'Me Cobek Tagawa', Sajian Mie Enak Asli Purbalinga. Kamu Berani Level Berapa Pedasnya?

www.erycorners.com
Me Cobek Tagawa
Beberapa minggu terakhir ini Purbalingga diberikan cuaca yang cerah dan ceria. Termasuk kemarin sore. Jadi pas pulang kerja, kemarin saya tidak langsung ke rumah melainkan melipir dulu ke sebuah tempat makan yang ada di sekitar Kota Purbalingga. Kebetulan lokasinya juga tidak jauh dari tempat saya kerja, naik kendaraan motor ya lima menit sampai lah. Dekat banget, kan? Itu juga sudah termasuk macet di lampu merah. Hahahaha.

Dan saya sendirian nih datangnya, pede banget. Biasanya sama Pak Suami, tapi belum jam pulang kerja, dan jauh juga karena kerja di Purwokerto. Memerlukan waktu empat puluh limat menitan untuk menuju Purbalingga. Jadi, yo wis lah, aku sendirian aja, berani, apalagi untuk makan, ya kan?

Okay, perjalanan singkat pun berakhir, dan saya sampai di lokasi tujuan. Mau tahu di mana itu? Tepatnya saya sampai di ME COBEK TAGAWA. Mirip nama-nama Jepang gitu, ya? Apa ini punya orang Jepang? Ikuti ceritanya selengkapnya sampai selesai, ya.

www.erycorners.com
Daftar menu Me Cobek Tagawa, harganya murah meriah banget

Sampai di situ tentu saja saya langsung menuju tempat pemesanan. Di situ tersedia daftar menu, dan harganya ternyata murah-murah banget. Oh ya, for your information, menu di sini tentunya Mie, yes. Tapi bukan mie instant. Saya memesan Me Special Hot Plate dan minuman Jeruk Hangat. Setelah memesan, saya memilih duduk di lesehan, dong, biar enak.

Sambil menunggu pesanan datang, eh yang punya nyamperin. Beliau bernama Mas Aam. Jadi, saya bisa tanya-tanya dong pastinya.

"Oh ya, Mas Aam, ini kenapa bernama ME COBEK TAGAWA? Apa memang ada unsur-unsur Japanese-nya?" tanya saya.
"Enggak sih, Mbak, ini malah asli lokal Purbalingga," jawabnya.
"Oh ya? Tapi kenapa bisa 'Tagawa'?" makin penasaran dong saya.
"Jadi begini, aslinya itu berasal dari bahasa Ngapak, 'Tak Gawa' yang artinya 'Takbawa/Dibawa'. Tapi, biar mudah, jadi ya sekalian 'Tagawa'," jelasanya. Dan saya manggut-manggut saja mendengarkan penjelasannya.

www.erycorners.com
Daftar menu juga ada di papan

Kemudian, Me Special Hot Plate yang saya pesan datang juga. Tidak ketinggalan pula minuma Jeruk Hangatnya. Karena tahu saya mau menikmati makanan, Mas Aam undur diri dan masuk ke dapur. Okay, fine, saatnya saya melahap hidangan yang sudah tersaji. Dari aromanya itu sudah tercium kelezatan yang hakiki.

www.erycorners.com
Me Special Hot Plate saya sudah datang, mari kita makan

Isinya apa sajakah dalam sepiring hot plate ini. Yang jelas dan utama itu ada mie, kemudian ada daging ayam, jamur, irisan bawang bombay dan sedikit kuah. Pertama kali saya cicipin itu kuahnya. Hmm, maknyus banget, ada rasa gurih dan aroma harumnya. Dan sambil diaduk-aduk, saya  coba daging ayamnya, empuk. Selanjutnya perlahan menikmati mie yang masih panas. Mienya kenyal, enak, bumbunya cukup meresap, sehingga meski panas, saya terus memakannya karena tidak mau berhenti untuk mengunyahnya.

www.erycorners.com
Hmm, yummy banget... slruuuuppp

Ketika makanan saya tinggal setengah porsi, Mas Aam menghampiri lagi. Beliau bertanya-tanya bagaimana rasanya, apakah ada yang kurang atau tidak? Saya menjawab ini sudah pas, bumbunya terasa, mienya enak, aroma harum dari bawang bombay juga dapat serta ada gurihnya.

