4 Hal Istimewa yang Menjadikan Saya #BahagiadiRumah

1:36:00 PM 30 Comments A+ a-

Rumah merupakan tempat tinggal yang paling nyaman dan menentramkan, meskipun saya pernah kost karena tempat kerja yang jauh dari rumah. Namun, seperti apapun, rumah adalah istana terindah meski sederhana dan jauh dari kota (baca : di kampung). Semua itu bukanlah hal yang menjadikan saya tidak bahagia. Karena kebersamaan keluarga begitu hangat hingga membuat rumah menjadikan satu-satunya tempat yang selalu dirindukan setelah bepergian jauh. Selain itu, juga banyak hal-hal lain yang menjadikan saya #BahagiadiRumah

Mengapa demikian? Karena ada hal-hal istimewa yang bisa dikerjakan di rumah tentunya. Berikut merupakan 4 hal istimewa yang menjadikan saya #BahagiadiRumah :

1. Memasak
Salah satu resep yang ada di NOVA
Sebagai seorang wanita, naluri sejati ini mengalir begitu saja ke dalam diri. Seringkali saya mencoba resep-resep baru agar menu bervariasi dan tidak membosankan. Dan tentunya, resep masakan, saya dapatkan dari Tabloid Nova. Karena di sini untuk resep masakan tersaji secara lengkap dan mudah untuk dipraktekkan.

2. Mengembangkan Ide
Cara kedua untuk mendapatkan #BahagiadiRumah, yaitu menggali ide. Di rumah, saya mampu mendapatkan ide dengan berbagai cara, baik membaca buku, menonton acara televisi yang bermanfaat, ataupun membaca Tabloid Nova yang memberikan segudang inspirasi untuk wanita.

3. Bersantai atau relaksasi di rumah
Menulis adalah salatu satu cara untuk nyantai
Sedikit aneh ya? Tetapi tidak bagi saya. Karena rumah merupakan tempat paling nyaman dan enak, sehingga saya sering meluangkan waktu di rumah untuk istirahat maupun menulis. Iya dong, setelah membaca dan mendapatkan ide, tentunya saya akan bersantai sambil menulis, baik cerita fiksi maupun artikel (yang semoga bermanfaat bagi pembaca).

4. Bercocok tanam
Meski hanya memiliki halaman yang sempit, tetapi masih bisa bersyukur karena masih ada lahan untuk menanam beberapa tanaman hias. Rasanya rumah itu kurang sreg kalau halamannya tidak ada tanaman, karena bagi saya, tanaman-tanaman itu memberikan sinergi yang positif. Terlebih, ketika pulang kerja, pikiran penat dan suntuk. Melihat sesuatu yang hijau nan alami tentunya bisa menjadikan penyejuk.

Nah, itulah alasan mengapa saya #BahagiadiRumah. Selalu ada kebersamaan dan inspirasi untuk menjadi lebih baik. Selain dari tips #BahagiadiRumah dari saya, NOVA juga sangat baik untuk dijadikan referensi ataupun mencari informasi menarik tentang wanita. Tabloid yang sedang merayakan NOVAVRSARY ke-28 ini, setiap saatnya mampu memberikan wawasan-wawasan bagi perempuan untuk lebih maju. Dalam hal itu pun, untuk memeriahkan NOVAVRSARY ke-28, mengadakan lomba blog yang bisa diikuti oleh siapa saja.

Selama 28 tahun ini NOVA menjadi sahabat yang tanpa lelah memberikan begitu banyak informasi sangat bermanfaat. Baik itu dari segi kesehatan, kecantikan, trend fashion, rumah tangga, hingga ke bagian dapur yang selalu menjadi incaran ibu-ibu.


Selamat dan sukses serta terima kasih saya ucapkan karena NOVA sudah menjadi sahabat dan sumber inspirasi bagi saya dan wanita seluruh Indonesia tentunya.

Ilusi Cinta - Part 5 (Ending)

4:25:00 PM 8 Comments A+ a-



Malam yang ditunggu datang. Aku coba mengikuti Icha ke sebuah cafe. Rasa penasaranku semakin tinggi, dengan siapa dia akan berjumpa? Kekasih barunyakah? Atau hanya teman-teman kampusnya saja? Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengalir bak banjir bandang di kepalaku. Seperti tidak ada kalimat lain yang tercipta.

Kudapati Icha duduk berhadapan dengan seorang pria, mungkin dia anak chating yang dari Jakarta itu. Karena rasa penasaran dan keingintahuan diriku sangat tingi, aku mengendap-endap dan berhasil duduk di kursi belakang mereka. Merasa seperti detektif saja aku ini, menguping pembicaraan mereka dengan seksama tanpa ketahuan. Ada rasa puas dan bahagia menghampiri diri ketika menguping obrolan mereka. Icha menolak cinta dari pria yang bernama Rehan itu. Meski pria itu bersikeras untuk menjadi kekasihnya, namun Icha tetap menolaknya dan segera pergi meninggalkan cafe.

Icha keluar dari Cafe di saat hujan deras. Dia menerobos begitu saja tanpa jas hujan maupun payung. Setengah berlari ku mengejarnya, berteriak memanggilnya, namun Icha tak menghiraukan, bahkan dia semakin cepat berlari.
 
“Icha, tunggu!” teriakku keras melawan suara hujan yang menulikan telinga.

Icha mendengar dan berhenti. Dia menoleh kepada sumber suara yang memanggil namanya. Tampak kaget jelas terpampang di raut wajahnya. Pasti dia terkejut karena bukan Rehan yang mengejar melainkan diriku yang tak pernah disangka sebelumnya.
 
“Kau? Sedang apa kau di sini?” tanyanya.
“Harusnya aku yang bertanya, sedang apa kau berlari di tengah hujan begini?” balasku.
“Sudahlah, gak usah basa-basi, apa maumu?” sergapnya.
“Aku mencintaimu! Aku masih mencintaimu, Cha. Apa kita gak bisa kayak dulu lagi? Bukankah masih ada cemburu di hatimu ketika kudekat dengan perempuan lain?” ungkapku.
 
Icha masih terdiam, entah apa yang dipikirkan. Entah ragu entah bimbang yang sedang menyelimuti hatinya. Pria yang dari Jakarta sudah ditolaknya, jika aku ditolak juga, sebenarnya siapa yang dia cinta? Apa mungkin ada pria lain lagi di hatinya?

Di tengah jalan raya dengan hujan deras membuat lalu lintas terganggu dengan hadirnya kita berdua yang saling mematung. Bunyi klakson dari dua arah terus memekik di telinga kita. Bahkan suara-suara sumbang pun menyeru jelas.

“Woi.. cari mati, kalian?!”
“Minggir, goblok!”
“Ini bukan jalan bokaplu!”
 
Para pengendara mencemooh dan menghujat kita. Aku memaklumi dan sadar benar karena ini salah kita. Di tengah jalan keramaian kota, dua insan berdiri mematung, siapa yang tidak akan jengkel. Aku menuntun Icha ke tepi jalan, setidaknya tidak akan mengganggu lalu lintas yang padat dan bahaya karena hujan deras. Sialnya tidak ada tempat duduk, lagi-lagi kita harus berdiri, kali ini di trotoar jalan.
 
“Cha, kau masih mencintaiku, kan?”
 
Icha menggeleng!
 
“Kau bohong, Icha!” tukasku.
“Apa gelengkanku belum jelas, Di?”
“Jika kau tak mencintaiku atau pun Rehan, lalu siapa yang sebenarnya kau cintai?” emosi di tubuhku mulai tumbuh. Nada suaraku semakin keras.
“Aku tidak mencintai siapapun, baik kau atau pun dirinya, atau siapapun!” jelasnya.
Aku memegang kedua pundaknya dengan erat, seakan-akan jawaban Icha hanyalah sebuah kebohongan. Aku ingin memastikannya sekali lagi.
“Aku tidak percaya, Cha!” kali ini emosiku telah nyata. Iya emosi, hari ini telah kuperjuangakan untuk menemuinya. Namun, jawaban itu membuat luka di hati kembali menganga. Kupastikan luka ini akan lebih lama untuk disembuhkan.
 
