Rendang Padang, Makanan Tradisional Yang Mendunia

12:49:00 PM 9 Comments A+ a-

Sumber : www.pixabay.com

Rendang Padang? Siapa sih yang tak kenal dengan makanan tradisional khas Minangkabau itu. Rendang yang merupakan masakan bersantan dan menggunakan dengan daging sapi sebagai bahan utama, kini digemari penduduk di seluruh negeri ini, bahkan dunia. Dengan bumbu-bumbu yang sangat komplit seperti : cabai, serai, lengkuas, bawang merah, bawang putih, dll (konon ada 12 macam bumbu rahasia untuk memasak Rendang yang sangat lezat, mengalahkan Fried Chicken yang menggunakan 11 bumbu rahasia). Jadi, dengan bumbu yang komplit itu menjadikan daging sapi terasa empuk dan sangat lezat (bahasa kerennya uuueeenaaakk tenaaan..). Terus terang saya sendiri masih kurang pandai memasak Rendang (maklum dong,, masih single jadi lebih suka masakan ibu, atau beli ke Warung Nasi Padang, hihihihi..). Di keluaraga besar saya, semuanya menyukai Rendang, pada saat hari raya seperti Idul Fitri, dan Idul Adha, keluarga saya pasti memasak Rendang. Rendang bisa menyatukan keluarga besar saya yang seleranya berbeda-beda. Dari kakek-nenek hingga cucu-cucunya yang masih anak-anak, menu favorit dan utama adalah rendang.

Dan kegemaran saya menikmati Rendang tak hanya di rumah atau di lingkungan keluarga besar saja. Tetapi, ketika hari kerja, saya dan teman-teman sering menikmati Rendang di waktu makan siang (Bos saya yang berkebangsaan Koera juga sangat suka makan Rendang, hehee). Saya sendiri menyukai Rendang dari usia belasan tahun, karena memang ibu sering memasaknya. Namun, kesukaan saya ke Rendang mulai meningkat setelah kerja di Jakarta, saya mempunyai teman yang berasal dari Padang, dan dia mempunyai Warung Nasi Padang di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara. Hampir setiap malam saya makan malam disitu, dan disitulah saya benar-benar merasakan nikmatnya makan Rendang, dan menjadikan Rendang sebagai makanan favoritku. Dan semenjak itu, tiada hari tanpa Rendang, padahal Rendang itu pedas dan bertentangan dengan lambung saya yang tak mampu untuk menahan pedas. Tapi saya punya banyak cara dan akal untuk tetap menikmati Rendang yang nikmat, hehehe...

Sampai saya kembali ke kampung halaman, saya pun masih menyukai Rendang. Dulu mencari Warung Nasi Padang di kota saya tergolong susah, tetapi sekarang Alhamdulillah ya, Warung Nasi Padang di kota saya sudah banyak, tinggal pilih yang mana, semua enak dan lezat masakannya. Jadi, kalau ibu saya tidak memasak Rendang, saya tidak bingung lagi untuk makan Rendang, karena dimana-mana sudah ada.

Rendang sendiri itu merupakan warisan leluhur khas Minangkabau (Sumatera Barat), yang tahun 2011 dinobatkan sebagai "World 50 most delicious food". Makanan paling lezat sedunia versi CNN Internasional. Kontes tersebut melibatkan 35 ribu "rakyat" dunia maya. Kita sebagai warga negara Indonesia patut berbangga, karena Rendang menjadi makanan terlezat di dunia dan bisa menjadi ikon kuliner Indonesia.
Kini Rendang tidak hanya terdengar di negeri ini saja, tetapi sudah terkenal hingga berbagai belahan negeri seperti Hongkong, Amerika, Eropa dan Austalia. Kini banyak cara untuk mendapatkan Rendang, karena Rendang Kemasan pun kini sudah tersedia seperti Rendang Restu Mande. Rendang kemasan Restu Mande tidak menggunakan bahan pengawet dan MSG (Monosudium Glutamat) sehingga sehat dan higienis. Rendang kemasan ini mempunyai masa simpan mencapai 459 hari (1 tahun lebih, lebihnya hitung sendiri ya.. h ehehe). Selain tidak menggunakan bahan pengawet,Rendang Restu Mande juga sangat praktis, jadi kita yang mempunyai hobi traveling, tidak usah bingung-bingung membawa bekal, kita bisa membawa Rendang Restu Mande sebagai bekal. Kita juga tidak perlu bingung atau pusing bagaimana cara mendapatkan Rendang Restu Mande, selain bisa diorder via online di situs www.restumande.com, juga telah tersebar agen-agen di wilayah Nusantara, Rendang Restu Mande juga memiliki cita rasa yang unik dan khas, sehingga mampu merambah ke pasar Internasional seperti di kawasan Amerika, Eropa, Hongkong dan Australia.

