Susur Gua Lawa di Malam Hari? Siapa Takut?!

4:34:00 PM 43 Comments A+ a-

Susur Gua Lawa di Malam Hari? Siapa Takut?!
Hello, Guys, saatnya melanjuktan perjalanan ya, setelah kemarin saya cerita tentang Jelajah Desa Serang yang Tak Kan Tergantikan, sorenya kami langsung menuju Gua Lawa. Perjalanan yang kami tempuh tidak terlalu lama, sekitar dua puluh menit saja. Dekat kan, Serang dan Gua Lawa? Jadi, kalau sudah ke Desa Serang, alangkah baiknya menuju ke Gua Lawa juga.

Kami sampai di Kawasan Objek Wisata Gua Lawa pukul 17.25 WIB. Suasana sudah sepi dan cukup hening karena kabut sangat tebal. Kami segera masuk ke hotel di dekat Gua Lawa. Untuk kelompok perempuan ada di kamar bagian bawah dan terpisah dengan kaum adam. Wo ya dong.. harus dipisah!

Hotel di sini cukup bersih, terdapat kamar mandi dalam. Malahan untuk kamar hotel yang laki-laki, di dalam kamar ada ruang tamunya juga. Sehingga cukup luas ruanganya, terdapat televisi dan kursi tamu yang cukup panjang.

www.erycorners.com
Difotoin sama anak yang punya warung bakso. Lumayan buat anak usia 6 tahun.

Setelah mendapatkan kamar, saya istirahat sejenak, oh ya, saya sekamar sama Rakhma Lutfita. Terus kami ke kamar temen yang di sebelah kami, melanjutkan ngobrol ngalor ngidul dan yang diakhiri/sepakat bahwa kami lapar. Sangat lapar. Jadi saya, Rakhma dan Yohana mencari makanan. Warung-warung yang di dekat penginapan sudah tutup. Kami masuk ke kawasan Gua, masih ada yang jualan rupanya. Saya pesan bakso, Rakhma pesan nasi pecel dan Yohana pesan mie ayam.


Okay, makan cepat karena lapar, selain itu hari mulai gelap. Kami harus segera kembali ke penginapan. Kami bertiga sepanjang jalan setapak yang sudah diaspal itu ngoceh enggak jelas karena takut. Angin cukup lebat. Desirannya mampu meniup atap sebuah gazebo, tapi karena kami sudah ketakutkan, kami langsung lari terbirit-birit. Sumpah, ini adalah hal konyol yang terjadi dalam hidup saya. Demi apa coba, takut sama angin yang bertiup mengenai atap gazebo, yang membuat atapnya bergoyang-goyang dan bunyi. Wkwkwkwkw.

Sampai di penginapan kami tertawa ngakak. Kok bisa-bisanya kami ketakutan. Dan tak berapa lama kemudian saya mendapatkan pesan dari suami saya, dia menyusul. Yee...

Pukul 18.50 WIB saya jadi makan bakso lagi menemani suami dan teman kami, Mas Bangkit, Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Regional Kabupaten Purbalingga. Sambil ngobrol-ngobrol, enggak terasa sudah malam. Kami mau kembali ke penginapan, ternyata sudah dihadang Naufal untuk segera ke lokasi Gua.

www.erycorneres.com
Mari makan malam lagi (dan saya makan malam yang ke tiga)

Okay, meluncur ke Aula dekat Gua. Dan... di situ makan malam. Ha, jangan tanya perut saya gimana ya, dari tadi makan mulu. Ini menunya enak banget. Ada sambel urap, ada ayam fillet dengan saus nanas. Hmm, maknyus banget, saus nanasnya itu lho, Guys, yang beda dari yang lainnya. Ada rasa manis, asam, pedas juga. Cocok banget sama ayam goreng filletnya.

www.erycorners.com
Gerbang masuk ke Gua Lawa

Setelah kenyang kami lanjutkan expedisi malam hari untuk menyusuri gua di malam hari. Huah, serem gak ya? Kalian berani? Karena ini ramai-ramai jadi saya berani. Kalau sendiri siang pun ngacir. Hahahaha.

www.erycorners.com
Kerlap-kerlip lampu di dalam gua yang  membuat pemandangan semakin menawan

Gardu depan Gua Lawa sudah berbeda dari yang dulu. Kalau dulu ada patung menyerupai kelalawar di pintu masuknya. Kalau sekarang gardunya lebih besar dengan tata lighting yang menawan.

www.erycorners.com
Gua Lawa saat ini yang sudah banyak perubahan dari tahun-tahun sebelumnya

Langkah demi langkah kami memasuki gua. Terdengar jelas suara tetesan air yang jatuh dari dinding-dinding gua, membuat suasana di dalam gua makin sunyi dan pas.

