4 Desain Rumah dengan Cakupan Ruangan yang Ada Musholanya

by - 12:30:00 PM

www.erycorners.com
Pada saat anggota keluargamu bertambah pastinya rumah kecilmu perlu direnovasi, diperlukannya pembangunan beberapa ruangan tambahan. Tidak hanya kamar yang kamu bangun, tetapi juga bisa ditambahkan ruangan yang lainnya seperti mushola supaya nantinya kamu bersama keluarga bisa melaksanakan salat bersama keluarga tercinta secara berjamaah. Jika dalam waktu dekat ini kamu ada rencana ingin membangun rumah dengan ukuran yang lebih luas dengan cakupan ruangan yang lebih lengkap, maka kami akan memberikan contoh desain rumah yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Berikut 4 desain untuk rumah dengan cakupan ruangan yang ada musholanya diantaranya yaitu:

1. Mushola yang Menyatu dengan Ruang Keluarga
Mushola tidak harus selalu dibuat dalam desain yang tertutup, kamu bisa membuat mushola yang digabungkan dengan ruangan yang lainnya sehingga ini bisa menjadi solusi dari masalah lahan yang minim. Misalnya saja denah rumah yang terdiri dari 3 kamar tidur dan 1 mushola yang menyatu dengan ruang komunal seperti ruang keluarga. Tetapi bukan berarti akan terganggunya kenyamanan aktivitas di dalam mushola. Cobalah untuk memisahkan antara zona mushola dan zona ruang keluarga dengan menggunakan sekat ruangan dekoratif. Yang menjadi poin tambah dari denah ini adalah dalam hal kelancaran sirkulasi dan kesegaran udara pada ruangannya. Ini berkat adanya akses langsung keluar ruang pada sebagian besar ruangan yang ada di dalam denah rumah tersebut.


2. Mushola Menjadi Ruang Transisi Antara Dua Area
Di dalam denah rumah ini terdiri dari 3 kamar tidur dan 1 mushola, dimana 2 kamar tidurnya ditempatkan di bagian belakang rumah, sedangkan kamar yang satunya lagi ditempatkan di lantai atas yang jauh dari hiruk pikuk segala kegiatan yang ada di dalam rumah. Tujuan dari ditempatkanya satu kamar tersebut adalah untuk meningkatkan keamanan dan juga kenyamanan privasi. Kamu bisa menyimpan barang barang berharga kamu dengan aman di kamar ini. Ditempatkannya mushola pada bagian belakang dapur adalah sebagai ruang transisi yang memisahkan dua area dengan fungsinya yang berbeda yaitu area privasi dan area komunal.

www.erycorners.com

3. Rumah 3 Kamar Tidur Dan 1 Mushola di Lantai Atas
Desain yang ketiga ini merupakan organisasi ruang secara konvensional. Dimana pada bagian depan rumahnya itu ada ruang tamu yang terhubung langsung dengan ruang keluarga. Dalam desain ini ruang servis seperti dapur ditempatkan pada bagian belakang rumah yang akan terhubung langsung dengan teras yang berada di belakang. Dari 3 kamar tidur yang disediakan, satu kamar ditempatkan pada bagian belakang sedangkan dua kamar yang lainnya dengan ukuran yang lebih kecil terletak sejajar dibagian belakang rumah, dengan adanya kamar mandi sebagai pemisahnya. Udara di sekitar mushola akan terasa lebih sejuk dan adem, karena letaknya yang bersebelahan dengan area void rumah dan ruang laundry terbuka. Dengan menggunakan desain ini kemungkinannya ibadah akan semakin khusyuk.

www.erycorners.com


4.Denah Rumah 3 Kamar Tidur 1 Mushola Dengan Teras Memanjang
Desain ini dihadirkan khusus bagi keluarga yang memiliki 2 anak, dimana kamar tidur utamanya ditempatkan secara terpisah dari dua kamar anaknya yang berada di bagian depan rumah. Adanya ruang serbaguna di antara dapur dan kamar tamunya, dimana ruang serbaguna tersebut bisa difungsikan sebagai mushola.


Dari 4 desain untuk rumah dengan cakupan ruangan yang ada musholanya di atas, mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan anggaran kamu? 

You May Also Like

49 comments

  1. Saya nanti kalau sudah punya rumah sendiri, pengen musholanya ada di lantai atas, menyatu dengan perpustakaan. Jadi rak-rak buku di pinggir, nempel dinding. Tengah buat mushola serta lesehan sambil baca buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mushola di lantai atad? Atuh kasian si bunda kl bertandang ke rmh Ery gak kuat naik tangganya, hehe .. desihn rumahnya mewah lho.

      Delete
    2. Mba Nanik, iya memang enak kalau gitu.. terus buku-buku bisa tertata rapi..

      Bunda Yati, hehehe, bisa aja nih.. ya doakan saya bisa bikin rumah ya, Bunda.. yang penting nyaman deh.. hehehe

      Delete
  2. Aku lebih suka yg no.3, yang terpisah dr lantai bawah. Udah punya wacana sih kek gitu. Cuma saat ini masih nyampur sama kamar utama di bawah dan belum ada lantai 2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelan-pelan, Mbak.. saya malah belum punya rumah sendiri, masih numpang, hehehe :)

      Delete
  3. Di rumahku (rumah orangtua sih lebih tepatnya wkwk) mushola menyatu dengan ruang keluarga. Kayanya nanti kalau rumah sendiri pengen juga bikin mushola yang menyatu dengan ruan keluarga, jadi biar pas waktu nya sholat, ya sholat semua. Trus enaknya mushola yang nyatu dengan ruang keluarga itu, kalau punya bayi, bayi nya masih terpantau, keliatan dari ruang keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau mushola nyatu sama ruang keluarga memang lebih praktis dan enak..