Selain itu Mas Aam juga menambahkan kalau masakan yang dijualnya tidak mengandung MSG (baca: micin) dan saos. Akan tetapi, menggunakan cabai bagi yang doyan pedes. Jadi di tempat makan ini, kita bisa memilih level pedasnya berapa? Kalau saya sih tentu level pedasnya nol alias zero, hahahah. Di sini tersedia level pedas dari level satu sampai tiga puluh. Terus, kalau yang berani memecahkan rekor di atas level tiga puluh, dan menghabiskannya, bakalan gratis deh, enggak usah bayar.

www.erycorners.com
Lokasi cukup luas dan lukisan di dindingnya unik

Level satu itu berarti satu cabai yang merah dan pedas banget. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana jika level tiga puluh? Pedasnya seperti apa?

Sambil saya menghabiskan mie yang di hot plate, ada extra atau tambahan menu saya yaitu Me Tagawa. Kemasannya dalam mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Tapi perut saya sudah kenyang, jadi saya minta dibungkus saja. Hihihii

Me Tagawa ini porsinya setengah dari Me Special Hot Plate, ya. Karena yang di hot plate itu dua porsi dari menu-menu yang ada. Jadi, kalaupun saya memungkinkan untuk menghabiskan makanannya, saya malu lah, masa cewek-cewek makannya banyak banget. Ya saya minta bungkus, wkwkwkwk.

www.erycorners.com
Semangkuk Me Tagawa dan cabai yang super pedas, tapi cabainya saya jadikan pajangan aja

Dan hari pun makin gelap, saya berpamit untuk pulang. Dan akan menikmati Me Tagawa yang dibungkus itu. 

Oh ya, sekedar informasi, saya salut sama Mas Aam, beliau termasuk orang yang rajin beribadah, bahkan ketika terdengar suara adzan, karyawannya diharapkan berhenti bekerja selama lima sampai sepuluh menit untuk salat. Kecuali memang sedang tanggung melayani order by online. Karena Me Cobek Tagawa ini juga melayani order by Go Food. Dan saya lupa kemarin belum menawari menggunakan SPOTS. Nantilah kalau saya main ke sana lagi, saya coba tawarkan menggunakan aplikasi kasir SPOTS.

Jadi, buat yang di Purbalingga dan sekitarnya enggak usah bingung-bingung kalau mau menikmati masakan mie yang enak, karena ada Me Cobek Tagawa. Buka dari jam sepuluh pagi sampai dengan jam delapan malam. Lokasinya terletak di Jalan D.I Panjaitan No. 43, Purbalingga.

ME COBEK TAWAGA
Buka: 10.00 - 20.00 WIB
Instagram: @mecobektagawa 
Phone: 0811 2816 990 
Jl. D.I Panjaitan No. 43, Purbalingga, Jawa Tengah.

4 Tempat Wisata Murah di Medan

www.erycorners.com

Medan, Sumatera Utara, salah satu tempat yang saya impikan untuk saya datangi. Karena selama ini saya hanya tahu tentang cerita kota tersebut dari teman-teman chating saya di MIRC. Mereka sering 'memanas-manasi' bahwa Medan itu apik, banyak tempat wisata alam, tempat sejarah, kebudayaan yang luhur atau tentang makanan yang enak-enak itu banyak sekali di Medan. Dan fix, kalau mereka lagi cerita begitu, saya langsung emosi dong, cuma dipamerin dan bikin sebel. Sontak langsung saya marah-marah ke mereka biar segera kirim tiket dan akomodasi untuk saya liburan di Medan.


Namun, sebelum saya ke Medan, ada perlunya untuk mencari tahu dulu tentang tempat wisata yang dekat dengan Kota Medan, terus murah dan ramah dengan anak-anak. Terlebih saat ini musim liburan sekolah, kan? Jadi, yang anak-anaknya sudah memasuki libur sekolah, bisa banget nih diajak untuk liburan. Selain itu, liburan yang saya mau juga yang tidak perlu menguras kantong, dong. Biar liburan tetap budget terkontrol gitu, atau bisa beli oleh-oleh untuk yang di rumah. Nah, berikut merupakan tempat wisata Medan dengan harga murah meriah.