Samping kanan-kiri saya itu kolam dari air yang menetes dari langit-lagit gua

Cahaya lampu temaram yang terdapat di pinggiran gua, membuat ruang di dalam sini cukup terang. Konsep lampu yang dipasang di sini juga bagus karena lampunya berwarna-warni. Ada hijau, orange, biru, pink. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

www.erycorners.com
Suasana Cafe di dalam gua saat siang hari

www.erycorners.com
Lawa Coffee Shop

Kami menyusuri setiap lorong dan menemukan sebuah cafe di dalam gua. Namun berhubung malam sehingga cafe tutup. Iya lah, masa buka terus, toh enggak ada pengunjungnya kalau malam. Cafe di dalam gua ini juga sangat menarik, kalau pas siang cafe ini menyediakan aneka maknan dan minuman/jus. Pengunjung yang lelah setelah mengitari gua tentu bisa istirahat di sini sambil menikmati minum yang menyegarkan.

Altar/balai pertemuan ketika malam hari, sehingga tidak ada cahaya matahari yang masuk

Puas duduk-duduk ala-ala orang di cafe, kami lanjutkan perjalanan dan tiba di lorong gua. Kanan kirinya kolam yang bersumber dari air tetesan atap gua. Selanjutnya kami dibawa ke altar atau mimbar di dalam gua. Dulu sebelum diperbarui, di ruangan ini berisi tumpukan batu-batuan besar. Tapi kini bisa untuk upacara, atau untuk pengambilan foto pre wedding/after wedding.

www.erycorners.com
Altar/balai pertemuan pada saat siang hari ada cahaya matahari yang masuk.
Menambah pemandangan semakin cantik

Katanya kalau siang hari ini di sini cakep banget. Karena ada sebuah celah kecil yang mana sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan ini. Hmm.. jadi pengen siang hari ke sini.

Setelah ambil beberapa jepretan foto, kami menuju pintu keluar gua. Melalui lorong gua yang sunyi dan gelap serta jalan yang sedikit menanak. Jalannya sudah bagus, enggak licin karena sudah dipaving. Kami tetap bergembira karena puas menyusuri Gua Lawa di malam hari.

Selanjutnya kami ke aula untuk sharing tentang wisata Purbalingga dan 'menikmati' dinginnya malam yang disertai hembusan angin. Waktu makin larut, mata saya enggak kuat lagi, jadi sebagian kembali ke kamar untuk istirahat, termasuk saya.

Saya langsung menuju kamar untuk beristirahat, tak lama kemudian disusul Rakhma juga mau beristirahat. Ngantuk dan capek. Besok pagi masih ada agenda kegiatan juga.

Untuk hotel di sini enggak perlu AC ya, di sini perlunya selimut. Hahaha, lah iya, sudah dingin ngapain pakai AC, saya saja rebutan selimut sama teman sekamar saya, Rakhma. Sampai-sampai sprei saya gulung jadikan selimut. Brrr.. dingin banget.

www.erycorners.com
Selamat pagi, Guys... 

Dan tak terasa, pagi sudah menjelang. For your infomation, saya enggak mandi, enggak tahan sama airnya. Wkwkwkwkw. Setelah gosok gigi dan cuci muka saya ke kamar cowok menemui suami. Niatnya mau mengajak sarapan bareng. Tapi malah di kamar cowok sudah ada cemilan, jadi saya ngemil di situ. Terus ngobrol ngalor ngidul yang akhirnya kami semua sarapan di salah satu Warung Nasi langgannya Mas Tomo. Oh ya, Mas Tomo ini juru kunci alias salah satu orang yang bertanggungjawab di Kawasan Objek Wisata Gua Lawa. Beliau itu tahu tentang seluk beluk Gua Lawa.

www.erycorners.com
Sarapan bareng

www.erycorners.com
Sentra Olahan Nanas 'PINNE'

Sarapan selesai, kami ke tempat pengolahan Nanas. Jalan kaki sedikit nanjak, saya rada loyo juga. Hihihihi... Untungnya tidak jauh dari pintu gerbang Gua Lawa.