      Delete
  4. aku ingin banget punya rumah dengan mushola. Kalau sekarang berhubung enggak ada ya sholatnya di masjid atau kalau mau sholat di rumah ya di ruang keluarga aja supaya luas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sebenernya kalau untuk salat itu yang penting nyaman aja ya. Gak harus di rumah, syukur-syukur sih memang bisa ke masjid berjamaah.

      Delete
  5. contoh rumahnya kereen-keereeen ya Mba..aku juga pakai ruang Tengah di mezzanine untuk mushola nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.. kalau saya malah kadang di kamar sendiri salatnya..

      Delete
  6. Ya allah keren banget yaa design rumahnyaa...pengen banget bisa punya rmh begitu .hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, saya juga pengen punya rumah begitu..

      Delete
  7. Saya mau mushola di lantai 1 aja mbak, biar gak capek naik turun tangganya. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini juga pilihan terbaik, saya juga suka yang lantai 1 aja. Membersihkannya juga lebih mudah enggak naik turun, hihihi

      Delete
  8. Aku pengen mushola di luar rumah, tapi kalau malam kok agak nganu ya, hahaha. Enak di dalam, mungking ruang atas biar lebih privasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, kalau mushola di luar rumah, gitu, kecuali untuk umum sekalian gitu ya..

      Delete
  9. Kalau aku suka no.4.... Kalo bisa sih mushola di lantai bawah, kalau ada tamu mau sholat gg usah naik ke lantai atas gitu

    ReplyDelete
  10. Karena rumahku yang sekarang kecil, aku menempatkan mushola merangkap ruang keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupz,emang rata-rata nyatu sama ruang keluarga, Mba Wati.. lebih enak dan praktis juga..

      Delete
  11. Musholla di lantai atas...kayaknya asyik ya, jd berasa tenang... Tp berhubung rumahku spacenya juga terbatas, aku blm punya mushola..jd klo sholat gelar sajadah aja di kamar

    ReplyDelete
  12. Cita-cita banget yang masih terhalang sempitnya rumah. Sementara masih di kamarku kalau mau jamaah. Ada space sedikit yang sengaja kukosongkan khusus untuk sholat. Alhamdulillah muat buat semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.. di kamar juga enggak apa-apa, saya juga gitu, seringnya di kamar

      Delete
  13. iya neh, mushollah emang udah wajib banget ya. Kayaknya tapi aku kalau bangun pake yang tipe pertama deh, soalnya tanahnya kecil, jadi harus dimaksimalkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, untuk lebih baik dan nyamannya penghuni rumah memang perlu memaksimalkan yang sudah ada..

      Delete
  14. masih nyicil nih mak buat isi rumah.. satu-satu dulu, dan aku ngiler liatin image2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mending, Mak.. aku malah belum punya rumah, doakan lah ya, semoga satu per satu bisa terwujud.

      Delete
  15. Naksir design Mushola nya cakep cakep,, kalau aku ruangan Mushola nya di sekat antara ruang tamu dan ruang untuk Sholat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah gitu juga bagus, Mba Asti.. memanfaatkan ruang ya namanya..

      Delete
  16. Kalau sebuah rumah ada ruangan atau tempat khusus untuk sholat memudahkan kalau ada tamu datang untuk sholat ya jadi gak perlu masuk-masuk ke kamar segala. Sekarang kalau sholat aku pindah-pindah aja di kamar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jadi kamar tetep privasi kita kalau ada tamu yang mau salat, sudah ada musholanya

      Delete
  17. Maunya mushalla di lantai atas. Hanya saja saat ini belum kesampaian. Alhamdulillah ada kamar kosong yang dijadikan tempat shalat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba, yang penting bisa untuk salat ya..

      Delete
  18. Sy lebih nyaman sholat d kamar . Klo pak suami pengen punya mushola akhirnya ruang perpus d rmh merangkap mushola

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senengnya ruang perpus jadi mushola, idenya unik juga itu, Mbak.

      Delete
  19. Penasaran dengan desain rumah dengan mushallanya mbak. Sayangnya di gambar ga ada ya

    ReplyDelete
  20. Ini rumah impian saya mbak, yang ada nushallanya, Insyaallah deh

    ReplyDelete
  21. Hm, ini bisa jadi catatan jika kelak bangun rumah sendiri, Mbak. Terima kasih sudah berbagi. :)

    ReplyDelete
  22. Idenya menarik nih. Aku lebih suka musola yg terpisah dari lalu lalang sih ��

    ReplyDelete
  23. kalau saya di manapun musholanya yang penting enak dan dekat dengan tempat wudu dan cukupan
    meski ga terlalu luas tapi klo buat shalat 10an orang muat

    tapi idenya keren2 mbak
    TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah iya, Mas.. sama-sama..
      Kalau muat 10 orang ya termasuk luas juga kalau untuk di dalam rumah.

      Delete
  24. Yang cocok yang pertama, menyatu dengan ruang keluarga. Tinggal gelar karpet besar dan sajadah, lalu mulai sholat bareng deh, hehehe... Cocok banget untuk yang rumahnya minimalis

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)

Labels

Teman-teman Blogger

Member Of

Member Of