nantinya, tapi gak apalah daripada sendirian di bus, perjalanan malam pula kan serem. "Akhirnya punya teman untuk diajak ngobrol juga," pikirku. Dan memang sesuai dengan yang diharapkan, cewek itu jauh lebih cerewet dari aku. Sepanjang jalan kita asyik ngobrol, dan rencananya saya mau turun di Grogol, gak jadi dia minta ditemenin sampai turun di terminal Lebak Bulus. Katanya gak berani sendirian, ya sudahlah aku mengalah toh ini temanku juga kalau gak ketemu di bus, aku juga bakalan sendirian, itu lebih ngeri. Sekitar pukul pukul 4 pagi kami sampai di terminal Lebak Bulus.

Di terminal ini sudah ramai, sudah banyak penjual makanan (makanan harus no. 1) kebetulan aku dan temanku, Tia juga sudah lapar. Sarapan pagi di terminal, dengan menu sederhana arem-arem, Pop Mie dan teh manis hangat. Kita sarapan sambil menunggu Bus Trans Jakarta mulai beroperasi, jadi sebelum nyampai ke tujuan kita kenyangkan dulu perut ini. Sekitar jam 5 pagi kita mengantri untuk naik Trans Jakarta, dan tujuanku ke Kawasan Kota Tua – Jakarta Kota, temanku ke Daan Mogot (padahal tadi pagi kita lewati jalan ini), karena tadi pagi dia gak berani turun sendirian di Daan Mogot, yaah.. bolak balik lah, gak apa-apa. Setelah Tia turun, tinggallah aku sendiri (sebenernya banyak orang, tapi gak ku kenal) menuju halte Harmoni. Sesampai di halte Harmoni, aku langsung sms temen ku, si Devi,

→ Dev, ku dah di Harmoni, bentar lagi aku nyampe di Mediteran.

Dan jawaban Devi,

← Haduuh, errrrr,, sorry, gue gak di Mediteran lagi, gue dah pindah kost di Pluit, gue jemput lu di Kota aja ya, jangan turun di Mediteran.

Gubraks, bener-bener bolak balik di pagi hari -_-. Kenapa juga aku gak sms Devi dari pagi, biar aku langsung ke Pluit.

→ Oke Dev, ku terus aja ke Kota, beneran lo jemput aku.

← Beres errr.. ttdj ya.

Di Jakarta Kota sudah ramai, karena matahari sudah mulai menampakkan dirinya, di Museum Bank Mandiri dan Fatahillah pun sudah banyak orang untuk pemotretan, atau sedang olah raga atau hanya sekedar jalan-jalan dengan teman atau pacar. Jadi teringat jaman dulu waktu aku masih tinggal di Jakarta, setiap sabtu pulang kerja pasti nongkrong di kompleks Museum Fatahillah. Nah, kembali ke aku dan Devi, tak berapa lama si Devi nongol, untung cepet juga dia jemputnya.

“Eerr,, gue lapeeer makan dulu yuk laaah, lu tahu gak gue sekarang banyak berubah,” ucapnya.

Aku masih berpikir, apanya yang berubah dari Devi?? Masih tetep gitu, wajah tetep, gak ada yang berubah dikit pun.

“Berubah apanya Dev? Perasaan aku lihat gak ada apa-apa sama dirimu?” tanyaku dengan sedikit bingung.

“Gue sekarang jadi doyan makan kayak loe..! yuk lah makan disini, mengingat kita dulu sering makan disini, kan udah setahun kita gak ketemu”

“Okelah..”

Nyam, nyam, kita makan nasi uduk, hmmm, cukup enak, dan buat perutku kekenyangen. Selesai makan kita cap cus ke kostnya Devi, sebab aku juga dah ngantuk dan capek sekali rasanya, ingin istirahat dulu. “Eh, Errr.. tapi sorry banget ya gue tar mau jalan pacarku, loe sendirian gak apa-apa kan di kost?” ungkapnya.

“Oke, gak masalah, lagian aku juga pengen tidur,, capek banget”

“Siip lah kalau gitu, dan tenang aja gue pulang gak malam-malam kok, tar gue pulang jam 4 an, terus sore kita jalan-jalan, gimana?”

“Ide bagus, ke Monas yah”

“Nah bener,, lihat air mancur.. gak ada loe gak ada yang nemenin gue kesana,”

Bewh, emang aku satpammu, pacarmu kemana?”

“Gak pernah mau diajak ke Monas,” Devi ekspresinya gitu sedih, pengen kali ke Monas.

Sampai di kost Devi, aku emang bener-bener langsung bleg, tidur. Devi pergi ma pacarnya. Untung saja di komplek ini udaranya tak terlalu tercemar masih bisa tenang dan tidak terlalu bising. Pinter juga Devi nyari kostnya. :D.

Dan ternyata belum jam 4 sore Devi dah pulang, aku masih tidur. Hihihi.

“Ya ampun loe tidur aja dari tadi,” celetuk Devi, ketika melihatku masih bermalas-malasan.

“He em, kok jam segini dah pulang katanya mau pulang sorean?” balasku.

“Dia ada acara ma temen-temennya, mandi sana, kita berangkat ke Monas sekarang,” pinta Devi.

“Iyeee...”


