Kenaikan BBM

www.erycorners.com
Hampir setiap hari aku berangkat ke kantor di waktu lebih pagi, dan paling pagi, oops, gak ding yang paling pagi my bos :D. Seperti biasa berangkat pagi, duduk di depan PC, nyalain PC dan online. Seperti biasa pasti buka FB, Twitter, Email, dan Blog. Tetapi sayangnya, di blog tidak pernah diisi cuma dilihat-lihat saja. Tapi selalu nge-wall terus di FB dan ngoceh terus di twitter, ya itulah aku, sampai dijuluki “Miss Online” bahkan “Ratu Online” oleh teman-teman kantor :D. Pernah juga dulu kepergok ma bos waktu lagi koment-koment di FB sama temen kerja juga, beliau sampai bilang “ini kalian kalau ada masalah diselesaikan baik-baik, berjejer koq tidak mau bicara, tapi malah koment lewat fb.” Duuuh, jadi malu waktu itu, kita pun jadinya ngakak.

Itu sepenggal kisah pagi hariku saat di kantor, hehehehe, ya mau gimana lagi selain online, karena belum jam kerja juga. Nah, setelah jam kerja, untuk hari ini agak beda, The Big Bos hari ini datang pagi langsung nyamperin my bos, dah gitu mereka langsung bahas BBM. Aku sebenarnya gak terlalu nyimak banget, tapi waktu aku lagi asyik-asyik entry data (ini dah kerja beneran lho) malah big bos manggil, dan tanya gimana tanggapanku tentang kenaikan BBM. -_- Apalah itu, aku pertama ya cuma senyum, dan menyimak obrolan mereka. Dari menyimak obrolan para bos, aku jadi tertarik, karena sebenarnya Kenaikan BBM ini bertujuan agar mengurangi subsidi ke BBM, dan dialokasikan ke bagian-bagian lain seperti Pendidikan, Kesehatan, Bantuan Untuk Orang Miskin / Tidak Mampu, dan sampai ke Pertanian. Tujuan yang baik memang dari rencana pemerintah menaikan BBM, kalau menurutku sih ya semoga apa yang direncanakan pemerintah bisa terlaksana dan terwujud dengan baik, serta aspek lain pun ikut mendukung, bukan hanya pro dan kontra.

Dari obrolan para bos di pagi hari, aku jadi teringat tayangan di televisi pada Selasa kemarin (11 Juni 2013). Sebuah Reality Show yang membahas politik, dan kebetulan topik Selasa kemarin topiknya menyerempet ke Kenaikan BBM. Meskipun dalam debat tersebut membahas sebuah koalasi partai dengan pemerintah. Sebagian besar dari masyarakat Indonesia sudah tahu, apa yang sedang terjadi di kalangan pemerintahan kita. Sebenarnya sudah seharusnya partai koalisi mendukung adanya kenaikan dari BBM, tapi ini Partai Koalisi 100% Melawan keputusan tersebut. Kalau kata bosku sih mending jadi partai oposisi saja, gak tanggung-tanggung kalau mau melawan karena memang partai oposisi, tapi ternyata partai oposisi tidak menggembar-gemborkan Anti Kenaikan BBM. Menurut Bapak Ruhut Sitompul yang waktu itu ikut dalam acara ILC, mengatakan bahwa di Medan, untuk harga BBM jika naik tidak masalah yang penting Korupsi di Indonesia dihilangkan. Pernyataan yang bagus dan mendukung Pemerintahan di Indonesia, memang seharusnya begitu, mau berapapun harga BBM itu naik, kalau tidak ada korupsi di negeri ini, pasti fine-fine aja. Ya, kita tunggu saja ketok palu kenaikan harga BBM.

Kembali lagi kita ke obrolan para bos di pagi hari mengenai kenaikan BBM, mereka juga setuju untuk kenaikan harga BBM, asalkan untuk uang yang tidak digunakan untuk subsidi BBM digunakan untuk hal yang baik yaitu kembali ke rakyat yang membutuhkan. Menurut mereka, barometer kemampuan seseorang itu dilihat dari kendaraan yang mereka pakai, kalau mereka punya kendaraan bermotor, pastilah mereka juga bisa mencari uang untuk makan juga. “Masa punya motor gak bisa makan,” ungkapnya gitu. Kalau yang punya kendaraan berarti orang yang mampu, masa gak malu beli BBM yang bersubsidi terus? Kalau BBM disubsidi terus yang menikmati juga bukan rakyat kecil, tetap mereka-mereka yang punya kendaraan, nah, rakyat menikmati apa? Harga kebutuhan sehari-hari udah meningkat terus termasuk beras, yang sekarang mencapai Rp 8.500,00 per kg. Duh yang jadi ibu rumah tangga harus pinter-pinter ngatur keuangan juga nich. Memang dilematis kalau untuk masalah kenaikan BBM, banyak yang pada demonstrasi disana-sini, tapi apakah akibat dari demonstarasi itu tidak banyak kerugian? Merusak sarana-sarana yang sudah ada, dan sering menimbulkan korban.

Baca juga: Pekerjaan Sampingan Ibu Rumah Tangga Paling Inovatif

Dilihat-lihat memang banyak dampak yang akan terjadi dari kenaikan BBM, belum apa-apa juga sudah banyak yang mengeluh, harga-harga kebutuhan pokok sudah banyak yang naik. Meskipun, keputusan naiknya BBM adalah berdasarkan pertimbangan terhadap efisiensi anggaran dan agar tidak membebani anggaran pemerintahan selanjutnya. Keputusan yang sangat bagus itu, semoga penggunaan dana dari tidak adanya BBM Non Subsidi bisa direalisasikan ke seluruh rakyat Indonesia yang membutuhkan, jangan cuma dikorupsi.

Dan aku ikutin gaya bosku aja dech, mana tahu jadi bos beneran. Amiiin.. Gak usah takut dengan adanya kenaikan BBM, kita berdoa dan berusaha saja, rezeki kita lancar dan berkah. Jadi, gak perlu mikirin harga BBM, masih banyak yang harus kita kerjakan dan pikirkan salah satunya menembus pasaran ke Eropa. 

Mudah-mudahan adanya Kenaikan BBM ini aku bisa naik gaji.. hihihihi :D

No comments

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)