Ini jelas bukan hanya dari sebuah obrolan tanpa tatap muka di mirc. Sangat jelas kita berhadapan muka, saling memandang tajam. Buliran air mata yang terjatuh di pipinya dan tersapu hujan pun masih bisa terlihat dengan jelas olehku.

Sesekali ku menutup mulut sendiri dengan tangan untuk menahan tangsiku. Mata tak berkedip masih melihat matanya, mencoba mencari celah ruang di hati agar bisa kusinggahi. Perlahan juga kulepaskan genggaman erat di pundaknya. Kakiku melangkah centi demi centi untuk mundur dari hadapnya. Tak perlu lagi kutanyakan tentang rasa yang ada di hatinya. Nyatanya dia tetap membuatku kecewa dan menggores luka di hati.

Sekarang kita akan berjalan ke arah yang berbeda. Jalan yang saling membelakangi dan hanya punggung saling memandang. Sesekali aku menoleh ke belakang, berharap dia memandangku, tapi semua itu sia-sia. Dia tetap lurus ke depan tanpa menengokku sedikitpun. Ini rasanya sangat menyesakkan dan ingin membuatku hilang saja tanpa rasa di hati. Andai saja kubisa percepat waktu, aku ingin melewati kejadian ini hanya sedetik saja.
 
Terhuyung-huyung langkahku seperti orang-orang yang telah banyak meminum tuak. Kata-katanya masih teringat jelas bagaikan cambuk yang membuat hati ini perih, terus menggerus luka di hati hingga hancur luluh berantakan. Aku sendiri terseok-seok melangkah dengan segenap hancurnya hati. Ah, tidak, aku tidak sendiri, aku bersama langi yang tak henti meneteskan air seakan-akan ingin membasuh lukaku, tetapi nyatanya luka ini semakin menjadi.

Selama ini, aku menunggu kesempatan baik seperti ini. Karena dia yang selalu kurindu dan kuharapkan untuk berbicara berdua tentang cinta. Pikirku tidak ada kata terlambat untuk mengungkapkan semua isi hati. Tapi kali ini lenyap tak tiada sisa.

Lesu dan lemah sudah tubuh ini, hingga kutersungkur. Terduduk di tepi jalan, melihat dan mendengar semua kendaraan yang berlalu lalang dengan padatnya di tengah hujan deras. Telingaku kini juga lebih tajam, suara-suara air jatuh ke tanahpun dapat kudengar, bahkan dedauan yang saling tertaut karena angin, pun mendengarnya. Sebaian orang melihatku dengan jijik, tetapi ada juga yang merasa iba, mereka pikir aku orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa.

Andai saja ini di tepi danau atau hutan belantara, pasti sudah berteriak sekuat tenaga. Meluapkan segala emosi dan kesal. Dan saat ini, bisa apa aku? Menggerakkan jemari saja pun susah. Iya, jiwa ini merasa beku, bukan karena dinginnya malam diguyur hujan, melainkan tak ada lagi harapan di hati yang mampu menghangatkan jiwa.

Setahun sudah kulalui tanpa suara dan harapan akan hadirnya. Sekalinya bertemu, justru membanting semua jiwa dan hati yang mulai kubangun. Bahkan, halusinasiku tentang Icha kini tak bisa kuhindarkan lagi, suaranya begitu nyaring terdengar di telinga meski suara itu pudar dan lirih. Apalah kini diriku, tiada cinta dan kasih, hanya seonggok manusia lemah yang telah hancur dan berbalut bayang-bayang wajahnya. Semuanya telah berakhir, aku harus kembali membawa kenangan tentang cinta yang tak terbalas serta rasa kehilangan yang begitu mendalam.

“Adi, aku mencintaimu...”
Aku masih tertahan dan terdiam. Mencoba mencerna kalimat yang baru saja kudengar. Tak ingin menambah luka dengan berkhayal Icha kembali menemuiku.
“Adi, maafkan aku, sebenarnya aku sangat mencintaimu, namun aku takut jikalau suatu saat nanti kita berpisah, aku tak sanggup, Di. Untuk itu, aku lebih memilih sendiri tanpamu, namun nyatanya, dirimu terus hadir di setiap langkahku. Tak bisa kutepiskan tentang dirimu.” Suaranya lirih namun terdengar jelas.
Aku bangkit dan menolehnya, berharap ini nyata, bukan hanya halusinasiku saja.
“Icha?” seakan tak percaya, dia benar-benar dihadapku. Aku mendekat dan memeluknya.
 
Cinta ini memang miliki kita. Tidak ada obat yang mujarab bagi jiwa-jiwa yang hatinya terlunta-lunta karena cinta, kecuali dari dia sendiri yang memberikan penawarnya. Aku menerimanya kembali bukan karena aku laki-laki hina dan bodoh, tapi karena aku menyadari dan tahu, hanya dia yang mampu menyulam kembali hatiku.
***TAMAT***

Ilusi Cinta - Part 4

3:51:00 PM 0 Comments A+ a-




Ini Sabtu malam di bulan ke dua belasku tanpa Icha. Keheningan menjemput dengan pekatnya hingga langit tak menampakkan bintang. Diriku ini masih melamun di dekat jendela kamar, sesekali memandang langit yang hitam-seperti hatiku. Bunyi pesan masuk bertubi-tubi dari laptop yang sudah standby hampir tujuh puluh dua jam. Aku menghiraukan saja, palingan hanya anak-anak chating yang menyapa mngajak ngobrol ngalor ngidul tidak jelas. Namun, semakin lama bunyi notifications itu semakin mengusik telinga dan memaksaku mendekat ke laptop.

<Ryan> Malam, Bro, sorry ganggu bentar boleh, kan?

<Ryan> Bro.. bisa bicara bentar>

<Ryan> ??

Dan memang  benar, hanya ada pesan dari anak-anak chat. Sejujurnya sedang malas meladeninya.

<Adi> Ya, ada apa?

<Ryan> Kamu Adi Nugroho, kan? Yang mahasiswa asli Banyuwangi itu, kan?

<Adi> Iya, benar, kau siapa?

<Ryan> Oh, ya, sorry aku Ryan, mahasiswa yang satu kelompok denganmu

<Ryan> Kamu dah baca pengumumannya, kan?

<Adi> Pengumuman apa?

<Ryan> Ampuuun... pengumuman kalau kita satu tim untuk melakukan Study Banding di salah satu kampus di Surabaya

<Adi> Oh my God.. ya, sorry, aku lupa pengumuman itu

<Ryan> Arrgh, aku dah cari kau dari kemarin-kemarin, untung saja ada teman kasih tahu kalau kau suka nongkrong di server mirc.
Oh, sial, aku lupa tugas kuliah untuk Study Banding di Surabaya. Besok pagi harus berangkat dan tidak boleh telat. Segera kubergegas menyiapkan keperluan. Cek ini dan itu, semoga saja tidak akan ada yang tertinggal dan merepotkan.

Di pagi yang cerah dan mata terkantuk-kantuk aku berangkat ke Surabaya bersama tim yang terdiri dari empat orang. Yaitu aku, Ryan, Toni dan Andre. Kami berangkat menggunakan kereta api agar lebih cepat. Di dalam gerbong bisa duduk dan bersantai, berkenalan dan saling bercerita. Dan ternyata kami empat pria lajang yang sama-sama telah diputuskan oleh pujaan hatinya. Kita sama-sama sedang mengukir asa dan memperbaiki otak yang sering konslet.