#


Jadi anak alay dikit di Monas, foto-foto gak jelas, gaya-gayanya pun aduuh, bener-bener ancuuur, sampai enggak pede buat dipajang di blog ini. Sambil menunggu air mancur yang bergoyang, kita makan dulu. Nasi Goreng Seafood, meskipun harganya agak mahal, tapi emang enak. Hari mulai gelap, tapi makin ramai. Yah, namanya juga Jakarta, makin malam, pasti makin ramai. Banyak wisata kuliner atau sesuatu yang dipertontonkan atau banyak bisa kita beli di pasar malam. Asyik melihat air mancur yang bergoyang, kita juga asyik makan siomay ikan (perasaan baru selesai makan nasi goreng). Kita asyik mengobrol, cerita kesana kesini, dan curhat-curhatan.

Dan setelah dari Monas kita ke Kawasan Kota Tua lagi, yang tadi pagi aku juga sempet sarapa disini. Rindu benar tempat ini, tempat yang menyimpan sejuta kenang-kenangan aku dan teman-temanku di Jakarta. Karena Jakarta ialah salah satu kota yang pernah aku tinggali. Iya, dulu aku kerja di Jakarta.

Sambil melihat ke kanan dan kiri yang banyak penjual, tentunya itu membuat saya khilaf. Iya, kebiasaan buruk cewek kalau lihat penjual baju pasti dilirik baju-baju itu. Kita mampir lah ke penjual baju yang ada di komplek Museum Fatahillah itu, tawar menawar, jadilah kita beli baju, padahal sebelumnya tidak ada niat untuk beli baju. Dan aku pun tak menyadarinya, bahwa uang di dompet ku menipis. Dan otak ku langsung berputar, besok ke tempat Paman dan Tante dech di Mangga Dua.

Dan beneran  setelah malamnya jalan-jalan ma Devi, paginya aku ke tempat Paman, minta uang saku buat pulang.

Aktivitas di Hari Minggu : Praktek Membuat Kue Ondol

www.erycorners.com
Sumber : Google Image
Hari Minggu kemarin, 23 Juni 2013 bener-bener menjenuhkan untukku, bagaimana gak membosankan, biasanya kalau hari libur itu kan online seharian. Echh... kemarin malah koneksi bener-bener leled, lelednya melebihi koneksi siput -_-. Dah gitu di rumah sama-sama adik-adik, bapak kerja, mama arisan, dll. Mau makan dan tidur gak enak rasanya, ya udahlah, akhirnya dan adik-adik putuskan untuk memasak sebuah cemilan yang cukup enak dan bahannya murah meriah.

Akhirnya kemarin kita buat Ondol, nah..  pada penasaran kan? Ayo kita cek aja bahan-bahannya dan cara buatnya. ;)

 
Bahan :
  1. Singkong 1 kg
  2. Gula Jawa/merah ¼ kg
  3. Tepung terigu / tepung tapioka 1 ons
  4. Bumbu (Garam, Ketumbar, Bawang Putih) secukupnya
  5. Minyak Goreng sekucupnya
     
    Cara Membuat :
    Singkong diparut, setelah itu diperas dan airnya dibuang (karena air dari singkong terasa pait). Kemudian parutan singkong yg sudah diperas itu diberi tepung terigu atau tepung tapioka agar adonan tidak terlalu kering, setelah itu diberi bumbu yg telah dihaluskan (bumbu sedikit saja). Setelah adonan rata dengan bumbu, adonan tersebut dibuat bulat seperti bakso / sesuai selera dan di dalam adonan tersebut diberi gula merah. Kemudian digoreng dengan minyak yg sudah panas (digoreng dalam minyak yg dalam), agar adonan tersebut matang sampai ke dalam.
Nah, itulah cara singkat untuk membuat ondol, hampir mirip dengan kue klepon ya, isinya gula merah. hanya saja bahan dan cara pembuatannya berbeda.

Okay, terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Jangan lupa juga mampir di tulisan sebelumnya tentang kue wajik. Sampai jumpa.

Terjebak Perangkap Cinta Palsu

www.erycorners.com

Reva kaget ketika melihat Nila menangis menuju kamarnya. Segera Reva menyusul langkah Nila. Dilihatnya Nila sedang membaringkan tubuhnya yang mungil di kasur. Terdengar tangisnya yang lirih. Reva menghampiri sahabatnya itu. “Kenapa kamu, Nil..?” tanya Reva. Nila langsung saja memeluk tubuhnya. Tangisnya semakin deras, Reva mengerti perasaan sahabatnya.

Saat tangisnya reda, Nila mulai melepaskan pelukannya, matanya begitu sembap. “Ayo ceritakan kepadaku, Nil. Siapa sich yang tega buat sahabatku menangis seperti ini?” ucap Reva sambil menghapus air mata Nila.

“Dennis, Rev.. Dia mutusin aku begitu aja, padahal aku sudah sangat perhatian dan sayang ama dia. Namun, dia tak pernah mengerti aku.”

“Benarkan kataku dulu..? Dennis itu playboy. Dia hanya memanfaatkan kamu aja. Sekarang kamu percaya bahwa Dennis bukan sekedar playboy, tapi dia seorang penjajah! Penjajah perasaan cewek!” ucap Reva berkobar penuh amarah. “Tapi dia itu...” kilah Nila.

