Thursday, August 29, 2019

Keuntungan dan Kerugian Menabung dalam Bentuk Emas

www.erycorners.com
Hallo, jumpa lagi, setelah sekian hari hibernasi, akhirnya bisa menulis lagi, dan kini sudah di penghujung Agustus tahun 2019. Bagaimana resolusinya? Apakah sudah mulai terwujud? Atau hanya sebagai wacana? Hahaha, enggak sudah dipikirkanlah ya, yang penting enjoy life.

Tetapi, kali ini saya tidak ingin membahas resolusi atau keinginan apa yang belum terwujud, tapi ingin membahas semacam investasi. Yupz, investasi. Jangan tertawa saya membahas investasi lah, ya.

Jadi begini, beberapa minggu lalu, di WAG Emak-emak Blogger, banyak yang membahas tentang investasi. Baik itu jenis tabungan berjangka, saham, reksadana dan atau tabungan emas. Saya sendiri ada reksadana yang beli di Tokopedia dengan nominal yang sangat receh kala itu. Kemudian saya juga ada menabung emas sedikit demi sedikit.


Nah, yang akan saya bahas kali ini tentang tabungan emas. Apa saja sih manfaatnya menabung dalam bentuk emas? Hanya untung saja atau ada ruginya?

Sebenarnya sama saja sih, menabung emas atau apapun, pasti ada untung dan ruginya. Dan kali ini akan saya share tentang keuntungan dan kerugian menabung dalam bentuk emas. Lebih khusus lagi, ini emas yang bisa dipakai, ya. Sudah bentuk perhiasan, bukan emas batangan.

Keuntungan Menabung Emas
1. Bisa dijadikan investasi jangka panjang
Hal yang paling menyenangkan ketika kita membeli emas ialah harga emas selama ini mengalami trend kenaikan. Bahkan di daerah saya, untuk emas tua harga 1 gram mencapai kisaran lima ratus ribuan, sedangkan harga emas muda sekitar dua ratus hingga tiga ratus ribuan. Selain itu, emas disimpan dalam jangka lama tidak akan rusak atau membusuk. Jadi, bisa buat tabungan masa tua juga.

2. Perhiasan emas bisa dipakai
Selain kita bisa menabung untuk masa depan, perhiasan emas yang kita beli juga bisa dipakai. Sah-sah saja ketika kita memakai kalung, gelang, anting, cincin dan perhiasan lainnya. Tetapi saya garis bawahi ya. Sebaiknya bijak menggunakan perhiasan, apalagi kalau bepergian jauh. Karena sudah ada beberapa berita bahwa ada orang yang memakai perhiasan mencolok ada terus kena hipnotis dan lain-lain. Ya, sebaiknya kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu.

www.erycorners.com
Perhiasan emas itu bisa membuat kita para Ibu Bangsa makin kece dan PD :D

3. Mudah untuk dijual kembali
Ini sih orang di daerah saya banget, kalau menabung sukanya bentuk emas, terus pas tiba-tiba butuh uang, langsung deh dijual perhiasanya itu. Enggak lama langsung dapat uang. Selain dijual, emas juga bisa digadai.

4. Membeli emas sesuai dengan kemampuan
Sebenarnya sama sih ya dengan menabung di bank. Kita menabung ya sesuai kemampuan financial kita. Termasuk dalam membeli emas, bisa fleksibel, mau beli emas, bisa sesuai dengan isi dompet kita. Berbeda dengan investasi lainnya, terkadang harus ada nominal pembeliannya.


Okay, itulah beberapa keuntungan ketika kita menabung dalam bentuk emas. Lalu, apakah ada kerugiannya ketika kita membeli emas. Ya, ada beberapa hal yang bisa membuat kita rugi ketika kita membeli emas, simak di bawah ini, ya.

www.erycorners.com

Kerugian menabung emas
1. Ketika dijual mendapatkan potongan
Dalam transaksi jual beli tidaklah selalu menguntungkan. Apalagi jarak antara waktu beli dengan jual itu dalam kurun waktu satu tahun. Kenapa? Karena dari toko emas sendiri akan memotong nilai jual emas. Enggak main-main loh nilai potongnya. Di daerah saya, per gram itu potongannya Rp 20.000 untuk emas tua (kadarnya tinggi) dan Rp 15.000 untuk emas muda (kadarnya rendah). Kalau kita jual emas tua sebanyak 10 gram, sudah terlihat, kan, potongannya sebesar Rp 200.000,-. Sayang banget! Jadi alangkah baiknya kalau mau investasi emas itu yang dalam bentuk batangan dan menjualnya dalam kurun waktu ± 10 tahun.

