Belanja untuk Kebutuhan Usaha Kuliner Makin Praktis Karena Ada GoFresh Sebagai Supplier Bahan Baku Restoran

Supplier Restoran
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dengan secara signifikan menghantam perekonomian dan berbagai sektor yang ada saat ini. Di sektor perekonomian memang sangat terasa, dalam kurun waktu tiga bulan, banyak perusahaan-perusahaan yang terpaksa harus memberhentikan sebagian karyawannya karena produksi mereka anjlok dan proses pemasarannya juga terhambat. Dengan begitu, pengangguran baru bermunculan. Demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, memaksa sebagian dari mereka untuk banting stir menjalani usaha yang baru. Dan yang paling banyak diminati ialah membuka warung makan atau restoran.

Dipilihnya usaha menjual makanan karena usaha ini termasuk populer dan semua orang membutuhkan untuk makan. Karena bukan berarti ada pandemi kita juga tidak makan, meski tidak boleh keluar rumah, kita bisa pesan melalui layanan antar makanan. Tak heran sekarang banyak juga teman-teman saya yang sudah berhenti bekerja menjual makanan. Dari menu sehari-hari, cake, dessert hingga makanan sehat seperti salad buah dan sayur.

Dari pengalaman mereka dan saya juga pernah membantu teman dalam membangun sebuah resto dan cafe, saya menjadi tahu banyak hal tentang persiapan-persiapan yang harus diperhatikan ketika membuat sebuah restoran atau tempat makan. Bukan hanya makanan apa yang dijual, hal-hal lainnya juga sangat penting untuk diperhatikan.
Supplier Restoran

Dan berikut merupakan hal penting yang harus disiapkan sebelum membuka restoran:


1. Makanan yang enak
Sudah pasti harus mempunyai menu yang enak ketika kita membuka sebuah restoran. Jangan hanya kita punya modal terus langsung jual makanan tanpa memperhatikan rasanya. Bisa-bisa tidak ada pelanggan yang datang.

2. Tempat yang nyaman dan bersih
Selain makanan yang enak, tempatnya juga harus dibuat senyaman mungkin dan kebersihannyan juga harus terjaga agar pelanggan yang datang merasa betah. Terlebih saat ini ada pandemi, tentunya selain menjaga kebersihan ruangan, juga harus menyiapkan cuci tangan dengan sabun atau sedia hand sanitizer.

3. Melayani order by online dan bisa delivery order
Saat ini sudah zaman digital, ditambah lagi ada pandemi, tentu saja orang enggan keluar rumah. Jadi, kita ketika buka restoran harus siap dan sedia melayani order by online dan siap mengantar makanannya ke tempat orang yang memesan sesuai dengan alamat yang dikirimkan.

4. Mempunyai supplier bahan baku restoran yang baik dan terpercaya
Dalam menjalani usaha kuliner tentunya tidak lepas dari belanja bahan bakunya. Untuk itu harus benar-benar diperhatikan kita membeli bahan baku makanannya itu ke mana. Agar lebih mudah dan praktis, tentunya perlu supplier langganan.

Supplier Restoran

Namun bukan hanya itu saja yang perlu diperhatikan. Berikut merupakan tips sederhana dalam memilih supplier yang baik dan terpercaya:

  • Selalu menyediakan sayur dan buah yang fresh
  • Selalu menyediakan daging sapi, ayam, telur, ikan dan atau bahan seafood lainnya dengan kondisi yang segar pula
  • Terdapat stock bahan pokok sembako
  • Stock barang yang dijual selalu ada
  • Kebersihannya selalu terjaga
  • Bisa order melalui online
  • Bisa kirim ke alamat pembeli
  • Mau menerima komplaian ketika ada bahan baku yang kurang atau rusak
  • Harga bersaing dari supplier restoran yang lainnya

Dari kriteria di atas, sangat memungkinkan kita belanja harus dengan sangat hati-hati agar pesanan yang kita beli sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan di restoran kita. Sehingga memudahkan kita untuk menyajikan hidangan yang enak disantap dan juga sehat. 

Kalau kita belanja ke pasar langsung tentunya akan memakan waktu yang cukup lama dan kita berdesak-desakan dengan orang-orang. Sungguh tidak baik di saat pandemi begini karena sebisa mungkin kita menghindari kerumunan. Tetapi kita juga tidak perlu pusing memikirkan bagaimana cara mendapatkan bahan baku tersebut, karena saat ini sudah ada GoFresh yang bisa melayani pesanan bahan baku untuk restoran.

GoFresh, Supplier Bahan Baku Restoran yang Lengkap dan Terpercaya

Ada yang belum tahu GoFresh itu apa? Saya kasih info nih, GoFresh merupakan marketplace yang menyediakan supplier sembako dan bahan baku segar untuk kebutuhan usaha kuliner yang sudah bermitra dengan GoJek. Sehingga dengan ini memudahkan para pelaku usaha kuliner untuk terus membuka warung makanannya dengan disupport bahan baku yang bagus, segar dan terjamin akan kebersihannya.

Supplier Restoran

Selain itu, sebagai supplier restoran, GoFresh memberikan beberapa keuntungan, di antaranya:

1. Gratis ongkos kirim
Dengan belanja minimum Rp 300.000, maka kita akan mendapatkan keuntungan gratis ongkos kirim dari bahan baku yang kita belanjakan di GoFresh.

2. Permbayaran yang mudah dilakukan
Belanja di GoFresh ini juga menguntungkan kita yang sedang mengurangi pemakaian uang cash, karena pembayaran bisa menggunakan virtual account, bank transfer, Alfamart GoPay atau pun kartu kredit.

3. Waktu pengiriman yang fleksibel
Kita bisa memilih kapan waktu pengiriman barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang kita perlukan. Apakah langsung besok dikirim, atau lusa, atau besoknya lagi.

4. Banyak promonya
Nah ini yang sering dicari-cari oleh kita semua. Jadi, belanja ke supplier restoran menggunakan GoFresh itu kita bisa dapat promo yang menarik.

Nah, itulah beberapa keuntungan belanja menggunakan GoFresh. So, buat teman-teman yang sedang menjalani bisnis kuliner, yuk, kita gunakan GoFresh sebagai supplier restoran yang bisa kita andalkan. Karena GoFresh merupakan marketplace yang berfungsi sebagai supplier restoran untuk memenuhi kebutuhan sembako dan bahan baku yang segar setiap harinya.

Dan dengan adanya supplier restoran yang memadai seperti GoFresh ini, semoga dapur restoran selalu mengebul dan banyak pelanggan setianya. Aamiin...

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. 

Cara Membuat Roti Tape yang Enak, Mudah dan Murah Meriah

Roti tape goreng enak

Hallo, Guys
. Sebuah prestasi besar saya bisa membuat sebuah kreasi makanan. Mungkin ini semua karena kegabutan yang melanda saat di rumah saja. Untuk mengisi waktu yang sangat luang, saya mencoba untuk membuat camilan yang bisa dimakan saat bersantai sambil nonton tv atau ketika sedang menunggu ide menulis yang tak kunjung datang.

Saya membuat roti tape goreng yang cukup nikmat dan gurih dari rasa tape. Dan ini resepnya juga sangat mudah. Siapa saja bisa mempraktekkannya. Penasaran bagaimana cara membuatnya? Yuk, simak di bawah ini:

Roti Tape Goreng ala Ery Udya

Bahan-bahan:

32 buah biskuit malkist
4 bungkus tape
8 sendok makan susu kental manis rasa apa saja sesuai selera
300 ml minyak goreng


Cara membuat:

Hancurkan 4 bungkus tape (kurang lebih 600 gram) di dalam mangkuk. Dipenyet-penyet (aduh bahasanya), pakai sendok sampai jadi satu. Kemudian masukan 8 sendok makan susu kental manis. Aduk hingga merata. Setelah adonan jadi, ambil roti malkist satu per satu, kemudian taruh adonan tape dan susu di atasnya. Dan sisi sebelahnya tutup lagi dengan roti malkist.