Sampainya di Surabaya kami terus menuju penginapan untuk beristirahat. Perjalanan yang memakan waktu hampir delapan membuat kita lelah. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan materi untuk melakukan Study Banding agar hasilnya nanti tidak memalukan.

Di pagi hari, setelah sarapan, kita keluar dari penginapan. Langkah yang pasti kuayunkan untuk mendapatkan hasil terbaik. Karena saat ini sudah waktunya bagiku untuk mengubur seluruh kepahitan hidup. Ini langkah baruku, tak kan kubiarkan kebahagiaan ini direnggut oleh siapapun.

Sampainya di kampus, cukup takjub kami melihat bangunan yang begitu besar dan menjulang tinggi. Terlihat semuanya sibuk melakukan aktivitas dengan padat dan baik. Semuanya tertata dengan rapi, bahkan taman pun begitu indah dan sedap dipandang mata. Orang-orang di sini juga menyambutnya dengan penuh keramah-tamahan. Study Banding hari ini selesai dengan cepat dan sangat menyenangkan.

Selesainya tugas hari ini, aku menepikan diri dari teman-teman. Mereka juga ingin jalan-jalan menikmati kota Surabaya. Aku sendiri rindu dengan mirc yang sudah lama dibiarkan saja. Tentu saja aku menuju kantin dan menikmati wifi gratis untuk berselancar di dunia maya. Seperti biasanya menyapa satu per satu teman-teman, bermain games, bercanda tawa, saling berbagi info dan belajar tentang teknologi secara online. Atau seperti diriku, hanya membagikan link donwload film animasi terbaru dari Jepang yang digandrungi oleh para  Anime Lovers Indonesia.

Berbicara tentang anime, aku sendiri sangat menyukainya hingga sering kali kulukiskan tokoh-tokoh dalam film animasi dengan tanganku. Belajar men-design memang sangat sulit, tetapi ketika jatuh cinta dengan kartun-kartun lucu itu, rasa sulit akan hilang dengan sendirinya. Aku juga  belum mahir untuk membuat gambar anismasi-animasi itu. Tapi setidaknya bisa melupakan Icha dengan mengalihkan konsentrasiku untuk men-design. Ah, tak inginku berbicara lagi tentang Icha. Tekadku sudah bulat untuk melupakannya. Hidup ini harus berarti, untuk apa mengenang masa lalu yang terus menyanyat hati.

Daripada memikirkan Icha, lebih baik aku bersenda gurau dengan teman-teman meski belum pernah bertemu. Tapi mereka baik, itu yang kutahu. Bahkan banyak sahabat sejati yang tejalin di sini. Tak perlu disebutkan siapa saja, para chatter pasti sudah mengetahuinya. Chanel ini akan terasa sepi ketika sesesok orang tak hadir di sini. Namun, terakhir kudengar, dia menghilang dari mirc karena kisah cintanya yang rumit, disudutkan harus memilih kekasihnya atau tetap bersabat dengan teman-temannya di sini.

Di tengah-tengah kebersamaan ini, muncullah Icha. Aku berusaha tenang dan bersikap biasa saja dan tanpa sapa tegur. Aku anggap dia tidak ada di chanel. Namun, ada sesuatu yang membuatku tertahan sejenak untuk bernapas. Merasa tidak mungkin tapi benar nyatanya yang kulihat. Sampai-sampai aku mengucek mata, menjelaskan pada diri sendiri bahwa pandangan mataku masih normal-belum rusak.

“IP-ku dengan Icha sama?” celetukku sendiri.

Tak pikir panjang, aku telusuri IP Addres yang digunakan oleh Icha, kemudian mencocokkan dengan yang sedang kupakai juga. Ternyata benar-benar sama.

“Ah, sial. Ini IP wifi kampus. Berarti Icha kuliah di kampus ini,” gumamku sendiri.

Kupandangi satu per satu wajah di kantin, berharap ada sesosok gadis yang sedang kucari. Namun, tidak ada orang yang sibuk dengan laptop maupun smartphone. Mereka semua sedang asyik menikmati makanan atau pun bercanda gurau dengan teman-teman. Ternyata hanya dirku yang terus terpaku di depan layar.

Dan entah apa yang terjadi dengan otakku, mengetahui Icha ada di gedung ini, jiwa ini bersemangat untuk menemuinya. Semua itu bertolak belakang dengan hati yang masih teriris perih. Tujuanku melupakan dia, namun justru di sini semakin dekat dengan dia. Beberapa anak tangga kulalui, dari koridor satu ke koridor lainnya, hampir setiap kelas kujelajahi, bahkan dari masing-masing fakultas kutelusuri hanya untuk mencarinya. Namun, hingga sore, tak kutemukan dia. Jiwa ini menggelora, bulir-bulir asmara tumbuh dengan sangat cepat dan menimbulkan tekad untuk mencarinya.

“Hari ini tak kutemukan dirimu, tapi esok kupastikan aku menemukanmu,” tekadku.

Hari kedua Study Banding aku tak menghiraukannya karena aku kembali gila, persetan dengan tugas dari kampus. Hari ini aku fokus untuk mencari Icha. Kubiarkan tugas-tugas itu dikerjakan oleh ketiga temanku. Ini adalah kesempatan terakhir untuk mengungkapkan dan bertemu langsung dengan Icha, karena besok siang kita semua harus kembali ke Banyuwangi. Pencarian ini tidak boleh gagal seperti kemarin meskipun harus meminta bantuan.

<Alex> Eh, ada Icha cantik

<Icha> Eh, ada Alex. Tumben online siang

<Alex> Iyalah, ada cewek cantik sepertimu masa aku enggak online

<Icha> Gombalnya....

<Alex> Lagi apa, Cha? Gak kuliah jam segini online? Aku laporin ke dosennya loh, ada mahasiswanya di jam kuliah tapi chatingan

<Icha> Idih, serem juga, sana laporin aja. Emang tahu dosenku siapa?

<Alex> Ya deh, jangan ngambek

<Alex> Lagi gak ada dosen apa, chatingan mulu?

<Icha> Iya, dosenku lagi ngurusin anak-anak yang Study Banding. Kebetulan aku juga ada beberapa tugas yang lum selesai, jadi ngadem sambil cari data di perpus

<Alex> Sambil chatingan kali, bukan cari data

<Icha> Hahahaha...
Sebenarnya sedikit jengkel juga ke Alex yang menggoda Icha. Tapi, dengan begini dengan mudah memberi tahuku di mana Icha berada. Tak berapa lama, sampai juga diriku di perpustakaan. Terlihat dengan jelas Icha di sana, duduk di deretan orang-orang yang sedang sibuk membaca dan mengetik.

Sejenak detak jantungku ini berhenti. Bahkan di ruangan ini terasa pengap meski ber-AC. Tanpa sepengetahuannya, kuperhatikan dia dalam-dalam, kupandangi wajahnya dari kejauhan. Ingin kuberlari dan mendekapnya. Menumpakah segala amarah, emosi, benci dan rindu yang telah bercampur menjadi satu dan tak bisa diuraikan lagi. Setahun sudah kuhidup dalam bayangan wajahnya, kini dia benar-benar nyata, aku bisa melihat dengan jelas seperti apa wajah yang sesunguhnya. Memang benar-benar cantik.

Rasa rindu ini terus mengalun mengusik di jiwa, menggerakkan syaraf-syaraf kakiku untuk melangkah. Mencoba mendekat padanya, dan terhenti jarak beberapa meter terpisahkan oleh rak-rak yang penuh buku. Aku memberanikan diri untuk memanggilnya. Namun, dering ponselnya membuat suaraku tak terdengar olehnya. Terpaksa aku yang harus mendengarkan dia berbicara di ponsel. Sepertinya nanti malam dia ada janji untuk bertemu dengan seseorang.

