Kuabaikan Detak Jantungmu

Telah kucoba membuang bayang wajahmu
Yang terus mengikuti di setiap jejak kaki
Telah kututup telinga dari suara-suaramu
Yang terus bersenandung melenakan jiwa

Namun, hanya siksa batin yang kudapat
Tak mampu sedikitpun menepis tentangmu
Meski telah kuabaikan degup jantungmu
Namun denyut nadimu masih terasa dalam napasku

Bergelora di setiap ruang hati
Memaksaku hanyut luluh dalam penantian
Puaskah engkau membuatku merana?
Puaskah engkau mempermainkanku?

Di mana janjimu?
Haruskah ku menunggu hingga lelah?
Ah, aku bosan dengan semua ini
Inginku enyah saja dan menghilang
--

Purbalingga, 10 Juni 2016
Dapat ide buat puisi saat menjelang sahur tadi pagi.

4 comments

  1. Lupakan masa lalu, jalani masa kini dengan semangat dan rasa riang serta songsong masa depan yang pasti lebih baik lagi..#apaseeh. :)hi..hi..hi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa.. lagi mencobanyaaa.. eaaa eaaaa xixixxii

      Delete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)