Untuk ketebalan tape yang di dalamnya sesuai selera. Kalau saya agak tebal hampir 1 cm, karena permintaan Mama saya, katanya biar tapenya kerasa.

Setelah roti malkist dan tape dipasang-pasangkan (aduh, emang apa an ini pasangan), masukan dulu ke dalam freezer selama 30 menit.

Setelah 30 menit, ambil dan siap digoreng. Panaskan wajan dengan api kecil, masukan minyak. Setelah minyak panas, masukan roti malkist yang sudah berisi tape tersebut. Jangan lupa dibalik agar sisi yang satunya juga matang, dan yang satunya tidak gosong. Setelah berwarna cokelat, angkat dan tiriskan.

Roti tape goreng

Ye, berhasil. Cukup mudah, bukan? Roti tape goreng siap dihidangkan. Biar rasanya makin maknyus, di atasnya saya taburi irisan keju.

Okay, simple sekali kan membuat roti tape goreng. Kalau teman-teman bikin apa nih saat haru stay at home saja? Share di kolom komentar, ya. Siapa tahu ada resep yang unik dan bisa saya praktekkan. Terima kasih.

Dan Pada Akhirnya, Saya Ikutan Mengalami Drama PPDB Online Juga!

Hallo, Guys. Jumpa lagi blog www.erycorners.com setelah hampir satu bulan dibiarkan. Semoga tidak sampai lumutan. Hehehe. Ternyata menjalani aktivitas sebagai ibu muda (anggap saya masih belia :P) itu luar biasa. Lagi ingin ngedraft ada yang nangis, terus parahnya lagi, kalau anak lagi tidur, saya ikutan tidur. Jadi, niat hati mau ngeblog terlewatkanlah. Dan kali ini membuat tulisan ini, membutuhkan niat dan kegigihan yang sangat super.

Drama PPDB Online

Ceritanya saya itu mendaftarkan adik saya untuk melanjutkan ke jenjang ke SLTA. Kita semua tahu, kan, bahwa sekarang menggunakan zonasi dan pendaftarannya secara online.

PPDB Online Jawa Tengah tahun 2020 itu dibuka mulai tanggal 17 Juni 2020. Dan hari itu, adik saya langsung mengaksesnya yang ternyata belum bisa diakses karena mungkin servernya belum ready atau gimana, atau mungkin overload terlalu banyak yang mengakses sehingga tidak bisa dibuka.

Saya mencoba untuk menenangkan adik saya yang sudah uring-uringan takut tidak terdaftar padahal batas akhir pendaftaran masih lama sampai tanggal 25 Juni 2020. Alhamdulillah adik saya tenang. Dan keesokan harinya mulai mengaksesnya, dan Alhamdulillah berhasil input data untuk mendaftar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bukan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Alasannya tentu karena zonasi, karena SMA terdekat dengan rumah saya itu jaraknya lebih dari 7 km. Memang masih masuk dalam wilayah zonasi, tapi dilihat peluangnya kecil karena yang jaraknya 0 km sudah banyak banget. Mau daftar ke lewat jalur prestasi, nilai adik saya kurang tinggi, peluangnya sangat-sangat kecil. Akhirnya mencari aman dong, masuk SMK yang tidak pakai zonasi. Tetapi meskipun begitu, tetap ada saja dramanya.

Berkas yang diunggah masih kurang
Sudah memfoto dokumen kelulusan, ternyata masih ada yang terlewat, yaitu pakta integritas. Untungnya saja bisa didonwload di situs PPDB-nya. Berhubung di rumah belum ada printer, maka adik saya ngeprint di warnet. Pulang ke rumah langsung mengisi kolom 'titik-titik' dengan tulis tangan. Terus pas mau difoto dilihat-lihat lagi jelek tulisannya, akhirnya batal, dia ngetik di laptop dan balik ke warnet untuk mengeprint. Sekaligus ke toko peralatan kantor untuk membeli materai, karena dokumen tersebut harus ditanda tangani di atas materai.

Setelah semuanya beres, tinggal diupload. Eh, masih ada drama lagi, koneksi internet kami tidak lancar. Yang akhirnya pending dulu sampai petang baru bisa diupload.

PPDB Online


Tidak bisa mengeprint bukti pendaftaran
Setelah menyelesaikan tahap demi tahap dari pengajuan akun, verifikasi akun, mengunggah berkas, memilih sekolah tujuan dan jurusan yang diminati, ada tahapan selanjutnya, yakni mengeprint bukti pendaftaran. Saya kira klik simbol printer bisa disave di pdf, namun ternyata langsung mengarah ke menu print.

Berhubung hari sudah gelap, kami menunggu hari esoknya untuk ke warnet. Dan hari yang ditunggu pun datang. Pagi hari, saya dan adik saya pergi ke warnet dengan semangat untuk mengeprint bukti pendaftaran. Sampai di sana, Alhamdulillah sepi, jadi tidak perlu mengantri. Kami masuk bilik nomor dua. Langsung menyalakan komputer, buka google chrome, terus memasukan situs PPDB Online Jateng. Eng ing eng... ditunggu-tunggu tidak tampil tampil, koneksinya lelet sekali. Ditunggu sampai setengah jam, tidak kebuka juga itu halanan PPDB Onlinenya. Akhirnya kami ke kasir, mengeprint dari komputernya. Ternyata, koneksi di komputer kasir cukup lancar. Dalam hati saya berkata, "Kenapa koneksi yang buat user lelet, buat dirinya lancar?" Setelah menunggu beberapa saat akhirnya bukti pendaftaran berhasil print.

Drama Nilai Pas-pasan
Adik saya yang satu ini memang luar biasa. Daftar sekolahnya pakai drama banget. Setelah melakukan registrasi, ternyata nilainya ngeri-ngeri sedap. Karena masih kejaring tapi rankingnya nomor 10 dari bawah. Kan ketar ketir banget, jadi kami tanggal 23 dan 24 Juni 2020 datang ke sekolah, kira-kira masih bisa masuk apa tidak. Jawabnya tentu masih bisa kalau tidak ada nilai yang lebih tinggi lagi sampai batas akhir pendaftaran.

Alhasil, saya sampai tanggal 25 Juni 2020, memantau terus hasil seleksi tersebut dan datanya masih belum berubah sampai sekarang tanggal 29 Juni 2020. Semoga diterima, biar tidak pusing lagi. Ya, karena pengumuman resminya tanggal 30 Juni 2020. Mohon doanya ya, semoga adik saya lolos dalam PPDB Online SMK di Jawa Tengah ini, wilayah Kabupaten Purbalingga.

Okaylah, itu drama yang kami alami. Memang tidak sedrama dengan yang lainnya tapi ini cukup bikin pusing kepala. Dan drama pendaftaran sekolah ini, tidak hanya adik saya yang satu ini yang akan melanjutkan ke SMK. Masih ada si bungsu yang harus mendaftar ke SMP dan pendaftaran baru dibuka minggu ini. Semoga tidak ada drama yang merepotkan. Lelah hayatiii.

Update: Alhamdulillah, adik saya sudah diterima di sekolah pilihannya. Terima kasih untuk semua doa-doanya. :)

Ngabubutit Asyik di Tengah Pandemi

Ngabuburit
Adanya Pandemi Covid-19 membuat kita seperti terkurung di dalam sangkar emas (kayak lagu jadul aja). Mau ke mana-mana dibatasi. Bahkan ada jalan yang benar-benar ditutup, tidak boleh dilewati selama masa pandemi. Otomatis di bulan puasa ini kita enggak bisa ngabuburit berburu takjil di luar rumah. Mau tidak mau, ngabuburitnya kita tetep di dalam rumah. Membosankan memang.

