Merpati itu Kembali Terbang Bebas

12:40:00 PM 5 Comments A+ a-

Suatu waktu yang telah lama bertahun-tahun. Merpati itu hanya terkukrung di dalam sangkar emas. Ingin membebaskan rasanya tak mungkin, bagaimana bisa bebas? Seluruh dinding sangkar tak memiliki celah. Kuncinya pun dibawa Sang Elang yang melalang buana ke negeri antah berantah. Merana sudah Merpati itu. Sendiri terkurung dalam sepi tanpa teman.

Namun, ia tak patah semangat, dia mencoba terus mencari celah agar bebas. Hingga suatu hari, hujan lebat mengguyur, sangkar emas itu terbawa banjir dan terombang ambing. Benturan dengan bebatuan dan Merpati itu hampir saja mati. Tak bisa berkutik apa-apa. Ia hanya mampu pasrah jikalau itu adalah akhir hidupnya.

Dan takdir pun berbeda, ia terdampar di suatu tempat yang baru. Begitu hijau pemandangan di sekitar. Bahkan, ada kebahagiaan baru, dinding sangkar itu rusak. "Oh, mungkin itu karena benturan dengan benda keras," pikirnya. Tak lama kemudian, Merpati itu pun keluar, mengepakan sayapnya lagi. Bahagia! Hanya kata itu yang bisa menggambarkannya.

Tapi ia, tidak mudah untuk melupakan begitu saja akan kenangan lamanya. Merpati itu bertekad untuk mencari Sang Elang, pujaan hatinya. Dengan sayapnya yang indah, ia menelusuri seluruh pelosok negeri. Berharap, menemukan Sang Elang. Ah, namun sia-sia, Elang itu seperti di telan bumi, atau memang benar-benar ke negeri antah berantah yang tak ada di dalam peta.

Dan Merpati pun lelah. Pencariannya tak ada hasil. Ia pun setengah menyerah, putus asa dan kecewa. Beruntung dia bertemu dengan dua orang sahabat baru. Dua burung Cawi yang sama cantiknya itu mengajaknya untuk terbang mengelilingi dunia. Dan benar, begitu indah panorama ciptaan Tuhan itu. Merpati pun terkesima. Begitu antusias dan melupakan kesedihan hatinya yang tak pernah bisa menemukan sang Elang.

Bahkan, Merpati itu, bisa terbang untuk bertemu dengan sahabat lamanya, Buruk Gagak Hitam yang jelek yang pernah ada. Ternyata, burung Gagak Hitam itu sedang membantu pohon yang digerogoti ulat. Meski pohon itu berteriak kesakitan, Gagak Hitam itu terus mematuk ulat dan memakannya. Berangsur-angsur pun pohon itu rindang kembali dan berbuah. Ah, Gagak Hitam itu memang selalu berbuat baik. Dia tak kan pernah meninggalkan sahabatnya yang sedang sakit, meski dulu si pohon itu pernah mengusirnya.

Dan ya, Merpati itu bahagia, melihat Gagak Hitam itu masih aktif dan seperti dulu. Hanya saja kesibukan dan kegiatannya sekarang ini sangat menyita waktu, bahka Gagak Hitam itu rela meninggalkan keluarganya sesaat demi tugasnya. Satu minggu sekali ia bisa berkumpul dengan keluarganya.

Merpati itu pun cerita banyak tengan kehidupan selama ini. Tentang Elang yang entah di mana, tentang kecewanya terhadap burung yang tangguh itu.

"Sudah kubilang dari awal, kau bodoh jika mencintainya," celetuk Gagak Hitam.

"Yeah, mungkin kau benar, aku dulu buta karena cinta dan pesona Elang yang begitu menggoda," kilahnya.

"Menggoda dari mananya? Melihat wajahnya saja aku muak dan ingin menghajarnya," ketus Gagak Hitam.

Merpati hanya bisa tertawa renyah mendengarkan pemaparan dari sahabatnya itu.


Setelah bercerita dan menitip salam untuk keluarganya, Merpati itu pergi lagi. Melanjutkan petuaangannya untuk menikmati keindahan alam. Dan yang terpenting baginya, dia bisa melupakan Elang itu. Sedikit demi sedikit, Merpati mulai melepas kenangan yang terus tersimpan di hatinya. Ia menyibukan diri, berbaur dengan hal-hal baru. Menyambangi kawan-kawan lamanya yang terputus yang tak pernah ada kabar. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan sesosok yang berbeda.

Sesosok yang lebih berbobot dari Elang, matanya juga tajam. Sayapnya lebih indah dan menggelitik juga karena badannya kekar.

Ah, ternyata dia Garuda jantan yang penuh pesona. Bahkan, Merpati rela untuk berhenti dari mengelilingi dunia ini. Segala pesona itu, telah mengalihkan dunia Merpati.

Dan pada akhirnya pun mereka saling mengenal dan semakin dekat. Yang membahagiakan, tentunya mereka saling mencintai dan memutuskan untuk tetap bersama.


***The End***

5 comments

Write comments
April 11, 2017 at 4:22 PM delete

Siapakah gerangan merpati itu?hahhaa dan siapakah Garuda itu hahaha >>pinisirin
hi merpati jgn kau habiskan waktumu untuk Elang yang bahkan dengan teganya menutup duniamu kau berhak mendapatkan pengganti Elang yang jauh lebih baik :)

Reply
avatar
Mirwan Choky
AUTHOR
April 11, 2017 at 10:53 PM delete

Siapakah garudah jantan itu?

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
April 12, 2017 at 7:13 AM delete

Hahaha siapa yaaa.. Mungkin burung-burung yg suka berkicau di belakang rumah :D


Iya, merpati move on, gak mau terperangkap lagi ;)

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
April 12, 2017 at 7:15 AM delete

Yg bisa terbang tinggi, xixixi eh itu GIA :D

Reply
avatar
Aida Basita
AUTHOR
April 14, 2017 at 9:06 PM delete

Wah, keren... asosiasinya garuda, elang, dan merpati...

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)