1. Istana Maimun Medan
Saya rasa, siapa sih yang tidak ingin menengok peninggalan sejarah dari Kota Medan ini. Istana ini konon mulai dibangun pada tahun 1888 pada masa Kesultanan Deli, Sumatera Utara yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Mahmud Al Rasyid. Pembangunan istana tersebut juga didesain oleh arsitek dari Italia. Wah, zaman dulu banget, sudah ada arsitek Italia datang di Bumi Nusantara kita ini. Mantap ya Sultan Mahmud ini, bisa membangun istana dengan arstiek orang Italia. Dan pembangunan tersebut selesai pada tanggal 18 Mei 1891.

www.erycorners.com
Sumber: https://www.instagram.com/p/By2gUj-F4ie/

Hingga pada saat ini istana tersebut masih berdiri dengan megahnya di Kota Medan. Tak heran, saat ini bisa menjadi ikon Kota Medan yang wajib dikunjungi. Di dalam Istana Maimun kita bisa belajar tentang sejarah, kebudayaan dari zaman dulu, atau hanya sekadar melihat-lihat bangunan yang megah dan indah.

Nah, ini cocok juga mengajak anak-anak atau bersama keluarga untuk berkunjung ke Istana Maimun. Selain berwisata bisa juga belajar. Ditambah lagi, harga tiketnya yang sangat murah meriah karena per orang hanya dikenai Rp 5.000,00. Kurang murah apa lagi, coba? Untuk jam operasional mulai buka jam delapan pagi hingga jam lima sore, tetapi jam dua belas siang hingga jam satunya tutup. 

Istana Maimun ini beralamatkan di Jalan Sultan Ma’moen Al Rasyid Nomor 66, A U R, Medan Maimun, Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kode Pos 20151.


2. Masjid Raya Medan Al Mashun
Setelah ke Istana Maimun, rasanya tidak afdol kalau tidak bertandang ke Masjid Raya Al Mashun. Selain sebagai tempat ibadah umat islam, masjid ini juga merupakan masjid yang bersejarah. Dibangun masih pada masa Kesultanan Deli, 21 Agustus 1906 dan selesai pada tanggal 10 September 1909. Kabarnya masjid ini sengaja dibangun lebih megah ketimbang istananya, dan biaya pembangunannya ditanggung sendiri oleh sang Sultan.

www.erycorners.com
Sumber: https://www.instagram.com/p/Bvj6LkOFfBO/

Menariknya Masjid Raya Medan Al Mashun ini merupakan salah satu masjid yang tertua di Kota Medan dan merupakan landmark di kota ini. Selain bangunannya yang megah, desain arsitekturnya juga sangat menawan dan elok. Jadi, yang liburan ke Kota Medan, wajib banget untuk singgah di Masjid Raya Medan Al Mashun yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kode Pos 20212. 

Karena di sini merupakan tempat ibadah, jadi masuk ke sini gratis, dan buka selama dua puluh empat jam. Tapi, saya pesan satu hal kalau kita ke sini, tidak boleh terlalu bising, takutnya ada yang sedang beribadah malah keganggu kita yang ambil foto-foto (kayak saya, kalau datang ke mana yang nomor satu foto-foto).


3. Graha Maria Annai Velangkanni
Setelah tadi ada bangunan masjid, di Medan juga tak ketinggalan ada bangunan gereja yang sangat megah. Namanya Graha Maria Annai Velangkanni, yang merupakan Gereja Umat Katolik sekaligus tempat wisata. Bangunan ini dibangun pada tahun 2005 dengan desain arsitek yang bernuansa India-Mughal. Tak heran, meskipun ini sebuah gereja, tapi bangunannya mirip candi-candi hindu di India. Nah, kita yang mau berwisata bisa banget datang di sini untuk mencari tahu tentang sejarah, asal-usul dan melihat-lihat keindahan arsitektur yang tersematkan.

www.erycorners.com
Sumber: https://www.instagram.com/p/Br70bNJlR3r/

Graha Maria Annai Velangkanni ini terletak di Jalan Sakura III Nomor 7, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kode Pos 20135. Untuk masuk ke sini juga gratis ya, Guys, tidak dipungut biaya, karena tempat ini merupakan tempat ibadah. Jadi, ketika kita berkunjung ke sini jangan sampai menganggu mereka-mereka yang sedang beribadah.


