7 Fakta Lain Tentang Ery Udya

7 Fakta Lain Tentang Ery Udya
7 Fakta Lain Tentang Ery Udya

Halo, teman-teman, tetap semangat ya, menjalani puasa di hari ke 5 bulan Ramadan. Semangat juga untuk membuat konten yang bermanfaat, salah satunya menulis di BPN 30 Day Ramdan Challenge. Asli dah, kejar-kejaran nih saya. Ya, biasa sih begini. Tapi kali ini harus benar-benar siap menghadapinya. Pantang menyerah, karena itu juga salah satu tentang sifat asli saya.

Berbicara tentang sifat, sahabat online memang masih jarang yang tahu seperti apa sebenarnya saya. Ya, kan kita hanya ngobrol via online, blog walking atau tegur sapa di Grup WA saja. Untuk intensitasnya tentu berbeda dengan yang sehari-hari bertemu. So, buat teman-teman online yang ingin tahu tentang saya, dulu saya pernah menulis 5 Fakta Tentang Ery Udya.

Apakah hanya 5 saja tentang diri saya? Oh, tentu tidak, dan kali ini saya share lagi tentang fakta lain dari seorang Ery Udya.

7 Fakta Lain Tentang Ery Udya

Fakta lain ini lebih ke apa-apa yang pernah saya lakukan atau alami. Pengalaman hidup yang penuh dengan kegagalan.

1. Lahir Sebagai Anak Pertama
Enggak heran dong pastinya. Anak pertama itu penuh sekali tanggung jawab dan beban. Makanya, seringkali menjadi seorang yang pemarah dan enggak sabaran. Karena sejak kecil, kalau adiknya kenapa-kenapa, yang disalahkan kakaknya. Kan ngenes. Tapi, di sisi lainnya, anak pertama itu asli strong, tidak mudah ditumbangkan. Meski hati sedang hancur sehancurnya, galau segalaunya. Anak pertama tetap sanggup menghadapi sendirian dan berusaha tegar.


2. Dulu Ialah Seorang Budak Cinta (Bucin) Akut
Permasalahan apapun tidak bikin hati hancur, tapi untuk persoalan cinta selalu terkalahkan. Walau asli bucin, tapi seringnya menderita, karena kebucinannya itu selalu bertepuk sebelah tangan. Jadilah galau segalau galaunya. Huhuhu.

3. Pernah Menjadi Jomblo Akut Juga
Karena bucin itu tidak menyehatkan dan bikin campur aduk. Pilihan terbaik ialah menjalani hidup sebagai seorang jomblo. Ternyata asyik, bisa ke mana-mana have fun sama teman, dan sakit hati tidak ada lagi. Sampai akhirnya lelah menjomblo, langsung ketemu jodoh. Alhamdulillah.


4. Doyan Traveling
Ketika hidup jomblo tentu banyak waktu untuk mengeksplor tempat wisata tersembunyi, khususnya di Purbalingga. Hidup jadi terasa lebih indah dan bermanfaat karena turut serta dalam mempromosikan wisata daerah.

5. Pernah Bercita-cita Jadi Polwan tapi Gagal
Alasan kegagalannya itu gigi saya rusak. Enggak cuma satu doang yang berlubang. Jadi ya, semenjak itu, mau nerusin jadi Polwan sangatlah sulit. Terlebih ngurus ini dan itunya zaman dulu masih sangat ribet. Terus di rumah enggak ada kendaraan buat bolak-balik melengkapi berkasnya. Ya sudahlah. Gagal sebelum berjuang.

6. Pernah Ikut Test Masuk STAN
Siapa sih yang enggak ingin diterima di Perguruan Tinggi STAN. Sudah gratis, masa depan tampak cerah. Ya, kan? Tapi sayang saya tidak lolos. Dulu ikut test-nya di GBK. Dan itu pertama kali saya duduk di tribun gelanggang olah raga yang megah.

