4 Hal yang Membanggakan Menjadi Seorang Narablog

8:47:00 PM 32 Comments A+ a-

4 Hal yang Membanggakan Menjadi Seoarng Narablog | sumber : www.pexels.com
Halo 2019. Semoga di tahun yang baru ini semangat menulis saya makin bagus, tidak angin-anginan lagi. Menulis bagi saya mampu mengobati keluh kesah dan gundah gulana. Saya bisa mengeluarkan segala beban pikiran menjadi salah satu tulisan yang bisa dibaca. Dimulai dari itu, saya tertarik menulis di blog

Untuk tetap konsiten menulis di blog bagi saya juga tidak mudah. Saya harus mengumpulkan banyak inspirasi dan curi-curi waktu menulis agar tidak berbenturan dengan pekerjaan. Maklum, saya masih seorang Part Time Blogger. Namun saya tetap berusaha untuk memposting tulisan agar bisa bertengger di dunia maya ini.

Karena saya sering memposting tulisan di blog, maka teman-teman banyak berkomentar, "Apa sih untungnya nulis kek gitu? Cuma bikin capek doang,"

Mmm, mendengar kalimat seperti itu, dulu cuma mengernyitkan alis saja. Karena tulisan saya masih cuma curhatan atau fiksi kisah nyata yang saya bumbui dengan berbagai macam drama dan konflik di dalamnya.

Kemudian di tahun 2015 saya mulai memahami bahwa dari blog juga bisa mendapatkan uang. Huah, langsung deh yang ada di dalam otak saya berkata, "Uang, uang, uang, dan uang!"

Dan tahun 2016, Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan uang dari tulisan yang saya publish di blog. Bahagia pastinya, apalagi pas dapat menang lomba, pernah dapat smartphone, pernah dapat uang dan bingkisan cantik lainnya.

Terus semenjak saya dapat hadiah, terutama uang tunai, teman yang dulunya komentar apa untungnya nulis, sekarang komentarnya berbeda lagi, "Mba Ery, traktir dong, kan udah dapat hadiah," Kalau urusan traktir selama masih dalam nominal wajar saya iyain saja. 

Selanjutnya saya terus membuat artikel lagi dan lagi. Terus belajar dan mencoba lagi, hingga pada akhirnya membawa saya ke suatu hal yang membanggakan menjadi seorang Narablog. Mungkin bagi orang lain hal biasa, tapi bagi saya tentu hal yang istimewa.

Adapun hal-hal yang sangat membanggakan dalam dunia blogging saya seperti :

1. Turut Serta dalam Juguran Bareng dengan Sisditjen Kominfo

www.erycorners.com
Dengan Ibu Mariam F Barata

Awal tahun 2017 saya yang tergabung sebagai Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kabupaten Purbalingga, berksempatan untuk berkumpul bersama dalam acara Juguran Bareng dengan Ibu Mariam F Barata selaku Sisditjen Kementrian Komunikasi dan Informasi Indonesia. Di sini membahas bersama tentang berita hoax yang mudah menyebar dan bagaimana cara menanggulanginya. Serta dijelaskan tentang nawacita Pemerintah Indonesia untuk memajukan bangsa, khususnya memalui dunia digital.


Selain itu saya juga berksempatan memberikan beberapa kata tentang dunia blogging yang saya jalani selama ini. Jujur saja, saya gemeteran, karena kali pertama berbicara di depan banyak orang. Terlebih langsung ada Ibu Sisditjen Kominfo, Kepala Dinas Dinkominfo Purbalingga, Kepala Desa setempat beserta perangkatnya, dan beberapa pejabat, serta teman-teman RTIK Purbalingga yang hadir di situ. Untung saja saya tidak pingsan, hanya berkeringat dingin saja.


2. Mengisi Acara Workshop Blogging

www.erycorners.com
Asli grogi :D

Acara ini terselenggara oleh teman-teman Komunitas MIRC Allnetwork #Purwokerto yang ingin belajar tentang promosi digital serta dunia blog. Perasaan saya saat itu tentu grogi, karena saya sadar, saya masih sebagai blogger level recehan, ilmu saya masih setipis kulit ari. Di sini sebagai pembicara saya menjelaskan tentang apa itu blog, bagaimana untuk menunjang promosi penjualan dan bagaimana cara membuat blog. Dan Alhamdulillah lancar. Saya bisa berbagai besama dengan mereka yang ingin belajar sebagai Narablog.


3. Mengikuti Famtrip Media dan Blogger, Explore Banjarnegara

www.erycorners.com
Sampai juga di Candi Arjuna

Ini kali pertama diundang oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara untuk turut mengexplore wisata di Banjarnegara. Saya bersama teman-teman media, blogger dan lainnya mendapatkan pengalaman yang luar biasa di sini. Acara dilaksanakan pada tanggal 16 - 18 November 2018. Selama 3 (tiga) hari di Banjarnegara, sangatlah memanjakan kami dengan pesona wisatanya yang sangat memukau. Salah satu pesona yang sangat memukau tentunya Dieng, Negeri di Atas Awan. Dan saya ingin balik lagi ke sana tentunya.


4. Turut Bergabung dalam Safari Jurnalistik 2018

www.erycorners.com
Safari Jurnalistik 2018

Kalau di bulan November 2018 saya mengexplore wisata Banjarnegara, di akhir tahun kemarin saya bergabung Safari Jurnalistik 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga. Kami selam 2 (dua) hari dari tanggal 29 - 30 Desember 2018 menyusuri Se-Ku-Go. Eh, apa itu Se-Ku-Go? Merupakan akronim dari Serang, Kutabawa dan Goalawa.