Untuk mengobati rasa kebosanan, kita perlu melakukan hal-hal yang beda di rumah, tapi juga bermanfaat. Nah, berikut merupakan cara asyik untuk ngabuburit meski di rumah saja

1. Membuat takjil berbuka puasa bareng keluarga
Bikin menu takjil di rumah dan bareng keluarga itu seru lho, meskipun ujung-ujungnya dapur jadi berantakan. Tapi dengan ini kita bisa lebih dekat dengan keluarga, karena kita masaknya sambil tertawa meskipun masakannya gagal. Hahaha.

2. Menonton tayangan kajian islami
Zaman sekarang bisa banget mendengarkan dan atau menyaksikan kajian dengan HP. Daripada ponsel digunakan hanya untuk ngegame, lebih baik buat buka chanel kajian di youtube, yang akan membuat hati lebih adem.

3. Tadarusan
Biasanya sehabis salat ashar, menunggu berbuka puasnya dengan tadarusan. Ini juga bisa dilakukan di mana saja. Dan baiknya saat ini di rumah saja. Selain bikin hati sendiri adem, rumah juga ikut bahagia mendengarkannya.

Itulah tiga hal yang bisa dilakukan untuk menikmati ngabuburit asyik di tengah pandemi. Dan doa kita sama, semoga pandemi Covid-19 segera hilang dari bumi ini. Aamiin....

Tulisan ini masuk ke day 18 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020. Terima kasih.

3 Chanel Youtube yang Suka Berbagi Resep Masakan Secara Simple dan Bisa Kita Kerjakan dengan Mudah

3 Chanel Youtube yang Suka Bagi Resep Masakan
Hallo, Guys
. Bagaimana memasuki tantangan Day 17 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020? Masih semangat, kan?

Akibat menjalani aktivitas di rumah saja, banyak nih yang belajar masak, termasuk saya. Jadi kadang-kadang mencoba masak sesuatu yang baru mesti kerap kali gagal. Tapi ya enggak apa-apa, kan? Seorang chef saja pasti pernah mengalami kegagalan dalam memulai belajar memasak, apalagi saya, ya, kan? (Cari alibi saya nih).

Berbicara tentang chef, saya aslinya mengidolakan Chef Juna. Tapi sayang, dia enggak ada chanel youtubenya. Padahal pengen lihat gimana Chef Juna masak, meskipun kayaknya saya enggak sanggup masak ala Chef Juna, karena sudah pasti ribet bin teliti banget sampai hal-hal terkecil.

Okay-lah, jangan bahas Chef Juna, kita bahas chef lainnya saja yang punya resep masakan simple dan praktis. Cocok untuk buat kita yang lagi belajar memasak. Mau tahu siapa dia? Yuk, simak 3 Chanel Youtube yang berbagi resep masakan.

1. Chanel Youtube Arnold Poernomo
Chef Arnold

Ini chanelnya Chef Arnold. Suka melihat tayangannya di youtube gegara masak per-endog-an (masak telur). Dari masak telur ceplok, telur ala McD sampai masak pouch egg, yang saya niru tapi gagal karena telurnya kematangan. Dari situlah saya suka melihat postingannyan di youtube, yang ternyata suka berbagi resep secara sederhana namun enak. Bahkan pernah masak Indomie saja jadi mewah. So, pas bulan puasa begini, cocok nih melihat chanel youtunya Chef Arnold, biar kita terinspirasi mau masak apa.

2. Chanel Youtube Rasa Sayange TV
Chanel Rasa Sayange TV

Biasanya saya nonton di TV, tapi seringnya kelewat, ya sudah saya cari di youtube, ternyata ada. Acara yang dipandu dan diisi juha oleh Chef Rudi Choeruddin ini sering membagikan resep masakan yang rumahan banget. Seperti masak balado, masak gulai, kue kukus dan lainnya. Kalau melihat Chef Rudi masak terlihat jelas banget sangat simple tapi hasilnya oke, makanya saya suka.

3. Chanel Youtube William Gozali
Chanel Will Goz

Sang Juara Master Chef Season 2, William Gozali juga suka berbagi resep sederhana di chanel youtubenya. Bahkan di bulan puasa begini, dia bagikan video bikin kolak ungu campur kurma. Hmm, nikmat banget.

Karena resep yang simple dan praktis itulah saya menyukai ketiga akun youtube di atas itu. Jadi, kalau ada waktu senggang, saya bisa menirukan memasak sesuai dengan resepnya.

Kalau teman-teman, chanel youtube mana nih yang disukai? Share di kolom komentar, ya. Terima kasih.

Menu Simple untuk Buka Puasa

Menu Buka Puasa Simple
Hallo, Guys
, memasuki Day 16 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020, saya harap-harap cemas nih. Bisa enggak ya menyelesaikan tantangannya? Karena makin ke sini saya makin keteteran. Huhuhu curhat.

Dan kali ini saya akan membagikan resep menu buka puasa yang praktis banget ala saya. Yang penting tetap sehat. Menu ini cocok sekali dibuat pas kita work from home terus sampai sore enggak kepikiran bikin menu buka puasa.

Resep Sayur Sop dan Martabak Mini ala Ery Udya.

Dulu saya pernah menuliskan tentang sayur asam ala saya. Dan kini sayur sop ala saya juga.

Sayur Sop Praktis
Bahan-bahan:
Daun kobis
Daun caesim
Wortel
Tomat
Daun bawang
Daun seledri
Air +- 600 ml

Bahan untuk sayur sop

Bumbu:
2 siung bawang putih
Garam secukupnya
Merica bubuk secukupnya

Cara memasak:
Masukan air ke dalam panci dan taruh di atas kompor yang sudah menyala. Haluskan bawang putih dan garam, kemudian campurkan ke dalam air. Potong-potong wortel dan masukan ke dalam panci. Sambil menunggu air tersebut mendidih, kita potong-potong daun kobis, caesim, tomat, daun bawang dan seledri. Setelah air mendidih, masukan kobis dan caesim. Masak sebentar jangan sampai layu. Sebelum api dimatikan, campurkan irisan daun bawang, seledri dan merica bubuk sedikit, ke dalam sop tersebut. Aduk sebentar, kemudian kompor dimatikan. Sop sudah matang dan siap dimakan.

Membuat sop seperti ini hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit. Jadi cukup cepat.

Sayur Sop Sederhana
Sayur Sop Ala Ery Udya

Kemudian lauknya saya bikin martabak mini. Niatnya mau bikin mendoan, tapi lupa enggak beli tempe, ya sudah, berhubung di rumah ada stock telur dan Sosis, buatlah martabak mini.

Martabak Mini isi Sosis
Bahan-bahan:
Kulit lumpia (kurang lebih 40 lembar, karena saya ada 4 bungkus kulit lumpia, dan 1 bungkus biasanya isinya 10 lembar)
Telur 4 butih
Sosis 4 buah
Daun bawah 4 batang
Minyak goreng 250 ml

Bahan untuk martabak mini

Bumbu:
2 siung bawang putih
Garam secukupnya
Merica bubuk secukupnya

Cara memasak:
Pertama haluskan 2 siung bawang putih dengan garam. Masukan ke dalam mangkuk yang telah disediakan. Pecahkan 4 butih telur dan masukan ke dalam mangkuk tersebut. Iris daun bawang dan sosis, kemudian campurkan ke dalam mangkuk. Aduk sampai tercampur dengan baik. Lalu masukan merica bubuk secukupnya.