“Sudahlah Nil, lupakan dia, karena dia hanya akan membuatmu terluka.” pinta Reva. Reva memeluk sahabat satu rumah kostnya ini. Ia begitu kasihan kepada Nila, juga kepada cewek-cewek yang telah dipermainkan Dennis. Keluguan Nila pada dunia membuat ia terluka. Cinta adalah dunia asing yang baru dijamahnya.

Reva kenal siapa Dennis, tapi Dennis tak mengenalnya, meskipun satu atap SMA mereka tak saling kenal. Dan siapa tak kenal Dennis, kumbang berparas elok di sekolah itu. Sehingga bunga-bunga SMA berebut ingin dihinggapinya. Jadilah Dennis sebagai playboy tersohor. Puluhan cewek telah patah hati karenanya, namun inilah yang membuat Reva heran, masih saja banyak cewek yang ingin jadi pacar Dennis. Jelas-jelas nantinya mereka akan diputusin dan buat hati mereka sakit. “Mereka tak sadar bahwa hati mereka dipermainkan Dennis.” pikir Reva.

Baca juga: Ketika Playboy Menumukan Cinta Sejati

“Tapi ati-ati! Jangan sampai kamu jatuh cinta beneran ama dia.” pesan Nila. “Tenang aja Nil, aku tak akan cinta beneran ama playboy tengik itu.” balas Reva.


###


Reva mulai menjalankan rencananya, di setiap jam istirahat taman itu ramai oleh para siswa, termasuk juga Reva. Beralaskan rerumputan, mata dan pikirannya tak lepas dari buku yang dibacanya. Tiba-tiba saja konsentrasinya buyar saat pemuda tampan menghampirinya. “Hai, maaf mengganggu," sapa pemuda tampan itu sambil duduk di sampingnya. “Nggak apa-apa kok!“ balas Reva.

“Kamu anak baru ya? Soalnya aku gak pernah lihat kamu” tanya pemuda tadi.

Mendengar itu semua Reva tertawa lirih. “Siapa yang anak baru, kamu aja kali yang kurang awas. Aku kan anak sekolah ini juga” jelas Reva.

"Mungkin, tapi bagiku siapa aja yang baru kulihat di sekolah ini dialah anak baru. Berhubung aku baru pertama kali lihat kamu, boleh dong aku kenalan, namaku Dennis, kamu?” tanyanya dengan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Reva. Reva sudah menduga semua akan berlangsung cepat, “Aku Reva." Jawabnya singkat. “Nama yang bagus.” ucap Dennis.

Sejak perkenalan itu, Dennis dan Rev asering jalan bersama. Dennis memang sering bersama dengan cewek. Tapi kali ini saat dengan Reva, Dennis merasakan kebahagiaan yang begitu tulus. Dan perasaan inilah yang gak pernah ia dapatkan dari cewek manapun sebelum Reva. Maka, dengan penuh keyakinan Dennis mengungkapkan cinta kepada Reva. “Aku cinta kau Rev, maukah kau jad pacarku?”

Mendengar kata-kata itu, Reva tersenyum manis, hatinya bahagia karena ia pikir itu sudah memiliki kemenangannya. Dan bagi Dennis senyum itu sebagai simbol bahwa cintanya telah diterima.


###


Setelah jadian mereka tak pernah jauh, Dennis sangat menyayanginya, sehingga selalu dengan Reva-lah yang ia inginkan. Rasa perhatian Dennis pada Reva juga berlebihan. Dan sikap seperti itulah yang tak pernah ia berikan pada semua pacaranya dulu, karena pacaran kali ini Dennis tak ingin main-main, ia sangat cinta pada Reva, dan Dennis tak ingin kehilangan Reva.

Sama halnya dengan Dennis, Reva yang baru pertama kali diperhatikan sama cowok, merasa keindahan rasa itu karena Dennis. Cinta Dennis yang tulus membuai pikiran Reva. Ia hampir saja jatuh ke lembah cinta yang dapat melupakan segalanya,  bahkan tujuan awalnya pacaran dengan Dennis.

Baca juga: Ketulusan Cinta

Melihat itu semua Nila tak tinggal diam, saat Reva pulang sekolah diantar oleh Dennis, Nila telah menunggunya di rumah kost. Baru saja masuk dalam rumah, Reva ditegur sahabatnya. “Mana rencana balas dendammu itu Rev, untuk membalas dendam perbuatan Dennis? Agar emansipasi cinta kaum cewek dapat ditegakkan. Tapi, kayaknya kau malah enakan pacaran dengannya. Kau sudah terjebak oleh perangkap yang kau pasang untuk Dennis. Kau sudah  terbawa cintanya Rev!”

Reva kaget mendengar teguran yang tak terduga itu. Sebenernya ia tak siap menghadapi semua ini. Namun perasaan itu coba ia sembunyikan. “Rencana itu baru aku mulai, Nil. Jadi, sabar aja,” kilah Reva.

Nila memandang tajam wajah Reva. Ia tahu bahwa Reva menyembunyikan sesuatu darinya. “Benarkan apa yang aku takutkan Rev? Kau pasti akan jatuh cinta ama Dennis. Jujur aja Rev, dan kini kau gagal, Rev! Gagal!” ucap Nila sedikit meninggi.