Kami juga turut serta dalam sharing bareng tentang wisata Purbalingga. Harapannya, ke depan, wisata di Purbalingga makin maju dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar wilayah Purbalingga. Selain itu kami juga diajak mengunjungi Sentra Olahan Nanas, yang meruapakan oleh-oleh khas dari Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Keempat hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam hidup dan tak kan tergantikan. Bisa menjadi bagian untuk mengisi konten yang positif, berbagi ilmu dan support tentang dunia pariwisata, bagi saya tentu sangat membanggakan. Dan semua itu terjadi karena saya seorang Blogger.

Namun dengan pencapaian yang telah saya dapatkan, harus diimbangi dengan semakin giat memposting tulisan di blog serta memperbaiki kualitas tulisan. Terlebih di akhir tahun 2018 ditutup dengan sangat manis, tentunya saya harus lebih baik lagi di tahun 2019. Saya berharap di tahun 2019, blog saya makin maju dan lebih bermanfaat lagi.

www.erycorners.com
Blog harus semakin baik | sumber : www.pexels.com

Untuk mencapai semua itu, tentunya ada proses dan saya rangkum dalam bentuk resolusi blogging tahun 2019. Apa sajakah itu?

1. Menaikan DA dan PA Blog
Seroang blogger tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA). Yang mana kualitas blog bisa dilihat dari semakin tingginya DA dan PA. Saat ini, blog saya masih mentok di angka 21 untuk DA dan 31 untuk PA. Tahun 2019 saya menargetkan DA menjadi 25 dan PA 35. Bissmillah, semoga bisa.

2. Meningkatkan Kunjungan ke Blog
Ini harus, kalau DA dan PA mau naik, kunjungan juga harus naik, terutama dari backlink dofollow yang mengarah ke blog ini. Semoga bisa, dan harus bisa.

3. Posting Tulisan Minimal 5 Setiap Bulan
Kalau saya lagi malas nulis, biasanya sebulan hanya ada satu tulisan yang terpanjang di blog. Di tahun 2019 tidak boleh seperti itu lagi. Harus lebih rajin, setidaknya ada lima artikel yang dipublish. Selain untuk menambahkan kunjungan, biar blog terlihat hidup karena artikelnya update terus, jadi yang berkunjung tidak bosan. Doakan semoga sukses ya!

Dengan tiga resolusi tersebut, semoga blog www.erycorners.com semakin baik dan maju. Tidak ada  yang tidak mungkin selama ada usaha, kan? Jadi, yuk, tetap semangat menjadi seorang blogger yang membanggakan. Karena dengan tetap menulis, nama kita akan tetap dikenang.

Okay, terima kasih sudah berkunjung dan membaca cerita tentang yang hal yang membanggakan menjadi Narablog versi saya. Semoga bermanfaat.

Tempat Wisata Kece di Bandung yang Wajib Dikunjungi

8:52:00 PM 36 Comments A+ a-

www.erycorners.com
Foto from @tompelllz
Bandung, saat ini menjadi salah satu tujuan destinasi wisata yang selalu diincar oleh traveler. Dari kota kembang tersebut memang banyak sekali tempat-tempat wisata kekinian dan instagramable yang wajib dikunjungi. Baik wisata yang memacu adrenalin atau petualangan, wisata spot alam yang indah, seni dan budaya juga patut dikunjungi ketika ke Bandung.

Saking begitu banyaknya tempat wisata di Bandung, kita tidak bisa berkunjung hanya dalam waktu sehari atau dua hari. Harus lebih, karena semua wisata yang ada di kota kembang tersebut, sangat-sangat sayang untuk dilewatkan.

Dan untuk membuat traveling ke Bandung lebih mantap mau ke mana, saya bagikan nih, spot-spot wisata kece dan instagramable yang wajib dikunjungi.

1. Floating Market Lembang
Siapa sih yang tidak tahu wisata ini? Salah satu andalan destinasi wisata di Bandung, yaitu Floating Market Lembang. Dengan mengusung konsep 'Pasar Apung' seperti di Kalimantan, tempat wisata ini selalu padat oleh pengunjung, terlebih ketika hari libur nasional. 

www.erycorners.com
Photo from @dhody_sableng

Di tempat ini memang bukan sungai atau laut, melainkan sebuah danau buatan yang di pinggirrannya dibuat berbagai macam gazebo dan ditanami berbagai jenis tanaman. Sehingga bisa menarik wisatawan untuk datang lagi dan lagi. Selain itu kita juga bisa berwisata kuliner yang terdiri dari varian harga yang berbeda-beda.

So, kalau ke Bandung, jangan lewatkan untuk berkunjung ke Floating Market Lembang.

2. Farmhouse Lembang
Ye, masih di Lembang. Di sini memang sebagai tempat peternakan dan pusat pengolahan susu. Namun bangunan di sini itu sangat unik dan mengusung tema nuansa Eropa abad pertengahan.

www.erycorners.com
Foto from Instagram @igoendonesia

3. Tebing Keraton
Bagi pecinta pesona alam yang indah dan pentu petualangan. Wajib datang ke Tebing Keraton. Di atas tebing ini kita bisa menikmati pemandangan hamparan luas hutan yang sangat menakjubkan. Untuk menuju ke sini memang tidak mudah, tapi kalau suka berpetualang, siapa takut? Tebing Keraton terletak di  Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung.

