Film My Generation : Realita Kehidupan Anak Remaja Masa Kini

2:47:00 PM 9 Comments A+ a-

Haii Guys, selamat hari Jumat. Sebentar lagi weekend, pasti semangat banget ya kayak anak remaja. Loh, kok anak remaja? Iyes, karena usia remaja merupakan usia yang memiliki emosi dan semangat yang meletup-letup.

Dan berbicara tentang remaja, karena saking semangatnya terkadang mereka lupa kendali diri. Lebih menyukai kebebasan dan hidup denfan pilihannya. Tanpa disadari, kelakuan mereka bertentangan dengan pemikiran orang tua yang mengharuskan anak itu begini dan begitu.

Terlebih anak muda zaman now, pengaruh dari sana sini begitu banyak, yang kalau enggak kuat iman, bisa-bisa terjerumus ke dalam lembah hitam. Kenakalan-kenakalan tersebut bermacam-macam variasi; dan yang menjadikan anak begitu, tak lain dan tak bukan orang tuanya sendiri. Bagaimana mereka mendidik anak, sudah baik, atau malah bersikap otoriter? Hal-hal kecil saja di rumah nampu membuat seorang anak berontak dan menentang. Mereka bukan tidak mau menghormati, melainkan lebih ingin dianggap dan diberi kepercayaan.
Pic from Instagram My Generation Film

Masalah-masalah lain pun banyak yang dihadapi anak remaja masa kini. Sehingga dari realita tersebut, seorang sutradara andal, Mba Upi membuat film yang bertajuk kehidupan anak remaja zaman now dengan judul My Generation yang diproduksi oleh IFI Sinema. Film ini merupakan tontonan segar yang akan membawa kita ke masa muda dulu. Sama kah kita dengan kenakalan yang dilakukan anak remaja saat ini?

Di film ini mengisahkan empat orang anak SMA yang bersahabat dekat. Mereka ialah Zeke, Konji, Suki dan Orly. Di awal cerita, mengisahkan kegagalan mereka untuk pergi berlibur karena video yang mereka buat tersebar dan viral. Apesnya video itu berisikan protes mereka terhadap guru, sekolah dan orang tua. Akhirnya mereka dihukum tidak boleh pergi liburan.

Karena tidak jadi liburan, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka. Selain itu, dalam film ini menyuguhkan empat karakteristik yang berbeda dengan konflik yang dihadapi pun berbeda pula.

1. Masalah kesetaraan gender
Quote by Orly. Pic from Instagram My Generation Film

Hal ini dialami oleh Orly. Karena dia seorang remaja perempuan yang kritis, pintar dan berprinsip. Dia mencoba memberontak akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang melabeli kaum perempuan. Salah satunya tentang keperawanan. Orly berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan. Dan di luar itu, dia sedang bermasalah dengan ibunya yang single parent, yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. Bagi Orly, gaya hidup ibunya tidaklah sesuai dengan umurnya.

2. Krisis kepercayaan diri
Quote by Suki. Pic from Instagram My Generation Film

Sikap orang tua yang selalu berpikiran negatif pada anak, akibatnya bisa fatal. Karena orang tua tidak pernah memberikan kepercayaan terhadap anak. Padahal, hal semacam itu bisa mengakibatkan krisis kepercayaan diri, sebagaimana yang dialami oleh Suki. Seorang perempuan yang cool dan mencintai dunia seni. Ia mengalami krisis kepercayaan diri, dan berusaha menutupinya. Tetapi krisis kepercayaan diri yang dialaminya semakin besar ketika orang tuanya selalu berpikiran negatif terhadapnya.

3. Merasa tak dianggap dan tidak diinginkan keberadaannya
Quote by Zeke. Pic from Instagram My Generation Film

Hal sepelik ini ternyata dialami oleh Zeke. Pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal terhadap sahabat-sahabatnya. Namun, di dalam dirinya terjadi sebuah gejolak yang luar biasa. Selama ini dia memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya. Dia merasa orang tuanya tidak mencintai dan tidak menginginkan keberadaannya. Zeke ingin menyembuhkan luka hatinya yang sudah lama terpendam, walau harus mengkonfortasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus di antara mereka.

4. Dilema pubertas
Quote by Konji. Pic from Instagram My Generation Film

Siapa sih yang enggak dilema pada masa pubertas? Hal itu pun dialami oleh Konji, seorang pemuda yang polos dan naif, tengah mengalami dilema masa pubertasnya, ia merasa ditekan oleh orang tuanya yang sangat kolot dan over protective. Hingga ada suatu peristiwa yang membuatnya shock. Dan akhirnya, membuat kepercayaan pada orang tua hilang dan balik mempertanyakan moral orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka buat terhadap Konji.

Melihat dari karakter dan konflik yang mereka hadapi, film ini menyuguhkan banyak masalah yang dihadapi anak muda umumnya, sehingga kita bisa mengerti mereka begitu karena ada sesuatu.

Dan dari melihat teaser dan trailer film My Generation yang sudah tersebar di Instagram dan Youtube, film ini bisa dikatakan ngeri-ngeri sedap. Dari cara berpakain, cara berbicara, dan kelakuan-kelakuannya memang akan membawa pro dan kontra masyarakat. Terlebih kita di Indonesia yang menggunakan budaya ke timuran. Tapi, kalau menurut saya pribadi, film ini memang benar-benar mencerminkan kehidupan anak remaja metropolis. Mereka menyukai tantangan, kebebasan dan petualangan.

Namun, hal yang menarik dari film ini ialah mengajak orang tua agar bisa open minded. Biar bisa memahami dan mengerti apa yang terjadi pada dunia remaja saat ini. Sehingga mereka akan lebih mudah untuk memberikan pengertian dan arahan kepada anak-anaknya. Agar orang tua juga tidak menjadi orang tua yang otoriter dan ditakuti oleh anaknya sendiri. Tetapi menajdi orang tua sekaligus sahabatnya.

Karena orang tua yang otoriter dan selalu mengekang anak, tidaklah baik, hal itu bisa menjadi boomerang ketika anak kritis dan membalikan perntanyaan kepada orang tuanya, atas sikap dan perilaku yang selama ini dicontohkan kepada anaknya sendiri.
Para pemeran utama dalam film My Generation. Pic from Instagram My Generation Film

Tentunya banyak hal yang menarik dan dapat dijadikan pelajaran dari film My Generation. Dan yang lebih menyenangkan juga, pemain utamanya menampilkan wajah baru semua di dunia acting. Aryo Vasco sebagai Konji. Alexandra Kosasie sebagai Orly. Lutesha sebagai Suki dan Bryan Langelo sebagai Zeke.
Mba Upi, di tengah-tengah para pemeran utama film My Generation.


Rasanya udah pengen banget nonton ini film, biar enggak hanya nge-judge katanya filmnya begini dan begitu, padahal baru lihat trailernya saja. Kalau udah nonton kita akan tahu, apa sih sebenarnya yang mau disampaikan oleh Mba Upi? Bahkan dalam menggarap film ini, sang sutradara melakukan riset terlebih dahulu selama dua tahun. Tentunya bukan film sekedar film yang menyajikan tontonan dan hiburan. Tetapi, sebuah film yang mengangkat realita yang ada saat ini tentang kehidupan anak remaja. So, jangan lewatkan, film My Generation akan mulai tayang di bioskop-bioskop pada tanggal 09 November 2017.

Workshop Membatik bersama Galeri Purwita : Cuma Dirikuh ini yang Hasilnya Embuh

8:42:00 PM 11 Comments A+ a-

www.erycorners.com
Photo take by Bangkit Wismo
Hai, Guys.. Kalian tentunya kalau weekend pasti punya agenda buat ke mana gitu kan? Sama halnya denganku, pas Minggu, 15 Oktober 2017, aku ikut Workshop membatik di Desa Majapura, Bobotsari, Purbalingga.

Kita sempet down pas awal-awal berangkat, karena tanya yang punya rumah, malah katanya mereka lagi ikut pameran batik di Wonosobo. Aku telepon dulu deh ke yang mengadain event ini. Berhubung koneksi internet tidak secepat di iklan (apapun providernya, karena di desa), telepon dan via Whastapp hanya menimbulkan miss comunication aja. Aku bilang ke suami, "Ya udah, Mas, kita pulang aja,"

Nah pas suami lagi markirin motor, aku jalan kaki menyusuri setapak desa itu, ternyata ada seseorang yang melambaikan tangan. Dan dia orang yang mengadakan workshop batik ini. Haduh.. ternyata jarak rumahnya cuma beberapa meter aja, ngapain juga tadi telepon. Hiks hiks..

Dan kami berdua adalah peserta yang paling awal datang. Ya memang belum waktunya si, kita lebih cepat datang 15 menit dari jadwal yang ditentukan. Nah pas jam 10, para ibu-ibu (ternyata kebanyakan pesertanya emak-emak) mereka datang. Yang membuatku salut, ternyata mereka berusaha datang tepat waktu, ini ciyus loh, mereka telat lima menit aja uda bilang, "Saya belum ketinggalan kan?" Salut deh sama mereka.

Setelah kita semua kumpul, dimulai lah workshop membatik yang dipandu oleh Mbak Purwita yang sekaligus pemilik Galeri Purwita. Diawali dengan doa, kemudian dilanjutkan untuk memanaskan malam (sejenis lilin khusus untuk kain, bukan malam-malam kesepian yaks). Sambil menunggu malam sempurna panasnya, kita menggambar pola terlebih dahulu di selembar kain kecil berwarna putih. Awalnya gambar pakai pensil dulu gitu, biar nanti pas kasih malamnya mudah.


Dan yang ditunggu-tunggu pun datang juga, saatnya membatik. Mula-mula kita mengambil malam dengan menggunakan alat yang dinamakan canting. Sebuah alat khusus untuk mengambil malam dan melukiskannya pada kain.
Canting, alat untuk melukis/membatik di kain

Dengan keuletan dan ketelatenan kita mulai membatik, tengok kanan dan kiri para emak itu jago sekali menggunakan canting. Malam tak mleber ke mana-mana. Beda banget dengan punyaku. Punyaku ituuu.. luar biasa bangettt, sumpaah luar biasa sekali blepotannya hahahaha.

Lihatlah punya ibu-ibu hasilnya top banget

Lihat karyaku, hahaha

Malam yang sudah aku ambil dari canting itu berceceran ke mana-mana. Sudah begitu, membatik yang bagus kan kalau malam itu tembus ke bagian belakang kain. Nah, punyaku itu enggak, hikss hikss. Dan aku pun hanya ketawa melihat karya sendiri, hihihihi.


Setelah menggambar (anggap saja begitu) dengan malam selesai, proses selanjutnya adalah mencelupkan kain pada air yang berwarna. Nah, pas kemarin ada dua kali celup, yang pertama kain dicelupkan pada warna hijau, yang kedua pada warna merah.

Note : buat temen-temen yang mau mencoba, warnanya sesukanya aja ya, sesuai selera.

Setelah proses pencelupan selesai, next step dikeringkan, alias dijemur. Setelah kering, kita masukan kain tersebut ke dalam air yang sedang mendidih. Nama istilahnya mlorot (membuat malam yang menempel pada kain). Sambil diaduk dengan alat bantu potongan kayu (ya iyalah pakai kayu, kalau pakai tangan bisa-bisa ikut meleleh deh, itu air mendidih :D) kita tunggu beberapa saat, sampai malam terlepas dari kain.

Kemudian, proses yang terakhir yakni membilas atau mencuci kain tersebut sampai bersih. Kemduian dijemur hingga kering.

Jreeeng.. terlihatlah hasilnya, pada bagus-bagus. Punyaku? Embuh banget.
Lihatlah, karya mereka luar biasa... 
Salut sama ibu-ibu yang pandai membatik.

Oh, ya, buat temen-temen yang pengen motif lain, nanti diberi warna lagi, dengan catatan biar warna gak karuan, ada beberapa motif yang ditutuup malam lagi. Dan itu dilakukan terus menerus, berulang-ulang sampai kain sesuai dengan impian kita. Baik warna dan motif.

Ternyata bikin batik itu harus telaten dan ulet.
Saar dan konsisten. Tapi yang membuat aku enggak kapok kalau ada acara beginian, yang jelas membatik itu menyenangkan. Kita bisa menuangkan segala emosi dalam bentuk lukisan.


Semoga ada workshop membatik lagi.

Warkas, Warung Ikhlas yang Mampu Menginspirasi Kita untuk Berbagi

11:46:00 AM 7 Comments A+ a-

Warkas, apa si itu warkas? Maksudnya apa? Mungkin orang awam masih asing dan belum tahu sepenuhnya apa itu warkas. Terlebih bukan warga Purbalingga, tentunya sangat kurang familier dengan hal tersebut.

Warkas merupakan singkatan dari 'Warung Ikhlas'. Sebuah warung yang menjual makanan pokok dengan pembayaran secara ikhlas. Maksudnya adalah setiap orang bisa membayar makanan dengan ikhlas atau secara sukarela. Warung ini memang ditujukan untuk mereka-mereka yang kurang mampu, sehingga mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan uang lebih hanya untuk makan.


Warkas buka setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, pada pukul 11.00 - sampai porsi yang disediakan habis. Selama ini dari pihak pengelola menyediakan 80 porsi makan siang untuk Warkas. Lokasinya terletak di Kedai Kebun, Jalan Pasukan Imam No. 1, Purbalingga Wetan (Belakang Gedung Kejaksaan, Purbalingga). Cara pembayarannya pun tidak langsung diberikan kepada pengelola, melainkan dimasukan ke dalam sebuah kotak.


Seperti slogannya warung ikhlas, mereka tentu saja membayar seadanya uang mereka. Ada yang membayar Rp 500, ada juga yang Rp 1.000. Yang penting ikhlas gitu. Mau seberapapun ya okelah. Dan warung ini mengkonsep tetap membayar karena banyak dari kalangan masyarakat yang kalau mendapatkans sesuatu yang gratis itu malu. Masa apa-apa gratis.


Karena memang kultur masyarakatnya yang ewuh pekewuh atau rikuh (merasa enggak enakan), jadi kalau mereka mendapatkan gratis malah justeru enggak enak hati. Sehingga pengelola mencetuskan ide tetap membayar namun seikhlasnya.

"Ya, seadanya. Orang cuma bisa bayar Rp 500 juga enggak apa-apa, Rp 1.000 juga enggak masalah. Intinya seikhlasnya mereka," katanya.

Warkas juga memberikan inspirasi kepada kita, bahwa membantu itu bisa dari berbagai segi sisi. Bisa berupa materi, bisa bentuk barang, makanan dan lainnya. Karena saling tolong menolong merupakan hak dan kewajiban kita untuk berbagi dengan sesama.


Semoga kita bisa saling berbagai kepada mereka. Tidak harus menunggu kaya baru bisa berbagi. Melainkan ketika ada kesempatan untuk berbagi, mari kita lakukan untuk membantu sesama.

Begitu Cantik dan Menawannya ASUS Vivobook S S510UQ Hingga Aku Bermimpi untuk Memilikinya

3:31:00 PM 13 Comments A+ a-

Hello, Guys.. selamat sore.

Tak terasa ya sudah di pertengahan Oktober 2017. Waktu terasa kian cepat berlalu dengan segala perubahan. Inovasi-inovasi dari teknologi juga kian pesat berkembang. Dan berbicara soal teknologi, saya sedang takjub pada sebuah brand yang dari tahun ke tahun terus memberikan produk-produk ungglan yang mampu memuaskan konsumen. Dari segi harga, kualitas, design dan lainnya, produk yang satu ini selalu mencuri hati saya karena memang produk jempolan banget. 

Tak lain dan tak bukan, produk tersebut ialah ASUS. Well, kenapa ASUS? Yupz, kita ketahui dari dulu ASUS selalu meluncurkan produk yang keren. Dari jamannya komputer ber-CPU, merk yang paling bandel dan tahan banting ialah ASUS. Dan seiring perkembangan gadget, ASUS juga memproduksi smartphone, laptop dan atau notebook.


Dan yang membuat saya lebih antusias terhadap merk ini, karena setiap tahun ASUS merilis seri Notebook terbaru dengan spesifikasi tinggi yang mampu menarik minat para penggunanya. Tak heran juga makanya, ketika ASUS berhasil menempati lini pemasaran produk tersebut yang membawa ASUS  menjadi peringkat 1 terbesar di pasar notebook di Indonesia. Hal itu  berdasarkan data GfK tahun 2017. Wow, keren banget, kan?



Karena saking laris manisnya di pasaran, pada 15 Agustus 2017, ASUS melahirkan Notebook terbaru di ajang The Edge of Beyond yang digelar di Hotel Pullman, Central Prak. Salah satu Notebook pabrikan Taiwan yang diluncurkan adalah ASUS Vivobook S S510UQ. Sebuah produk yang didesign khusus yang akan mampu memberikan kepercayaan diri lebih kepada pemakainya. Termasuk saya kalau punya produk ini, pasti bahagia bangettt bangeettt..

Dari dulu saya memang menggunakan produk ASUS, dari jaman komputer CPU, dan saat ini pun masih memakai notebook ASUS meski keluaran lama, smartphone pun ASUS lagi, tentu saja saya ngiler banget dengan Vivobook seri S  yang satu ini Salah satunya juga buat menunjang untuk ngeblog, karena Vivobook S S510UQ ini banyak kelebihannya. Memangnya seperti apa? Yuk, check it now.


1. Body Cantik Menawan
Membawa Vivobook S S510UQ, menjadika kita semakin percaya diri

Hal yang pertama ketika kita melihat sebuah sesuatu, tentu saja dari bentuk atau wujudnya. Pun ketika kita melihat sebuah notebook. Vivobook S S510UQ dirancang khusus dengan tampilan yang sangat berbeda dari sebelumnya. Bahkan lebih tipis dan ringan, beratnya hanya 1.7 kg dan memiliki profil 17.9 mm. Sangat tipis bukan? Rasanya cocok banget buat saya yang doyan kelayaban sambil membawa notebook, karena tidak perlu keberatan membawa notebok. 
Meski berlayar lebar, tapi body tipis dan ringan. Eank dibawa ke mana-mana

Selain itu, designnya yang ditampilkan sangat unik karena memiliki panel layar 15.6” Full HD yang tipis sehingga bisa masuk ke bezel ukurannya dapat masuk ke dalam bingkai laptop 14”.  Hal tersebut karena bingkai NanoEdge 7.8 yang super tipis secara luar biasa memberikan rasio 80% antar layar dengan body. Bahkan didukung dengan 178° teknologi wide-view untuk memastikan bahwa warna dan kontras tetap hidup dan tajam, saat dilihat pada sudut pandang manapun. Dan ini, merupakan pilihan jitu untuk saya yang suka membagi-bagikan konten kepada siapa saja. 

2. Performa Kinerja yang Luar Biasa
Performa yang luar biasa, menggunakan Prosesor Intel® Core™ i5 7200U Processor

Buat kita-kita yang sering kejar target menulis artikel dan melakukan pekerjaan lain menggunakan notebook, tentunya sangat memerlukan sebuah perangkat yang didukung dengan kinerja yang sangat bagus. Dan itu terjawab sudah oleh Vivobook S S510UQ, karena didukung oleh prosesor Intel® Core™ i5 terbaru yaitu generasi ke-7, dengan RAM 4GB DDR4 2133MHz dan grafis NVIDIA® GeForce® 940MX. Ditambah pula visual ultra yang halus sehingga membuat mata kita tidak cepat lelah di depan layar. Dengan spesifikasi tersebut, tentu tidak akan ada lagi loading lambat, justeru sebaliknya, kita dimanjakan dengan kinerja dengna kecepatan tinggi. Luar biasa!


3. Dual Storage dan Transfer data super cepat
Suka ngesave file ukuran gede? Ini jawabannya biar storage gak penuh-penuh

Buat pecinta data-data dan enggan untuk membuangnya, entah data atau file apapun, bisa banget nih pilih notebook yang satu ini. Karena dilengkapi dengan dual storage yang super besar, enggak bakalan kekurangan tempat untuk menyimpan file dah. For your information ya, kenapa begitu, karena kapasitas HDD sampai 1 TB dan SSD 128 GB. Wah, wah, aku gak bisa ngebayangin gimana cepatnya buat instal dan transfer data.

Selain itu, didukung juga hal lain yang membuat transfer data semakin cepat. Apa coba? Ini dia nih... 
Transfer data sekarang mah wuss wuss

Pernah gak si, kalian mau transfer data dari smartphone ke notebook, tapi loadingnya lama? Sebel kan? