Sekolah untuk Pengamen

1:56:00 PM 3 Comments A+ a-

SEKOLAH UNTUK PENGAMEN
Oleh : Ery Udya
sekolah untuk pengamen

Indonesia, terlintas dalam benak tentang negeri ini. Negeri yang sudah mulai berumur, namun semua harapan rakyat belum terpenuhi semua. Negeri ini sebenarnya indah dipandang dan dihuni. Orang-orangnya yang ramah, hidup damai meski berbeda-beda. Di sini bisa dikatakan sebagai surganya duniawi. Di Indonesia begitu komplit akan hal-hal yang unik dan menarik.
Tak mengherankan jika banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Selain menikmati pemadangan wisata alam yang menakjubkan, mereka juga menikmati kudapan khas nusantara yang begitu lezat dan membuat enggan untuk beranjak pergi dari meja makan sebelum makanan habis. Ya, Indonesia, gudangnya kuliner. Dari Sabang hingga ke Merauke semua tempat menyajikan hidangan khas yang unik nan menggoyang lidah.
Itu hal yang membanggakan dari Indonesia, tetapi di negeri ini juga begitu banyak polemik yang masih saja belum selesai. Kemiskinan, kelaparan, kesehatan tidak baik, moral yang kian hari kian menghilang, bahkan nilai-nilai luhur budaya bangsa ini sudah banyak yang tidak mengenalnya.
Anak-anak jalanan semakin hari semakin merajalela. Tak sedikit dari mereka yang rela melakukan tindakan kriminal di jalan.
Copet...!” teriak seorang perempuan, dia bingung harus melakukan apa, karena tas yang dibawanya tiba-tiba berpindah tangan dan dibawa lari oleh seorang anak laki-laki yang berusia sekitar tujuh belas tahun.
Orang-orang di jalan itu berlalu lalang, sebuah keributan yang menimbulkan makin hiruk pikuknya kota besar. Sebagian mendatangi perempuan itu, dan sebagiannya mencoba mengejar pembawa tas milik perempuan itu. Namun, anak muda itu begitu cepat dia berlari. Seperti sudah terbiasa dan terlatih lari dan dikejar orang.
Perempuan itu kesal dan kecewa karena di tas itu terdapat sejumlah uang, ponsel, kartu identitas, dan beberapa hal yang penting miliknya. Karena orang yang mengejar anak itu tak sanggup untuk mengejar pencopetnya, akhirnya perempuan itu memutuskan untuk pergi meninggalkan keramaian kota. Selanjutnya dia mengurusi beberapa kartu penting yang dibawa pencopet.
***
Aryo! Uang dari mana, ini?!” tanya seorang wanita yang berusia empat puluh tahunan itu. Nada pertanyaan itu sedikit keras dan penuh dengan kecurigaan.
Tadi ngamen di sepanjang jalan.” Jawab anaknya.
Aryo, jangan bohong sama Ibu!” ibu itu memaksa agar anaknya jujur dan mengembalikan sejumlah uang yang cukup banyak kepada anaknya. Anaknya masih terdiam, dia tidak ada jawaban atas pertanyaan ibunya.
Aryo, Aryo nyopet, Bu ...” jawabnya terbata-bata dan merasa ketakutan.
Astaghfirullohal’adziim! Aryo, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu sampai bertindak seperti itu? Itu tidak baik, Aryo. Itu dosa!”
Dosa? Lebih dosa manakah seorang yang mencopet dengan para koruptor, Bu? Mereka memakan uang rakyat begitu saja, kenapa mereka bisa tersenyum di layar televisi? Lebih dosa mana, Bu? Aku yang mengambil uang milik orang lain, atau mereka yang telah menelantarkan kita?”
Aryo! Apa pun bentuk kejahatan dan mengambil yang bukan hak milik, itu adalah dosa!” tegas ibunya.
Aryo terdiam dan keluar dari ruang rumah. Dia duduk di teras rumah. Ya, rumah yang sederhana semi permanen dengan dinding kayu yang mulai berlubang. Aryo terdiam, dia memang merasa bersalah, tapi apa yang harus dia lakukan lagi? Selama ini dia mengamen untuk membantu ibunya yang berjualan pisang goreng. Selama ini dia sudah mencoba untuk mencari uang yang baik dan tetap. Akan tetapi, lagi-lagi kembali ke nasibnya. Dia hanya lulusan SMP, sedangkan pesaing-pesaingnya sekarang tingkat pendidikannya lebih tinggi. Tentu saja Aryo tersingkir, secara otomatis menjadi anak jalanan.
Aryo merasa bersalah kepada ibunya. Dia pergi dari rumah untuk mengamen di jalanan. Masih terpikirkan apa kalimat ibunya, bahwa mengambil apa pun yang bukan hak milik, itu adalah dosa. Aryo ingin mengembalikan tas milik perempuan yang telah dia copet, tapi dia tidak tahu harus kemana dia mengembalikannya.
Matahari telah bergelincir menuju ufuk barat. Senja mulai menyapa. Aryo bergegas pulang dengan membawa hasil mengamen yang tak seberapa.