Kini Reva dihadapkan dua pilihan, antara memenuhi janjinya dulu yang ingin membela kaumnya, atau mengikuti perasaannya yang telah terjebak sendiri dan tak mampu membendung cintanya pada Dennis.

Dennis memang sangat dibencinya, saat teman bahkan sahabatnya diputusin olehnya. Namun, rasa benci itu berubah wujud menjadi berwarna-warni. Entah apakah ini hanya sebuah ilusi cinta. Tapi tujuan awalnya bukankah bermakna bagi teman dan sahabatnya. Namun, bagaimana dengan perasaannya?

Baca juga: Ilusi Cinta


###


“Hallo sayang, ada apa?” ucap Dennis di seberang sana.

“Dennis, bisa kita ketemu sekarang di taman sekolah?” tanya Reva melalui telepon.

“Bisa, tunggu aja sebentar sayang, cuma lima menit kok..” balas Dennis penuh semangat.

Mata Reva sembap persis saat Nila diputusin Dennis. Reva menangis semalaman akibat dari pilihan yang ia pilih. Dan ia pikirkan pantas untuk menangis, karena air mata adalah beban berat yang harus diteteskan dan dibiarkan pecah berurai.

“Hai sayang...” sapa Dennis.

Lamunan Reva buyar seketika.

“Ada apa sayang, kamu minta aku suruh kesini, kangen ya ama aku?” goda Dennis.

“Ada yang perlu aku omongin padamu, Dennis.” ucap Reva.

“Ngomongin apa?” tanya Dennis penasaran.

“Kita putus aja Denn, karena hubungan ini tak perlu dijalanin.”

Mendengar kata-kata itu membuat Dennis down, ia tak percaya apa yang dikatakan Reva.

“Kau bercanda kan, Rev..?!” tanya Dennis memelas.

“Tidak Denn, ini serius. Kita putus. Titik!” ucap Reva dengan penuh keyakinan.

“Apa aku selama ini melakukan kesalahan padamu Rev? Jika iya, berikan aku kesempatan lagi,” ucap Dennis mengiba.

Reva sudah bulat akan keputusannya untuk memenuhi janji pada sahabatnya, meskipun dia harus mengorbankan perasaannya, demi sahabat dan teman-temannya. Penjajah perasaan itu harus merasakan bagaimana perasaan itu dijajah, dihempaskan ke dalam bejana luka, seperti yang dirasakan sahabat dan teman-temannya sebagai mantan Dennis. Reva beranjak dari tempat itu meninggalkan Dennis sendirian menangis. Terdengar Dennis memanggil namanya, namun tak sedikitpun Reva mengindahkan. Ia ingin pergi dan menangis, karena sesungguhnya ia juga terluka dan sakit hati. Karena sebenarnya Reva pun sangat mencintai Dennis, namun inilah keputusan yang harus diambil.

Dari seluruh perasaannya tentang cinta, dendam dan ketulusan tak mampu membendung rasa sakitnya. Tapi, yang mampu membuat ia bertahan adalah, dia sudah punya alasan untuk membela teman dan sahabatnya. Reva menangis terus, dia merasa sangat kehilangan, tapi inilah jalan yang harus diambilnya.

Tips Merawat Kain Batik Tulis

www.erycorners.com
Kain Batik Tulis perlu sekali perawatan khusus agar warnanya tidak pudar dan kondisi kain batik tulis tetap baik. Ada beberapa tips untuk merawat kain batik tulis. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Tidak boleh mencuci kain batik tulis dengan mesin cuci. Sebab kain batik tulis perlu penanganan ekstra hati-hati. Serta hindari penggunaan deterjen, gantilah dengan sampo atau sabun. Cuci secara perlahan-lahan kemudian rendam dengan air hangat, kemudian dibilas.
  2. Saat kain batik tulis dijemur, usahakanlah agar tidak terkena sinar matahari secara langsung, cukup dengan diangin-anginkan sasja, saat disetrika, usahakan menggunakan kain pelapis, maksudnya supaya kain batik tulis tidak langsung menempel dengan setrika.
  3. Saat kain batik tulis hendak disimpan, perlu penempatan yang tepat, lipatlah kain batik tulis kemudian dibungkus dengan kertas minyak atau plastik pembungkus. Jangan membungkusnya dengan koran, dikhawatirkan tinta tulisan pada koran akan menodai kain batik tulis. Serta jangan menggunakan kapur barus dalam almari yang dijadikan tempat menyimpan kain batik tulis karena bisa merusak warna kain batik tulis.
  4. Upayakan kain batik tulis yang disimpan dalam almari dibuka setiap dua minggu sekali, lalu diangin-anginkan selama 10 - 15 menit untuk mengusir bau apek yang biasa terdapat dalam almari karena suhu yang lembab di dalamnya.

Kue Wajik

www.erycorners.com
Ini hidangan Kue Wajik yang sudah siap untuk dimakan

Hallo, Guys, setelah sebelumnya saya menuliskan tentang resep kue klepon. Kali ini saya akan berbagi resep tentang Kue Wajik. Btw, sudah tahuku kue wajik itu apa?