***Bersambung ke Part 5 (Bagian Terakhir)

13 Istilah Asing yang Sering Muncul di Dunia Bisnis

12:59:00 PM 52 Comments A+ a-

Hallo, kawan-kawan, bagaimana kabar hari ini? Semoga sehat dan selalu lancar aktivitasnya, termasuk kerjaan. Ngomong tentang pekerjaan, kita tidak bisa lepas dari yang namanya jual beli. Karena, sejatinya usaha apa pun itu, kita akan melakukann transaksi jual beli dalam bisnis, baik jual beli dalam bentuk barang maupun jasa.

Ilustrasi; sumber : motivasi-islam.com

Dan berbicara bisnis sering kita temui istilah-istilah asing atau sering disebut sebagai kode dalam melakukan bisnis. Nah, ini sangat cocok bagi teman-teman yang baru bekerja atau masih mencari pekerjaan. Dalam kesempatan ini, saya akan membagikan istilah-istilah yang sering digunakan dalam dunia kerja. Pertama kali dengar ada istilah itu, saya memang agak kaget (maklum orang kampung dengar istilah asing, ya kaget).

Inilah istilah yang sering muncul atau didengar dalam dunia kerja :

1. MOQ
Ilustrasi; Sumber : melmarc.com
Dalam transaksi jual beli, terkadang dari supplier (pemasok/penjual/distributor/agen) mencantumkan syarat ‘MOQ’ dalam penawaran barang yang kemudian diikuti angka nominalnya. MOQ sendiri merupakan singkatan dari Minimum Order Quantity. Jadi, maksudnya, supplier tersebut hanya akan menjual dengan jumlah order minimum atau bisa disebut tidak bisa dijual secara ecer, melainkan dengan jumlah yang telah ditentukan oleh supplier tersebut.

2. PO (Purchase Order)
PO atau Purchase Order merupakan pengertian dari surat pesanan/pembelian. PO ini diterbitkan oleh pihak pembeli yang nantinya akan dikirim kepada pihak penjual. PO ini berisi nama dan alamat supplier, nomor PO, tanggal PO, nama barang yang akan dibeli, jumlah barang, detail keseluruhan barang dan harga serta perjanjian lain mengenai pembelian barang tersebut. Di perusahaan-perusahaan, tentunya jika akan membeli suatu barang, akan menerbitkan PO terlebih dahulu sebagai bukti pesanan kepada supplier.

3. MOU
MOU merupakan singkatan dari Memorandum Of Understanding. Yang merupakan pengertian dari perjanjian mengenai transaksi jual beli yang akan dilakukan atau bisa juga diartikan dalam arti meruapkan legalitas dalam suatu pekerjaan yang melibatkan dua belah pihak. Perjanjian tersebut berisi tentang cara pembayaran, jangka pembayaran dan hal lain yang dianggap perlu oleh perusahaan baik pihak pembeli maupun penjual.

4. Indent
Seringya pas kita lagi butuh barang, tiba-tiba penjual bilang, “Barangnya lagi Indent,”. Memang Indent tiu apa sih? Sampai-sampai barang yang mau dibeli disebut lagi ‘Indent’. Kalau terjadi hal tersebut pada saat mencari barang, lebih baik kita pindah ke supplier lain yang ready stock barang. Karena indent berarti barang sedang kosong, harus menunggu sampai beberapa hari atau tunggu konfirmasi dari produksinya. Kalau lagi cepet-cepet, tidak bisa kan?

5. Discontinue
Masih dalam pembelian barang. Kalau penjual bilang, “Barang itu sudah discontinue...”, berarti jangan harap kita akan mendapatkan barang yang dimaksud itu, karena pengertian ‘discontinue’ adalah barang yang dimaksud sudah tidak diproduksi lagi oleh produsen. Kalau pun sebagian masih beredar di pasaran, berarti itu stock lama dan jumlah yang bisa dibeli tergantung stock di pasaran.

6. Excude PPN 10%
Dalam dunia bisnis, sering kali kita mendapatkan supplier dengan menjual barang yang harus mencantumkan PPN 10%. Hal itu memang baik, karena setiap barang yang kita beli ada pajaknya. Jadi, kalau ada penjual yang menawarkan barang dengan membubuhkan catatan ‘Harga barang Exclude PPN 10%’, berarti harga barang yang ditawarkan belum termasuk PPN 10%. Jadi, pada saat kita membayar, kita membeli dengan jumlah harga keseluruhan barang ditambah PPN 10% (dari nilai harga keseluruhan barang tersebut).

Eh, ngomong-ngomong sudah pada tahu, kan PPN itu apa? Meskipun saya yakin teman-teman sudah tahu PPN itu apa, tapi tetap saya akan memberitahuka apa itu PPN. Jadi, PPN itu merupakan singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pajak ini berlaku untuk semua barang-barang yang dijual. PPN tersebut ditanggung oleh pembeli, karena dia yang melakukan transaksi pembayarannya kepada si penjual. Sedangkan kewajiban si penjual, wajib menyetorkan sejumlah uang pajak yang telah tertera dalam faktur kepada negara.

Sedangkan besaran PPN itu dikenakan 10% untuk barang-barang yang dijual. Tarifnya berlaku sama untuk semua barang. Namun, ada pengecualian dengan tarif yang lebih besar, yaitu Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM). Biasanya yang terkena PPNBM, pada saat kita melakukan transaksi pembelian barang-barang mewah seperti mobil mewah dan barang-barang import mewah lainnya (detailnya cek aja ya ke bagian pajak :D atau ke bea cukai, biasanya lebih tahu mana barang mewah, mana barang biasa :D)

7. Include PPN 10%
Kalau barang-barang seperti ini sih, kita langsung beli saja. Tidak perlu repot-repot mikir pajaknya karena harga barang yang dijual sudah termasuk PPN. Di sini pengertian ‘Include PPN 10%’, berarti harga barang yang dijual sudah termasuk PPN.

8. Return
Hal ini sering digunakan ketika kita membeli barang tidak cocok/sesuai, maka kita bisa mengembalikan barang tersebut ke penjual untuk meminta penggantian atau bisa melakukan pembatalan pembelian (dilakukan sesuai dengan perjanjian yang tertera pada saat akan terjadinya transaksi jual beli).

9. CCS
Ilustrasi; Sumber : upyourservice.com
Dalam dunia usaha, pasti kita memiliki customer service atau pelayanan kepada pihak penjual maupun pembeli. Karena sering kali dalam transaksi jual beli tidak berjalan mulus. Terkadang ada beberapa yang complain atas barang yang mereka beli, sehingga mereka tidak puas dan mengadukan semua itu kepada kita sebagai penjual. Untuk itu, dalam perusahaan-perusahaan sering kali layanan complain atau yang sering disebut CCS (Customer Complain Services). Tugasnya menampung seluruh aspirasi dan complain yang masuk dari pelanggan. Hal itu bertujuan agar perusahaan dapat mengevaluasi kinerja dan produk yang dipasarkan sehingga jika terjadi kesalahan akan diperbaiki sesegera mungkin.

10. Finish Goods
Jika perusahaan yang digeluti merupakan manufactur/factory (dibaca : pabrik) yang memproduksi sebuah barang, tentunya akan ada istilah ‘Finish Goods’ di perusahaan tersebut. Finish Goods sendiri merupakan barang yang sudah jadi atau hasil akhir dari suatu proses pembuatan barang. Barang ini selanjutnya dicek oleh bagian Inspection, yang nantinya akan terlihat dan ketahuan barang tersebut siap kirim atau harus diperbaiki atau bahkan menjadi barang rusak.

11. QC
QC merupakan singkatan dari Quality Control. Di perusahan factory/manufaktur pasti memiliki bagian ini, karena tugas dan tanggungjawab QC mengontrol, mengecek barang apakah benar-benar sudah siap kirim atau belum.

