Wednesday, September 12, 2018

Sakit Namun Tak Berdarah

sakit namun tak berdarah

Pernahkah kau merasakan sakit namun tak bisa mengucapkannya?
Pernahkah kau merasakan teriris namun tak bisa menjerit?
Pernah jugakah kau tertawa namun hatimu dalam kepahitan?
Sakit bukan?
Iya, pasti menyakitkan
Mata memandang hanya dalam kosong
Tiada arti, tiada makna lagi

Di manakah arti dari kasih sayang itu?
Aku mencarinya di setiap sudut
Yang kutemukan hanyalah puing-puing nestapa
Aku mencarinya di setiap lorong
Yang ada hanya untaian rasa yang telah membeku
Pun sama ketika kudatangi sebuah keramaian
Yang ada hanya kekosongan dan semu
Tak ada yang kutemukan
Semua hanya sia-sia saja


Sering kuceritakan, bukan?
Bahwa kupernah mengalami
Melewati jalan terjal setapak berbatu
Memilukan, dan berbekas di hati
Namun mudah untuk kusembuhkan
Mudah untukku obati meski tertatih-tatih
Tak seperti ini, luka namun tiada berbekas
Sungguh ini luka yang menyakitkan namun tak berdarah
Tertawa pun air mata tetap mengalir
Apalagi merenung, kristal bening itu terus berjatuhan dari mata
Senyum yang tersungging hanyalah hiasan bibir semata
Bukan ketulusan dari hati, melainkan hanya penghormatan saja

Baca juga : Ketulusan Cinta

sakit namun tak berdarah

Kadang kuingin berteriak
Menghempaskan seluruh amarah
Di manakah kau canda?
Di manakah kau tawa?
Kenapa hilang begitu saja?
Bosankah padaku?
Atau memang ini hadiah untukku?
Yang terlalu sering tertawa
Atau untukku yang terus menutup luka
Hingga kau bosan melihatnya
Mengapa aku terus menutupi luka?
Karena hanya aku sendiri yang mampu mengobatinya
Bukan kau atau pun dia bahkan mereka
Hanya aku, yang tahu
Karena aku hanya perlu jalan untuk kembali


Bukan untuk masa lalu, tapi ke hati yang telah menjadi debu
Biarkan aku mengaisnya, menyusunnya kembali
Menjadi seutuh hati yang tetap tenang
Walau badai dan ombak terus bergemuruh
Biarkan hati ini tetap damai
Dan kali ini saja, biarkan aku memungutnya kembali
Untukku, iya untukku saja

5 comments:

  1. Awww.... jadi baper bacanya :D

    Saya paling suka nulis gini kalau lagi galau.
    Tapi kalau gak lagi galau, suliiitttt banget nyiptain kalimat-kalimat puitis kayak gini hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi saya, kalau saat galu bisa kayak pujangga.

      Delete
    2. hehehe, iya, begitulah, saya juga kemarin pas lagi gimana gitu. ya dari pada marah-marah enggak jelas, mending saya coba kreasikan dengan sebuah tulisan

      Delete
  2. Kalau saya sudah sering sakit, bahkan saat harus sakitpun sampai tidak terasa lagi sakitnya. Mungkin karena sudah pengalaman dan terbiasa dengan hal sakit tapi tidak berdarah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya kita mesti sabar gitu ya? Sesakit apapun itu. Karena semua masalah pasti ada solusi

      Delete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)