Mungkin masih ada yang belum familier dengan Kue Wajik. Kalau di daerah saya, kue wajik bisa ditemukan di tempat orang yang sedang punya hajat, seperti Khitanan atau Pernikahan. Kue Wajik ini terkenal dengan makanan khas di daerah Jawa. Dan merupakan hidangan wajib di kala orang sedang  punya hajat. Kue Wajik ini bisa beraneka ragam rasa, tapi kali ini saya akan share sedikit resep kue wajik yang standard, yaitu rasa manis gula Jawa/Merah :).

Berikut merupakan resep sederhana pembuatan Kue Wajik, ala keluarga saya :

Bahan :
  1. Beras Ketan  1 kg
  2. Kelapa 1 buah
  3. Gula jawa/gula merah 1 kg
  4. Pandan wangi secukupnya

Cara Memasak :
Beras ketan yang telah dicuci bersih direndam selama 4 jam, kemudian ditiriskan. Kemudian dikukus sampai hampir matang (± ¾ matang). Kalau terlalu kering diciprati dengan air (agar tidak keras).

Kelapa diparut, dan parutan kelapanya dicampur dengan gula merah untuk direbus sampai setengah kental. Kemudian masukan pandan wangi dan diberi garam sangat sedikit. Kalau gulanya sudah mengental, kukusan beras ketan tadi dimasukan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk. Diaduk sampai ± 30 menit.

Catatan : pada saat memasak gula sampai mencampurkan kukusan beras ketannya apinya harus kecil.

12 Manfaat Buah Pisang yang Jarang Kamu Ketahui

www.erycorners.com
Pisang adalah salah satu buah yang muda didapatkan dengan harga yang ekonomis. Hampir di seluruh Indonesia, tanaman pisang bisa tumbuh. Buahnya sederhana, rasanya manis dan tentunya banyak manfaatnya untuk kesehatan. Buah ini menyediakan banyak nutrisi penting seperti Vitamin A, Vitamin B6, Vitamin C, Magnesium, dan Kalium, yang dapat membantu mencegah penyakit dan menjaga tubuh tetap sehat. Selain itu, pisang juga kaya kandungan serat dan gula alami, seperti Sukrosa, Fruktosa, dan Glukosa, yang membuatnya menjadi sumber energi.

Berikut adalah beberapa dari manfaat buah Pisang untuk kesehatan :

1. Mencegah alergi
Ternyata pisang sangat berguna bagi mereka yang alergi terhadap makanan tertentu. Tidak seperti makanan protein lainnya yang mengandung asam amino yang beberapa orang tidak bisa mentolerir dan dapat menyebabkan alergi. Pisang mengandung asam amino yang dalam banyak kasus tidak menyebabkan alergi. Bagi yang mempunyai alergi terhadap makanan, cobalah perbanyak konsumsi pisang.

2. Menyembuhkan anemia
Memiliki kandungan zat besi tinggi, buah pisang bermanfaat dalam pengobatan anemia. Pisang membantu merangsang produksi hemoglobin dalam darah.

3. Meningkatkan energi
Fruktosa, Glukosa dan Sukrosa yang terkandung dalam pisang akan memberikan jumlah yang instan dan energi yang berkelanjutan. Ini adalah salah satu alasan mengapa atlet sering makan pisang.

4. Menyembuhkan sembelit dan diare
Pisang merupakan obat yang baik untuk sembelit dan diare karea pisang dapat membantu menormalkan fungsi usus. Pisang juga memiliki kemampuan untuk mengubah bakteri berbahaya dalam usus menjadi basil acidophilic yang menguntungkan.

5. Mengobati disentri
Pisang yang ditumbuk bersama dengan sedikit garam merupakan obat yang baik untuk disentri. Pisang masak uga berguna dalam pengobatan disentri pada anak-anak, tetapi pisangnya harus dihaluskan terlebih dahulu.

6. Mengobati sakit perut/Maag
Campuran susu, pisan dengan madu adalah obat yang baik untuk sakit perut. Pisang menenangkan perut Anda, bersama dengan susu membantu rehydrates sistem anda. Dan madu berfungsi menghibur perut dan mengontrol gula darah dan kadar kalium kembali normal.

Baca juga: Sembuhkan Maag dengan Konsumsi Tempe

7. Membantu untuk berhenti merokok
Naaah... bagi anda yang merupakan perokok dan ingin berhenti, perbanyaklah makan buah pisang. Nutrisi dalam pisang mengandung Vitamin A, B6, B12 Magnesium dan Protassium yang membantu mengeluarkan Nikotin dari tubuh.
Meningkatkan mood/suasana hati.

www.erycorners.com


Kalau yang ini cocok buat ababil (abg labil) yang sedang pada galau. Dan cocok juga buat saya kalau lagi emosi karena lembur sendirian di kantor (curcol dikit ya :D). pisang mengandung Trytophan, asam amino esensial yang bertanggung jawa untuk produksi serotonin. Serotonin adalah hormon yang dikenal untuk mengatasi dan meningkatkan suasana hati.

8. Memperlancar gangguan usus
Pisang digunakan sebagai makanan untuk pencernaan karena mudah dicerna. Ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam kasus yang kronis. Pisang masak sangat berguna untuk mengobati radang usus besar. Pisang yang lembut, halus dan mudah dicerna, mereka membantu keluar dari gejala akut dan mendudukung penyembuhan.

