Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Remuk Redam

REMUK REDAM

Oleh : Ery Udya

Birunya langit bisa kau lihat
Teriknya mentari bisa kau rasakan
Dinginnya salju bisa kau rasa jua
Tapi, merananya hatiku tak pernah kau tahu
 
Sumber : Google Image
Bagaimana bisa kau akan tahu?
Melihat mataku saja tak pernah
Mendengarkan rintihan hatiku saja tak bisa
Kau begitu acuhnya terhadapku

Hingga aku merana dalam duka
Duka yang tiada henti
Karena kau tak lagi peduli
Jangankan kau peduli padaku

Melempar senyum yang manis lagi pun tidak
Kau telah mengubah semuanya
Semua kebahagiaanku menjadi duka
Karena kau yang telah meremukkan hatiku

Kau orang yang sangat aku puja
Tapi tega menggoreskan luka
Di hati yang pilu penuh sendu
Hingga aku remuk redam dalam kehancuran

--
Purbalingga, 03 Desember 2015
Eri Udiyawati
Eri Udiyawati Hallo, saya Eri Udiyawati. Seorang Perempuan yang suka menulis dan traveling. Blogger asal Purbalingga, Jawa Tengah. Suka menulis berbagai topik atau bahkan mereview produk. Email : eri.udiyawati@gmail.com | Instagram: @eryudya | Twitter: @EryUdya

20 comments for "Remuk Redam"

  1. Sepertinya sama sekali yang sedang saya rasakan mbak.

    ReplyDelete
  2. Puisi yang apik, mbak. Ketika dibaca dan direnungkan pesannya nyampe banget. Dan kayaknya kalau digubah menjadi lagu bisa juga ini. Kayak puisi Rangga yang dimusikalisasi sama Cinta gitu deh :) (semoga istilah "musikalisasi"nya tepat).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mas Haryadi.. ya, itu dulu ketika sedang ngedown-nya. Terciptalah puisi itu.. hahaha

      Delete
  3. Memang orang yang paling kita puja
    Adalah yang paling bisa menggores luka
    Dia bukan tak paham kita merana
    Tapi mungkin itulah yang diinginkannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terkadang, cinta yang membabi buta, bisa melukai diri sendiri..

      Delete
  4. Hallo mbak ery, kita sering ketemu di ig tapi keknya jarang bersua di blog. Btw puisinya keren, penuh penghayatan dan perenungan yg mendalam. Keep it up ya mbak

    ReplyDelete
  5. pernah ada di posisi ini dan sekuat tenaga bertahan tdk semakin terpuruk. sulit..tapi bukan hal yg mustahil..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, begitulah, mungkin setiap orang memang ada masanya terpuruk :)

      Delete
  6. patah hati emang sakit rasanya.. kata orang sik kalo mau menemukan cinta sejati kita kudu siap patah hati... tapi kalo saya sik gak siap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, begitulah, patah hati dan jatuh cinta jaraknya tipis banget.

      Delete
  7. Relate banget sama akuu, kak Ery.
    Aku sampai mau jadikan blogpost yaa..abis ini relate karena apa.
    Memang berat mencintai seseorang yang bahkan ia gak pernah tau kita ada atau enggak.
    Huwaaaa~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohh.. makasih banget, Mba Lendy. Kalau mau dijadikan blogpost oleh Mba Lendy :)

      Delete
  8. Biasanya, orang yang disayang memang berpotensi sangat besar untuk melukai yaa. Ahh suka dengan puisinya deh, jadi terinspirasi pengen buat puisi tentang patah hati juga, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hheheh, yuk, bikin puisi lagi, aku juga udah lama gak bikin puisi..

      Delete
  9. Yahh memang begitulah, makanya gak terlalu diambil hati banget kalau lagi sama orang-orang terdekat. Biar kalau dikecewakan gak sakit-sakit banget, dan biasa saja.

    ReplyDelete
  10. Ternyata benar ya, setiap orang pasti pernah merasakan masa-masa remuk dan hancur oleh keadaan

    ReplyDelete