Bu, Aryo boleh minta sesuatu?” tanyanya.
Ya,” ibunya masih sedikit jengkel karena anaknya tadi mencopet.
Tapi janji, Ibu jangan marah.”
Memang apa yang kamu minta, Aryo? Sampai-sampai Ibu harus berjanji tidak boleh marah?”
Aryo ingin melanjutkan sekolah, Bu. Aryo capek sering dihina orang karena mengamen. Aryo ingin melanjutkan sekolah agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, Bu.”
Sekolah lagi? Apa yang harus dijawab oleh seorang ibu yang yang hanya sebagai penjual pisang goreng? Sedangkan suaminya telah pergi meninggalkannya bertahun-tahun dan tak pernah kembali. Di sisi lain ibunya senang mendengarkan keinginan anaknya, di satu sisi, dari mana biayanya? Tapi, ibunya tak ingin Aryo kecewa. Ia pun mengangguk tanda setuju anaknya untuk meneruskan sekolah.
***
Hari penerimaan murid baru pun tiba, Aryo mencoba mendaftarkan diri ke sekolah, namun pihak sekolah menolaknya dengan alasan Aryo seorang pengamen, anak jalanan. Aryo mencoba mencari sekolah yang mau menerima dirinya, tetapi tetap nihil, semua sekolah menolaknya. Ia pun tertunduk lesu, dalam benaknya bertanya-tanya, “Apakah seorang pengamen tidak berhak untuk mengenyam pendidikan? Apakah hanya mereka-mereka yang kaya yang berhak sekolah? Bukankah pendidikan itu hak dari setiap warga di negara ini? Kenapa seperti ini? Apakah ini adil untukku?”
Aryo pulang ke rumah dengan wajah yang tertunduk lesu. Tanpa menanyakan apa yang terjadi, ibunya sudah tahu. Ibunya memang sudah mengira, anaknya akan sulit untuk diterima untuk melanjutkan sekolah.
Aryo, makan dulu, Ibu sudah masak untukmu.” Ucapnya mencoba menghibur hati Aryo.
Aryo mengangguk tanda setuju. Di wajahnya masih tersimpan kesedihan dan kekecewaan, tapi dia menyembunyikannya. Dia tidak ingin ibunya sedih. Dia hanya berharap, semoga saja ada jalan keluar agar dia bisa diterima sekolah. Untuk menghibur, ibunya meminta Aryo menjajakan pisang goreng yang sudah siap untuk dijual.
Pisang goreng, pisang goreng ....” Aryo mengeraskan suaranya menjajakan pisang goreng di tengah hiruk pikuknya kota. Silih berganti pembeli menghampiri Aryo.
Dek, pisang greongnya masih?” tanya seorang wanita muda ke Aryo.
Masih, Kak. Kakak mau beli? Silakan.” Aryo menawarkan.
Aryo tidak asing dengan wajah perempuan itu. Seketika tubuh Aryo bergemetar dan wajahnya pucat.
Kamu kenapa, Dek? Sakit?” tanya perempuan itu.
Kakak, saya minta maaf.” Jawabnya.
Maaf? Untuk apa?” perempuan itu bingung.
Maaf, sekali lagi Aryo minta maaf. Aryo sudah mencopet tas Kakak. Tapi, Aryo tidak memakai uang Kakak. Tas Kakak masih utuh. Aryo akan mengembalikannya.” Dengan bibir yang bergetar Aryo menjelaskannya. Dia ketakutan. Sungguh takut.
Perempuan itu ingin sekali marah, tapi melihat kondisi Aryo dan sikap kejujurannya, dia pun tersenyum. Aryo mengajak perempuan itu ke rumahnya. Aryo mengembalikan tas dan seisinya ke perempuan itu. Perempuan yang belum diketahui namanya itu merasa iba melihat keadaan Aryo dan ibunya. Dia bertanya-tanya beberapa hal ke Aryo.
Aryo menceritakan semuanya, termasuk juga tentang keinginannya untuk bersekolah.
Jika Aryo mau,, Aryo bisa bersekolah di sekolah alam milik Kakak. Tempatnya tidak jauh dari sini.” Ujarnya.
Benarkah itu? Pengamen jalanan seperti Aryo bisa sekolah? Lalu bagaimana dengan biayanya, Kak?”
Tentu saja bisa. Semua orag bisa bersekolah. Dari mana pun asalnya, semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Untuk biaya tidak usah khawatir, sekolah alam ini gratis bagi siapa pun yang berminat. Dan, ini alamatnya.” Perempuan itu meninggalkan kartu nama.
Sesuai yang tertulis di kartu namanya. Nama perempuan itu Arina. Aryo dan ibunya sangat bersyukur bisa bertemu dengan perempuan seperti dia.
Di saat negeri ini mulai kehilangan saling gotong royong dan saling membantu, Tuhan masih menitipkan malaikat-malaikat yang begitu baik untuk membantu negeri ini. Apa pun yang terjadi, nilai luhur bangsa itu tidak akan pernah hilang. Inilah ciri bangsa Indonesia, selalu ada keramahan dan saling membantu bagi sesama. Inilah Indonesiaku, selalu ada kebaikan di tengah-tengah kekacauan bangsa.