2. Ada kekhawatiran ketika meninggalkan rumah
Kalau simpanan perhiasannya sudah banyak, ketika kita akan pergi jauh meninggalkan rumah, pasti rasa was-was itu datang. Iyalah, pasti ada rasa takut rumahnya ada maling. Na'udzubillahi min dzalik. Semoga kita selalu dalam lindungan yang Maha Kuasa. Amannya untuk menyimpan perhiasan yang banyak memang dalam bentuk safe deposit box di bank.

3. Biaya menyimpan emas di bank
Tentunya ada biaya dong. Karena kita menyimpan perhiasan atau surat-surat berharga di perbankan, sudah pasti ada biaya yang harus kita keluarkan setiap bulannya.

Jadi, itulah beberapa kerugian ketika kita membeli emas untuk tabungan. Tinggal kita bijaksana mau berinvestasi yang mana, kan? Kalau kita tidak memulainya, kapan lagi? Selain itu, investasi bentuk apapun, pastinya ada keuntungan dan kerugiannya. Tinggal kita mau pilih yang mana sesuai dengan kemampuan kita.


Okay, dari saya itu dulu ya, mungkin teman-teman ada yang mau menambahkan baik keuntungan atau kerugian ketika menabung dalam bentuk emas. Share di kolom komentar, ya, terima kasih.

Sunday, August 11, 2019

Cinta yang Tak Berpihak

www.erycorners.com
Pada hakikatnya cinta itu memiliki rasa dan kebebasan tersendiri. Tidak bisa dipaksa, tidak bisa dihindari pun juga tidak bisa disalahkan. Iya, nalarnya cinta memang seperti itu, tapi bagaimana ketika harus jatuh cinta pada orang yang salah? Bertahun-tahun lamanya mencintai seseorang yang tak pernah mengabaiakan perasaannya sedikitpun. Apakah itu pembuktian hati yang tulus atau kebodohan karena tidak pernah menyadari orang yang selama ini dicintainya itu tidak pernah merasakan rasa yang sama. Bisa dikatakan cinta bertepuk sebelah tangan seperti lagu yang melegenda itu. Tapi ini bukan lagu, ini tentang sebuah kisah asmara yang dialami oleh Derawati, gadis berparas cantik yang masih berusia dua puluh dua tahun. Masih kuliah di jenjang akhir atau bisa dikatakan sedang menggarap skripsinya. Namun, dia jatuh cinta pada seorang pria yang bernama Vino, teman kuliah yang tak pernah sekalipun mereka bertemu. Bagaimana kisahnya? Simak terus di bawah ini, ya.

Derawati yang biasa dipanggil Dera gadis mojang priangan Bandung yang memiliki mata bulat dan jelas, pipi mulus dan sedikit mirip bakpao. Sudah hampir empat tahun dia menginjakan kakinya di Jakarta untuk menimba ilmu di salah satu universitas Ibu Kota. Untuk urusan materi kuliah dia tidak pernah ambil pusing, maklum, anak dari pasangan Bapak Hendri Deryudi dan Ibu Sulis Setyowati ini selalu berhasil mendapatkan hasil yang maksimal. Urusan dana juga tidak begitu dipikirkan. Selain orang tuanya yang memang cukup berada, meskipun tidak kaya, tapi mampu membiayai anak ketiganya kuliah di Jakarta. Sedangkan Dera sendiri kalau senggang dia mengambil part time untuk bekerja di café atau malah narik ojok online biar bisa bayar kost-kostan sendiri karena biaya kost tiap tahun makin nanjak harganya.

Suatu hari dia berbincang-bincang dengan teman sekostnya, Ria, tentang rencananya setelah lulus kuliah nanti. Ya, mereka bercakap-cakap di kamar kost sambil goleran membaca buku atau kadang nyambi bermain media sosial.