Indonesia Megah dengan Hutan

12:43:00 PM 0 Comments A+ a-

Indonesia adalah negeri yang indah, negeri yang kaya akan keindahan alam. Salah satunya adalah Hutan di Indonesia, yang meruapkan paru-paru bagi iklim di dunia. Bayangkan sasja Indonesia tanpa hutan, bukan hanya kita yang tinggal di Indonesia, tetapi seluruh dunia akan merasakan perubahan iklimnya. Akhir-akhir ini sudah kita rasakan begitu panasnya cuaca di negeri ini, hal itu terjadi karena hutan-hutan kita tak megah lagi. Hutan di negeri ini sebagian besar telah rusak, penebangan liar dan penyelundupan kayu ke negara lain masih belum teratasi semua. Belum lagi masalah hutan yang dijadikan sebagai lahan untuk tempat tinggal. Ironis memang, negeri yang kaya ini harus membabat hutan sebagai tempat tinggal.

Semua telah mengetahui, akibat adanya penebangan dan pembabatan hutan secara liar, di negeri ini sering terjadi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Hal itu disebabkan karena tidak ada resapan air hujan, sudah tidak ada akar-akar yang mampu untuk menopang air hujan yang turun. Kita juga telah mengetahui bukan, bahwa di negeri kita ini sebagian besar dalah hutan hujan tropis. Dimana hutan tersebut dapat berfungsi untuk menampung curah hujan yang tinggi, dan mampu menanggulangi bencana alam banjir dan tanah longsor.

Dari dinas Kehutanan Indonesia sudah sering menghimbau untuk melakukan gerakan Penghijauan, lakukan Tebang Pilih, jangan menggundulkan hutan di Indonesia. Akan tetapi, himbauan itu hanya berwujud himbauan. Penebangan liar dan bahkan kebakaran hutan masih sering kerap terjadi. Sudah seharusnya dari pihak pemerintah dan masyarakat untuk menyadari dan bekerja sama untuk menyelamatkan hutan di Indonesia. Melakukan penghijauan kita tidak harus langsung berbondong-bondong ke hutan untuk menanam, tetapi lakukan dari hal terkecil, dari lingkungan kita masing-masing. Kita lakukan penghijauan dari lingkungan kita, marilah kita semua menanam pohon untuk negeri ini. Dengan cara kita melakukan penghijauan, kita sudah membantu untuk mengurangi pemanasan global (Global Warming), dan memperbaiki iklim yang ada di Indonesia serta di dunia.

Kita tidak ingin cuaca panas yang menyengat, bukan? Cuaca yang membuat kita cepat berkeringat dan gerah. Dan kita juga tidak ingin megahnya hutan di Indonesia hanya akan menjadi cerita untuk generasi bangsa ini, bukan? Jawabannya hanya satu, mari kita lakukan penghijauan, jangan menunggu besok atau kapan, tetapi lakukan saat ini. Ketika kita menyadari bahwa betapa pentingnya hutan Indonesia, pasti tidak akan ada lagi penebangan-penebangan liar di hutan. Dan kita bisa mengembalikan Kemegahan Indonesia dengan Hutan-hutannya. Hutan Indonesia adalah tempat beraneka ragam Flora dan Fauna. Jangan biarkan mereka hilang, mereka adalah kekayaan dan keindahan ngeri tercinta ini. Sudah sepantas dan selayaknya kita semua menjaga hutan-hutan Indonesia.