Foto from Instagram @_kopites_man


Jadi, kapan nih ke puncak Tebing Keraton? Sudah siap?

4. The Lodge Maribaya
Bandung memang tercipta penuh dengan keindahan alamnya yang begitu memesona sehingga bisa dengan mudah untuk dicintai. Salah satu spot wisata yang memang banyak digandrungi kawula muda yakni The Lodge Maribaya. Dengan konsep hutan pinus yang luas, di sini bisa untuk camping bersama. Selain itu ada wahana yang cukup menantang seperti sky swing, ayunan langit yang sangat terkenal dan hits.

Foto from Instagram @septi.m.d

Kalau ke Bandung beneran wajib ke The Lodge Maribaya.

5. Arung Jeram di Ciwidey Bandung Selatan
Yang suka akan petualangan di air, wajib coba wisata minat khusus ini. Rafting atau Arung Jeram di Ciwidey Bandung Selatan, saat ini menjadi salah satu primadona wisatawan saat berkunjung ke Bandung. Petualangan yang seru terbawa aliaran sungai menjadikan pengalaman yang tak tergantikan. Ditambah lagi, di kanan kiri sungai, begitu banyak pemandangan yang sangat memanjakan mata.

Foto from Instagram @ciwideyrafting



Itulah lima tempat yang wajib dikunjungi saat berlibur di Bandung. Untuk menuju lokasinya saat ini sangat mudah, terlebih di Bandung sendiri, ada Bus City Tour yang bisa mengantarkan wisatawan ke tujuan wisata seperti menuju ke Floating Market Lembang. Sedangkan wisatawan yang jauh, saat ini sudah dimanjakan dengan menaiki pesawat terbang langsung menuju ke Bandung yang bisa terbang dari daerah mana pun.


Pencarian tiket pesawat ke Bandung saat ini juga tergolong mudah karena bisa dilakukan melalui online. Kita bisa mengecek harga tiket pesawat dari berbagai maskapai hanya dalam hitungan menit saja. Dengan begitu, berwisata ke Bandung semakin mudah, praktis dan efisien.

Serunya Menikmati Sensasi Arung Jeram Kali Serayu Banjarnegara yang Bikin Nagih

6:28:00 PM 40 Comments A+ a-

www.erycorners.com
Rafting di Kali Serayu Banjarnegara
Okay, perjalanan kami lanjutkan menuju The Pikas Resort and Cottage. 

Usai kunjungan singkat di Serulingmas BIZ, kami cap cus masuk bus. Dalam perjalanan yang memakan waktu tiga puluh menitan, saya sudah merasa lemah lunglai. Asli deh, saya benar-benar merasa capek, tenaga habis dan lain sebagainya. Dibawa makan rasanya enggak enak, masih ada rasa untuk muntah. Beruntungnya saya di bus masih bisa memejamkan mata sejenak.


Sampai di The Pikas Resort and Cottage kami langsung menuju kamar ganti untuk memakai baju yang lebih nyaman karena mau basah-basahan di sungai. Iya, kami mau Rafting di Kali Serayu. Wowowow, bagaimana sensasinya ya? Simak terus ya....

www.erycorners.com
Helm dan Pelampung ialah perlengkapan wajib ketika hendak melakukan Rafting. Karena ini untuk keamanan kita sendiri.

Sebelum kami nyebur ke Kali Serayu, kami menggunakan perlengkapan safety seperti helm dan pelampung. Setelah itu pemanasan sebentar, biar otot-otot tubuh enggak pada tegang. Setelah siap semuanya, kami naik armada yang telah disiapkan untuk menuju titik awal Rafting dimulai.

www.erycorners.com
Pose dulu deh setelah pakai pelampung dan helm, serta udah pegang dayung.

Di dalam mobil saya bareng sama Mba Wati, Mba Ika, Mba Nia, Mas Wahid; yang merupakan Blogger Semarang yang ngehitz. Selain itu ada Gita juga Blogger Banjarnegara dan Vivi salah satu pegawai di Dinas Pariwisata Banjarnegara serta lainnya yang saya lupa namanya. Dalam perjalanan ini saya sebenarnya sudah ngedrop, masih dilema dalam pikiran, ikut apa enggak. Tapi kalau enggak ikut, belum tentu ada kesempatan lagi untuk menjajal Rafting di Kali Serayu yang kata orang rasanya luar biasa. Karena kondisi badan masih ngedrop, saya banyak diam, teman-teman bercerita ngalor-ngidul, dan saya sesaat hanya tersenyum dengan menahan rasa ngantuk.

www.erycornes.com
Sampai di titik untuk memulai Rafting, salah seorang Guide memberikan kami instruksi lagi.

Kemudian, tak berapa lama kami sampai sampai di titik awal untuk Rafting. Oh ya, saya lupa nama desa di sini. Maapkan saya… sampai di sini kami berbaris dulu sesuai kelompok, iya dibuat kelompok yang isinya lima atau enam orang. Kami di sini diberi pengarahan terlebih dahulu tentang teknis menaiki perahu karet. Apa-apa yang harus kami lakukan dan apa yang tidak boleh kami lakukan. Salah satu yang harus kami lakukan ialah mendayung secara kompak agar perahu terus melaju. Dan hal yang tidak boleh dilakukan ialah tetap mendayung ketika kita menemukan jeram yang tinggi, kita semua masuk ke bagian tengah dari perahu karet tersebut sambil mengangkat ke atas dayung. Karena kalau dayung dipegang ke samping, bisa-bisa teman di sebelah kena gagang dayung. Kasihan, bisa cedera.