Kemudian masukan bahan-bahan tersebut ke dalam kulit lumpia satu per satu. Saya memasukan bahan tersebut sebanyak 1 sendok makan. Lalu lipat kulit lumpia tersebut dan sisihkan. Sambil menunggu memasukan bahan ke kulit lumpia, kita panaskan minyak di wajan. Oh ya, gunakan api yang sedang, karena kalau apinya besar, cepat gosong.

Martabak mini
Martabak Mini Ala Ery Udya

Setelah minyak panas, saatnya menggoreng kulit lumpia yang sudah berisi macam-macam bahan tadi. Jangan lupa dibalik biar sisi yang di atas juga matang. Tunggu beberapa saat hingga warna kulit lumpia menjadi agak kekuningan. Kemudian angkat dan tiriskan.

Okay, itulah menu buka puasa yang praktis dan simple tetapi tetap sehat ala saya. Kalau teman-teman, bagaimana nih? Share dong resepnya di kolom komentar. Terima kasih.

Hikmah Puasa di Tengah Covid-19

Bulan Ramadan
Puasa tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya kini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang belum usai juga. Oleh sebab itu, di bulan puasa ini banyak kegiatan yang tak bisa dilakukan secara ramai atau di luar rumah. Iya, taraweh dilakukan di rumah, kajian kita melihat dan mendengarnya melalui online, karena tidak dilaksanakan di masjid atau mushola. Sebisa mungkin kita menghindari kerumunan orang agar kita terhindar dari virus corona itu.

Namun kita juga tidak boleh berputus asa, karena semua yang terjadi sudah takdir dan kehendak dari yang Maha Kuasa. Setiap cobaan tentunya ada hikmahnya. Termasuk puasa Ramadan di tengah pandemi Covid-19  juga ada hikmahnya. Apa aja itu? Yuk, simak di bawah ini:

1. Ibadah lebih tenang karena di rumah
Hal yang dibutuhkan ketika beribadah ialah suasana tenang dan damai. Insya Allah karena kita di rumah saja, ibadah pun bisa lebih tenang dan khusyuk.

2. Tidak mengurangi pahala puasa
Semoga, ya. Semoga Allah melipatgandakan pahala kita meski kita beribadah dari rumah saja. Selain itu karena kita tetap di rumah saja, sehingga kita tidak keluyuran yang mana bisa merusak puasa, entah dari pandangan, perbuatan atau lainnya yang bisa membatalkan puasa.

3. Lebih hemat karena makan di rumah terus
Biasanya kalau bulan puasa itu isinya undangan buka bersama dari teman-teman kantor, sekolah, kuliah dan keluarga besar. Makan di luar begitu, sudah pasti sangat boros, nah saat ini kita bisa berhemat karena makan di rumah terus.

4. Bisa lebih dekat dengan keluarga di rumah
Karena menjalani aktivitas di rumah saja, ibadah puasa tahun ini benar-benar spesial karena bisa terus sama keluarga dari pagi hingga pagi lagi. Momen yang langka karena biasanya yang kerja pulang sore atau malam, pas buka ada yang buka puasa di luar dan sebagainya.

5. Rumah menjadi indah karena sebagai tempat ibadah
Tak bisa dipungkiri ketika kita melakukan ibadah di rumah, sudah pasti suasana rumah lebih tenang dan damai. Nuansa sejuk pun akan terasa.

Itulah beberapa hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari pandemi Covid-19. Doa kita semua sama. Semoga pandemi Covid-19 segera hilang dari muka bumi ini, sehingga kita bisa bersilaturahim dengan leluasa dan tenang.

Okay, dan tulisan ini masuk ke Day 15 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020. Terima kasih.

5 Tempat yang Wajib Dikunjungi Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir

Pantai
Akibat adanya pandemi Covid-19 memaksa kita harus di rumah saja. Ya, boro-boro bisa keluyuran keluar kota untuk liburan. Kerja saja diusahakan dari rumah. Keluar rumah kalau ada yang urgent, itu pun harus melalui prosedur protokol kesehatan yang memadai. Enggak bisa sekarang keluar rumah ngasal, keluar begitu saja. Saat ini, enggak pakai masker saja bakalan ditegur. Saya merasa hidup kok rempong amat ya sekarang ini. Jadi saya suka berharap dan berangan-angan agar semua ini cepat berlalu. Semoga Virus Corona cepat hilang dari muka bumi. Saya sudah rindu dengan hal-hal yang di luar rumah.

Dan jika pandemi ini sudah berakhir, saya akan mengunjungi tempat-tempat yang membuat saya kangen. Apa saja itu? Cek di bawah ini:

1. Kantor
Saya sudah sangat kangen kerja dan bertemu dengan teman-teman kantor. Menyelesaikan deadline, koordinasi sana-sini, mengerjakan analisis, berkutat dengan budgeting, dan lain sebagainya. Kalau di tempat kerja memang pusing, tapi saya bisa menikmatinya. Dan pas istirahat bisa makan dan ngobrol sama teman-teman, bisa juga buat curhat.

Sudah satu tahun lebih saya tidak main ke pantai. Sudah pasti rindu berat pokoknya. Sehingga kalau Covid-19 sudah menghilang, saya ingin ke pantai untuk melepas rindu dan menunggu senja yang menawan.

3. Daerah dataran tinggi
Tempat dan suasana yang dingin, penuh pepohonan dan alam yang masih hijau, membuat saya rindu. Itu merupakan tempat di mana saya bisa berteriak sepuasnya ketika masalah menghampiri namun tak kunjung selesai. Seringnya saya pergi ke tempat yang rindang dan sepi, lalu berteriak tanpa kedengaran orang. Selain untuk berteriak-teriak yang tidak jelas begitu, dataran tinggi juga cocok sekali untuk merenung dan olahraga. Udara yang segar dan sejuk membuat pikiran kita lebih tenang dan damai.

4. Waterboom
Bermain air itu hal yang menyenangkan, tentu saya sangat menyukainya. Dan kalau Covid-19 sudah berakhir, saya ingin main di waterboom seharian sampai tutup dah itu. Kayak tahun lalu, kami main di Owabong sampai kolam renangnya dikuras untuk dibersihkan. Terus pas pulang, kami di tempat parkir sampai diusir, karena tempat parkirnya mau tutup. Hahaha.

Ini lebih lama lagi tidak ke sini. Tempat istimewa yang banyak kenangan dan cinta. Tempat yang setiap sudutnya memberikan romantisme. Tentu saja saya sangat kangen dengan Yogyakarta dan ingin segera berkunjung lagi.

Dan itulah lima tempat yang sudah sangat saya rindukan untuk dikunjungi. Semoga setelah pandemi Covid-19 berakhir, saya punya rezeki lebih untuk liburan ke situ.

Okay, tulisan ini merupakan tulisan ke Day 14 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

3 Akun Instagram yang Menginspirasi

Instagram yang menginspirasi
Saat ini Instagram merupakan media sosial yang digemari. Posting foto atau kalau netizen menyebutnya sebuah pamer, menjadi hal yang menyenangkan saat ini. Selain itu, di Instagram bukan hanya posting foto begitu saja, tetapi ada info menarik yang bisa kita bagikan. Sehingga orang yang melihat, bukan hanya foto yang ciamiknya saja, melainkan ada caption atau keterangan yang menambah wawasan kita.