4. Tjong A Fie Mansion Medan
Rumah milik Tjong A Fie ini juga wajib dikunjungi ketika kita jalan-jalan di Medan. Karena apa? Karena kita bisa melihat bangunan tua yang penuh misterius namun tetap cantik dan elegan meski sudah termakan oleh zaman. Tjong A Fie sendiri ini merupakan pengusaha dari Tionghoa yang juga hidup di masa Kesultanan Deli. Bahkan Tjong A Fie juga kenal dengan dengan Sultan Mahmud Al Rasyid, dan juga turut berperan dalam pembangunan Masjid Raya Medan Al Mashun. Tjong A Fie juga seorang yang kaya raya, ahli politik dan tentunya merupakan pemimpin Etnis Tionghoa (menggantikan kakaknya yang meninggal) di Medan. Dan Tjong A Fie meninggal pada tahun 1921.

www.erycorners.com
Sumber: https://www.instagram.com/p/0X0SHqvhJ9/

Untuk mengenang kemegahan dan sepak terjangnya yang malang melintang di dunia perekonomian, rumahnya kini menjadi tempat wisata sejarah. Dari rumah tersebut kita juga bisa belajar tentang kebudayaan masa lampau tentang perekonomian di Kota Medan di tangan orang Tionghoa serta kita bisa belajar tentang kemajemukan budaya dalam berbangsa. Bahkan, rumah ini juga bisa dikatakan sebagai lambang keberagaman, yang saat ini juga sudah masuk dalam cagar budaya di Kota Medan.

Bangunan rumah tersebut konon misterius namun tetap eksotis, karena terdapat sentuhan khas Melayu dan nuansa Eropa bersatu padu. Tak heran, tempat itu menjadi salah satu wisata hits di Kota Medan yang diburu pelancong. Harga tiketnya juga cukup terjangkau, sebesar Rp 35.000,00. Dan dari harga tersebut terbayar lunas dengan keelokan bangunan yang banyak menyimpan sejarah.

Tjong A Fie Mansion Medan ini terletak di Jalan Jend. A. Yani No. 105, Kesawan, Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kode Pos 20236.

Okay, itu tempat wisata murah meriah yang wajib dikunjungi ketika kita berkunjung ke Kota Medan. Dan soal kita akan menginap di mana juga tidak perlu khawatir, karena banyak sekali hotel di Medan yang dekat dengan lokasi wisata tersebut. Sehingga kita tidak perlu khawatir dengan budget yang kita sediakan untuk liburan di Kota Medan.

www.erycorners.com
Mencari hotel murah di Medan via online

Cara pemesanannya juga sangat mudah, tinggal buka saja Pegipegi baik melalui website ataupun aplikasi. Di pegipegi, pencarian hotelnya sangat memudahkan kita yang akan booking. Berbagai fitur juga terdapat di dalamnya seperti:

1. Filter pencarian hotel
Ini sangat berfungsi sekali ketika kita mencari sebuah hotel via online. Karena akan membantu kita untuk menyesuaikan budget yang kita punya.

2. Fitur penentuan tanggal menginap
Fitur ini merupakan salah satu fitur yang penting bagi kita. Karena di sini kita bisa memilih dan menentukan tanggal untuk menginap.

3. Fitur tentang info hotel
Di sini banyak sekali pihannya, dari mau pilih hotel yang berbintang satu hingga berbintang lima. Kemudian ada menu juga tentang pilihan hotelnya seperti apa? Ada banyak pilihan fitur hotelnya seperti kolam renang, kamar menggunakan AC, wifi, dan lain-lain. Dan yang terakhir, tipe hotel. Mau menginap di hotel yang bagaimana? Seperti Villa, Bungalow, Cottage, atau bahkan hotel budget. Semuanya ada dalam fitur pencarian hotel di Pegipegi.

4. Fitur lokasi penginapan
Setiap kali kita booking hotel, tentunya tidak ingin jauh-jauh dari lokasi yang akan kita tuju. Dengan booking via Pegipegi, tentunya kita dimudahkan dengan adanya fitur lokasi penginapan di dekat mana.

5. Adanya fitur urutukan pilihan hotel
Selama melakukan pencarian hotel, kita dihadirkan pilihan hotel yang seperti apa. Kalau saya lebih suka dengan urutan hotel sesuai rekomendasi dari Pegipegi, namun yang menginginkan lainnya, ada pilihan urutkan berdasarkan harga terendah ke tinggi, atau sebaliknya. Dan ada juga berdasarkan urutan dari nilai ulasan. Wah, semakin mudah saja, kan?


Selain kelima fitur tersebut, menginap di hotel menggunakan Pegipegi juga cara pembayarannya mudah sekali. Ada banyak pilihan cara pembayaran baik melalui ATM, internet banking, dan lainnya.

Okay, itulah tentang beberapa tempat wisata yang murah dan info penginapan murah di Medan. Semoga bermanfaat ya, Guys. Selamat berlibur dan have fun ^_^.