“Ri, kamu abis lulus mau ngapain?” tanya Dera.
“Balik kampung ke Jawa, pengen memberikan ilmu yang bermanfaat di kampung,” jawab Ria yang penuh bijak.
“Wow, keren banget cita-cita lo, mulia juga ya,” ledek Dera. Ria hanya tersenyum kecil dan asyik manggut-manggut sambil memainkan ponsel pintarnya.
“Eh, Ri, lo pernah kepikiran enggak mau nikah di usia berapa dan sama siapa?” tanya Dera lagi. Ria lagi-lagi hanya menjawab dengan bahasa tubuhya sampai-sampai membuat Dera rada kesel.
“Eh, lo kenapa sih? Main HP mulu, gue lagi ngajak ngobrol tahu!” celetuk Dera.
“Lah, lo aja kagak jelas, bentar-bentar pegang HP, bentar-bentar buku, bentar-bentar nyerocos kayak petasan di tempat orang mantenan,” Ria mulai ikutan ngegas.

Jadi satu kamar berdua mereka ramai banget seperti orang satu RT lagi pada demo karena biaya kost mahal.

www.erycorners.com

“Ya, setidaknya lo dengerin gue dulu, dong, Ri!”
“Ya deh, mau cerita apa?” tanya Ria.
“Menurut lo, kalau gue ngungkapin perasaan ke Vino, gimana? Enggak ada salahnya, kan?” tanya Dera yang membuat wajah Ria senewen.
“Vino lagi, Vino lagi. Apa kagak ada cowok lain di dunia ini selain dia? Empat tahun gue kenal lo, masalah dalam hidup lo cuma satu deh, Vino!” Ria makin ngegas karena dari dulu yang dibahas Dera hanya Vino.
“Ya mau gimana lagi, Ri, gue cinta ama dia, dan bentar lagi kita lulus, masa aku enggak pernah mengungkapkan perasaan ke dia sedikitpun. Udah gue tahan selama empat tahun ini,” jelasnya.
“Serah lo dah!” ketus Ria.
“Ih, lo kok gitu sih, kayak enggak suka gitu,”
“Bukan gue enggak suka lo ngungkapin perasaan lo ke Vino, tapi apa lo tahu, gimana perasaan dia ke lo? Lo udah lihat sendiri kan gimana bejatnya dia? Udah berapa cewek di kampus ini yang dia pacarin? Harusnya lo bersyukur kalau lo enggak disukai sama Vino,”
“Lo gitu deh, awas aja ya lo kalau lo jatuh cinta dan perasaan lo berkobar-kobar,” sumpah Dera untuk Ria.

Ria hanya tertawa dan melempar buku ke Dera. Akhirnya mereka pun berdebat panjang hanya karena Vino. Namun kali ini Dera berhasil membuat Ria mengalah. Ria menyetujui bahwa dengan sangat terpaksa, Ria mendukung kalau Dera akan mengungkapkan perasaannya setelah ujian skripsinya selesai.

“Gue pikir lo mahasiswi yang cerdas, tapi ternyata urusan cinta lo jadi norak dan bodoh,” timpal Ria untuk Dera.
“Biariiiin..! Dari pada lo kagak pernah mikirin hati, hanya kepikiran gimana jadinya biar bisa jadi orang yang hebat di desa. Mulia banget sih tujuan hidup lo,”
“Dari pada lo, cinta mulu yang dipikirin, makan tu cinta,”

Ya, begitulah mereka, berdebat yang unfaedah sampai lelah dan tertidur sendiri.

***
www.erycorners.com

Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, mereka lulus dengan hasil yang memuaskan. Dera tampak bahagia karena mendapatkan peringkat tiga. Orang tuanya pun bangga pada putrinya itu. Kebahagiaan lain pun dirasakan Ria, dia berhasil meraih gelar sarjana dan dia berencana akan pulang kampung untuk mengembangkan ilmunya di desa.

Di sela-sela kebahagian mahasiswa dan orang tua yang hadir di acara wisuda tersebut, Dera mengendap-endap meninggalkan orang tuanya yang sedang berbincang-bincang dengan beberapa kenalan yang sama-sama menghadiri anaknya wisuda. Ria mengetahui tingkah laku Dera, ia pun mengikutinya dan berhasil meraihnya.