12. Rework Goods
Kalau ada istilah rework goods di suatu lini produksi barang, berarti barang ini sudah dicek oleh bagian QC namun dikembalikan ke bagian produksi untuk diperbaiki. Karena ‘Reworks Goods’ merupakan barang yang harus dikerjakan lagi (diperbaiki lagi agar menjadi barang baik).

13. Reject Goods
Ada istilah rework, tentunya ada istilah reject. Setelah barang dicek oleh QC dan ternyata ada yang masuk ke ‘Reject Goods’, berarti barang tersebut sudah tidak layak untuk dipasarkan ke konsumen. Karena barang tersebut rusak atau tidak memenuhi kriteria standard yang ada.


Wah, cukup banyak juga istilah-istilah dalam dunia kerja. Semoga bermanfaat dan bisa menjadikan informasi yang berguna, terutama bagi yang sedang mencari kerja/baru masuk kerja. Selamat Senin, selamat berkarya! :)

Stop Jadi Karyawan, Beralihlah Jadi Pengusaha Bersama Kudo

12:35:00 PM 27 Comments A+ a-

Dalam hidup ini, semua orang menginginkan hal terbaik. Dari segi agama, sosial, lingkungan hingga penghasilan. Untuk mewujudkan semua hal tersebut, tentulah memerlukan pengorbanan dan kerja keras. Bahkan, sampai menyita waktu beberapa lama. ‘Mengasingkan’ diri dari keluarga hanya untuk mendapatkan tempat yang layak. Kadang sering kali terlintas dalam benak, “Andai saja semua bisa jadi pengusaha,”, mungkin saya dan termasuk kalian tidak perlu repot-repot bekerja kepada orang dari pagi hingga sore, bahkan terkadang sampai malam.

Keinginan untuk mewujudkan menjadi seorang pengusaha itu besar, tetapi bernyali kecil. Loh, aneh ya? Bukan aneh, tetapi menjadi seorang pengusaha tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Kita semua tahu, bukan? Dalam membuka usaha, tentulah kita membutuhkan modal, tempat dan pasaran. Kalau kita asal buka saja, yang ada nanti bukan untung tapi buntung. Saya yakin setiap orang memikirkan hal yang sama seperti saya. Yah, normal sih, karena setiap usaha yang dijalankan tentunya mengharapkan keuntungan.

Sebagian besar memang menganggap menjadi pengusaha itu sulit. Padahal, di zaman yang sudah serba canggih dan modern seperti sekarang ini, membuka usaha itu sangat mudah. Loh, kok bisa?

Iya, karena lantaran sekarang-sekarang ini sudah tersedia aplikasi Kudo yang dengan mudah diinstal di smartphone Android oleh siapapun. Dengan aplikasi Kudo, semua bisa jadi pengusaha.
Aplikasi Kudo mudah didapatkan secara gratis

Hmmm.... Sebentar, aplikasi Kudo? Itu Aplikasi apa an ya? Masih terasa asing di telinga saya.

Kudo itu merupakan kios ang dibentuk secara online. Siapapun dan dari manapun biasa menjadi pengusaha dengan aplikasi Kudo. Selain itu, Kudo juga memberikan layanan kemudahan bagi kita sebagai pengusaha tanpa perlu memikirkan stock barang. Sudah begitu, menjadi pengusaha di Kudo kita bisa mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah, selama kita aktif menjadi pengusaha di Kudo. Loh kok gitu? Harus aktif segala, kataya mudah? Ya elah, yang namanya usaha pasti harus aktif dong, masa iya kita cuma berpangku tangan duit ngalir. Agar penghasilan kita banyak, tentu kita juga rajin dan aktif dalam menjalankan bisnis. Itu satu point yang utama dalam berbagai usaha.
Tentang Kudo

Memang apa menariknya menggunakan aplikasi Kudo?

Dengan aplikasi Kudo bukan hanya membuat tertarik melainkan menikmati dari berbagai kenyamanan.

Langkah pertama untuk mendapatkan Kudo tentunya ‘ambil’ aplikasi dari Playstore. Kemudian, langkah berikutnya meregister akun dengan alamat email dan mengisi form data diri untuk menjadi agen Kudo. Setelah mendapatkan email verifikasi, kemudian kita mengaktifkan akun. Berarti kita sudah terdaftar sebagai agen Kudo. Dan selanjutnya bergabung dengan agen-agen lain agar kita termasuk sebagai golongan orang semua bisa jadi pengusaha.
Isi data diri untuk jadi agen Kudo

Langkah selanjutnya kita mengisi saldo agar kita bisa menjaul produk. Di sini penting, sebagai pengusaha kita memang harus mempunyai modal. Dan modal di Kudo merupakan simpanan yang bisa digunakan untuk bertransakasi. Setiap kita melakukan transaksi pembayaran otomatis saldo kita akan dikurangi. Yang paling menarik adalah, saldo awalnya sangat ringan, hanya Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) saja, maka dari itu, di Kudo semua bisa jadi pengusaha.

Kebutuhan bisa terlengkapi di Kudo

Untuk produk yang dijual juga beraneka ragam. Dari fashion, elektronik, perlengkapan dapur, kebutuhan wanita, pria, anak-anak, kesehatan, dan lainnya. Selain itu, juga bisa untuk berjualan pulsa dari seluruh provider dan pembayaran tagihan bulanan seperti speedy, finance, listrik dan air, serta kartu hallo dan lain-lain.
Tagihan-tagihan yang bisa dibayarkan melalui Kudo

Mudah, ya? Dengan begitu semua bisa jadi pengusaha menggunakan aplikasi Kudo. Aplikasi ini memang sangat bermanfaat, mengajarkan kepada kita bahwa semua bisa jadi pengusaha.

Dan berikut merupakan keuntungan menjadi pengusaha bersama Kudo :
  1. Tidak perlu repot-repot menyetok barang
  2. Barang yang tersedia merupakan produk unggulan dan menyediakan semua jenis kebutuhan
  3. Pengiriman barang cepat dan aman
  4. Bonus-bonusnya sangat banyak dan menarik. Dan tentunya, bonus di sini nyata bukan hanya isapan jempol saja
  5. Informasi bonus transparan
  6. Transaksi yang dilakukan mudah, praktis dan aman
Selain itu, di Kudo juga terdapat informasi mengenai rincian bonus secara detail atas nama setiap agennya. Dan, jika ada informasi yang tidak jelas, agen bisa menuju ke kanal ‘bantuan’, untuk bertanya-tanya. Bisa bertanya kepada customer service di jam kerja, bisa melalui email, telepon atau pun pesan whatsapp. Jam kerja tersebut adalah pada setiap hari Senin - Jumat pada pukul 09.00 – 22.00 WIB. Sedangkan di hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya layanan buka pada 11.00 – 21.00 WIB.

Layanan customer service Kudo

Nah, itulah keuntungan dan kemudahan menggunakan aplikasi Kudo, menjadikan semua bisa jadi pengusaha. Sudah saatnya kita menjadi pengusaha. Tidak mungkin, kan selamanya menjadi karyawan terus? Bosan dan jenuh, lebih baik jadi pengusaha.



Demikian tulisan ini diikutsertakan dalam lomba review aplikasi Kudo, semua bisa jadi pengusaha.