Purbalingga Blogger United

www.erycorners.com
Blogger saat ini bukan lagi hal yang asing bagi kita, terutama kaum yang melek akan internet, sedikitnya akan mengerti apa itu seorang blogger. Kalau menurut pengetahuan saya yang masih simple sih, blogger ialah orang yang menulis di web blog baik menggunakan platform berbayar maupun yang gratis. Buat saya berbayar atau gratis, yang utama itu konten. Rajin enggak mengisi konten? Jangan sampai sudah membayar ini dan itu, tapi blognya kosong. Jadi, harus semangat untuk mengisi konten, ya.

Berbicara tentang konten ini cakupannya luas banget. Saya sendiri masih kekurangan bahan untuk menulis di blog, tapi saya akan berusaha setidaknya minimal ada empat atau lima tulisan yang terpajang di blog setiap bulannya. Terus terang, untuk membuat menulis saya juga suka mengandalkan mood dan the power of kepepet. Kalau memang ada deadline, sebisa mungkin akan saya libas di hari itu juga. Tetapi kalau tidak ada deadline, ya sudah, angin-anginan. Kayak sekarang ini, di bulan Juni baru tulisan ini yang majeng di blog www.erycorners.com .


Dan untuk menyemangati diri menulis di blog, bergabung di komunitas blog itu memang perlu. Saling blog walking atau sekadar membaca tulisan punya teman. Nah, dari itu, saya dan dua orang teman mencetuskan untuk membuat komunitas blogger di daerah kami, Purbalingga.

Purbalingga Blogger United (Babon)
Dengan obrolan yang simple saat itu saya dengan Mas Bangkit (pemilik blog www.akubangkit.com) terancang untuk membentuk komunitas blogger di Purbalingga. Namun saat itu masih wacana, kemudian direalisasikan setelah lebaran, Mas Bangkit mengajak teman kami yang satunya yaitu Mas Sukman. Setelah membuat grup WA yang berisikan tiga manusia, dan ngobrol ngalor ngidul, akhirnya kemarin pada Sabtu Malam, 15 Juni 2019 kami semua bertemu di Alun-alun Purbalingga untuk membahas lebih lanjut.

Dan akhirnya tercetuslah nama Purbalingga Blogger United dan yang disingkat menjadi Babon (maksa banget, ya?). Sebenarnya ingin ketawa mendengar kata 'Babon'. Karena secara harfiah menurut kebahasaan daerah kami (bener enggak nih nulisnya), Babon itu istilah untuk Ayam Betina yang sedang mengerami telur atau bisa juga bisa berarti induk ayam. Dan pada akhirnya saya yang didaulat sebagai Ibu Ketua Babon. Boleh ketawa ngakak, kok.. hahaha

Selanjutnya setelah terbentuk komunitas, kami tentu mengundang para blogger khususnya di daerah Purbalingga untuk bergabung. Tujuan komunitas ini juga masih sederhana, di antaranya:

www.erycorners.com

1. Menjadi wadah para Blogger Purbalingga
Fine, sebenarnya di Purbalingga itu banyak bloggernya loh, tetapi mereka mencar-mencar. Untuk bertemu masih sangat sulit, ya paling bertiga aja yang sering ketemuan. Nah, dengan adanya Babon, diharapkan blogger di Purbalingga bisa saling mengenal satu sama lain dan tentunya saling support.


2. Menjadikan semangat untuk menulis
Alasan yang paling klasik ini menurut saya. Karena dengan adanya teman-teman lain yang menulis, tentu bisa mendorong kita untuk semangat. Kalau enggak ada yang menyemangati, jarang nulis, termasuk saya sendiri.

3. Mengenalkan literasi melalui blog
Rasanya ini tujuan mulia banget, ya? Padahal tulisan saya masih acak adut begini. Tapi setidaknya dengan adanya Purbalingga Blogger United, kami bisa memberikan informasi yang menarik, akurat, bermanfaat dan tentunya fakta (bukan hoax) yang dikemas dalam tulisan.

Jadi, bagaimana? Tertarik untuk bergabung dengan kami? Ayuk, warga Purbalingga yang mau ngeblog, bisa hubungi saya untuk dimasukan ke dalam grup WA. Gratis tanpa dipungut biaya, karena kita bukan jualan. Hahaha...


Okay, sekian dari saya, terima kasih. Saya tunggu kalian yang orang Purbalingga untuk gabung. See you next time.