“Woi, ngapain lo ngendap-ngendap kayak maling di keramaian?” suara Ria membuat Dera kaget dan berhenti berjalan yang sudah di depan Ria berjarak sepuluh meter.
“Ha, lo lagi, lo lagi, ngapain lo ngikutin gue,” balas Dera.
“Gue takut aja, kalau lo mau maling, terus bikin heboh deh,”
“Enak aja,”
“Terus lo ngapain jalan kayak orang lagi mau nangkap apa,” desak Ria.

Pertanyaan Ria hanya membuat Dera tersenyum.

“Jangan bilang lo mau nyari Vino,” tebak Ria. Dera hanya mengangguk. Membuktikan bahwa kalimat sahabatnya itu benar adanya. Dan sekali lagi Ria mengingatkan bahwa sebelum mengungkapkan keputusan itu harus dipikirkan matang-matang, secara, selama ini Vino merupakan salah satu playboy kampus yang sering bergonta-ganti pacar. Apa jadinya nanti kalau Dera ditolak? Bukankah membuat patah hati? Tapi dalam pikiran Ria, ditolak Vino jauh lebih mending ketimbang nanti sahabatnya itu diterima oleh Vino dan hanya dimainkan perasaannya.

Baca juga: Cinta yang Terbalaskan Lelucon

Ketika mereka berdebat, sesosok pria tampan dengan badan tinggi seratus delapan puluh satu centimeter itu muncul. Mata yang bulat, rahang yang tinggi, dan dagu yang goleng, memang membuat kalangan hawa klepek-klepek melihatnya. Dera dan Ria sama-sama melongo, karena orang yang dibicarakannya tiba-tiba hadir di depan mereka.

www.erycorners.com

“Kalian tadi nyebut nama saya?” tanya Vino, yang membuat mata Dera tak berkedip. Dengan high hells Ria menginjak kaki Dera dan membuatnya kesakitan.
“Hmm iya… aku tadi nyebut nama kamu,” jawab Dera dengan gugup.
“Ada apa?” Vino bertanya lagi.
“Eee… jadi gini, akuu… akuu… mau…” Dera tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, ternyata gugup benar rasanya berhadapan dengan orang yang disukainya.
“Mau kenalan sama Vino,” celetuk Ria yang membuat Dera berbingar-bingar.
“Iya, maksudnya mau kenalan sama Vino, karena selama kita kuliah di sini, kita enggak pernah menyapa satu sama lain. Nah, ini pas banget lagi acara wisuda, kita mau kenalan, siapa tahu nanti di luar kampus kita bisa ketemu lagi. Entah itu masalah pekerjaan, bisnis atau lainnya,” kata Dera ada benarnya juga. Tapi tak mudah dia melakukan semua itu, karena napasnya serasa habis.
“Oh ya, okay, aku Vino,”
“Dera,”
“Ria,”

Mereka saling berjabat tangan sebagai tanda untuk berkenalan. Kemudian Vino mengatakan sesuatu yang membuat Dera berbunga-bunga, “Dera? Derawati yang memperoleh peringkat tiga di kampus ini? Wow, selamat ya, senang kenalan denganmu,”

Dera hanya bisa mengangguk dan ingin tertawa bahagia. Ingin sekali rasanya berlarian di taman mengungkapkan kegembiraannya, ternyata orang yang dicintainya selama ini juga menaurh perhatian juga.

“Sayang….” Lamunan Dera langsung lebur ketika mendengar suara gadis yang mengatakan ‘sayang’. Di arah belakang Vino, datanglah seorang gadis cantik yang berambut ikal panjang sepunggung. Mata yang menggunakan softlens biru itu menjadikan penampilannya kian seksi.

“Hai, honey, ada apa?” jawab Vino.
“Aku dah bilang papi, kalau acara pertunangan kita sebaiknya dipercepat,” jelas kata gadis itu. Yang sambil menarik Vino dari hadapan Dera dan Ria. Sayup-sayup terdengar mereka berdua mengobrol tentang pesta pertunangan. Dera seperti disambar petir di siang bolong, tiada angin tiada hujan. Rasa bahagia yang baru saja ia impikan, tenggelam sudah. Musnah. Tak terasa buliran air mata menetes di pipi. Ria tahu betul apa yang dirasakan Dera saat ini, dia pun mencoba membantu menenangkan perasaan Dera.