Selesai briefing, kami langsung menuju perahu karet sesuai kelompok masing-masing. Ye, akhirnya mendayung. Dan perlahan pun perahu berjalan, saya dan teman-teman mulai mendayung. Oh ya, saya bersama Ibu Anggoro Wati dari Dinas Pariwisata Banjarnegara serta dua pegawai Pariwisata Banjarnegara. Dan tak lupa juga ada satu Guide yang tentunya ada di perahu kami. For your information ya, setiap perahu tentu ada Guide yang mengomando/menginstruksi kapan kita harus mendayung, kapan kita harus melakukan boom (masuk dalam perahu) atau  kita mengangkat dayung ke atas.

www.erycorners.com
Yuhu.. mulai terombang ambing dengan arus sungai yang deras.

Perlanan tapi pasti, perahu yang kami naiki mulai terbawa arus. Dari arus yang kalem, jeram yang cukup tinggi bahkan beberapa kali kami sempat menabrak tebing di pinggiran sungai. Tidak masalah, kami malah justru tertawa gembira. Selama kami mematuhi instruksi, everything is okay.

www.erycorners.com
Tabrak aja tabrak, dan kami menabrak tebing di pinggir sungai. Hahaha

Perahu nyangkut di bebatuan besar juga beberapa kali menghalangi kami. Terbawa arus dengan curam yang cukup dalam juga kami lalui dan bu Anggoro Wati sempat terjatuh, dan Guide sigap menolongnya. Hanya sandal jepit yang tak terselamatkan, jadi sandal jepit bagian kanan terbawa arus, hiihhih. Dan ini seru sekali. Tak lama kemudian di perahu depan kami, Mba Wati, Blogger Semarang juga terjatuh, bahkan ketika teman seperahunya hendak menolong malah jatuh juga. Dan ini seru sekali, mereka satu per satu kembali ke perahu karetnya.

Setelah melewati beberapa curam, kami mendayung dengan cepat agar segera finish. Ayo.. ayo… semangat! Dan hore.. kami sampai finish. Dan ternyata, sandal jepit Bu Anggoro telah ditemukan di perahu yang lainnya. Syukurlah enggak jadi hilang, hihihi. Waktu yang diperlukan untuk Rafting ini dua jam lebih dengan panjang kuran lebihnya 14 km. Enggak usah dibayangin panjangnya ya, capek yang jelas kalau jalan kaki, hahaha.

www.erycorners.com
Aliran airnya cukup tenang, tandanya kita sebentar lagi sampai di The Pikas Resort and Cottage.

Mendayung di Kali Serayu sudah selesai. Kami langsung disuguhi kelapa hijau dan mendoan. Asli saya lapar banget. Tak ambil pusing deh, saya langsung ambil kelapa hijau beserta mendoannya. Lahap, nyam, nyam…. Selanjutnya kami bebersih alias mandi. Di sini tentu di sediakan kamar mandi untuk berbilas setelah melakukan rafting. Di depan kamar mandi disediakan kantong plastik juga untuk membungkus pakaian kotor kita.

Sehabis mandi kami masih lapar, dan ya, saya langsung makan dong. Duduk di pinggiran Kali Serayu. Dan saya ditemani Mba Wati untuk menikmati makan dengan lauk ikan asli dari hasil tangkapan di Kali Serayu. Ini makanan khas di sini loh. Sedap banget. 


Dan kemudian kami lanjutkan sambil ngobrol-ngobrol sama teman-teman lainnya. Puas ngobrol, kami masuk ke bus lagi untuk menuju kota Banjarnegara menuju ke penginapan. Karena esoknya kami harus berangkat pagi menuju Destinasi Digital Pasar Lodra Jaya, jadi kami menginap di kota.

Bagi teman-teman yang sudah melakukan rafting dan ingin menginap tidak jauh-jauh dari lokasi ini, bisa banget loh nginep di sini. Karena di The Pikas Resort dan cottage, tentunya tersedia kamar/penginapan. Kami menikmatinya di hari berikutnya. Kami menginap di salah satu cottage kamar nomor 6 (enam) bagian Lumbir. Kamar Lumbir ini merupakan salah satu kamar  besar yang bisa muat untuk enam orang.

Malam terakhir di Banjarnegara kami menginap di sini, dengan team Blogger Semarang ada Mba Wati, Mba Ika, dan Mba Nia. Dari Banjarnegara ada Mba Gita dan Vivi, dan dari Purbalingga tentunya saya sendiri. Kami berenam sebelum tidur cerita ngalor ngidul tentang keseruan yang telah dilalui selama tiga hari di Banjarnegara. Luar biasa dan mendapatkan pengalaman yang tak kan terlupakan. Selain menambah teman, kami juga bisa saling sharing tentang dunia pariwisata khususnya di Banjarnegara.

www.erycorners.com
Nuansa alamnya itu keasa banget, Guys.. | Source : www.thepikasresort.com

Untuk konsep kamar The Pikas Resort and Cottage ini memang sangat menyatu dengan alam. Bangunannya terbuat dari kayu dan dimodel semacam panggok dengan pondasi batu; meskipun tidak terlalu tinggi. Fasilitas di dalamnya ada kamar mandi lengkap dengan closet duduk, ada tempat bilasnya juga di kamar ini. Untuk harga kamar dimulai dari Rp 125.000/orang. Kalau satu kamar isi enam orang seperti kamar kami dimulai dari Rp 600.000/kamar. Termasuk murah kan? Jadi, enggak usah khawatir dan bingung, kalau sudah capek rafting, pengin rebahan, bisa langsung ke cottage-nya.

Kalau waktunya saya enggak mepet pagi-pagi harus pulang ke Purbalingga untuk kerja, saya bakalan lama di sini.
Source : www.thepikasresort.com

Oh ya, for your information nih, di sini juga banyak wahana yang menarik, seperti Outbond, Paint Ball alias main tembak-tembakan, River Camping atau ngecamp di pinggir Sungai Serayu, dan tentunya ada restoran yang siap untuk mengisi perut kita.

Okay, itu cerita saya dari The Pikas Resort and Cottage. Pengalaman seru yang tak terlupakan dan ingin kembali ke sana lagi tentunya.


The Pikas Artventure Resort (Wisata Arung Jeram Sungai Serayu)
Address: Jl. Raya Madukara, Kutayasa, Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah 53482
Phone: (0286) 593000
Handphone: +62-82324674544 (Dwi Haryanto), +62-81327143559 (A. Firdaus)
E-mail: marketing@thepikas.com (Office)

Susur Gua Lawa di Malam Hari? Siapa Takut?!

4:34:00 PM 63 Comments A+ a-

Susur Gua Lawa di Malam Hari? Siapa Takut?!
Hello, Guys, saatnya melanjuktan perjalanan ya, setelah kemarin saya cerita tentang Jelajah Desa Serang yang Tak Kan Tergantikan, sorenya kami langsung menuju Gua Lawa. Perjalanan yang kami tempuh tidak terlalu lama, sekitar dua puluh menit saja. Dekat kan, Serang dan Gua Lawa? Jadi, kalau sudah ke Desa Serang, alangkah baiknya menuju ke Gua Lawa juga.

Kami sampai di Kawasan Objek Wisata Gua Lawa pukul 17.25 WIB. Suasana sudah sepi dan cukup hening karena kabut sangat tebal. Kami segera masuk ke hotel di dekat Gua Lawa. Untuk kelompok perempuan ada di kamar bagian bawah dan terpisah dengan kaum adam. Wo ya dong.. harus dipisah!

Hotel di sini cukup bersih, terdapat kamar mandi dalam. Malahan untuk kamar hotel yang laki-laki, di dalam kamar ada ruang tamunya juga. Sehingga cukup luas ruanganya, terdapat televisi dan kursi tamu yang cukup panjang.

www.erycorners.com
Difotoin sama anak yang punya warung bakso. Lumayan buat anak usia 6 tahun.

Setelah mendapatkan kamar, saya istirahat sejenak, oh ya, saya sekamar sama Rakhma Lutfita. Terus kami ke kamar temen yang di sebelah kami, melanjutkan ngobrol ngalor ngidul dan yang diakhiri/sepakat bahwa kami lapar. Sangat lapar. Jadi saya, Rakhma dan Yohana mencari makanan. Warung-warung yang di dekat penginapan sudah tutup. Kami masuk ke kawasan Gua, masih ada yang jualan rupanya. Saya pesan bakso, Rakhma pesan nasi pecel dan Yohana pesan mie ayam.


Okay, makan cepat karena lapar, selain itu hari mulai gelap. Kami harus segera kembali ke penginapan. Kami bertiga sepanjang jalan setapak yang sudah diaspal itu ngoceh enggak jelas karena takut. Angin cukup lebat. Desirannya mampu meniup atap sebuah gazebo, tapi karena kami sudah ketakutkan, kami langsung lari terbirit-birit. Sumpah, ini adalah hal konyol yang terjadi dalam hidup saya. Demi apa coba, takut sama angin yang bertiup mengenai atap gazebo, yang membuat atapnya bergoyang-goyang dan bunyi. Wkwkwkwkw.

Sampai di penginapan kami tertawa ngakak. Kok bisa-bisanya kami ketakutan. Dan tak berapa lama kemudian saya mendapatkan pesan dari suami saya, dia menyusul. Yee...

Pukul 18.50 WIB saya jadi makan bakso lagi menemani suami dan teman kami, Mas Bangkit, Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Regional Kabupaten Purbalingga. Sambil ngobrol-ngobrol, enggak terasa sudah malam. Kami mau kembali ke penginapan, ternyata sudah dihadang Naufal untuk segera ke lokasi Gua.

www.erycorneres.com
Mari makan malam lagi (dan saya makan malam yang ke tiga)

Okay, meluncur ke Aula dekat Gua. Dan... di situ makan malam. Ha, jangan tanya perut saya gimana ya, dari tadi makan mulu. Ini menunya enak banget. Ada sambel urap, ada ayam fillet dengan saus nanas. Hmm, maknyus banget, saus nanasnya itu lho, Guys, yang beda dari yang lainnya. Ada rasa manis, asam, pedas juga. Cocok banget sama ayam goreng filletnya.

www.erycorners.com
Gerbang masuk ke Gua Lawa

Setelah kenyang kami lanjutkan expedisi malam hari untuk menyusuri gua di malam hari. Huah, serem gak ya? Kalian berani? Karena ini ramai-ramai jadi saya berani. Kalau sendiri siang pun ngacir. Hahahaha.

www.erycorners.com
Kerlap-kerlip lampu di dalam gua yang  membuat pemandangan semakin menawan

Gardu depan Gua Lawa sudah berbeda dari yang dulu. Kalau dulu ada patung menyerupai kelalawar di pintu masuknya. Kalau sekarang gardunya lebih besar dengan tata lighting yang menawan.

www.erycorners.com
Gua Lawa saat ini yang sudah banyak perubahan dari tahun-tahun sebelumnya

Langkah demi langkah kami memasuki gua. Terdengar jelas suara tetesan air yang jatuh dari dinding-dinding gua, membuat suasana di dalam gua makin sunyi dan pas.