7. Pernah Juga Kerja di Konveksi
Waktu itu sudah mengubur mimpi jadi seorang Polwan, jadi mencoba peruntungan yang lainnya, mendaftar di STAN. Saya ikut Bude ke Jakarta untuk mempermudah proses pendaftaran masuk STAN. Karena saya enggak enak, masa hanya makan, minum dan tidur di tempat kerja Bude terus. Jadi saya minta dicarikan kerja beberapa bulan sambil menunggu pengumuman kapan test-nya, dan kapan pengumuman hasil seleksinya.

Karena di daerah Pademangan, Jakarta Utara kebanyakan konveksi, ya sudah, saya coba masuk ke situ. Yang penting ada tempat tinggal dan uang buat makan sehari-hari.

Kalau dilihat ke belakang, faktanya saya penuh dengan kegagalan, ya?! Bersyukur banget saat ini jauh lebih baik dari masa lalu. Namun, itulah hidup. Penuh makna dan warna. Semoga bermanfaat. Share juga pengalaman teman-teman di masa lalu, ya. Terima kasih. :)

12 Comments

  1. bersyukur mbak, sama rasanya. jadi anak pertama , danpunya banyak keinginan yang tak tercapai. tapi tuhan memberikan yang kita butuhkan , bukan kita inginkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Alhamdulillah, ada hal lain yang lebih baik dari semua itu. 😊

      Delete
  2. Aku kira awalnya mba ery laki-laki, huhu maaf ya mbak. Salam kenal dulu deh.

    Jadi gmna mba keterima di STAN ga mbak?

    Wah pernah jadi jomblo akut juga ya abis jadi bucin. Emang ya rasa skit hati itu sangat berbekas dan kadang bikin kapok gitu ya

    ReplyDelete
  3. Kegagalan bukanlah hal yang besar. Yang bisa kita lakukan adalah bangkit dari kegagalan itu. Lalu, kita menjadi seseorang yang berhasil.

    Harap diingat, kita nggak akan selalu memenuhi kriteria berhasil dari kebanyakan orang. Be sure menentukan kriteria keberhasilan diri. Its okay not to be okay lho...

    ReplyDelete
  4. Semua faktanya menyenangkan mbak. Tidak ada yang gagal menurut saya mbak. Semua punya rel kesuksesan masing-masing. Semangat ya mbak.

    ReplyDelete
  5. Aku juga dulu punya cita-cita jadi polwan. Tapi sayangnya gagal kesampean. Soalnya aku laki-laki... xixixi

    ReplyDelete
  6. Wah nggak mengira Ery pernah menjadi bucin alias budak cinta. Kalo jomblo akut sama dong kita. Aku memutuskan jadi jomblo karena nggak mau ganti2 pacar, wkwkwkk. Begitu sadar mau lulus kuliah baru deh mau dideketin cowok, Halah curhat 😂

    Tapi kita juga memiliki kesamaan lain, sama-sama anak sulung. Cuma aku nggak galak kata orang di circle ku, hahahaa

    ReplyDelete
  7. Saya dulu juga pengin ikutan seleksi STAN karena orang tua nggak punya biaya buat mengkuliahkan saya. Tapi waktu itu saya tidak mendapatkan informasi yang banyak sehingga tidak kesampaian.
    Saluut buat anak sulung karena tanggung jawab mereka cukup besar, kebetulan istri anak sulung.

    ReplyDelete
  8. Tetap patut disyukuri kak..semangat yang kak , pokoknya harus semangattt.. hehe

    ReplyDelete
  9. Jadi inget kalau dulu pernah menyukai seseorang yang ingin masuk STAN juga.
    Agaknya dulu STAN sangat populer pada masanya yaa.. Apakah anak sekarang juga merasa ingin sekali masuk STAN?

    ReplyDelete
  10. Untuk 1-3, kita sama, Mba. Saya juga anak pertama sekaligus pernah jadi bucin akut dan jomblo akut juga, hehehe. Tapi untuk masuk STAN, saya udah keder duluan, gak berani daftar karena sadar diri, kemampuan akademisku pas-pasan 😄

    ReplyDelete
  11. Hidup memang butuh perjuangan ya, ga akan seru ga harus berjuang dan gagal terlebih dulu sebelum akhirnya berhasil. Yang penting ada pembelajaran yang bisa kita ambil supaya lebih baik lagi.

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)