10. Meningkatkan fungsi otak
Kalium yang ditemukan dalam pisang yang merupakan sumber baik untuk meningkatkan fungsi otak dan menjaga kewasdaan. Jadi, tambahkan pisang pada waktu sarapan sebelum memulai beraktifitas.

11. Mengobati gangguan ginjal
Memiliki protein rendah dan garam ditambah kandungan karbohidrat yang tinggi, pisang efektif terhadap gangguan ginjal. Pisang berguna dalam uremia, kondisi racun dari darah, kemacetan ginjal dan disfungsi. Dalam hal tersebut, diet pisang hanya harus diambil selama 3 sampai 4 hari dengan mengkonsumsi 8 sampai 9 pisang sehari. Diet ini cocok untuk semua masalah ginjal termasuk nephritis.

11. Mengurangi resiko stroke
Pisang merupakan sumber yang sangat baik dari protassium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh dan cairan dalam sel tubuh, serta membantu dalam mengendalikan tekanan darah, sehingga mengurangi resiko serangan jantung dan stroke. Penelitan telah menunjukkan bahwa asupan rutin pisang dapat mengurangi resiko stroke sebesar 40%.

12. Mengobati saluran kencing
Juice dari batang pisang dikenal obat untuk gangguan kemih. Hal ini meningkatkan fungsi ginal dan hati, sehingga mengurangi kondisi ketidaknyamanan dan rasa sakit di dalamnya. Telah ditemukan sangat membantu untuk menghilangkan batu ginjal dan prostat.

Nah itu dia, 12 manfaat buah pisang untuk kesehatan tubuh. Mulai sekarang, yuk, hidup sehat dengan teratur mengkonsumi buah pisang.

Selain itu, pisang juga mudah didapatkan di Indonesia. Dan untuk menjaga tetap enak dimakan, pisang perlu diperlakukan dengan hati-hati, karena lunak. Cara ideal untuk menyimpan pisang adalah menjaga suhu ruangan. Jika menyimpan pisang di lemari es itu akan berubah menjadi hitam, tetapi masih bisa dimakan.

Abadi di Dalam Kalbu

www.erycorners.com
Seputih kasih nan elok menghiasi dunia
Sebening embun di pagi yang buta
Kulukiskan kisah perjalanan cinta ini
Meski tak sampai tujuan
Namun, kan tetap abadi di dalam kalbu

Kadang harus mendusta nurani
Serasa kau masih di sini
Tapi kuharus menerima kenyataan ini
Bahwa kau tak ada lagi untukku

Baca juga: Antara Rindu dan Sendu

Bayangmu selalu menemani sepiku
Yang kian membuat kurindu
Lantunan nada sendu, mengiring sedihku
Tersirat puisi cinta ini memang untukmu
Hanya rangkain kata yang tak bersajak
Tak berbait dan tak rapih
Namun, inilah isi hatiku

Baca juga: Hati

Hatiku yang mengatakan semua tentang ini
Tentang rindu yang tak kan pernah berujung
Tentang senja yang kian menua
Kini apalah dayaku, yang hanya seorang diri
Tanpa dirimu, aku begitu rapuh dan sepi
Namun, cinta ini selalu ada untukmu

Kue Klepon

www.erycorners.com
Ini awalnya berbagi resep dengan temanku yang di Dumai, Riau. Dia suka memasak berbagai macam makanan, khususnya kue-kue tradisional. Selain suka masak, dia juga suka makan tentunya, apasaja diembat, mie instan rasa garam doang saja dilahapnya. Beberapa bulan lalu dia tanya-tanya terus resep masakan khas jawa, dan dia tertarik dengan Klepon. Dan kali ini saya akan catat resepnya dan cara membuatnya yang cukup sederhana, biar gak terlalu bingung ;)
 
Bahan :
  1. Tepung beras ketan
  2. Gula merah
  3. Pandan wangi
  4. Kelapa

Cara Memasak :


  1. Tepung dibuat adonan, caranya tepung beras ketan dicampur dengan air pandan wangi yang sudah halus (disaring). Tepung itu dibuat sampai kenyal.
  2. Kemudian dibuat bentuk seperti bakso dan di dalamnya dimasukin gula merah. Terus dimasak dengan dimasukan ke dalam air yg sudah mendidih, klepon yang sudah matang akan terangkat ke atas dengan sendirinya. Ditiriskan kemudian ditaburi parutan kelapa.
Silakan dicoba :) :) semoga berhasil, jangan seperti teman saya, dia gagal. Adonannya pas direbus jadi satu. :D

Dan tunggu resep kue selanjutnya dari saya, ya. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini.

Fenomena Penguasa di Purbalingga

www.erycorners.com
Dari judul saja sudah jelas tersirat, apa dan siapa yang dimaksud. Dari ini kita sudah tahu, fakta di Purbalingga banyak penguasa asing, terutama dari Korea yang menjadi "Penguasa Perekonomian" di Purbalingga.

