Selalu Ada Jalan Dengan #AskBNI

7:26:00 AM 6 Comments A+ a-

Malu bertanya sesat di jalan, sebuah pepatah kuno yang memang benar adanya. Dalam hal apapun ketika kita malu untuk bertanya, maka sering kali kita tersesat ke jalan atau arah tujuan yang salah. Saya pribadi pun mengalami hal secamam itu ketika dulu masih tinggal di Jakarta. Saat itu saya sebagai pemula urbanisasi yang merantau ke Jakarta untuk mencari uang. Belum memiliki teman, jika mau bertanya ke orang-orang di Jakarta saya malu-malu karena belum mengenal mereka.Setelah diterima kerja di sebuah perusahaan, teman saya hanya mencakup di tempat kerja saja itu pun belum akrab.

Saat itu bos memerintah saya untuk memfotocopy beberapa lembar dokumen di tempat fotocopy, karena mesin fotocopy kantor sedang rusak.
Er, tolong fotocopy-kan ini,” ucapnya sambil menyerahkan beberapa lembar dokumen untuk difotocopy. Saya hanya mengangguk.
Tempatnya enggak jauh, cuma selisih dua ruko dari sini, kamu jalan lurus aja ke barat, nanti ketemu,” imbuhnya, karena Pak Bos mengerti saya sebagai orang baru, jadi dia memberitahukan tempatnya.

Kemudian saya pergi dengan membawa dokumen yang terbungkus rapi dengan map plastik. Saya terus berjalan lurus ke arah barat, tetapi setelah empat ruko dilalui tidak ada tempat fotocopy seperti yang dijelaskan oleh Pak Bos. Saya terus berjalan tanpa bertanya kepada siapapun yang sedang berlalu lalang untuk berbelanja maupun berjualan di kawasan Pasar Pagi Lama, Jakarta Barat.

Rasa ingin bertanya sebenernya ada, tetapi rasa malu di dalam diri telah menguasainya. Sudah tiga puluh menit berjalan, tetapi belum menemukan tempat fotocopy. Pikiran pun menjadi semakin cemas dan was-was.

Aku tersesat,” ucapku lirih.

Dengan segenap rasa canggung dan malu, kuberanikan untuk mendekati penjual es cream keliling. Sambil membeli es cream, saya pun bertanya kepada pedagang itu, di mana letak tempat fotocopy.

Dan benar, saya tersesat, pedagang es cream itu menunjukkan arah yang benar, ternyata dari tadi saya jalan itu menuju ke timur, bukan ke barat, pantas saja sudah capek tidak menemukan tempat fotocopy.

Selain itu, setelah lulus training masa bekerja saya telah usai, pihak perusahaan meminta nomor rekening Bank Negera Indonesia, karena gaji akan ditransfer. Sebagai orang desa dan awam akan dunia menabung di bank, saya kembali merasakan malu di salah satu BNI cabang terdekat.

Bagaimana tidak malu? Karena dengan percaya dirinya, saya langsung datang ke BNI yang telah ditunjuk oleh perusahaan, hanya membawa surat keterangan bahwa saya bekerja di perusahaan tersebut. Tanpa harus membawa dokumen ataupun surat-surat penting seperti fotocopy KTP, Surat Keterangan Domisili (karena saya bukan warga asli Jakarta), Surat Keterangan dari RT setempat (dulu disebut KTP sementara tinggal di Jakarta).

Lagi-lagi karena tidak bertanya ke teman kantor yang pernah membuat rekening di BNI, saya mengalami hal yang memalukan lagi.

Tetapi, sekarang untuk mendapatkan segala informasi dari BNI tidak perlu pusing-pusing, cukup follow twitter @BNI46 yang memberikan fitur #AskBNI. Dengan fitur ini, kita semua tidak akan tersesat.

Caranya sangat mudah, cukup ketik #AskBNI kirim melalui Dirrect Message (DM) ke akun @BNI46. Tanpa menunggu lama, kalian akan mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan. Balasan dari DM tersebut menginformasikan berbagai menu, bahkan menu travel sekaligus. Seperti di bawah ini :



Jadi, benar, bukan? Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan, apalagi sekarang ada #AskBNI di twitter. Dengan layanan ini maka siapa saja akan dengan mudah mendapatkan informasi yang kita perlukan dari BNI46, bank terbaik milik kita semua. Tunggu apa lagi? Langsung saja follow twitter @BNI46 untuk mendapatkan segala informasi menarik lainya. Untuk cara-cara mendapatkan promo dari BNI juga bisa dilihat di http://www.bni.co.id/id-id/bnipromo/bnipromo17.aspx

Kemudian, saya sebagai orang yang suka jalan-jalan, maka saya mencoba promo travel dari BNI, seperti di bawah ini :
Untuk itu, kepada semua teman-teman, saat ini, tidak usah malu-malu untuk bertanya. Karena malu bertanya hasilnya rugi, lagian untuk apa kita malu? Toh kita bertanya tentang sebuah informasi yang benar.

Demikian pengalaman pribadi saya yang dengan ini diikutkan untuk BNI Blogging Competition Twitter @BNI46 dengan tema Mau Bertanya Enggak Sesat di Jalan #AskBNI. Terima kasih, BNI yang telah membuat semangat para blogger untuk menulis terus. Jaya terus, Bank Negara Indonesia, milik kebanggaan negeri.

6 comments

Write comments
feridi
AUTHOR
February 1, 2016 at 9:59 AM delete

Keren artikelnya.
kunjungi juga ya
http://feridi.blog.upi.edu/2015/12/29/malu-bertanya-sesat-di-jalan-mau-bertanya-hanya-di-askbni-yang-menjawab/

Reply
avatar
eri udiyawati
AUTHOR
February 1, 2016 at 10:11 AM delete

terima kasih :) yupzzz.. aku sudah berkunjung ke tempatmu :)

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
February 3, 2016 at 9:10 AM delete

Menarik ceritanya. Sukses ya. Boleh jg mampir ke https://berbagikata.wordpress.com

Reply
avatar
eri udiyawati
AUTHOR
February 3, 2016 at 11:35 AM delete

hehe, terima kasih.. :) oke, aku mampir ke tempat dirimu.

Reply
avatar
Alvin DN
AUTHOR
February 4, 2016 at 8:57 AM delete

setuju banget.
ayo terus berusaha dan jangan malu bertanya.

sekarang jamannya MAU BERTANYA NGGAK SESAT DI JALAN
http://alvinatorum.blogspot.co.id/2016/01/mau-bertanya-nggak-sesat-di-jalan.html

Reply
avatar
eri udiyawati
AUTHOR
February 4, 2016 at 11:36 AM delete

iya, karena kita rugi kalau gak mau bertanya..

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)