Dan berikut merupakan akun-akun instagram yang menurut saya bisa menginspirasi kita:

1. @nitalanaf
Sebelumnya saja juga sudah pernah menuliskan tentang blog yang perlu dikunjungi, salah satunya ya blognya Mba Nita. Dan ternyata, selain blognya, akun instagramnya juga penuh inspiratif. Mba Nita ini rajin memposting makanan dan atau minuman beserta resepnya. Kadang sebel juga sih, pas buka IG, lagi lapar, terus di beranda muncul postingannya Mba Nita. Kan saya jadi makin ngiler. :P

Nah, buat teman-teman yang memang ingin membuat makanan dengan resep sederhana tapi hasil wow dan enak, segera follow deh akun instagramnya Mba @nitalanaf ini. Dijamin enggak nyesel.

2. @uwanurwan
Akun ini juga sangat menginspirasi. Postinganya berisi tentang catatan-catatan puisi yang kadang dengan bahasa sarkas namun penuh makna. Selain itu, konten-konten yang dibagikan bukan sembarang konten, karena penuh totalitas dan karya seni yang tinggi.

Untuk itu saya menyukai postingan dari Mas @uwanurwan ini, dan yang penasaran, segera deh follow akun instagramnya.

3. @nurullnoe
Feed instagram rapi dan bagus banget adalah dambaan kita. Dan itu dimiliki oleh Mba Nurul di akun @nurullnoe yang beirisikan foto-foto baby newborn. Hasil jepretannya itu bagus-bagus banget, saya sampai kepengen difoto sama Mba Nurul, tapi sayang jauhnya. Hahaha.

Ditambah lagi, Mba Nurul ini juga sudah memiliki sertifikat sebagai fotografer untuk NewBorn. Berarti memang skillnya tidak diragukan lagi.

Penasaran? Langsung saja follow akun instagramnya. Dijamin langsung suka.

Itulah tiga akun instragram yang menginspirasi bagi saya. Karya-karya mereka memang luar biasa dan patut untuk dicontoh. Dari ketelatenannya, totalitasnya atau dari profesionalitasnya.

Okay, tulisan ini merupakan Day 13 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Benda yang Digunakan untuk Membuat Keterampilan Saat di Rumah Saja


Smartphone

Sebagai orang yang saat ini menjadi kaum rebahan dan kegiatannya itu-itu saja, hal asyik yang dilakukan ialah memainkan smartphone. Karena dengan smartphone saya bisa menikmati stay at home makin penuh warna. Bisa buka macam aplikasi media sosial yang membuat saya tidak kebingungan mau ngapain atau menonton video yang bisa menghibur diri.

Terlebih saat ini smartphone makin canggih dan dibekali berbagai kelebihan. Mau edit-edit apa saja juga terasa mudah, bahkan ngeblog menggunakan smartphone juga makin simple karena tombol keypadnya besar dan bergaya qwerty. Jadi enggak terlalu capek buat ngetiknya.

Dengan begitu, smartphone merupakan benda yang saya gunakan untuk melakukan kegiatan mengasah keterampilan menfedit foto saat di rumah saja. Iya daripada saya gunakan untuk membuka media sosial terus, yang ada nanti saya pusing juga membaca dan melihat postingan teman-teman online yang berwarna sekali. Selain itu, smartphone ini kan sudah canggih ya, namanya juga 'smartphone alias ponsel pintar', ya masa digunakan untuk buka aplikasi media sosial melulu, kan sayang. Jadi, dengan begitu saya gunakan untuk belajar untuk mengedit foto atau membuat sebuah banner menggunakan aplikasi Canva dan PicsArt.

Dan berikut merupakan alasan-alasan saya menggunakan smartphone untuk mengdit foto:

1. Lebih mudah menggunakan Canva di ponsel ketimbang di websitenya
Jujur saja saya lebih mudah menggunakan Canva di ponsel ketimbang di websitenya, saya bingung cara insert fotonya, oey. :D

2. Bisa disambil melakukan aktivitas lain
Misal saya lagi mengerjakan pekerjaan rumah, saya masih bisa pegang HP atau meletakannya di dekat saya, jadi bisa sesekali buka HP.

3. Enggak perlu perkakas lainnya yang ribet
Paling-paling kalau baterai lemah ya tinggal dicharge. Enggak memakan tempat juga meskipun smartphone terkini layarnya cukup lebar karena sampai 6 inchi.

Itulah alasan mengapa saya menggunakan smartphone sebagai alat untuk melakukan hal-hal baru ketika di rumah saja.

Okay, tulisan ini masuk ke Day 12 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Hal-hal yang Bisa Dipelajari Saat Menjalani Stay at Home

Hal-hal yang bisa dipelajari saat di rumah saja
Memasuki Day 11 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020, benar-benar 'memaksa' saya untuk aktif ngeblog. Ternyata, ide itu muncul kalau kita mau berusaha. Dan apa saja bisa dilakukan asalkan kita mau berusaha dan belajar. Karena segala sesuatunya pasti dari tahap pembelajaran dulu.

Mumpung sedang di rumah saja, saatnya kita belajar sesuatu yang bermanfaat. Memang bukan sebuah keterampilan sih, dari apa yang saya pelajari, tapi ini termasuk hal yang istimewa bagi saya. Sebab kalau membuat sebuah keterampilan itu akan memakan waktu yang cukup banyak dan ketelatenan untuk saya. Sedangkan saya meskipun menjadi kaum rebahan, bukan tipe orang yang cukup telaten untuk membuat sebuah prakarya. Kadang memang suka iri sama teman-teman yang bisa membuat karya dari tangannya sendiri memanfaatkan barang-barang bekas. Kalau saya, baru niatnya saja. Hehehe.

Untuk itu, saya belajar hal lain yang bisa dilakukan sambil rebahan. Apa saja itu? Yuk, simak di bawah ini:

1. Belajar mengedit fofo dengan Canva
Sudah saya sebutkan di postingan sebelumnya kalau saya suka membuka aplikasi Canva melalui smartphone. Iya, karena saya sedang belajar ngedesign gambar dengan format dan tulisan yang bagus. Meskipun belum semua template dan tulisan bisa digunakan semua karena saya masih pakai yang gratisan, belum berlangganan.

2. PicsArt
Selanjutnya saya belajar utak-atik aplilasi PicsArt untuk mengedit foto. Di sini kita bisa berkreasi membuat foto yang kita miliki menjadi lebih bagus. Bahkan kalau yang sudah mahir bisa banget mengedit foto kayak menggunakan aplikasi canggih yang lain di komputer. Kalau saya masih sekadar untuk mengecrop, memberikan efek atau menambahkan sticker pada foto. Belum bisa mengedit ke hal-hal lainnya yang lebih rumit. Semoga saja saya bisa segera melakukannya.

Okay, itulah dua hal yang saya pelajari ketika di rumah saja. Ya, daripada ponsel saya digunakan untuk ngegibah online di WAG, mendingan buat berkreasi. Iya, kan?

Kalau teman-teman apa saja nih yang dilakukan saat stay at home? Share dong di kolom komentar. Terima kasih.

Halodoc, Satu Aplikasi untuk Menjawab Semua Kebutuhan Kesehatan

www.erycorners.com
Bulan Maret 2020 merupakan bulan yang tidak bisa dilupakan begitu saja oleh sebagian orang. Karena apa? Karena tepat tanggal 2 Maret 2020, Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo, menerangkan bahwa dua orang warga negara Indonesia positif Covid-19. Dari berita itu gempar ke mana-mana. Bukan warganya pada lebay, tapi takut. Karena kita, ya kita, awalnya terlalu santai menghadapi wabah ini. Banyak yang menganggap virus itu tidak akan masuk ke Indonesia. Sekalinya masuk, ya sudah kocar-kacir kita.