Tips Mudah Memilih Jilbab Khimar Bagi Muslimah

5:31:00 PM 16 Comments A+ a-

Di zaman serba modern seperti saat ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan lebih mudah. Bagi kaum muslimah, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi adalah menutup aurat dengan selalu memakai hijab dan busana muslim. Kini, menutup aurat menjadi sangat mudah dan menyenangkan karena saat ini busana muslim dan hijab telah didesain dan disesuaikan dengan perkembangan dunia fashion, sehingga hijab tidak hanya menutup aurat, namun juga membuat penampilan semakin modis, dan anda akan semakin tampil percaya diri. Bagi anda yang mencari produk hijab masa kini, anda bisa segera mengunjungi butik hijab online hijup.com yang menyediakan berbagai pilihan hijab trendy seperti Jilbab Khimar yang akan menutup aurat anda dengan sempurna dengan desain yang membuat anda selalu tampil fashionable. Agar khimar bisa menunjang penampilan anda, berikut ini tips memilih hijab khimar bagi kaum muslimah:

1. Pilih khimar dengan bahan yang tebal dan tidak transparan
Khimar Tebal dan Tidak Transparan
Saat menggunakan kerudung syar’i seperti khimar, pastikan tidak terlihat bayangan rambut, telinga, bentuk dan lekuk leher anda. jika khimar yang anda pakai terbuat dari bahan yang tipis, maka anda bisa memakai secara double ataupun memakai dalaman kerudung. Khimar dari bahan tebal seperti dari bahan woolpeach, imperial, saten, wollcrepe. Di hijup tersedia jilbab khimar dengan bahan tebal terbaik dan memberikan anda kenyamanan.

2. Pilih khimar dengan ukuran panjang
Menggunakan Jilbab panjang, tetap cantik dan anggun
Khimar yang sesuai syariat Islam adalah yang menutupi dada dan bahu anda. hal ini bisa menjadi patokan anda dalam memilih kerudung khimar, sehingga tidak hanya memilih warna dan bahan yang cantik, ukurannya juga menjadi hal terpenting. Jika khimar anda berbentuk kerudung segi empat, anda bisa memilih khimar berukuran 110 cm x 110cm, akan lebih baik jika ukurannya lebih panjang yaitu 150 cm x 150 cm. Jika dari jenis pashmina, pilih pashmina berukuran lebar 70-75 cm dan panjang 180-200 cm.

3. Sesuaikan khimar dengan busana yang dipakai
Menggunakan Jilbab sesuai dengan bajunya
Bukan hanya khimar yang memerlukan pertimbangan dalam memilihnya, gamis juga memerlukan pertimbangan yang sama, seperti bahan yang tebal, longgar, dan menutup aurat. Agar tampil serasi, anda harus memadupadankan warna khimar dan gamis.


Itulah 3 tips sederhana memilih khimar yang sesuai dengan aturan Islam, pastikan anda mengunjungi hijup.com untuk mendapatkan khimar terbaik masa kini. Selain produk yang bagus, di hijup.com juga menyediakan berbagai variasi model khimar. 

Sebenernya Aku 'Benci' Untuk Mengakuinya

1:00:00 PM 11 Comments A+ a-

Sejujurnya aku benci untuk mengakui hal ini. Tapi mau bagaimana lagi? Inilah kenyataannya, yang terkadang aku terheran-heran sendiri kenapa aku harus mengenal orang sepertimu. Bukan pacar, bukan kekasih, sekali lagi ini bukan kisah asmara, ini tentang sebuah cerita tentang kebersamaan, pengenalan tentang budaya, keyakinan yang berbeda dan sfiat.

Dimulai dari zaman putih abu-abu, aku 'masuk' ke ranah orang-orang 'gila'. Yang akhirnya ku mengenal mereka. Ada beberapa banyak di antara mereka yang saling bersapa hingga suatu hari, harus terputus komunikasi karena sesuatu dan lain hal. Tapi, ada satu yang tidak. Bahkan, aku sering berantem daripada bercanda. Iya, sepertinya sudah berlusin-lusinan kita sering berselisih pendapat, namun akhirnya tetap cooling down.

Hingga puncaknya di akhir 2014 (tidak perlu dijelaskan secara detail mengapa dan apa sebabnya), kita merasa di titik puncak keretakan yang tidak bisa dihindari. Anggap saja kau yang egois, meskipun diriku yang egois, melepaskan segala sesuatu yang telah lama terjalin (yang ini juga tidak perlu diejelaskan mengapa dan apa sebabnya aku egois :P). Mencoba mencari kehidupan baru, menyusuri lembah dan sungai berbatu. Berkali-kali terjatuh dan terseok pun kualami sendiri, menelan semua rasa kekecewaan dan segala emosi. Oh, ya, aku lupa, kadang aku menyapamu hanya untuk mengoceh yang tidak jelas, kadang juga hanya ingin menertawakanmu. Dan, kadang kau yang menertawakanku ketika aku sudah berceloteh banyak ini dan itu.


Kadang menyebalkan sekali dirimu, memang! Menyebalkan! Ketika aku sedang penat dan ingin mengadu, kau hanya berkomentar, “Apa kubilang? Kamu ga nurut kata-kataku. Rasakan akibatnya!”

Kalimat itu semacam kutukan, bagaimana tidak? Kalimat seperti itu sudah sering kali kau ucapkan ketika terjadi sesuatu yang sebelumnya pernah kau nasehatkan. Sebenarnya aku juga enggan menulis ini, bahkan 'benci', karena cerewetmu itu melebihi My Mom.

Tapi, aku tahu, semua itu dilakukan karena kau peduli padaku. Iya, kita berteman sudah sangat lama. Banyak sharing tentang ilmu, sosial, buaya darat, bahkan tentang politik pun kita pernah berdebat. Karena perbedaan kita juga saling mengenal, bagaimana menyikapi tentang rasa toleransi yang berbeda suku, ras, dan agama. Aku dapatkan semua itu darimu.

Dan, lagi-lagi, aku harus mengakuinya, meskipun sebenarnya malas dan enggan untuk mengakuinya, bahwa kau yang terbaik. :)

Dan, satu lagi, kali ini aku benar-benar benci. Sudah bertahun-tahun lamanya, kau tidak pernah mengajarkan sedikitpun tentang bahasa daerahmu itu. 


Thanks for everything, Ness!

Ilusi Cinta - Part 3

10:45:00 AM 4 Comments A+ a-


Kecemburuan Icha semakin menjadi. Sampai-sampai dia meminta kepada kelompoknya untuk mengawasi pergerakanku dengan cewek lain. Dari genk Icha, banyak yang mengintai aku join di server mana. Sedangkan dari teman-temanku, menyarankan agar tidak usah peduli lagi dengan gadis seperti itu. Dan yang tidak habis pikir, siapa sih Icha? Sekarang, dia bukanlah siapa-siapa lagi, tapi anehnya dia selalu mengusikku. Yang masih kupikirkan, hanya Nexia, bagaimana cara meminta maaf padanya.

Dari server satu ke server lain, aku berpindah-pindah terus untuk mencari Nexia. Namun, tetap juga tak ada ada kabar tentangnya. Dia menghilang begitu saja. Aku belum lega jika belum meminta maaf. Entah dia mau memaafkan atau tidak, setidaknya aku telah berusaha untuk meminta maaf atas kejadian yang memalukan waktu itu. Hah... semua itu membuat kepalaku pusing dan membuat semakin benci, namun terasa perihdi hati.

Kini kurasakan hidup tiada arti, bagai cenayang yang bergentayang di tengah malam. Menyusup berkelok bersama angin tanpa arah. Pun tak mengenal waktu. Sesuram inikah hidupku? Nafas ini seakan tiada guna lagi, menahan sesak di dada yang terus menjangkit hingga menusuk ke jantung. Semua keindahan dan keramaian, hanyalah semu tanpa warna. Entah kepada siapa lagi aku meminta seseorang untuk membaca luka di dalam mataku. Kehampaan ini semakin menjerat jiwaku.

Dan tak kusangka, Ibu hadir di kamarku. Wajahnya terlihat lesu. Ada masalah? Tapi, masalah apa selain melihat kondisi anaknya yang seperti ini.