Di Purbalingga banyak bangunan yang berdiri dimiliki oleh orang-orang Korea yang menjalankan bisnis di bidang rambut, baik itu bulumata palsu dan atau rambut palusu/Wig. Dari pabrik ini, puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu nyawa di Purbalingga mendapatkan pekerjaan. Meskipun gaji yang mereka terima masih di bawah upah minimum. Memang beberapa perusahaan  sudah memenuhi standar upah minimum yang berlaku, tetapi sebagian besar masih di bawah standar. Terutama mereka yang bekerja dengan target atau borongan, pasti mereka juga akan dibebani dengan lembur untuk dibawa pulang.

Ironisnya, para pekerja yang sebagian besar perempuan, sehingga mereka harus meninggalkan suami dan anak-anak (bagi yang sudah menikah). Sebagian besar dari mereka terbalik, yang berarti bahwa pencari nafkah adalah ibu/istri, sementara perawatan rumah dan atau anak adalah suami. Tapi itu tidak asing bagi mereka, karena pada kenyataannya di Purbalingga Pengusaha lebih banyak memperkerjakan perempuan daripada laki-laki.

Dan bagi mereka yang belum menikah, wanita dapat memenuhi semua kebutuhan mereka. Di dalam pabrik atau rumah mereka ditempati oleh overtimes pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi ketika mereka sedang berlibur atau bersantai dengan teman-temannya, mereka terlihat sangat berbeda, bersolek dan berdandan cantik, dan sering disebut sebagai 'Virgin Factory.'

Dengan adanya pabrik, yang menarik adalah Sumber Daya Manusia di Purbalingga meningkat atau sebaliknya? Ada segmen tertentu dari masyarakat yang berpikir bahwa anaknya telah lulus dari SMP, tidak usah melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Apa yang akan terjadi jika kebanyakan orang berpikir bahwa Purbalingga mempunyai tingkat pendidikan yang rendah? Bukankah itu akan semakin menurunkan tingkat Sumber Daya Manusia di Purbalingga? Para pengusaha di Purbalingga tidak memerlukan pendidikan tinggi karyawannya. Yang dibutuhkan oleh pengusaha adalah pembuat produk yang dapat menghasilkan produk dengan jumlah yang banyak dan tingkat kerusakan sekecil mungkin. Kenyataan di Purbalingga banyak bangunan pabrik asing berdiri, tapi upah minimum di Purbalingga masih dianggap biasa-biasa saja. Dan mungkin Purbalingga menjadi target investor asing karena upah minimum biasa-biasa saja dan Sumber Daya Manusia masih relatif rendah. Bahkan saat ini telah tercatat lebih dari 90 pabrik yang bergerak di rambut. Sudah sepantansya Pemerintah harus memikirkan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di pabrik rambut, karena sejauh ini, investor asing selalu tepat waktu untuk membayar kewajiban kepada Pemerintah.

Baca juga: Investasi Emas

Fenomena ini telah menjadi pro dan kontra. Kebanyakan orang tidak setuju dengan pabrik rambut dibangun di Purbalingga, tetapi ada beberapa yang bersyukur karena ada pabrik rambut, karena di Purbalingga tidak ada pekerjaan atau perusahaan yang dapat menyerap banyak karyawan selain pabrik rambut. Tak bisa dipungkiri dengan adanya pabrik rambut, dapat mengurangi jumlah pengangguran di Purbalingga dan sekitarnya. Ya, itulah kenyataannya, kita dapat menilai dengan baik, apakah kita akan membantu pihak penguasa di Purbalingga dengan menjadi karyawan atau kita mencoba untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri? Semuanya ada resiko, tergantung di mana kita mampu untuk menjalani aktivitasnya. Selama kita mau berusaha dan berdoa, yakinlah apapun harapan itu akan terwujud, meskipun hanya sebagai karyawan produsen bulumata, tidak masalah selama hak-hak kita dipenuhi dengan baik.

Semoga saja dengan berjalannya waktu, akan ada investor asing yang masuk di Purbalingga, dan bukan untuk membuka usaha bulumata palsu atau wig, tapi investor kendaraan bermotor seperti mobil gitu, toh untuk mobil sekelas BMW, Knalpot-nya itu juga diproduksi di Purbalingga, tepatnya di daerah Sayangan, Purbalingga.

ini foto patung Knalpot di daerah Sayangan, Purbalingga, yang merupakan salah satu produsen Knalpot terbaik di Dunia. :)

Kenaikan BBM

www.erycorners.com
Hampir setiap hari aku berangkat ke kantor di waktu lebih pagi, dan paling pagi, oops, gak ding yang paling pagi my bos :D. Seperti biasa berangkat pagi, duduk di depan PC, nyalain PC dan online. Seperti biasa pasti buka FB, Twitter, Email, dan Blog. Tetapi sayangnya, di blog tidak pernah diisi cuma dilihat-lihat saja. Tapi selalu nge-wall terus di FB dan ngoceh terus di twitter, ya itulah aku, sampai dijuluki “Miss Online” bahkan “Ratu Online” oleh teman-teman kantor :D. Pernah juga dulu kepergok ma bos waktu lagi koment-koment di FB sama temen kerja juga, beliau sampai bilang “ini kalian kalau ada masalah diselesaikan baik-baik, berjejer koq tidak mau bicara, tapi malah koment lewat fb.” Duuuh, jadi malu waktu itu, kita pun jadinya ngakak.