Dan kini jumlah yang terinveksi Covid-19 di Indonesia makin banyak. Itu semakin membuat diri ini takut dan ngeri. Karena kita tidak tahu virus itu ada di mana dan nempel di siapa. Terlebih saat ini banyak sekali yang mudik atau pulang kampung dari DKI Jakarta ke daerah lainnya. Hal ini terbukti membuat banyak kasus Covid-19 di sejumlah daerah makin meningkat. Belum lagi mereka-mereka yang bepergian ke mana-mana, efeknya luar biasa dalam penyebaran virus tersebut.

Kita yang bukan tim medis sebisa mungkin membantu untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan cara berdiam diri di rumah. Iya, menjadi kaum rebahan yang asyik dan menyenangkan, tapi cukup dari dalam rumah saja.

Sementara itu, bagi mereka-mereka yang melakukan bepergian ke luar kota, ketika pulang hendaknya melakukan Rapid Test untuk mengetahui kondisi kesehatannya dengan cepat.

Rapid test merupakan pengecekan melalui sampel darah dari seseorang untuk mendeteksi bahwa orang tersebut terkena Covid-19 atau tidak. Biasanya setelah melakukan rapid test, dilanjutkan dengan test swab sebagai tahap kepastian bahwa orang tersebut benar-benar positif Covid-19 atau tidak.

Namun, melakukan Rapid Test itu bukan perkara mudah, apalagi di daerah, karena harus mengantri di fasilitas kesehatan, sehingga cukup melelahkan dan membuang waktu. Karena belum adanya Rapid Test yang cepat seperti di Jakarta. Iya, bagi warga Jakarta yang ingin melakukan Rapid Test secara cepat dan akurat bisa melalui Halodoc. Sebelum melakukan Rapid Test, bisa melakukan janji terlebih dahulu dengan dokter yang akan melakukannya melalui Halodoc.

www.erycorners.com

Halodoc, satu aplikasi untuk menjawab semua kebutuhan kesehatan

Halodoc merupakan sebuah layanan kesehatan yang berbasis digital. Bisa diakses di website maupun di aplikasi biar lebih praktis. Di sini banyak sekali fitur-fitur kesehatan yang bisa kita temui dan mungkin saja dibutuhkan.

Tahap menggunakan aplikasi Halodoc:
  1. Pastikan install aplikasi Halodoc di smartphone
  2. Register dengan email kita
  3. Perbarui/lengkapi profil kita, karena ketika profil kita tidak lengkap, Halodoc tidak mengizinkan kita untuk mengakses percakapan atau lainnya
  4. Selanjutnya memilih layanan apa yang kita butuhkan

www.erycorners.com

Menggunakan fitur-fitur yang ada di Halodoc
1. Tes Covid-19
Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, bahwa degan Halodoc bisa melakukan Rapid Test. Caranya buka aplikasi Halodoc, kemudian pilih menu Tes Covid-19 dan memilih untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat. Sementara ini memang masih hanya bekerja sama dengan rumah sakit di wilayah Jabodetabek. 

Dengan adanya fitur ini, memudahkan mereka-mereka yang ingin melakukan Rapid Test dengan cepat dan tanpa harus menunggu lama.

2. Periksa Covid-19
Di menu ini kita bisa chat langsung dengan Halodoc tentang diri kita ini termasuk beresiko tinggi atau tidak. Ada pertanyaan otomatis yang keluar di menu ini dan kita wajib menjawabnya “Ya / Tidak”. Dengan jawaban yang kita berikan ke aplikasi tersebut, di sana akan menganalisa kita beresiko atau tidak.

3. Chat dengan Dokter
Di menu ini kita bisa bebas memilih untuk berkonsultasi tentang apa, dari Covid-19, Dokter Umum, Spesialis Kandungan, Kulit, Psikolog Klinis, Spesialis Anak, Penyakit Dalam, Dokter Gigi dan lainnya. 

Kebetulan kemarin saya coba chat dengan dokter spesialis anak dengan Dokter Nurul Handayani Ardy, Sp.A. Beliau sangat ramah dan mampu memberikan penjelasan yang detail, sehingga saya yang awam mudah untuk memahami bahasanya.

4. Membeli Obat
Layanan selanjutnya yang bisa kita lakukan di Halodoc ialah membeli obat. Ini diarahkan ke apotek terdekat dengan kita. Berbagai kebutuhan kesehatan juga dijual di sini seperti untuk pencegahan Covid-19, Vitamin & Suplemen, Batuk dan Flu, Demam, Saluran Pencernaan, Anti Nyeri, Antibiotik, Kulit dan lain-lain. Atau juga melayani pembelian menggunakan resep, kita foto resepnya kemudian upload. Dan aplikasi Halodoc akan memproses resep yang kita upload tersebut.

5. Membuat Janji dengan Rumah Sakit
Siapa yang malas mengantri di rumah sakit? Ini sangat cocok menggunakan aplikasi Halodoc agar kita tidak perlu capek-capek mengantri di rumah sakit dengan antrian mengular. Menu ini juga sama halnya dengan membeli obat, diarahkan ke rumah sakit terdekat dengan alamat kita.

www.erycorners.com

Itulah lima hal yang bisa kita lakukan menggunakan aplikasi Halodoc. Selain hal tersebut di atas, masih banyak informasi-informasi lainnya yang bisa kita peroleh dengan menggunakan Halodoc. Tentang artikel-artikel kesehatan yang sangat bermanfaat juga hadir di Halodoc, sehingga cocok untuk menjadi bahan bacaan kita untuk menambah wawasan tentang kesehatan. Iya, dari pada kita gabut di rumah aja terus, mendingan kita di rumah sambil baca artikel yang bermanfaat.

Demikian ulasan mengenai Halodoc yang mampu menjawab semua kebutuhan kesehatan. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan terhindar dari penyakit apapun.

Terima kasih sudah berkunjung.

5 Aplikasi dan Website yang Bermanfaat Ketika di Rumah Saja

5 Aplikasi dan Website yang Bermanfaat Ketika di Rumah Saja

Menjalani aktivitas di rumah saja memang sungguh menyulitkan, pasalnya di rumah terus itu sangat membosankan. Meskipun sudah banyak cara agar stay at home makin asyik dan tips biar betah di rumah, tetap saja, masih banyak waktu yang kosong yang bikin bingung sendiri.

Untuk mengisi waktu yang kosong, tidak ada salahnya, kan, membuka aplikasi di ponsel pintar yang serba ada. Saya memang buka aplikasinya kebanyakan media sosial, hanya untuk hiburan.

Dan berikut aplikasi dan atau web yang sering saya buka di saat stay at home.

1. Aplikasi media sosial
Sudah pasti saya membuka aplikasi ini dan paling sering. Karena media sosial merupakan hiburan tersendiri bagi saya. Baik itu Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, dan Line, saya setiap hari membukanya. Entah hanya sekadar share link postingan blog baru, atau saling like dan komentar pada postingan teman-teman.

2. Youtube
Hiburan selanjutnya yang saya buka tentu youtube. Entah melihat chanelnya Chef Arnold yang suka masak atau melihat video clip dari lagu-lagu favorit. Youtube bisa menjadi alternatif pilihan untuk menghibur diri sekaligus menambah wasasan, karena banyak info tips dan trik yang menarik.

3. Editor photo
Sebagai seorang blogger, tentunya perlu stock foto yang cukup banyak untuk melengkapi postingan di blognya. Dan saat ini saya sedang belajar menggunakan aplikasi Picsart dan Canva untuk mengedit foto.

4. Website penyedia foto gratis
Memposting tulisan di blog kalau tidak ada foto rasanya kurang lengkap. Berhubung sedang di rumah saja, saya bisa berselancar di www.pexels.com atau www.pixabay.com untuk mencari foto yang cocok di posting di blog.