Kamu masih mencintainya?” tiba-tiba Ibu bertanya dan duduk di tempat tidurku. Aku hanya menggeleng tanpa kata.
Jika tidak, kenapa kamu masih jatuh ke lautan asmara itu?” lanjut Ibu.
Entahlah, Bu, Adi tidak tahu apa ini. Aku membencinya, Bu... dia... “ tak kuasa kuucapkan semua isi hati.
Ibu tidak akan melarangmu untuk jatuh cinta dengan siapapun. Tapi, tolong dengarkan Ibu, sekali ini saja. Jaga kesehatan dan konsentrasi ke masa depan. Kuliahmu itu sudah sangat terlantar, Di... sudah berapa kali kamu mendapat surat panggilan dari kampus. Kalau kamu terus-terusan begini, bisa-bisa kamu di-DO. Apa kamu enggak kasihan sama Ibu dan Bapak?”

Terlihat jelas kesedihan itu di mata Ibu. Durhaka juga aku, hanya karena wanita aku mengabaikan perasaan orang tua yang telah berusaha mati-matian untuk membiayai kuliah. Sedangkan aku selangkah lagi mendapat keputusan dari kampus bahwa ‘Adi Nugraha’ dikeluarkan.

***
Mentari pagi ini sehangat pelukan kasih sayang seorang ibu. Menyapaku dengan senyuman dan warna orange keemasan megah membuat jiwa ini seperti terlahir kembali. Kucoba tapaki jalan yang telah kudaki. Meruntut semua perjalanan hati yang melelahkan dan membuat runtuh. Semua tentangnya telah berakhir dan berlalu, hanyalah sebuah kenangan yang bisa mengahancurkan diri ini sendiri. Kali ini, akan kudengarkan nasehat ibu yang selalu mendoakan diriku.

Pagi ini kuhirup udara kampus, mencoba menghindarkan bayangan yang terus menggantung di mata. Kujejali mata ini dengan membaca setumpuk buku. Menyibukkan pikiran agar tak mampu mengingat tentang dirinya. Aku akan pergi jauh dari rasa yang tak pernah mati, cinta yang tak terbalas dan rindu yang tak pernah terhenti. Meskipun hati ini masih meronta untuk menyebut namanya, tapi takkan kubiarkan harapan kedua orang tuaku hancur berantakan hanya karena cinta buta.

Empat bulan kujalani tanpa membuka mirc, mengalihkan perhatian pada kesibukkan di dunia nyata. Keadaanku saat ini lebih baik. Dan ya, dalam ingatanku sedikit berkurang tentang Icha. Meskipun terkadang hati ini terus memanggil namanya di saat rindu itu mengulik dan bermain di hati. Namun, otak selalu menolak akan kehadirannya. Seperti kata pepatah, tidak ada salahnya memberikan kesempatan yang kedua, tetapi terkadang logika harus berjalan agar hati tak tersakiti.

Hingga suatu hari, ada informasi di fanpages tentang informasi game online. Rasa tertarik itu muncul kembali, apalagi game itu merupakan kegemaran Nexia. Dengan harapan bisa menemukannya dan meminta maaf, aku hadir kembali di dunia mirc. Untuk mengakali agar dia tidak menghindar, aku menggunakan nick name lain, bukan ‘Adi’ melainkan ‘Nugraha’.

Game berlangsung seru dan peserta lebih banyak dari game yang sebelumnya. Kalah atau menang bukan tujuan utama, tetapi Nexia, kuharus menemukannya. Meskipun banyak menyita waktu untuk tetap fokus pada mirc lagi. Selain itu, aku juga meminta bantuan kepada Alex agar mudah mencari Nexia. Usaha itu berhasil. Aku kembali menyapa Nexia untuk meminta maaf. Namun, sepertinya dia telah geram pada diriku. Sampai dia marah.

<Nexia> Apa kau tahu? Seumur hidup pertama kali kudipermalukan, ya itu sama cewekmu!
<Nugraha> Nexia, aku mohon, maafkan aku... ini hanya salah paham. Saat itu aku dan dia baru saja putus, jadi mungkin dia cemburu atau bagaimana...
<Nexia> Aku tidak peduli dengan hubungan kalian, tapi tolonglah, jangan memaki orang seenaknya di chanel. Bisa kan dia menyapaku terlebih dulu secara private?
<Nugraha> Iya, aku ngerti, aku paham dengan kondisimu saat ini... tapi tolong, jangan menghilang lagi seperti kemarin. Jika dia masih memakimu, kabari aku saja. Biar aku yang menegur dia.

Nexia menceritakan semua kekesalan selama ini. Baginya, rasa cemburu itu wajar jika ada seseorang yang dicintai dekat dengan orang lain. Tapi yang tidak bisa diterima, arogansi Icha yang membuat Nexia malu di depan semua anak-anak mirc. Dari kejadian itu, Nexia sering mendapat teror sms maupun misscall dari nomor yang tidak dikenal.

Dan, hingga saat ini, belum kutemukan jawaban yang sebenarnya akan Icha. Apa yang diingikan dan diharapkan olehnya. Semua masih dalam bayang semu dan sulit untuk diterka. Terlebih, kudengar cowok yang dari Jakarta itu sudah sembuh, dan berusaha menemui Icha lagi, namun Icha menolak untuk bertemu. Masih cintakah dia denganku? Atau hanya perasaanku saja yang masih rindu? Walaupun semau sisa bayangan dan cinta telah kutepis, tetap saja hati ini terus merintih merindukan dia.


Review Buku : Sejingga Jilbab Senja

6:00:00 PM 5 Comments A+ a-

Sejingga Jilbab Senja

Dari judulnya saja, sudah menarik, bukan? Ketika melihat buku ini saya langsung penasaran dan kemudian membacanya dengan seksama.

Buku ini mengisahkan tentang gadis desa yang bernama Senja. Saat masih kecil, ayahnya meninggal, dan akhirnya dia diasuh oleh Emak seorang diri. Karena kasih sayang Emak itu, Senja menjadi anak yang nakal di usia remaja. Seringkali dia merepotkan emaknya apalagi kalau di pasar.

Tinggal di kampung kecil dengan fasilitas minim membuat Emak harus bersusah payah mencari rezeki dan menyekolahkan Senja. Setelah lulus dari SLTA, senja diminta untuk melanjutkan kuliah di kota agar menjadi orang yang lebih baik. Senja pun menuruti permintaan Emak, meksi sebenarnya dia ingin membantu Emak berjualan atau usaha di kampugn tercinta.

Di kota, dia memiliki sahabat yang memiliki hobby sama, mereka Kejora dan Kirana. Bahkan karena Senja dan Kejora tinggal satu kost, Senja menganggap Kejora itu sebagai penggatnti
Emak sementara. Karena sifat Kejora yang keibuan dan selalu menasehati Senja seperti emaknya sendiri.

Hari terus berganti, tak terasa Senja telah tinggal di kota dan meninggalkan kampung cukup lama. Meskipun sering berkomunikasi dengan Emak melalui surat, tapi hatinya rindu. Sedangkan di kota, tidak ada tempat seindah di kampungnya. Rasa rindu itu kadang diobatinya dengan menaiki gedung untuk melihat bintang. Baginya, ayah terlihat tersenyum ketika bintang itu berpijar dengan terang.

Senja yang memiliki sifat cuek, ternyata ada dua pria yang menyukainya. Bahkan yang satu sangat gila sampai-sampai setiap hari mengirim bunga mawar dan disebar di depan kostnya. Hal itu sangat dibenci Senja dan Kejora karena membuat kotor dan harus dibersihkan. Senja sangat benci itu. Hingga suatu hari pun diketahui siapa yang selalu mengirim makanan kambing ke kostnya itu.

Hidupnya penuh warna, tawa dan tangis dilewatinya dalam meniti kehidupan ini. Hingga suatu hari ia meminta Kejora untuk membawakan kain panjang seperti yang dikenakan Kejora di kepalanya. Dia ingin memakai kain panjang itu saat ini. Kejora saat itu terus menuruti permintaan Senja, apapun akan dilakukan selama membuat Senja senang. Selain itu, memang Kejora tidak ada pilihan lain selain harus menuruti apa kata Senja.


