Mari Ramaikan Gerakan 'Turn Back Hoax'

Turn Back Hoax
Dalam dunia jagat maya atau yang dikenal dunia internet, mudah sekali untuk mengakses segala macam informasi. Baik hal buruk, hal baik dan sebagainya. Dan sayangnya, akhir-akhir ini yang hal-hal yang bernuansa negatif yang cepat menyebar dengan pesatnya. Sebuah hal yang kebenarannya belum tentu akurat dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Penyebaran yang melalui dunia maya semakin cepat, karena nitezen saat ini dengan mudah mengakses internet. Mereka dengan cepat menyebarkan link-link berita atau isi berita tersebut tanpa membacanya terlebih dahulu. Pola pikir saat ini, mereka bertujuan agar menjadi pendahulu atau pencetus menyebarkan sebuah info. Namun, sayangnya, mereka tidak pernah mengecek terlebih dahulu apakah berita itu benar atau hanya sebuah kebohongan/hoax yang sengaja dibuat.

Dengan adanya berita-berita hoax, masyarakat awam yang tidak tahu menahu sering menjadi korban. Kemarahan atas apa yang disebarkan menjadi salah satu akibat adanya hoax yang merajalela. Padahal, berita hoax tersebut sengaja disebarkan oleh beberapa oknum tertentu yang memang sedang mencari sensasi bahkan penghasilan. Orang awam sedikit yang tahu, bahwa ketika netizen mengeshare link sebuah artikel dan menjadi viral, maka yang punya media atau website tersebut kebanjiran iklan. Baik dari publisher lokal, maupun dari Google Adsense sendiri. Mereka yang membuat berita senyum lebar karena artikelnya laris manis. Sedangkan yang membaca, menjadi korban hoax, yang bisa menimbulkan amarah, benci, resah dan sebagainya.
Turn Back Hoax
Bersama Ibu Mariam F Barata, pengisi materi Turn Back Hoax dari Mariam F Barata, Sisditjen Kominfo RI


Dengan adanya fenomena tersebut, dalam acara Juguran Bareng Desa, Medsos, Hukum; Ibu Dra. Mariam F Barata menegaskan untuk Turn Back Hoax. Ya, kita harus pandai-pandai memilah berita mana yang benar dan bukan. Sebelum kita mengeshare sebuah berita atau link, harus kita cek terlebih dahulu. Harus kita baca hingga tuntas, agar kita tahu isi berita tersebut seperti apa. Karena, berita hoax juga memiliki ciri-ciri tertentu, dan kita harus mengetahuinya seperti apakah ciri-ciri berita hoax tersebut?

Ciri-ciri berita HOAX :
1. Mengandung pesan yang sepihak baik itu golongan, partai politik, atau oknum tertentu
2. Sering mencatut nama tokoh terkenal agar terkesan berita tersebut merupakan berita benar
3. Mengandung unsur fantatisme terhadap sesuatu
4. Judul/Tampilan sangat Provokatif (Sangat jelas sebagai provokator)
5. Judul/Link tidak sesuai dengan isi
6. Minta dishare/dibagikan/diviralkan (Agar traffice naik, penghasilan naik, dan masyarakat awam terpecah belah karena berita hoax)

Turn Back Hoax
Foto bersama dengan para Relawan TIK Purbalingga

Dalam penanggulangan berita hoax, dari Kominfo terus berupaya untuk memblokir situs-situs yang menyebarkan berita bohong itu. Namun, pemblokiran situs, tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Sehingga, pemblokiran situs agak lama dan berita hoax terus menyebar. Untuk itu, diharapkan saat ini, masyarakat dan khususnya para netizen yang sering berselancar di dunia maya, ikut membantu dalam membunuh berita hoax. Salah satunya adalah dengan tidak ikut menyebarluaskan berita hoax tersebut. Bahkan, ketika mengetahui berita tersebut merupakan hoax, langsung dilaporkan ke Kominfo.

Langkah mudah melaporkan berita hoax dan atau pun SARA :
1. Screen shoot berita tersebut
2. Kirim ke kominfo melalui email : aduankonten@mail.kominfo.go.id
3. Dalam email sertakan link berita atau status tersebut
(Nama pengirim akan dirahasikan oleh Kominfo)


Sudah semestinya juga kita turut serta mendamaikan negeri dengan salah satu cara yaitu melakukan TURN BACK HOAX. Karena, ada banyak hal yang jauh lebih positif dalam menggunakan internet. Dan, bukan hanya berita hoax saja yang harus dimatikan, tetapi, status-status kita di media sosial yang kita share pun harus dijaga. Karena saat ini, terdapat Undang-undang Informasi Teknologi Elematika. Sebuah undang-undang yang mengatur penggunaan internet dan mampu menjerat bagi siapa saja yang melanggarnya.

12 comments

  1. iya, lama-lama cape juga lihat berita hoax

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mereka mengiming-imingi dg sejumlah uang. Ya pastinya banyak yg minat, hehehe

      Delete
  2. Bapak ibuk masih ni ri sering kmakan berita hoax lantaran uda beda generasi n baru ngeh teknologi baru, nah kita sebage anak kudu pinter2 kasi rambu2 misal beliau2 ini share satu berita alangkah lebih baiknya klo dicek ulang sebelum ditranfer ke yg lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi saat kemarin-kemarin panas-panasnya demo, kedua kubu saling serbu berita hoax. Demi memenangkan petarungan dunia maya.

      Delete
    2. Iya, Jeng Nita, ortu ku juga begitu, sering banget kalau ada berita apa-apa langsugn percaya gitu..

      Delete
  3. Minta share, betul sekali sebenarnya situs hoax itu target utamanya mengejar pengunjung sebanyak mungkin. Semua demi uang ,entah google adsense atau karena bayaran. Konon, situs hoax itu satu artikelnya dihargai 5 jutaan. Bisnis yang menggiurkan, Makanya jangan heran jika banyak blog hoax yang bermunculan.
    Jangankan orang awam, orang yang pendidikannya tinggi pun masih termakan isu hoax. Mungkin karena faktor kebencian yang sudah akut.

    ReplyDelete
  4. Film yang cocok banget buat menggambarkan tulisan ini : Republik Twitter, udah nonton blm mba? Itu dijabarin bagaimana para hoaxers itu bekerja, penghasilannya uju gileee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, belum.. perlu nih aku download dulu, thanks infonya ya, Mbak :)

      Delete
  5. Ya betul, saya sendiri prihatin dengan penyebaran berita-berita palsu yang isinya seringkali mengadu domba, bener-bener gak sehat buat kedamaian bangsa (tsailah).

    Pernah juga menemukan link berita yang isinya fitnah, minta ampun padahal itu isi beritanya bohong banget. Akhirnya link tersebut ramai-ramai kita laporkan ke Menkominfo. Akhirnya sih situs tersebut diblokir, hanya saja sayangnya berita terlanjur menyebar dan dishare ke mana-mana :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sering banget berita itu cepat menyebar, karena sebagian pengguna internet itu awam dan belum mengerti itu hoax atau bukan. :(

      Delete
  6. yg sebel itu banyak bermunculan di TL Fbku , aduh jadi malas

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)