Buah Nanas yang akan dieksekusi untuk dijadikan berbagai makanan

Di tempat pengolahan ini kami melihat mereka membuat Setup Nanas, Sirup Nanas, Kerupuk Nanas, dan lainnya yang terbuat dari Nanas. Kami juga melihat beberapa orang pekerja perempuan yang sedang mengupas Nanas. Serta kami juga menjajal memotong adonan nanas yang akan dijadikan kerupuk nanas. Hee.. ternyata memotong adonan untuk dijadikan Kerupuk Nanas itu berat. Saya mencoba dan pegel juga tangannya.

www.erycorners.com
Ibu Tri sedang memotong adonan untuk dibuat Kerupuk Nanas, pas saya coba, ampun, ternyata bikin pegel, wkwkwkw. Emang dasar manja, saya!

Produksi olahan Nanas ini diprakarsai oleh Ibu Tri Wahyuningsih. Terletak di Desa Siwarak RT , Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Olahannya sudah cukup terkenal bahkan sampai di Cipali. Sedangkan di daerah Purbalingga bisa didapat di pusat oleh-oleh Purbalingga, Bale Agung. Selain itu juga ada di Kawasan Objek Wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas. Sudah terkenal ya, olahan Nanasnya.

Irisana Nanas yang akan dibuat menjadi Setup Nanas

www.erycorners.com
Ada juga dibuat Asinan Nanas

Untuk harga dimulai dari Rp 7.500 per buahnya. Dengan harga yang murah, tentunya produk dari Ibu Tri ini sangat cocok untuk oleh-oleh setelah berkunjung ke Gua Lawa.

www.erycorners.com
Yee.. sampai juma di lain kesempatan.. 

Berhubung waktu semakin siang, kami pamitan untuk kembali ke hotel. Dan saya pulang dulu sama Pak Suami. Maafkan saya yang ngacir dulu ya, Guys. Hihihi...

Dan itulah pengalaman saya di Kawasan Objek Wisata Gua Lawa. Seru, penuh petualangan tapi ceria. Oh ya, info satu lagi nih, sekarang telah dibuka Wisata Susur Gua Lawa di Malam Hari. Untuk teknis dan segala macamnya bisa menghubungi Mas Tomo.

Susur gua di malam hari? Siapa takut?! Saya enggak tahu, pasti kalian juga enggak takut kan?

Informasi tiket dan contact person :
Tiket Masuk Gua Lawa Purbalingga
Weekday (Senin – Jumat) : Rp 10.000 per orang.
Weekend (Sabtu – Minggu)/hari libur nasional : Rp 15.000 per orang.
Mas Tomo : 0878-3700-0869

Rate harga kamar hotel :
Dimulai dari Rp 100.000 - Rp 120.000 per malam

43 comments

Write comments
January 9, 2019 at 7:05 PM delete

seru banget ya jalan jalan sama teman-teman masuk gua. pengen ikutan mbak

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 9, 2019 at 8:07 PM delete

Iya, Mas Fajar, sini ke Purbalingga nanti bisa ke Gua Lawa dan susur gua di malam hari

Reply
avatar
Neli Tanzila
AUTHOR
January 9, 2019 at 9:01 PM delete

Kumau piknik ke Golaga besok2 ahh...trus pulangnya beli mamas. Eh nanas.
Nice info mba errrr

Reply
avatar
Warnet Abas
AUTHOR
January 9, 2019 at 9:44 PM delete

nyong esih bingung jere teka jam 17.25 ... terus mangan bakso jam 16.50 jam e rika mundur apa nyong sing keliru gole mengamati ya

Reply
avatar
January 9, 2019 at 9:50 PM delete

Tadi di awal sempat kukira gua Lawa yang ada di Tulungagung, Jawa Timur...Ternyata nama yang sama.
Wah keren ya dibuka juga untuk malam hari. Pasti beda rasanya.
Dan aku tergoda sama setup nanasnya...Itu nanas segarnya gede banget pula. Mantul!