--
Cerita yang tersaji menarik karena susah ditebak endingnya. Buku Sejingga Jilbab Senja ini berhasil memberikan nuansa yang berbeda dalam cerita-cerita anak remaja lainnya. Penulis berhasil membuat pembaca menjadi semakin penasaran apa yang terjadi di cerita pada halaman selanjutnya, sehingga enggan menutup bukunya sebelum selesai hingga akhir.

Penulis saat ini masih duduk di kelas 2 SMK Negeri 1 Purbalingga. Hobby menulisnya sudah ada sejak lama, dan di tahun 2016 dia berhasil menerbitkan buku pertamanya.


Bagi yang ingin berkenalan atau menyapa dengan penulis dan atau ingin membeli bukunya? Langsung saja bisa menghubungi Umi.

Ilusi Cinta - Part 2

10:00:00 AM 6 Comments A+ a-

Ilusi Cinta Part 1

Aku mencoba bangkit dan menghapus nama Icha dalam ingatan. Namun, tetap saja ia terus menghampiri dalam mimpi-mimpi. Suaranya masih terdengar jelas di telinga, bahkan ketikannya masih menggantung di kelopak mataku. Padahal, teringat tentangnya sedikit saja membuat dada sesak dan jantungku terasa nyeri. Aku membencinya begitu besar hingga muak mendengar namanya. Tapi aku masih terus melihatnya di mirc. Dia masih saja ada di chanel di mana aku bersemayam. Inginku usir dia, tapi╨ tidak punya hak, itu chanel umum, yang semua orang bisa bergabung dan bebas mengobrol dengan siapa saja.

Karena hati yang terus tersiksa, lebih baik aku yang menghindari dia, mengalah untuk tidak melihatnya lagi. Iya, aku berusaha menjauh dan menghilang dari chanel di mana ada Icha. Karena aku sudah benar-benar muak melihatnya. Telah kuberikan segenap rasa cinta yang tulus untuknya, namun begini ujungnya. Sakit sungguh menyakitkan, sayatan demi sayatan terus membuat luka hati semakin menganga. Luka itu menjadikanku seperti orang yang linglung. Hidup tanpa arah dan tujuan. Semua sirna dalam sudut kehampaan yang kelam, tanpa seutas cahaya, dan tanpa harapan.

Bahkan, aku mulai sering membolos kuliah. Malam kugunakan kembali bermain games online untuk membuang semua rasa sakit yang tak berujung sembuh. Kuakui hidupku saat ini seperti zombie yang bergantayangan. Malam begadang hingga pagi, tidur, makan, game online lagi. Hingga sampai hati kulukai hati ibu karena sikapku yang menjadi tidak waras begini. Aku tahu, ibu begitu sedih melihat keadaanku, aku mencoba tersenyum untuk menghiburnya. Namun, ibu mana yang tak tahu keadaan anaknya? Sampai-sampai rela menyeisihkan uang belanja bulanan hanya membelikan handphone baru untukku. Tapi, yang kuinginkan saat ini bukanlah handphone, melainkan obat hati yang sempurna untuk menyembuhkan luka tersayat.

Meski begitu aku tetap berusaha tegar di hadapan semua orang, baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Aku tak pernah menunjukkan rasa sedih itu, kupendam sendiri dalam hati yang terus membuat jantung ini semakin sakit dan menyengsarakan. Namun, sahabat sejati tetap mengerti tentang keadaanku, ya, Alex, dia tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Sesekali dia menjadi penasehatku. Berusaha agar semangatku kembali muncul. Tetapi bagaimana caranya? Hatiku telah mati! Kini apalah hidupku yang tak ada arti.

Alex tidak kehabisan akal, dia mengajak ke server mirc yang lain, yang merupakan pecahan server yang telah rusak. Dia mengenalkanku pada teman-teman baru, game baru, suasana baru dan tentunya tidak ada Icha. Orang-orang yang di sini juga sangat welcome dan asyik. Mereka mudah untuk memberikan informasi penting dan bermanfaat.

Di server baru ini, rasa sakit hatiku mulai berkurang. Iya, ada sebuah event games di sebuah chanel dengan hadiah yang sangat menjanjikan, tentunya aku ikut dan tidak boleh ketinggalan. Demi menjadi juara, aku rela setiap hari menghabiskan waktu untuk games ini, meskipun ujungnya aku tidak mendapat gelar juara, karena di sini persaingannya sangat ketat. Mereka yang bermain merupakan master-master dari games tersebut. Namun, hal baiknya, kudapatkan banyak teman yang peduli dan sedikit menghilangkan Icha dari benakku.

Hari berganti hari, waktu terus berjalan, yang pada akhirnya Tuhan kembali mengenalkanku pada seorang gadis. Dia tidak banyak bicara, seorang gamer sejati. Semakin hari semakin akrab dengannya dan bermain games di chanel setiap hari. Banyak trik dan cara jitu yang diajarkan olehnya agar memenangkan games dengan mudah dan cepat. Bahkan, kami berteman di akun social media. Oh, ya, namanya Nexia, gadis cantik dari Bandung yang masih kuliah di fakultas informatika di salah satu universitas ternama di Kota Kembang.

Aku berharap perasaanku tidak lebih dari sekedar teman kepadanya. Karena aku masih takut, iya jujur aku takut melukai hatinya. Aku takut menjadikan dia hanya sebagai pelarian semata. Benar-benar kukendalikan hati ini, agar tidak ada yang terlsakiti, untuk mengobrol saja, aku lebih sering di chanel, bukan secara private. Dan obrolan itu masih seputar games. Tetapi, tetap saja ada yang menyebarkan gosip, bahwa kami ada sesuatu yang spesial.

Gosip itu dengan mudahnya menyebar dengan cepat bak api menyambar minyak. Berita yang belum jelas itu menyebar ke seluruh server jagat mirc. Dan tentunya sampai di telinga Icha, yang memaksa dia harus masuk ke server baru ini. Dia meluapkan rasa kecemburuan dan emosi di chanel itu dan membuatku semakin malu.

<Icha> Permisi, apa benar ada yang bernama Nexia di sini?
<Nexia> Saya, ada perlu dengan saya, Kak?
<Icha> Oh, jadi lo yang udah mengalihkan perhatian Adi dari gue?
<Nexia> ?? Maksudnya apa, Kak?
<Icha> Gak usah pura-pura bego lah jadi cewek
<Titha> Bukankah Mba Icha dengan Mas Adi sudah putus?
<Icha> Eh, siapa lagi lo? Gak usah ikut campur dengan urusa kita! Aku sama Adi belum remsi putus.

Hal yang jelek dari chater cewek pun muncul. Mereka bertengkar di chanel dan saling mengumpat. Awalnya aku tidak ingin ikut campur dengan obrolan para cewek-cewek itu, tapi Icha sudah keterlaluan dan membuatku turun tangan.

<Adi> Cha, udahlah, semua duah berakhir saat kamu memilih dia, kamu yang pilih dia, Cha... kita udah putus!

Sejenak chanel mejadi hening, aku juga bingung harus mengatakan apa ke Nexia. Semenjak kejadian itu, sudah seminggu dia tidak muncul di mirc. Perasaan bersalahku muncul dan ingin meminta maaf atas semua kesalahpahaman ini, namun dia menutup diri dariku, sampai-sampai akun social mediaku diblokir olehnya. Aku hanya ingin meminta maaf dengan Nexia, gadis yang tidak tahu apa-apa malah menjadi incaran amarah Icha.

Icha, semua ini karenamu, dan aku sangat membencimu,” umpatku sebelum tidur.