***TAMAT***

Teruntukmu, Kekasihku

1:14:00 PM 0 Comments A+ a-

Ini bukan ucapan ulang tahun dariku untuk seseorang, tapi, lagi-lagi ikut event naskah tidak lolos, hehehehe.. Tidak masalah, bisa dipost di blog :)

TERUNTUKMU, KEKASIHKU

Oleh : Ery Udya

Detik telah berlalu
Masa demi masa telah terlewati
Hingga sampai pada hari yang dinanti
Saat kau bertambah usia

Semoga engkau mendapatkan usia
Yang panjang nan berkah
Semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu

Semoga semua ini menjadi kebaikanmu
Dan meninggalkan semua hitam yang telah tertulis
Dalam kisah hidupmu

Di hari yang penuh berkah ini
Ku hanya bisa panjatkan doa yang terbaik
Untukmu, kekasih hatiku



Semoga kita selalu senada dalam menjalin
Sebuah hubungan menuju kesucian cinta
Yang kan terukir abadi selamanya

Selamat ulang tahun, kasihku


--

Purbalingga, 03 Desember 2015

BIODATA PENULIS

Eri Udiyawati, penulis pemula asal Purbalingga, kelahiran 26 tahun silam. Untuk memberi saran dan krtik atau sekedar berteman bisa melalui akun facebook Ery Espania Udya, Twitter @espaniaudya, email dan G+ eri.udiyawati@gmail.com IG : es_pania

Jadwal Sementara MotoGP 2016

7:17:00 AM 0 Comments A+ a-

Heiii... siapa yang sudah menunggu pagelaran MotoGP 2016? Pastinya kalian sebagai pecinta MotoGP sudah tidak sabar lagi untuk menunggu drama apa yang akan terjadi di tahun 2016. Apakah Jorge Lorenzo mampu mempertahankan gelarnya? Atau mungkin The Doctor yang menambah koleksi gelarnya? Atau, bisa jadi Baby Allien yang mampu meraih gelar MotoGP 2016. Semua itu masih bisa mungkin terjadi, karena di dalam lintasan, sering kali terjadi drama.

Okay, langsung saja, berikut jadwal sementara MotoGP2016 yang akan disiarkan secara langsung oleh Trans7.

  1. Grand Prix Qatar
    Sirkuit Losail, Minggu, 20 Maret 2016 waktu setempat atau Senin, 21 Maret 2016, Pukul 00.00 WIB, Live Trans7.
  2. Grand Prix Amerika
    Sirkuit Austin, Minggu, 03 April 2016 waktu setempat atau Senin, 04 April 2016, Pukul 02.00 WIB, Live Trans7
  3. Grand Prix Argentina
    Sirkuit Termas de Rio, Minggu 10 April 2016 waktu setempat atau Senin, 11 April 2016, Pukul 02.00 WIB, Live Trans7
  4. Grand Prix Spanyol
    Sirkuti Jerez, Minggu, 24 April 2016 waktu setempat atau Minggu, 24 April 2016, Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  5. Grand Prix Perancis
    Sirkuit Le Mans, Minggu, 08 Mei 2016 waktu setempat atau Minggu, 08 Mei 2016, Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  6. Grand Prix Italia
    Sirkuit Mugella, Minggu 22 Mei 2016 waktu setempat atau Minggu, 22 Mei 2016, Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  7. Grand Prix Catalunya
    Sirkuit Catalunya, Minggu, 05 Juni 2016 waktu setempat atau Minggu, 05 Juni 2016, Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  8. Grand Prix Belanda
    Sirkuit TT Assen, Minggu 26 Juni 2016 waktu setempat atau Sabtu, 25 Juni 2016 Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  9. Grand Prix Jerman
    Sirkuit Sachsenring, Minggu, 17 Juli 2016 waktu setempat atau Minggu, 17 Juli 2016 Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  10. Grand Prix Austria
    Sirkuit Spielberg, Minggu, 14 Agustus 2016 waktu setempat atau Minggu, 14 Agustus 2016 Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  11. Grand Prix Ceko
    Sirkuit Brno, Minggu, 21 Agustus 2016 waktu setempat atau Minggu, 21 Agustus 2016 Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  12. Grand Prix Inggris
    Sirkuit Silverstone, Minggu, 04 September 2016 waktu setempat atau Minggu, 04 September 2016 Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  13. Grand Prix San Marino
    Sirkuit Misano, Minggu, 11 September 2016 waktu setempat atau Minggu, 11 September 2016 Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  14. Grand Prix Spanyol
    Sirkuit Aragon, Minggu, 25 September 2016 waktu setempat atau Minggu, 25 September 2016 Pukul 17.00 WIB, Live Trans7
  15. Grand Prix Jepang
    Sirkuit Motegi, Minggu, 16 Oktober 2016 waktu setempat atau Minggu, 16 Oktober 2016 Pukul 10.00 WIB
  16. Grand Prix Australia
    Sirkuit Philip Island, Minggu, 23 Oktober 2016 waktu setempat atau Minggu, 23 Oktober 2016 Pukul 10.00 WIB
  17. Grand Prix Malaysia
    Sirkuit Sepang, Minggu, 30 Oktober 2016 waktu setempat atau Minggu, 30 Oktober 2016 Pukul 12.00 WIB, Live Trans7
  18. Grand Prix Valencia
    Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu, 06 November 2016 waktu setempat atau Minggu, 06 November 2016 Pukul 18.00 WIB, Live Trans7

    Demikian, jadwal sementara MotoGP2016, jika jadwal berubah, akan saya berikan informasinya.