Samping kanan-kiri saya itu kolam dari air yang menetes dari langit-lagit gua

Cahaya lampu temaram yang terdapat di pinggiran gua, membuat ruang di dalam sini cukup terang. Konsep lampu yang dipasang di sini juga bagus karena lampunya berwarna-warni. Ada hijau, orange, biru, pink. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

www.erycorners.com
Suasana Cafe di dalam gua saat siang hari

www.erycorners.com
Lawa Coffee Shop

Kami menyusuri setiap lorong dan menemukan sebuah cafe di dalam gua. Namun berhubung malam sehingga cafe tutup. Iya lah, masa buka terus, toh enggak ada pengunjungnya kalau malam. Cafe di dalam gua ini juga sangat menarik, kalau pas siang cafe ini menyediakan aneka maknan dan minuman/jus. Pengunjung yang lelah setelah mengitari gua tentu bisa istirahat di sini sambil menikmati minum yang menyegarkan.

Altar/balai pertemuan ketika malam hari, sehingga tidak ada cahaya matahari yang masuk

Puas duduk-duduk ala-ala orang di cafe, kami lanjutkan perjalanan dan tiba di lorong gua. Kanan kirinya kolam yang bersumber dari air tetesan atap gua. Selanjutnya kami dibawa ke altar atau mimbar di dalam gua. Dulu sebelum diperbarui, di ruangan ini berisi tumpukan batu-batuan besar. Tapi kini bisa untuk upacara, atau untuk pengambilan foto pre wedding/after wedding.

www.erycorners.com
Altar/balai pertemuan pada saat siang hari ada cahaya matahari yang masuk.
Menambah pemandangan semakin cantik

Katanya kalau siang hari ini di sini cakep banget. Karena ada sebuah celah kecil yang mana sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan ini. Hmm.. jadi pengen siang hari ke sini.

Setelah ambil beberapa jepretan foto, kami menuju pintu keluar gua. Melalui lorong gua yang sunyi dan gelap serta jalan yang sedikit menanak. Jalannya sudah bagus, enggak licin karena sudah dipaving. Kami tetap bergembira karena puas menyusuri Gua Lawa di malam hari.

Selanjutnya kami ke aula untuk sharing tentang wisata Purbalingga dan 'menikmati' dinginnya malam yang disertai hembusan angin. Waktu makin larut, mata saya enggak kuat lagi, jadi sebagian kembali ke kamar untuk istirahat, termasuk saya.

Saya langsung menuju kamar untuk beristirahat, tak lama kemudian disusul Rakhma juga mau beristirahat. Ngantuk dan capek. Besok pagi masih ada agenda kegiatan juga.

Untuk hotel di sini enggak perlu AC ya, di sini perlunya selimut. Hahaha, lah iya, sudah dingin ngapain pakai AC, saya saja rebutan selimut sama teman sekamar saya, Rakhma. Sampai-sampai sprei saya gulung jadikan selimut. Brrr.. dingin banget.

www.erycorners.com
Selamat pagi, Guys... 

Dan tak terasa, pagi sudah menjelang. For your infomation, saya enggak mandi, enggak tahan sama airnya. Wkwkwkwkw. Setelah gosok gigi dan cuci muka saya ke kamar cowok menemui suami. Niatnya mau mengajak sarapan bareng. Tapi malah di kamar cowok sudah ada cemilan, jadi saya ngemil di situ. Terus ngobrol ngalor ngidul yang akhirnya kami semua sarapan di salah satu Warung Nasi langgannya Mas Tomo. Oh ya, Mas Tomo ini juru kunci alias salah satu orang yang bertanggungjawab di Kawasan Objek Wisata Gua Lawa. Beliau itu tahu tentang seluk beluk Gua Lawa.

www.erycorners.com
Sarapan bareng

www.erycorners.com
Sentra Olahan Nanas 'PINNE'

Sarapan selesai, kami ke tempat pengolahan Nanas. Jalan kaki sedikit nanjak, saya rada loyo juga. Hihihihi... Untungnya tidak jauh dari pintu gerbang Gua Lawa.

Buah Nanas yang akan dieksekusi untuk dijadikan berbagai makanan

Di tempat pengolahan ini kami melihat mereka membuat Setup Nanas, Sirup Nanas, Kerupuk Nanas, dan lainnya yang terbuat dari Nanas. Kami juga melihat beberapa orang pekerja perempuan yang sedang mengupas Nanas. Serta kami juga menjajal memotong adonan nanas yang akan dijadikan kerupuk nanas. Hee.. ternyata memotong adonan untuk dijadikan Kerupuk Nanas itu berat. Saya mencoba dan pegel juga tangannya.

www.erycorners.com
Ibu Tri sedang memotong adonan untuk dibuat Kerupuk Nanas, pas saya coba, ampun, ternyata bikin pegel, wkwkwkw. Emang dasar manja, saya!