Reply
avatar
January 9, 2019 at 10:41 PM delete

Baru tahu nih mbak ada wisata susur Goa Lawa di malam hari,...pernah siang hari masuk sendirian pas sepi juga ngeri rasanya,...waktu udh di altar dari jauh liat ada sosok berdiri,...kirain hantu ternyata seorang laki2 berdiri diam hehehe

Kalau di sekitar goa Lawa banyak petani nanam nanas,... Kecil2 tapi manis ya mbak.
Ah kpn sih bisa kesana malam...

Reply
avatar
Bang Day
AUTHOR
January 9, 2019 at 11:22 PM delete

Kalo goanya terang dan penuh lampu warna warni gini siapa takut :)

Kolam ikan yg di foto keren mba

Reply
avatar
January 10, 2019 at 2:13 AM delete

Pengen nyicip kerupuk nanas, setup nanas juga mau...
Lampu warna warni goa nya bagus... eh, kalo rame2 masuk goa ya siapa takut mbak

Reply
avatar
January 10, 2019 at 4:21 AM delete

jadi tour malam ada juga ya mbak setiap gua yang sudah dipasang lampunya

Reply
avatar
Icha Afriza
AUTHOR
January 10, 2019 at 9:37 AM delete

tidak seseram bayanganku kalau ke gua.. hahahahha

Reply
avatar
Mur
AUTHOR
January 10, 2019 at 1:04 PM delete

Saya jadi ngiler sama nanasnya hehehe

Reply
avatar
Khanif
AUTHOR
January 10, 2019 at 1:18 PM delete

gua nya warna warni kayak pelangi :D

Reply
avatar
mas rahab
AUTHOR
January 10, 2019 at 1:41 PM delete

Lokasi Purbalingga arah mana ya?

aku pernah KKN di Bodaskarangjati, Kec. Rembang duluuuu banget :D

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:48 PM delete

Mamasnya siapa yang mau dibawa? *eeh nanas ya? Hihihi

Semoga ada kesempatan mbolang bareng, kita..

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:49 PM delete

Wkwkw maapken.. Salah ketik, wis tek beneri kue..

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:50 PM delete

Iya, Mba Dian.. Wah di Jawa Timur ada juga ya Gua Lawa.

Terus Nanas di sini manis banget, sampai dinamakan 'Nanas Madu' karena rasanya memang semanis madu.

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:51 PM delete

Iya, saat ini ada dibuka wisata minat khusus susur gua di malam hari.


Iya, memang Desa Siwarak penghasil Nanas Madu.. Manis banget Nanasnya

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:52 PM delete

Haa.. Iya, terang benderang.

Tapi itu bukan kolam ikan, cuma kolam aja yang berisi genangan air dari tetesan dinding gua.

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:53 PM delete

Hahaa, sini, nanti bisa nyicipin semuanya..


Wkwkkwkw iya, kalau ramai-ramai gini susur gua berani. Kalau sendirian, siang hari pun saya gak berani hahaha

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:54 PM delete

Iyaa.. Saat ini telah dibuka wisata minat khusus malam hari.

Lampunya ready siang dan malam hari.

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:55 PM delete

Hihihi karena ramai-ramai.. 😂😂

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:55 PM delete

Nanasnya enak dan segar..

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
January 10, 2019 at 5:56 PM delete

Ini lokasinya yang arah ke Pemalang.


Dari Bobotsari ke Utara. Kalau Rembang dari Bobotsari ke Timur.


Waah.. Pernah PKL di Rembang rupanya..

Reply
avatar
Himawan sant
AUTHOR
January 11, 2019 at 9:01 AM delete

Wwwkkkwkk .. kebayang gimana serunya kalian berlarian di malam hari gegara angin kencang :D

Cakep pemandangan guanya malam hari.
Kalau rame-rame datangnya pasti seru, tapi kalau sendirian pasti ada rasa takutnya juga masuk ke gua :)

Reply
avatar
January 11, 2019 at 9:47 AM delete

Wow ternyata malam hari sudah bisa masuk dalm gua..good..kapan"tak tengok

Reply
avatar
January 11, 2019 at 11:13 AM delete

aku pasti juga heboh mba Er kalau ada yang goyang2 padahal angin wkwk emang ya jalan sama temen tu rame gitu
btw kusalfok mba Er ga mandi :D jadi penasaran seberapa ga tahan airnya dingin banget kah mba?