    Terima kasih.

Selalu Ada Jalan Dengan #AskBNI

7:26:00 AM 6 Comments A+ a-

Malu bertanya sesat di jalan, sebuah pepatah kuno yang memang benar adanya. Dalam hal apapun ketika kita malu untuk bertanya, maka sering kali kita tersesat ke jalan atau arah tujuan yang salah. Saya pribadi pun mengalami hal secamam itu ketika dulu masih tinggal di Jakarta. Saat itu saya sebagai pemula urbanisasi yang merantau ke Jakarta untuk mencari uang. Belum memiliki teman, jika mau bertanya ke orang-orang di Jakarta saya malu-malu karena belum mengenal mereka.Setelah diterima kerja di sebuah perusahaan, teman saya hanya mencakup di tempat kerja saja itu pun belum akrab.

Saat itu bos memerintah saya untuk memfotocopy beberapa lembar dokumen di tempat fotocopy, karena mesin fotocopy kantor sedang rusak.
Er, tolong fotocopy-kan ini,” ucapnya sambil menyerahkan beberapa lembar dokumen untuk difotocopy. Saya hanya mengangguk.
Tempatnya enggak jauh, cuma selisih dua ruko dari sini, kamu jalan lurus aja ke barat, nanti ketemu,” imbuhnya, karena Pak Bos mengerti saya sebagai orang baru, jadi dia memberitahukan tempatnya.

Kemudian saya pergi dengan membawa dokumen yang terbungkus rapi dengan map plastik. Saya terus berjalan lurus ke arah barat, tetapi setelah empat ruko dilalui tidak ada tempat fotocopy seperti yang dijelaskan oleh Pak Bos. Saya terus berjalan tanpa bertanya kepada siapapun yang sedang berlalu lalang untuk berbelanja maupun berjualan di kawasan Pasar Pagi Lama, Jakarta Barat.

Rasa ingin bertanya sebenernya ada, tetapi rasa malu di dalam diri telah menguasainya. Sudah tiga puluh menit berjalan, tetapi belum menemukan tempat fotocopy. Pikiran pun menjadi semakin cemas dan was-was.

Aku tersesat,” ucapku lirih.

Dengan segenap rasa canggung dan malu, kuberanikan untuk mendekati penjual es cream keliling. Sambil membeli es cream, saya pun bertanya kepada pedagang itu, di mana letak tempat fotocopy.

Dan benar, saya tersesat, pedagang es cream itu menunjukkan arah yang benar, ternyata dari tadi saya jalan itu menuju ke timur, bukan ke barat, pantas saja sudah capek tidak menemukan tempat fotocopy.

Selain itu, setelah lulus training masa bekerja saya telah usai, pihak perusahaan meminta nomor rekening Bank Negera Indonesia, karena gaji akan ditransfer. Sebagai orang desa dan awam akan dunia menabung di bank, saya kembali merasakan malu di salah satu BNI cabang terdekat.

Bagaimana tidak malu? Karena dengan percaya dirinya, saya langsung datang ke BNI yang telah ditunjuk oleh perusahaan, hanya membawa surat keterangan bahwa saya bekerja di perusahaan tersebut. Tanpa harus membawa dokumen ataupun surat-surat penting seperti fotocopy KTP, Surat Keterangan Domisili (karena saya bukan warga asli Jakarta), Surat Keterangan dari RT setempat (dulu disebut KTP sementara tinggal di Jakarta).

Lagi-lagi karena tidak bertanya ke teman kantor yang pernah membuat rekening di BNI, saya mengalami hal yang memalukan lagi.

Tetapi, sekarang untuk mendapatkan segala informasi dari BNI tidak perlu pusing-pusing, cukup follow twitter @BNI46 yang memberikan fitur #AskBNI. Dengan fitur ini, kita semua tidak akan tersesat.