www.erycorners.com

“Ini lebih baik, Der, lo tahu dari awal, jadi lo enggak perlu mengharapkan dia lagi,” ucap Ria. Dera hanya mengangguk. “Ya, lo harus bersyukur karena lo tahu bahwa hubungan Vino dengan cewek itu serius, jadi lo mesti move on, karena cowok di dunia ini bukan cuma dia,” tambah Ria.
“Empat tahun gue memendam semua ini, mengumpulkan seluruh kekuatan cuma buat ngedeketin dia, tapi nyatanya sia-sia,” Dera Nampak putus asa.
“Eh, girl! Udahlah, enggak perlu disesali. Lo harusnya hari ini lagi bahagia banget, orang tua lo datang di sini, lo jadi juara tiga. Prestasi lo bagus, harusnya lo bahagia. Setidaknya buat orang tua lo deh,” lagi-lagi ucapan Ria benar juga.

Dera mencoba membersihkan mukanya yang sudah lusuh. Dia mencoba menyolek wajahnya lagi. Dan mereka pun berjalan beriringan menuju orang tua mereka yang sudah bahagia karena anaknya sudah lulus. Dera juga sangat bersyukur memiliki teman seperti Ria yang selalu cerewet untuk menasehatinya selama ini. 

Dan mereka harus bersiap-siap untuk kehidupan selanjutnya. Apakah Dera akan pulang ke Bandung, atau berkarir? Atau malah langsung menemukan pengganti Vino? Lalu bagaimana dengan dengan Ria? Apakah benar nanti dia akan mengembangkan ilmunya di desa, atau malah dia betah di kota dengan pesona yang memikat? Tunggu kisah selanjutnya.

Bersambung…

--

Sumber foto: www.pexels.com

Sunday, August 4, 2019

Pesona Objek Wisata Tampomas Banjarnegara yang Membuat Betah

www.erycorners.com
Hallo, jumpa lagi di blog erycorners.com, setelah melewati tutup buku yang penuh sesak dan memerlukan konsentrasi, akhirnya saya bisa menulis lagi. Iya, persoalaan tutup buku itu tidak bisa disambi, khususnya di bulan ini. Benar-benar wow. Tetapi kali ini saya tidak ingin membahas soal kerjaan, lah wong saya baru selesai dengan tutup buku masa saya harus mengingatnya lagi, mending saya menceritakan sebuah tempat wisata yang wajib dikunjungi yang terletak di Banjarnegara.

Banjarnegara lagi? Iyes, membahas tentang Banjarnegara memang tidak akan ada habisnya, terlebih dari tanggal 02 – 04 Agustus 2019 ini sedang dilangsukan acara spektakuler di Dieng, yakni Dieng Culture Festival (DCF) tahun 2019. Yang semalam juga ada penampilan dari Isyana Sarasvati (dulu juga datang di acara Festival Gunung Slamet tahun 2016). Tetapi lagi, ya. Saya juga tidak ingin membahas DCF, karena saya sendiri tidak bisa menghadirinya, padahal ada undangan untuk datang, tapi mohon maaf banget, karena ada kesibukan lain saya tidak bisa berangkat ke DCF 2019. :(

www.erycorners.com
Kalau lapar di Tampomas, tenang, ada Warung BMW

Lalu, mau membahas apa? Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman mengunjungi Wisata Tampomas di Banjarnegara. Ini adalah cerita kelanjutan yang sebelumnya kami datang ke Batik Mirah, Banjarnegara. Dari tempat Bu Mirah, dengan rasa ngantuk dan lelah, dengan menggunakan bus kami menuju wisata selanjutnya. Perjalanannya saya sendiri tidak terlalu menikmati yang bagaimana-bagaimana, karena saya berusaha untuk tidur di bus. Hayati lelah, Gengs. Sehingga tak terasa sampai juga. Kalau enggak salah jam 4 sore kami sampai (iya, kalau enggak salah).

www.erycorners.com
Okay, kami langsung disambut dengan jajanan khas Tampomas | Mas Junjun, sorry yes, kamu terlihat separo, hahaha

Segernya, Mas Farid udah nikmati es badeg. Eh itu Mas Wahid United (pakai kaos merah), kenapa natapnya begitu? :D
Yang pakai kaos hitam Mas Hendy.