5. Website IDNtimes.com
Dari dulu kalau ada yang tanya suka membaca berita di mana, saya jawab, "IDN Times," alasannya simple karena bahasanya kekinian dan kita juga bisa menjadi penulis di situ dan dibayar. Kan kalau banyak yang baca tulisan kita, lumayan kan bisa buat tambahan tabungan uangnya.

Itulah beberapa aplikasi dan website yang sering saya buka di saat stay at home. Biar enggak makin bosan dan jenuh. Kalau teman-teman buka aplikasi dan website apa saja? Share di kolom komentar, ya.

Tulisan ini masuk dalam Day 10 BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Hal Seru yang Dilakukan Bersama Keluarga Ketika di Rumah Saja

Hal seru yang dilakukan bersama keluarga ketika di rumah saja
Hallo, Guys
. Memasuki Day 9 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020, saya makin megap-megap nih. Sesuatu banget rasanya. Tapi saya punya motivasi biar berhasil menuntaskan challenge di tahun ini, karena tahun kemarin gagal, alasannya sok sibuk di kantor. Berhubung tahun ini lagi di rumah, saya mencona menantang diri saya sendiri.

Tips biar betah di rumah sudah saya tulis sebelumnya di sini. Nah, sekarang, kegiatan yang paling seru yang dilakukan bareng keluarga selama stay at home. Sebenarnya hampir sama sih, karena apa yang dilakukan selama di rumah saja tentu bareng keluarga. Namun, tahun ini kami menjalaninya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tahun ini Alhamdilillah kami dikaruniai seorang putra, sehingga sehari-hari kami makin seru dan banyak warna.

Yang pertama tentu kami merawat anak secara bersama-sama. Dari yang begadang karena ada bayi yang terbangun dan harus diberi ASI, menjaga pola makan dengan makanan yang sehat agar ASI lancar, 'berebut' dengan sinar matahari agar pakaian bayi kering, karena di daerah kami curah hujannya cukup tinggi. Hampir setiap hari hujan. Dan masih banyak lagi cerita tentang hadirnya buah hati dalam kehidupan kami, mungkin saya akan menulisnya secara terpisah.

Yang kedua ialah, ketika suami work from home. Bekerja di rumah itu tantangannya jauh lebih besar. Iya, banyak gangguan. Kadang saya lagi nyuci, tiba-tiba anak nangis, mau enggak mau suami berhenti sejenak menemani buah hati. Selain itu,.pas deadline, tiba-tiba perangkat ngadat. Kayak Jumat kemarin, udah kerjaan lagi dikejar-kejar, eh laptopnya eror, enggak mau booting. Blank, gitu. Untung saja masih bisa ditangani meskipun memakan waktu hampir tiga puluh menit hanya untuk nyalain laptop.

Belum lagi, kami tinggal di desa, masalah lain saat work from home tentunya koneksi internet. Mendung sedikit, hilang sudah koneksi. Mau pakai provider apapun tetap sama, karena memang tempat kami yang masih di desa dan susah koneksi.

Dan itu semua benar-benar menguji kesabaran kami di bulan Ramadan. Dan Alhamdulillah kami bisa menjalaninya.

Okay, itulah hal seru yang kami alami dalam keluarga. Ada bahagia, cemas, emosi, dan lainnya menjadi satu; tapi kami harus tetap sabar menghadapinya.

Tips Simple Agar Betah di Rumah

5 Tips Simple Agar Betah di Rumah

Hallo, Guys.
Masih dalam topik yang sama. Kali ini merambah tentang stay at home atau di rumah saja. Saking pentingnya hal tersebut sampai ramai tagar #dirumahaja. Iya, benar, menurut saya juga tepat dalam kondisi seperti ini, kita lebih baik di rumah saja. Ya, saatnya jadi kaum rebahan.

Namun kegiatan di rumah saja itu tidak mengasyikan bagi semuanya. Terlebih bagi kita-kita yang terbiasa bepergian entah itu kerja atau traveling, stay at home terus pasti membosankan dan menjenuhkan. Setiap hari ketemunya itu-itu saja. Ruangan yang sama, sudut pandang yang sama atau bahkan aktivitas yang sama, yaitu rebahan terus.

Meskipun ada banyak cara agar membuat stay at home makin asyik, tapi tidak ada salahnya dong melakukan hal-hal di rumah agar semakin betah menjalani di rumah saja.

Mau tahu apa saja itu? Yuk, simak di bawah ini:

1. Menata kembali ruangan
Daripada hanya rebahan dan membosankan lebih baik menata ruang. Membenahi barang-barang yang sudah tidak terpakai, yang rusak buang, yang masih bagus bisa disumbangkan bagi yang membutuhkan. Selain itu juga mengunah layout ruangan, agar suasana tampak berbeda dan lebih segar.

2. Mempraktekan resep masakan yang baru
Gagal atau enggak, itu pikir belakangan deh. Yang penting, resep yang sudah dicatat dan bahan-bahan telah siap, segera dieksekusi. Kalau tidak, bakalan malas dan mubah itu bahan-bahan makanan.

3. Quantity dan quality time dengan keluarga
Sebelum adanya stay at home, bercengkerama dengan keluarga seringnya hanya dilakukan di saat weekend, itu pun kalau tidak ada jadwal lembur atau traveling. Nah, saat ini, bisa menjadi momen paling tepat untuk mengobrol santai hingga serius dengan keluarga. Bertukar pendapat untuk merancang masa depan atau memecahkan masalah.

Selain itu, karena banyaknya waktu di rumah, kita bisa bermain bersama dengan keluarga. Tentunya sangat membahagiakan, bukan?

4. Berkebun
Enggak perlu punya lahan luas, yang penting mau melakukannya. Kita bisa menanam tanaman hias atau tanaman obat atau bahkan sayuran di samping rumah meski sisa lahan sangat sedikit. Syukur-syukur bisa melakukan teknik hidroponik, ini pasti akan lebih bagus.

5. Video call dengan keluarga atau teman yang jauh
Adanya social distancing membuat kita tidak bisa bertemu dengan orang lain kalau tidak ada yang urgent. Padahal, rasa rindu itu ada, terlebih saat ini bulan puasa, rasa ingin ketemu dengan keluarga yang jauh makin membuncah. Untuk itu, salah satu cara untuk mengobati rasa kangen, video call menjadi salah satu jawabannya.

Dan itulah lima hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa betah di rumah. Memang kalau kelamaan sangat menjenuhkan, tetapi demi kebaikan bersama, saatnya kita kompak untuk tetap di rumah saja. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu dan berakhir dari muka bumi in, sehingga kita bisa bertatap muka lagi.

Okay, tulisan ini merupakan Day 8 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Terima kasih sudah mampir ke sini, yang punya tips lain biar betah di rumah, share di kolom komentar, ya. :)

5 Hal yang Akan Dilakukan Jika Covid-19 Berakhir

www.erycorners.com
Hallo, Guys, masih semangat ya dalam menulis BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020, dan kini sudah memasuki day ke 7. Rasanya luar biasa juga saya bisa mengikutinya meskipun rada keteteran. Hahaha.

Oh ya, kita semua tahu ya, bahwa pandemi Covid-19 membuat kita mesti di rumah saja. Sehingga tidak bisa ke mana-mana. Ya boro-boro traveling keluar kota, kerja saja sekarang dari rumah. 

Rasanya ingin banget pandemi ini segera menghilang dari muka bumi ini agar kita bisa beraktivitas normal tanpa adanya was-was ketika keluar rumah. Selain itu, banyak hal yang harus dilakulan ketika Covid-19 sudah berakhir. Iya, karena semenjak adanya pandemi Covid-19, beberapa agenda kegiatan tentu ditunda bahkan dibatalkan. Demi kebaikan kita bersama, iya, kan?