Caranya sangat mudah, cukup ketik #AskBNI kirim melalui Dirrect Message (DM) ke akun @BNI46. Tanpa menunggu lama, kalian akan mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan. Balasan dari DM tersebut menginformasikan berbagai menu, bahkan menu travel sekaligus. Seperti di bawah ini :



Jadi, benar, bukan? Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan, apalagi sekarang ada #AskBNI di twitter. Dengan layanan ini maka siapa saja akan dengan mudah mendapatkan informasi yang kita perlukan dari BNI46, bank terbaik milik kita semua. Tunggu apa lagi? Langsung saja follow twitter @BNI46 untuk mendapatkan segala informasi menarik lainya. Untuk cara-cara mendapatkan promo dari BNI juga bisa dilihat di http://www.bni.co.id/id-id/bnipromo/bnipromo17.aspx

Kemudian, saya sebagai orang yang suka jalan-jalan, maka saya mencoba promo travel dari BNI, seperti di bawah ini :
Untuk itu, kepada semua teman-teman, saat ini, tidak usah malu-malu untuk bertanya. Karena malu bertanya hasilnya rugi, lagian untuk apa kita malu? Toh kita bertanya tentang sebuah informasi yang benar.

Demikian pengalaman pribadi saya yang dengan ini diikutkan untuk BNI Blogging Competition Twitter @BNI46 dengan tema Mau Bertanya Enggak Sesat di Jalan #AskBNI. Terima kasih, BNI yang telah membuat semangat para blogger untuk menulis terus. Jaya terus, Bank Negara Indonesia, milik kebanggaan negeri.

Happy Birthday Wilbur Scoville ke 151

7:05:00 AM 0 Comments A+ a-

Hari ini, 22 Januari 2016, google doodle kembali merayakan hari kelahiran orang hebat. Dia adalah Wilbur Wcoville. Di hari ini tepat ulang tahunnya yang ke 151, lalu siapa dia? Berikut sedikit penjelasan tentangnya.



Orang-orang telah mengetahui tentang kualitas air mata yang mampu merangsang lidah ketika memakan paprika. Mereka telah mengetahuinya jauh sebelum Columbus berkeliling dunia dan mendarat di Amerika. Sebelum Wilbur Scoville ada, mereka memang sudah merasakan panas dari paprika itu, tapi tidak ada satu pun yang mampu mengukur berapa tinggi panas itu.



Namun, Wilbur Scoville terus berjuang untuk meneliti. Dia lahir di Bridgeport Connecticut, pada tanggal 22 Januari 1865, seorang ahli kimia yang telah banyak memenangkan penghargaan sebagai profesor farmakologi dan yang keuda menjadi wakil ketua Asosiasi Farmasi Amerika.



Di buku The Art of Compounding, dia menyebutkan bahwa susu sebagai penangkal untuk rasa pedas seperti lada. Dia orang yang paling diingat karena melakukan uji organoleptik yang menggunakan manusia untk mengukur kepedasan paprika.



Dengan penemuannya itu, maka kita menjadi tahu, penangkal rasa pedas adalah susu. Iya, jika kalian sudah makan makanan yang sangat pedas, minumlah susu, maka rasa pedas di mulut akan hilang dengan sekejap.

Menuju Cinta Sakinah

1:22:00 PM 0 Comments A+ a-


Menuju Cinta Sakinah

Oleh : Ery Udya


puisi ery udya


Masa demi masa telah kulewati
Menyusuri jalan yang terjal dan berbatu
Tak sedikit air mata ini menitih
Menanti pangeran hati yang mampu menjadikanku bahagia

Kini kau hadir memberikan sejuta harapan
Kau membalut luka hati yang pernah ku rasakan
Kau hapus semua kelam yang ada di hatiku
Membuat hati ini luluh dalam danau asmaramu

Dengan setulus dan seikhlas hati
Kupersembahkan cinta ini hanya untukmu
Jadikanlah aku pendamping hidupmu
Kan ku jaga jalinan cinta suci kita

Kan kulewati semua rintangan denganmu
Menuju cinta yang sakinah
Setiaku untuk selalu menemanimu
Dalam canda dan dukamu
Dan kan ku temani kau hingga jantung ini berhenti berdetak

Romansa Cinta di Tanah España - Part 10

9:51:00 AM 0 Comments A+ a-

Part sebelumnya...

 
Aku melihat laptopku tergeletak begitu saja di kardus. Belum pernah aku membukanya sejak mama masuk ke rumah sakit. Hari ini ada sesuatu getaran yang membuatku untuk membuka laptop tersebut. Seperti sebelumnya, ketika membuka perangkat ini, tentu ingin berjelajah di dunia maya, takterkecuali e-mail. Ternyata, banyak sekali yang mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya orang tuaku. Satu per satu pun aku membaca semua e-mail itu tak terkecuali.


--
Dear Andre,
Semoga kau selalu dalam lindungan Tuhan. Andre, aku turut berduka atas meninggalnya orang tua kamu. Maaf, aku tidak bisa datang, kalau pun aku datang itu pasti akan membuatmu semakin terluka. Aku juga sengaja memilih mengirim e-mail ini agar kau bisa membacanya meski entah kapan. Andre, saat aku datang ke rumah sakit saat itu, aku sebenarnya ingin mengatakan bahwa aku telah salah memilih. Luis telah pergi meninggalkan aku lagi. Saat itu aku ingin meminta maaf karena telah melukaimu, meski aku tahu aku tak kan mungkin mendapatkan maaf darimu.

Andre, jaga dirimu baik-baik di Indonesia. Aku juga merindukan kota kelahiranku, tapi belum saatnya aku kembali. Aku sendiri sudah tidak di Spanyol lagi. Aku pergi, mencoba merangkai semua yang telah kulalui, mencoba mencabut duri yang telah menancap di hatiku.

Andre, aku sangat menyesal telah membuatmu kecewa. Aku tahu permintaan maafku tidak mungkin kau terima. Tapi setidaknya aku telah mencoba meminta maaf padamu, dan sesungguhnya aku sangat mencintaimu. Hari-hari tanpamu itu seperti berjalan di atas padang pasir. Gersang tiada air, tiada pepohonan yang menyejukkan hati.

Mungkin di kehidupan ini aku tidak bisa memilikimu, tapi aku selalu berdoa kepada Tuhan, semoga aku bisa memilikimu di kehidupan yang lain. Aku akan menunggumu di kehidupan di mana tidak ada lagi jarak yang mampu memisahkan kita. Di mana aku bisa membuatmu kembali tersenyum bahagia, seperti dulu kau selalu berusaha membuatku tersenyum.

Kini kutelah tinggalkan semuanya. Aku membiarkan diri ini terbawa angin menuju kedamaian abadi. Di mana tidak ada sakit yang bisa aku rasakan lagi. Karena sesungguhnya aku pun tak sanggup hidup tanpa dirimu.


Regards,
Shelly.
--
Tanpa kusadari, tetesan air mataku kian deras. Apa yang telah kulakukan pada dia, menutup pintu maafnya. Tuhan saja selalu memaafkan. Apa yang telah aku katakan pada dia, saat itu tutur kataku begitu mengiris hatinya. Penyesalan itu datang menghantuiku. Aku ingin meminta maaf padanya, kucoba balas email dari dia, tapi sayang akun emailnya tidak bisa menerima balasan dariku, entah sudah tidak aktif atau pun apa, aku tidak tahu. Aku hanya bisa berdoa, semoga memang benar di kehidupan lain aku bisa memiliki dan takkan kulepaskan dia, apa pun rintangannya.
***
Setahun sudah kepergian orang tuaku. Semangatku mulai kembali lagi untuk melakukan berbagai hal. Aku tidak mengurung diri lagi di kamar seperti beberapa bulan yang lalu. Aku sudah bisa bersosialisasi dengan beberapa orang dan mulai bekerja.

Tunggu! Aku akan berangkat.” Seruku di bandara Soekarno Hatta. Aku mengejar bosku yang akan segera berangkat.
Andre,” katanya.
Iya, Pak, saya akan berangkat.” Ucapku.
Okay, good idea. Karena Bapak harus ke Surabaya, besok anakku akan wisuda.”
Akhirnya aku yang akan melaksanakan tugas ini.

Setelah puluhan jam di penerbangan, aku sampai di tujuanku. Rasa lelah memaksaku untuk melepaskan persendian tubuh di dalam kamar. Aku mempersiapkan diri untuk esok hari yang akan padat dengan jadwal pekerjaan.

Aku terbangun saat matahari sudah tenggelam, kini berganti rembulan yang menyinarinya. Kulihat dari jendela kamarku, suasana yang ramai, tergodaku untuk keluar. Berjalan-jalan menghirup udara malam untuk menyesuaikan badan dengan suhu di sini. Aku memandangi semua yang ada di sini. Begitu detail aku memandanginya, hingga semua sudut-sudut kecil tak ada yang terlewat, wajah-wajah orang yang berlalu lalang pun aku menghafalnya. Seperti anak sekolah yang sedang menghafal materi pelajarannya.

Mau coklat panas?” aku menawarkan coklat panas kesukaan kepada seseorang yang akan membeli minuman itu, tetapi sudah habis. Dia menoleh padaku, dan berkata, “Andre? Kau? Benarkah kau?” Dia tidak percaya aku di hadapannya saat ini.
Iya, aku kembali, Shelly.”

Rasa canggung dan suasana beku pun kembali menyapa kami.
Kapan kau kembali di sini?” tanyaku, berusaha untuk mencairkan suasana yang hening.
Aku baru pulang dari Mancester sore tadi.” Katanya.
Begitu pula denganku. Aku juga baru sampai di Madrid sore tadi.”
Kami tersenyum kecil, saling menanyakan kabar. Tak lupa juga aku meminta maaf, yang akhirnya membuat lega dalam hati.

Aku meninggalkan Shelly sebentar di taman, aku pergi untuk membeli sesuatu. Beruntunglah diriku karena di sini semua toko buka sampai malam hari. Setelah aku membelinya, aku segera kembali kepada Shelly.

Shelly, maukah kau menikah denganku?” aku langsung mengatakannya, karena aku tidak ingin kehilangan kesempatan lagi. “Aku tidak mau jawaban ‘tidak’ darimu,” imbuhku.
Kau memaksaku?” ungkapnya dengan bercanda.
Iya, tentu.”
Sejak kapan kau menjadi pemaksa seperti ini?”
Sejak aku mencintaimu, tapi aku kehilangan, sejak saat itulah aku memaksa diriku untuk memilikimu untuk mengobati luka-luka ini.”
Andre...”