Sampai di sana kami langsung disambut dan disuguhi jajanan serta minum khasnya. Minuman khasnya ialah badeg (air nira kelapa). Ada yang hangat dan ada yang dingin juga dengan es. Tentunya kami banyak yang menyerbu dengan rasa yang dingin. Kan jadi seger gitu. Setelah menikmati hidangan di dekat tempat parkir, kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju Wisata Tampomas. Pintu masuknya unik, perlu turun sedikit, tidak curam, tapi hati-hati karena semit. Di sisi kiri dari jalan pintu masuk ada area kolam renang kecil untuk anak-anak, sedangkan sisi kanannya tentunya Danau Tampomas.

www.erycorners.com
Pintu masuk Wisata Tampomas. Okay, harga tiket Rp 5.000 per orang, tapi belum tiket naik perahu, ya.

Danau Tampomas ini merupakan danau buatan tetapi tidak benar-benar dibuat? Lah, maksudnya? Jadi, begini, menurut cerita dari salah satu tim pemandu kami, bahwa dulunya Tampomas ini merupakan gunung batu dan berjumlah dua buah. Namun, pada tahun 1983, salah satu gunung batu tersebut didinamit (bom), sengaja dihancurkan untuk menjadi bebatuan. Batu-batu itu digunakan untuk membendung Sungai Serayu yang dijadikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Mrica, atau sekarang yang terkenal dengan Waduk Mrica Banjarnegara PLTA Panglima Besar Jenderal Sudirman.

www.erycorners.com
Kolam renang kecil, cocok untuk anak-anak

Dengan begitu, gunung batu yang menjulang tinggi, kini membentuk cekungan. Hari demi hari (kek lagu aja), cekungan itu tersiram air hujan hingga bertahun-tahun, dan akhirnya menjadi sebuah danau. Dan kini dibuka sebagai tempat wisata yang mendatangkan pengunjung. Di tengah-tengah danau terdapat banyak tumbuhan teratai yang mekar di pagi hari. Kalau ke sini sebaiknya memang di pagi hari biar melihat teratai yang mekar.

www.erycorners.com
Berani naik perahu gethek ini?

www.erycorners.com
Di tengah-tengah danau Tampomas, naik perahu sambil berani foto-foto

Untuk menikmati langsung danau ini juga ada caranya, yaitu dengan naik perahu kecil atau rakit. Setelah kami memakai pelampung, satu per satu kami naik perahu kecil yang muat sekitar empat sampai lima orang. Sedangkan lainnya ada yang naik rakit, (ingin ikutan naik rakit, tapi takut nyemplung). Ya, rasanya kayak naik kapal kecil di laut gitu, bisa menikmati suasana di tengah danau dengan real juga. Setelah muter-muter di sini danau, menepi lagi, dong.


www.erycorners.com
Hai Marmut-marmut lucu

www.erycorners.com
"Mba Gita, saya jangan dibawa pulang, ya." Ucap Marmut :D

Dan kami lanjutkan untuk menuju ke atas danau, ternyata ada spot lainnya, ada rumah marmut, ada spot selfie di atas danau, dan lainnya. Berhubung waktu juga, akhirnya kami keluar dari area Danau Tampoas dan menuju ke gazebo. Di situ kami dihidangkan dengan makanan yang sangat khas. Ada nasi tiwul, urap, peyeng udang, buntil, dan sambal. Entah lapar atau enak, saya lahap memakannya. Mungkin juga suasana yang sejuk dan sahdu, karena gazebo ini tepat di pinggir Danau Tampomas. Kalau memungkinkan, saya bisa tidur di sini. Suasananya enak banget, tenan e lho.

www.erycorners.com
Mba Wati (www.hidayah-art.com), terima kasih fotonya :)

www.erycorners.com
Saya mengambil nasi tiwul, nasi biasa, urap dan peyek ikan kecil-kecil. Mari kita makan, lapaer :D

www.erycorners.com
Buat tidur enak banget nih, udaranya sejuk pisan

Makan selesai, ngobrol ngalor ngidul serta sharing seputar dunia wisata juga selesai, perjalanan kami hari ini selesai sudah. Kami berpamit untuk menuju tempat bermalam, yakni di The Pikas Resort and Cottage, yang hari sebelumnya kami bermain rafting. Dan bagaimana kami menginap di The Pikas Resort and Cottage? Tunggu cerita selanjutnya, ya. Semoga saya bisa menuliskannya dalam waktu dekat. Aamiin..

Okay, sampai jumpa ya, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.