Itu sepenggal kisah pagi hariku saat di kantor, hehehehe, ya mau gimana lagi selain online, karena belum jam kerja juga. Nah, setelah jam kerja, untuk hari ini agak beda, The Big Bos hari ini datang pagi langsung nyamperin my bos, dah gitu mereka langsung bahas BBM. Aku sebenarnya gak terlalu nyimak banget, tapi waktu aku lagi asyik-asyik entry data (ini dah kerja beneran lho) malah big bos manggil, dan tanya gimana tanggapanku tentang kenaikan BBM. -_- Apalah itu, aku pertama ya cuma senyum, dan menyimak obrolan mereka. Dari menyimak obrolan para bos, aku jadi tertarik, karena sebenarnya Kenaikan BBM ini bertujuan agar mengurangi subsidi ke BBM, dan dialokasikan ke bagian-bagian lain seperti Pendidikan, Kesehatan, Bantuan Untuk Orang Miskin / Tidak Mampu, dan sampai ke Pertanian. Tujuan yang baik memang dari rencana pemerintah menaikan BBM, kalau menurutku sih ya semoga apa yang direncanakan pemerintah bisa terlaksana dan terwujud dengan baik, serta aspek lain pun ikut mendukung, bukan hanya pro dan kontra.

Dari obrolan para bos di pagi hari, aku jadi teringat tayangan di televisi pada Selasa kemarin (11 Juni 2013). Sebuah Reality Show yang membahas politik, dan kebetulan topik Selasa kemarin topiknya menyerempet ke Kenaikan BBM. Meskipun dalam debat tersebut membahas sebuah koalasi partai dengan pemerintah. Sebagian besar dari masyarakat Indonesia sudah tahu, apa yang sedang terjadi di kalangan pemerintahan kita. Sebenarnya sudah seharusnya partai koalisi mendukung adanya kenaikan dari BBM, tapi ini Partai Koalisi 100% Melawan keputusan tersebut. Kalau kata bosku sih mending jadi partai oposisi saja, gak tanggung-tanggung kalau mau melawan karena memang partai oposisi, tapi ternyata partai oposisi tidak menggembar-gemborkan Anti Kenaikan BBM. Menurut Bapak Ruhut Sitompul yang waktu itu ikut dalam acara ILC, mengatakan bahwa di Medan, untuk harga BBM jika naik tidak masalah yang penting Korupsi di Indonesia dihilangkan. Pernyataan yang bagus dan mendukung Pemerintahan di Indonesia, memang seharusnya begitu, mau berapapun harga BBM itu naik, kalau tidak ada korupsi di negeri ini, pasti fine-fine aja. Ya, kita tunggu saja ketok palu kenaikan harga BBM.

Kembali lagi kita ke obrolan para bos di pagi hari mengenai kenaikan BBM, mereka juga setuju untuk kenaikan harga BBM, asalkan untuk uang yang tidak digunakan untuk subsidi BBM digunakan untuk hal yang baik yaitu kembali ke rakyat yang membutuhkan. Menurut mereka, barometer kemampuan seseorang itu dilihat dari kendaraan yang mereka pakai, kalau mereka punya kendaraan bermotor, pastilah mereka juga bisa mencari uang untuk makan juga. “Masa punya motor gak bisa makan,” ungkapnya gitu. Kalau yang punya kendaraan berarti orang yang mampu, masa gak malu beli BBM yang bersubsidi terus? Kalau BBM disubsidi terus yang menikmati juga bukan rakyat kecil, tetap mereka-mereka yang punya kendaraan, nah, rakyat menikmati apa? Harga kebutuhan sehari-hari udah meningkat terus termasuk beras, yang sekarang mencapai Rp 8.500,00 per kg. Duh yang jadi ibu rumah tangga harus pinter-pinter ngatur keuangan juga nich. Memang dilematis kalau untuk masalah kenaikan BBM, banyak yang pada demonstrasi disana-sini, tapi apakah akibat dari demonstarasi itu tidak banyak kerugian? Merusak sarana-sarana yang sudah ada, dan sering menimbulkan korban.

Baca juga: Pekerjaan Sampingan Ibu Rumah Tangga Paling Inovatif

Dilihat-lihat memang banyak dampak yang akan terjadi dari kenaikan BBM, belum apa-apa juga sudah banyak yang mengeluh, harga-harga kebutuhan pokok sudah banyak yang naik. Meskipun, keputusan naiknya BBM adalah berdasarkan pertimbangan terhadap efisiensi anggaran dan agar tidak membebani anggaran pemerintahan selanjutnya. Keputusan yang sangat bagus itu, semoga penggunaan dana dari tidak adanya BBM Non Subsidi bisa direalisasikan ke seluruh rakyat Indonesia yang membutuhkan, jangan cuma dikorupsi.

Dan aku ikutin gaya bosku aja dech, mana tahu jadi bos beneran. Amiiin.. Gak usah takut dengan adanya kenaikan BBM, kita berdoa dan berusaha saja, rezeki kita lancar dan berkah. Jadi, gak perlu mikirin harga BBM, masih banyak yang harus kita kerjakan dan pikirkan salah satunya menembus pasaran ke Eropa. 

Mudah-mudahan adanya Kenaikan BBM ini aku bisa naik gaji.. hihihihi :D