Aku memakaikan cincin yang baru saja kubeli ke jari manis kiri Shelly. Dengan iringan musik yang sama seperti dulu. Kupenuhi janjiku di sini, di tempat ini, di Parque del Buen Retiro. Tempat di mana romansa cintaku dengan Shelly penuh warna. Tempat di mana menjadi saksi bisu aku mengungkapan semua isi hati, tempat di mana aku terjatuh karena kehilangan, dan tempat di mana aku menemukan kembali cintaku yang telah hilang. Dan inilah kehidupan kami yang lain. Tuhan telah mendengar dan menjawab doa kami. Kami dipertemukan kembali di kehidupan baru setelah berpisah beberapa waktu.


Kehidupan lain ini adalah bentuk dari metamorfosis cara pikir dan cara pandang kami tentang cinta. Kami telah terluka dan menangis seperti hujan yang turun. Tuhan telah membuat kami sadar, bahwa luka hati yang kami alami, hanya mampu diobati oleh orang yang melukai hati ini juga. Dengan anugerah-Nya, Tuhan memberi kehidupan lagi padaku untuk bertemu kembali dengan dia yang kucintai. Di kesempatan inilah, kita harus saling menghilangkan ego, karena sesungguhnya yang menyakiti hati kita adalah rasa egoisme dalam diri ini.

Sebulan kemudian, tepat di hari ulang tahunku yang ketiga puluh, aku dengan Shelly menikah, resespi kita adakan di Espania Resto. Kami mengucap ikrar yang sakral untuk setia sehidup semati. Kami pernah terpisah dan begitu menyengsarakan hati, maka dari itu janji ini tidak akan menyakiti satu sama lain, karena sesungguhnya menyakiti pasangan sama halnya menyakiti diri sendiri. Begitulah cinta, dia yang terluka namun hati ini yang teriris. Semoga cinta ini terus bersemi dalam naungan Tuhan.

***TAMAT***

Romansa Cinta di Tanah España - PART 9

3:57:00 PM 0 Comments A+ a-

Part sebelumnya...

Tanpa terasa, satu tahun telah berlalu. Aku telah melewati hari-hari yang penuh siksa batin. Saatnya aku mencoba menata kehidupan dan hatiku yang telah hancur luluh lantak berkeping-keping. Aku mencoba mengais puing-puing hati yang telah hancur. Aku mencoba bangkit dari sebuah kerapuhan. Aku mencoba mengukir senyum yang tulus dari hati. Aku rindu senyumku sendiri. Aku telah lama kehilangan senyuman itu. Namun, Tuhan berkata lain. Di saat aku mulai mencoba untuk bangkit dari kerapuhan hati, mama terkena sakit jantung. Dia dirawat di salah satu rumah sakit kota Madrid.

Mama terkena serangan jantung, entah apa yang membawanya menjadi sakit. Selama ini aku lihat hubungan orang tuaku baik-baik saja. Tak pernah sedikit pun terdengar mereka bertengkar. Paling-paling mereka hanya berbeda pendapat, buatku itu adalah hal yang wajar. Orang tua pasti selalu ada selisih pendapat, tapi mereka masih menyelesaikan masalahnya dengan baik. Lalu, bagaimana dengan mama? Papa tidak pernah memarahinya, uang belanja selalu cukup, bahkan lebih dari cukup. Apakah mama memikirkanku yang selama ini bersedih karena kehilangan Shelly?

Empat hari sudah aku menemani mama di rumah sakit. Dia masih terbaring lemas. Aku memegang jemarinya yang mulai mengecil dan kering. Wajahnya pun terlihat sayu dan hilang keseriannya.

Ma, Mama pasti sembuh. Andre sudah lama tidak melihat Mama tersenyum. Andre rindu, Ma,”
Iya, Mama tahu, Mama akan sembuh, karena Mama ingin sekali melihatmu tersenyum juga. Mama juga sudah lama tidak melihatmu tersenyum,” katanya membuat rontok hatiku.
Mama jangan bicara seperti itu. Andre selalu tersenyum untuk Mama.” Kilahku.

Saat aku sedang mengobrol, dokter masuk untuk memeriksa keadaan mama. Aku keluar dari ruang rawat. Aku duduk di tempat ruang tunggu pasien. Tatapanku masih kosong. Banyak orang yang berlalu lalang melewati koridor ini, tapi aku hanya melihat tanaman hias yang ada di seberangnya. Tiba-tiba pandanganku ke tanaman itu tertutup. Aku terkejut, langsung melihat apa yang telah menutupi pandanganku. Ternyata ada seseorang yang berdiri di depanku.

Kau? Mau apa kau ke sini?” tanyaku pada orang yang di depanku.
Maaf, Andre, aku mau jenguk mama kamu,” ucapnya.
"Sudahlah, Shelly, jangan kembali ke kehidupan kami lagi. Asal kau tahu, mamaku sakit itu karena kau! Mamaku sudah menyayangimu seperti dia menyayangiku, tapi kau telah mengecewakan kami! Pergi dari hadapanku! Aku tidak ingin melihatmu lagi!” aku membentaknya.