Produksi olahan Nanas ini diprakarsai oleh Ibu Tri Wahyuningsih. Terletak di Desa Siwarak RT , Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Olahannya sudah cukup terkenal bahkan sampai di Cipali. Sedangkan di daerah Purbalingga bisa didapat di pusat oleh-oleh Purbalingga, Bale Agung. Selain itu juga ada di Kawasan Objek Wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas. Sudah terkenal ya, olahan Nanasnya.

Irisana Nanas yang akan dibuat menjadi Setup Nanas

www.erycorners.com
Ada juga dibuat Asinan Nanas

Untuk harga dimulai dari Rp 7.500 per buahnya. Dengan harga yang murah, tentunya produk dari Ibu Tri ini sangat cocok untuk oleh-oleh setelah berkunjung ke Gua Lawa.

www.erycorners.com
Yee.. sampai juma di lain kesempatan.. 

Berhubung waktu semakin siang, kami pamitan untuk kembali ke hotel. Dan saya pulang dulu sama Pak Suami. Maafkan saya yang ngacir dulu ya, Guys. Hihihi...

Dan itulah pengalaman saya di Kawasan Objek Wisata Gua Lawa. Seru, penuh petualangan tapi ceria. Oh ya, info satu lagi nih, sekarang telah dibuka Wisata Susur Gua Lawa di Malam Hari. Untuk teknis dan segala macamnya bisa menghubungi Mas Tomo.

Susur gua di malam hari? Siapa takut?! Saya enggak tahu, pasti kalian juga enggak takut kan?

Informasi tiket dan contact person :
Tiket Masuk Gua Lawa Purbalingga
Weekday (Senin – Jumat) : Rp 10.000 per orang.
Weekend (Sabtu – Minggu)/hari libur nasional : Rp 15.000 per orang.
Mas Tomo : 0878-3700-0869

Rate harga kamar hotel :
Dimulai dari Rp 100.000 - Rp 120.000 per malam

Jelajah Desa Serang, Pengalaman Seru yang Tak Kan Tergantikan

7:35:00 PM 39 Comments A+ a-

Safari Jurnalistik
Safari Jurnalistik 2018
Hello, Guys.. Selamat tahun 2019, semoga makin sukses. Dan ini postingan pertama di tahun 2019. 

Tentang libur panjang akhir tahun 2018, saya dan teman-teman berkesempatan mengikuti kegiatan Safari Jurnalistik 2018, yang merupakan agenda tahunan dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu - Minggu, 29 - 30 Desember 2018. Benar-benar tutup tahun yang manis banget buat kami semua.

Perjalanan dimulai dari titik kumpul, Kantor Dinporapar Purbalingga, start pukul 10.00 WIB dengan mengendarai bus pariwisata. Tujuan pertama ke Desa Serang yang terletak di Kecamatan Karangreja. Sebelumnya saya juga pernah menuliskan tentang Desa Serang dengan judul Tempat-tempat yang Wajib Kamu Kunjungi di Desa Serang, dan untuk kesekian kalinya saya berkunjung lagi ke desa tersebut.

Safari Jurnalistik 2018
Pada serius amat ya wajahnya :D

Kenapa saya suka ke Desa Serang? Ya, karena di sana memang tempat yang sudah indah sejak dahulu kala. Selain itu, setiap hari selalu ada perubahan yang memukau untuk menarik wisatawan.

Dari D'Las atau Lembah Asri Serang saja kita bisa menemukan banyak tempat untuk dijelajahi. Dari dekat parkiran terdapat banyak gazebo yang menjual aneka macam hidangan makanan. Seperti lontong, mendoan, mie instan cup, air mineral, soft drink dan lainnya. Ditambah lagi, di komplek ini terdapat aula yang bisa digunakan untuk mengadakan acara kumpul bareng sama teman atau keluarga, atau bahkan bisa mengadakan gathering di sini.

Lembah Asri Serang
Aula atau Pendopo D'Las, bisa dijadikan tempat kumpul sebuah acara.
Ini kami briefing terlebih dahulu setelah sampai di D'Las.

Di sisi baratnya lagi ada Playground di mana anak-anak bisa bermain dengan bebas dan ceria bersama teman-temannya.

Kemudian bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan lain bisa masuk ke jalur sisi utara. Menyusuri jalan setapak berpaving/cor yang tak begitu berliku. Di sepanjang jalan ini juga bisa menemukan penjual, jadi enggak bakalan khawatir kalau perut lapar.

Kebun Bunga Lembah Asri Serang
Kebun Bunga Lembah Ari Serang

Dan kami pun sampai di spot pertama, Kebun Bunga Lembah Asri Serang. Konsepnya memang taman bunga yang dibentuk sedemikian rupa dan pada titik tertentu ada spot foto selfie. Cukup gemeteran juga saya pas naik salah satu spotnya. View dari atas memang lebih cakep, Guys.

Kebun Bunga Lembah Asri Serang
Gemeteran juga saya, Guys.. hehehe

Kebun Bunga Lembah Asri Serang
Sebenarnya masih betah di sini, tapi harus segera cap cus... 

Setelah puas mengejar kupu-kupu dan foto sana-sini, kami lanjutkan perjalanan melalui jalan setapak lagi untuk mengunjungi Taman Labirin. Kalau berkaitan dengan labirin saya mah selalu ingatnya dengan sosok ganteng Arjuna yang dulu di zaman perang melawan Raja Pancala, Arjuna - lah yang mampu meruntuhkan labirin perang miliki Pancala. Dan pengetahuan tentang benteng labirin tersebut diturunkan kepada anaknya, Abimanyu. Tapi... ini pakai tapi ya, Guys.. ini bukan labirin perang, tapi labirin dari tanaman. Duh, kalau soal cowok ganteng macam Arjuna mah susah ya enggak ditulis.

Taman Labirin
Ayo masuk dan jangan sampai nyasar, hehhehe


Taman Labirin
Nah loh, mau lewat jalan yang mana coba? Awas nyasar!

Jadi, di Area Lembah Asri Serang ini, memiliki taman dengan dibentuk labirin. Kami masuk, ada beberapa kali nyasar, khususnya saya, menemui jalan buntu. Di sini sangat seru, Guys, saya merasakan sensasi yang berbeda meskipun cuma tanaman hijau. Kenapa saya bilang berbeda? Karena di sini ada tantangannya, setiap orang yang masuk ke sini, harus bisa mencari jalan keluar. 

Taman Labirin
Jalannya buntu, gimana nih?

Di taman ini cukup membuat saya terkekeh. Jalan ke kanan salah, masuk blok kiri salah, lurus buntu, hahaha. Sungguh tempat ini memberikan pengalaman yang berbeda dari tempat wisata yang lainnya. Dan pada akhirnya kami menemukan jalan keluar. Hore.. seneng banget, enggak terdampar di dalam taman. Hihihii. 

Taman Labirin
Di Taman Labirin saya juga merasakan gemeteran, ini lebih parah, tangganya oh.. 

Bagi kamu yang suka tantangan atau petak umpet, bisa main di Taman Labirin ini. Wajib coba deh.

Hutan Pinus
Gak ada kamu, aku bersandar pada pohon pinus aja deh

Perjalanan pun kami lanjutkan lagi, saat ini kembali ke titik awal, cuma beda jalur. Kami menyusuri hutan pinus yang tak begitu luas dan bermuara di Flower Garden Rest Area Serang. Hampir mirip dengan Kebun Bunga yang sebelumnya, tapi tanaman di sini cukup berbeda dengan yang tadi. Spot selfie di sini juga lain dari sebelumnyha sehingga ada feel sendiri ketika kami masuk ke sini.

Serang Flower Garden
Serang Flower Garden

Bermain di sini juga cukup lama, duduk sana-sini sambil mencari angle foto terbaik. Selain itu bisa dibilang buat istirahat sejenak juga sambil duduk-duduk. Iya, istirahat, kaki saya gempor, Guys…

Tak terasa ternyata hari beranjak sore. Kami segera kembali dan berkumpul lagi di Aula Lembah Asri serang yang kemudian perjalanan kami lanjutkan ke tujuan selanjutnya. Kali ini perjalanannya naik bus, enggak jalan kaki lagi. Karena lokasinya bukan di kompleks Lembah Asri Serang.

Serang Garden
Kabutnya, uuggh.. 

Padahal di D’LAS ini kami belum memasuki semua kawasan. Ada kawasan bermain anak dengan miniature kapal yang terbuat dari kayu. Ada tempat untuk anak-anak yang bisa berinteraksi dengan binatang. Selain itu ada tempat untuk memacu adrenalin dengan menjajal ATV Bike. Kayaknya seru banget, kan? Tapi apa daya, waktu begitu cepat berlalu, yang lain juga harus disambangi.


Serang Garden
Serang Garden
Dengan kabut yang mulai turun kami sampai di tujuan berikutnya, Serang Garden. Sebuah taman bunga yang didesign sangat apik dan cantik. Di tengah-tengahnya terdapat air mancur dengan model kelopa bunga, serta ada kincir angin ala negeri Belanda. Lebih masuk ke dalam lagi, di dalam taman ada spot selfie model kereta berwarna putih yang kekinian banget. Sehingga banyak orang yang tertarik untuk berfoto di sini.

Serang Garden
Boleh dibawa pulang, gak, ya? :D

Serang Garden
Ini Serang Garden ya, Guys.. 

Selain itu, lokasi di sini sangat instagramable dan cocok untuk melakukan pemotretan bagi pasangan yang mau pre wedding atau after wedding. Nuansanya romantis banget, booo… 

Serang Garden
Cakep.... 


Memasuki jam lima sore, kami pun beranjak pergi untuk melanjutkan perjalanan ke Goa Lawa Purbalingga (Golaga). Cerita keseruan di Golaga akan saya share di tulisan berikutnya ya..
Hehehe… 

Itulah kisah perjalanan kami ke Desa Serang, menjeleajahinya hingga kami mendapatkan pengalaman yang tak kan tergantikan. Karena pesonanya, alamnya, udaranya dan juga orang-orangnya yang ramah dan sangat santun.

Jadi, buat teman-teman yang bingung mau liburan ke mana, ke Desa Serang aja, banyak pilihan tempat wisatanya juga lho.

Informasi harga tiket :
D’LAS : 
Weekday (Senin – Jumat) : Rp 5.000 per orang
Weekend (Sabtu – Minggu/Hari Libur Nasional) : Rp 10.000 per orang
Parkir Sepeda Motor : Rp 2.000
Parkir Mobil : Rp 5.000
Parkir bus : Rp 10.000
Kebun Bunga Lembah Asri Serang : Rp 5.000 per orang
Taman Labirin : Rp 5.000 per orang
Serang Flower Garden : Rp 5.000 per orang
Serang Garden : Rp 5.000 per orang