Dan berikut keinginan saya jika pandemi Covid-19 berakhir:

1. Berteum dengan teman-teman kantor
Saya memang sedang cuti melahirkan sehingga tidak bekerja. Seharusnya kalau tidak ada pandemi Covid-19, meskipun saya cuti, saya masih bisa bersua dengan teman-teman kantor. Entah itu hanya sekadar main ke rumah sambil bawa anak atau saya main ke kantor sekadar melepas rindu.

2. Hangout di cafe favorit
Sudah beberapa bulan saya tidak menikmati makan makanan di luar rumah. Kangen juga dengan suasana hangout bersama teman-teman sambil menikmati hidangan yang nikmat dan lezat. Terlebih di Purbalingga saat ini banyak sekali tempat makan baru dan kekinian yang wajib dicoba.


3. Traveling
Semenjak hamil dari pertengahan tahun lalu saya tidak berani traveling jauh-jauh. Rencananya itu setelah bayi lahir. Dan sekarang bayi sudah lahir, saya ingin mengajaknya jalan-jalan meskipun tempat wisata yang dekat dari rumah. Tapi apa daya, akibat adanya pandemi Covid-19, mengharuskan kita benar-benar stay di rumah, dan selain itu, tempat wisata di Purbalingga pun untuk sementara waktu ini ditutup.

4. Belanja ke pasar tradisional
Berhubung adanya stay at home, saya sudah lama tidak menginjakan kaki di pasar tradisional. Belanja sayuran saya mengandalkan tukang sayur yang keliling. Padahal, biasanya setiap minggu saya belanja ke pasar tradisional untuk belanja kebutuhan pokok untuk stock satu minggu. Dan kini rasa rindu beli-beli sayuran sudah meningkat. Sangat berharap Covid-19 benar-benar segera berakhir agar saya bisa berbelanja dan berakhir sudah social distancing yang cukup menyebalkan.

5. Tetap menjaga kebiasaan sehat dan bersih
Dan yang pastinya, kebiasaan yang makin sehat dan bersih di saat adanya Covid-19, akan saya teruskan. Covid-19 memang harus segera pergi, tapi kebiasaan rajin mencuci tangan, membersihkan rumah, mandi dan olahraga, harus tetap dijaga agar kita tetap sehat. Mau ada virus atau tidak, sehat bagi kita itu sangat perlu, karena sehat itu mahal.

Dan itulah lima hal yang akan saya lakukan jika pandemi Covid-19 sudah berakhir. Kalau teman-teman, apa yang akan dilakukannya? Coba share di kolom komentar, ya. Terima kasih.

Serba-Serbi Masker di Saat Pandemi Covid-19

www.erycorners.com
Masker, saat ini menjadi hal atau benda penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Iya, semenjak adanya pandemi Covid-19, kita diwajibkan memakai masker terlebih ketika keluar rumah. Hal itu bertujuan untuk melindungi diri kita dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berhubung meningkatnya permintaan masker tersebut, tak heran harga masker makin melambung dari biasanya. Sebelumnya saya biasa order masker kain untuk keperluan tempat kerja, dan harga masih normal. Namun, ketika pandemi Covid-19, saya beli masker kain harganya dua kali lipat dari harga sebelum adanya pandemi. Naiknya enggak tangung-tanggung. Tetapi di sisi lain ada berkah tersendiri bagi mereka yang memproduksi masker kain. Karena serba-serbi masker juga mewarnai dalam bisnis usaha kecil dan menengah.

Melihat semua itu, di sisi lain saya bersyukur karena banyak usaha kecil meningkat dalam penjualan maskernya. Dan berikut saya rangkum tentang serba-serbi masker akibat pandemi Covid-19.

1. Permintaan masker melonjak
Adanya himbauan bahkan mewajibkan menggunakan masker ketika keluar rumah membuat permintaan masker makin melonjak dari biasanya. Tak heran, produsen masker sampai kewalahan karena permintaan masker dari sana sini serta minta cepat-cepat.

2. Kehabisan bahan masker
Akibat permintaan melonjak, tentunya produksi masker besar-besaran dan membuat bahan baku kehabisan. Khususnya bahan oxford. Ini yang dialami temen saya, pelanggan minta masker dengan bahan oxford, tetapi bahan tersebut sudah habis di pasaran. Sedangkan di pasaran adanya bahan drill.

3. Meningkatnya omset penjualan masker
Sudah pasti omset jualan makser meningkat karena permintaan yang membludag. Dan ini bagus untuk para pelaku usaha yang berjualan masker. Yang biasanya omsetnya biasa saja, bahkan balik modal saja sudah bersyukur, kini mereka bisa menikmati hasilnya.

Itulah beberapa serba-serbi masker di saat pandemi Covid-19. Ada hikmah yang bisa diambil, yakni meningkatnya penjualan masker dan membuat pelaku usaha kecil mampu bertahan, bahkan bisa mengambil keuntungan. Dan bagi saya kalau harganya masih wajar, ya sah-sah saja mereka menaikan harga. Selama masih bisa dinalar dengan logika, kami para pembeli juga bisa memakluminya.

Tulisan tentang masker ini masuk dalam Day 6 BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.

Susahnya Menjalani Social Distancing

www.erycorners.com
Mewabahnya Covid-19 itu cukup membuat saya dan keluarga was-was, pasalnya kami enggak semua Work From Home. Iya, suami saya tetap bekerja karena memang di bidang telekomunikasi. Layanan konsumen tentu penting, apalagi di saat seperti ini, tentu kebutuhan koneksi internet semakin meningkat karena banyak yang stay at home. Dari harus menerima aduan pelanggan, pemasangan baru, upgrade paket dan lain sebagainya. Sehingga mau tidak mau, harus masuk kerja, namun dengan protokol kesehatan dan perlindungan diri yang memadai. Dan di tempat kerjanya juga dalam sehari ruangannya disemprot desinfektan sebanyak dua kali.

Kalau saya bersyukurnya sedang menjalani cuti melahirkan selama tiga bulan dari April hingga Juni 2020, sehingga saya bisa fokus di rumah saja. Setidaknya saya mengurangi interaksi dengan orang-orang luar rumah.

Baik suami dan saya saat ini menjalani social distancing meskipun cukup sulit. Suami di kantor tentu paling sulit untuk menjalankannya. Beruntung masih bisa jaga jarak dan tidak bersentuhan (bersamalan) dengan siapapun. Sedangkan saya sulit menjalani social distancing ketika ada tukang sayur lewat. Itu berhentinya di depan rumah saya, nah ketika berhenti, tentu saja tetangga yang pada mau belanja pada datang, termasuk saya. Nah di sini susah sekali untuk menerapkan social distancing. Mau mengusir tetangga sendiri, nanti gimana, bisa-bisa gosip bertebaran, mau enggak menegur tetapi belanja sambil ngerumpi. Jadi ya, tukang sayur kalau berhenti di depan rumah saya itu bisa hampir satu jam karena yang beli sambil pada ngegosip dulu.

Soal rumpi merumpi juga bukan hanya ketika tukang sayur lewat, tetapi bagi kami di desa itu banyak sekali yang suka ngerumpi ketika sore hari. Sehingga dengan adanya social distancing membuat kaget sebagian warga. Bersyuurnya sebagian warga ada yang menyadari, demi kebaikan bersama, kami mencoba melakukannya meskipun berat. Dan berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Rasanya sudah ingin berjumpa dengan teman-teman semua.

Itulah social distancing di tempat saya yang masih sulit untuk dijalankan. Kalau teman-teman bagaimana? Share di kolom komentar, ya. Terima kasih.

Dan tulisan ini merupakan Day 5 dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2020.