Perasaan benci itu sulit untuk kuhilangkan. Benci dan cinta begitu rekat rasanya. Aku membencinya, tapi ketika aku melukainya, hati ini pun ikut terluka.

Shelly terlihat terluka, matanya tidak sanggup menahan apa yang kukatakan. Dia pergi, berlalu dari hadapanku. Dan aku kembali ke ruang rawat mama.

Andre, kamu dari mana?” tanya mama.
Tidak ke mana-mana, Ma. Cuma duduk-duduk saja di koridor dekat taman.” Aku mendekat dan duduk di sebelah tempat ia berbaring.
Kamu kenapa, Ndre? Di mana senyum itu? Apa kamu tidak mau tersenyum untuk Mama?”
Iya, ini Andre tersenyum, ni...” aku memaksa diriku tersenyum meski sebenarnya tidak ingin, tapi aku ingin menghibur orang tuaku.
Ndre,”
Iya, Ma.”
Mama boleh minta sesuatu dari kamu?”
Tentu saja, Ma. Apa saja yang Mama minta, Andre pasti akan berikan untuk Mama.”
Mama yang sekarang memegang tanganku, “Berjanjilah kamu akan menepatinya.”
Iya.”
Maafkanlah orang yang telah membuatmu terluka, karena hanya dengan memaafkan, kamu akan kembali tersenyum seperti dulu. Mama sangat rindu dengan senyummu yang dulu,”
Maksud Mama?” aku berpura-pura tidak tahu.
Kamu masih marah pada Shelly?”
Kenapa nama itu harus disebut, Ma?”
Ndre, dengarkan Mama, jangan biarkan hatimu itu penuh dengan kebencian. Selama kamu masih memiliki rasa benci dengan Shelly, kamu tidak akan tenang. Kamu akan terus emosi dan emosi, itu semua akan menyiksamu yang tanpa kamu sadari akan membunuhmu perlahan. Lepaskanlah semua rasa benci, dendam dan amarah itu, biar kamu bisa tenang.”
Iya, Ndre, benar apa yang mama kamu katakan.” Imbuh papaku.
Iya, Andre berjanji.” Aku tidak ada pilihan lain, meski aku belum sanggup untuk menerima kenyataan. Paling tidak, aku sudah membuat mamaku tersenyum kembali.

Dan itu adalah senyuman terakhir dari mama. Aku menjerit sekerasnya memanggilnya, papa memanggil dokter untuk memacu jantungnya. Namun, takdinya sudah datang. Dia dipanggil terlebih dulu oleh Sang Khalik.

Papa langsung lemas tak berdaya, dia memegangi jantugnnya kemudian pingsan.
Pa, bangun pa, dokter...! tolong papa saya.” Perintahku untuk menyadarkan papaku.
Maaf, Tn. Andre, Papa Anda juga sudah meninggal dunia.”

Aku tidak percaya ini. Aku tetap tidak percaya. Bagaimana orang-orang yang aku cintai pergi semua meninggalkanku? Aku menjerit di ruangan itu seperti orang gila. Aku belum bisa menerima semua ini. Aku tidak bisa! Bagaimana aku akan menjalani kehidupan ini tanpa orang tuaku? Tapi, apakah ini contoh dari wujud cinta sejati? Cinta orang tuaku begitu besar, hingga mereka tidak bisa dipisahkan. Sehidup semati selalu bersama.

Dengan bantuan dari beberapa staf KBRI aku mengurus surat-surat dan dokumen-dokumen penting lainnya untuk pulang ke Indonesia. Aku memakamkan jenazah kedua orang tuaku di Indonesia. Di tanah airlah kita akan kembali. Begitu juga denganku, tidak ada niat untuk kembali ke Spanyol lagi. Aku kini kembali ke Indonesia, meruntut jalan yang telah kutapak dan kudaki. Petualanganku di Spanyol telah berakhir, membawa kenangan, kehilangan, kesedihan, serta kehampaan. Aku membungkusnya menjadi satu dalam wadah duka.

Apalah ini aku, hidup seorang diri dan terlempar ke bejana yang penuh kepedihan dan penderitaan. Kapan ini berakhir. Siksaan ini menggerogoti nuraniku. Hidupku terasa tiada guna dan arti lagi. Aku ingin menyusul orang tuaku. Aku hidup untuk siapa dan apa saat ini? Tiada hal penting dalam hidupku. Semuanya telah hilang.

***
Seratus hari sudah kepergian orang tuaku. Keluarga besarku selalu memberi semangat padaku. Mereka mengatakan bahwa tidak baik terlarut dalam kepedihan. Aku mendengarkan nasehat mereka. Aku mencoba melakukannya. Aku mencari kesibukan. Aku menata kembali kamarku. Menyusun rak-rak buku. Menata ulang layout tempat tidurku, dan mengisi penuh mejaku dengan beberapa buku serta koran.