Reply
avatar
January 11, 2019 at 2:26 PM delete

Ya ampun gua lawa, saya masuk sini saat masih SD dulu hihihi. Gua pertama yang saya masuki dan bikin saya cinta dnegan gua. Jadi penasaran pengen kesini lagi dna melihat sekarang sudah seperti apa. Sayang dulu pas SD belum jaman kamera hehe.

Reply
avatar
Mugniar
AUTHOR
January 11, 2019 at 3:07 PM delete

Wow seru banget. Kalo ke gua sih pasti berani kalo rame2. Kalo sendiri ngapain, yak hehehe.

Reply
avatar
Yoanna Fayza
AUTHOR
January 11, 2019 at 5:30 PM delete

Kalau masuknya bareng-bareng berani mba, tapi kalau disuruh sendirian ya babhay aja, tak pamit aja hahahaah. Aku belum pernah susur gua malam-malam, sensainya pasti seru banget yaa, jadi pingin juga :))

Reply
avatar
January 12, 2019 at 11:13 AM delete

Olahan nanasnya bikin mupeeeeng, mba. Ngebayangin masuk guanya, agak takut2 gimana gitu. Pengin cobain produk2 nanasnya malahan, ada cp nya ga mba?

Reply
avatar
Nur Ainhy
AUTHOR
January 12, 2019 at 12:23 PM delete

Omg, impian saya juga nih pengen susur gua sejak kuliah namun belum kesamapaian 😥

Keren banget gua Lawa yah mba, udah dimodifikasi, semakin artistik deh 😍

Reply
avatar
January 12, 2019 at 8:52 PM delete

Aku terakhir ke Gua Lawa tahun 1986, jaman lulusan SMA. Duuuhhh tua banget dakuw, hahahaa

Reply
avatar
January 12, 2019 at 8:52 PM delete

Mbak ini guanya emang kudu didatengin malem malem yeay?

Reply
avatar
January 12, 2019 at 9:16 PM delete

Aku awalnya baca susur ini malah gusur, hehehehe... seru juga ya menyusuri gua ramai-ramai gini, kalau hanya sendiri kayaknya aku bye.

Reply
avatar
April Hamsa
AUTHOR
January 12, 2019 at 10:10 PM delete

Ada nastar isi selai nanas juga gak mbak? hehe
Wah seru jelajah gua malam hari ya? Namanya jg gua lawa, lawa kan melek di malam hari hehe :D
Duh menu makanannya juga enak2. Di sana emang sentra penghasil nanas gtu ya mbak? :D
TFS

Reply
avatar
January 12, 2019 at 10:26 PM delete

Cantik banget guanya ya mba. Ngeliatin foto teman teman gini sih seneng tapi kalau nyoba sendiri belum tentu berani kayanya. Mendingan saya nyemilin nanas deh kemana-mana ha-ha-ha...bisa habis berbelas gelas itu

Reply
avatar
Ida Raihan
AUTHOR
January 12, 2019 at 11:30 PM delete

Goanya kalo siang cakep bener ya Mbak. Kayak ada meganya gitu.

Reply
avatar
January 12, 2019 at 11:31 PM delete

Huhuu~
Aku juga suka merinding disko kalau ada bunyi-bunyian yang aneh diiringi semilir angin.
Persis kek shooting film horor kan yaa...?

Aku gak brani kalau disuruh menjelajahi gua kek gini.
Jiper paraaah~

Reply
avatar
January 13, 2019 at 6:35 AM delete

Mba aku belum pernah ke GUa Lawa, dan nggak berani kalau sendirian haahha rame-rame inysaallah berani. Seru banget ya pengalaman berkunjung malam-malam ini.

Reply
avatar
adipraa.com
AUTHOR
January 14, 2019 at 1:49 PM delete

Kalau sudah ada penerangan kayak gitu mah, saya juga ga takut. Hehehe. Apalagi rame-rame. Asik banget kegiatan susurnya....

Reply
avatar
Eksapedia
AUTHOR
January 15, 2019 at 5:25 PM delete

Ad lampu lampunya gitu yaaa :D jadi ngga gelap gulitaa... Heee...
btw foto yang ada cahaya masuk itu mengingatkanku dengan gua terawang yang ada di Blora :D

Reply
avatar
January 16, 2019 at 8:41 PM delete

Coba ya seandainya itu cafe di dalam gua buka 24 jam, pastinya lebih mantap ya. dan pastinya juga akan tetap ada pengunjungnya.

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)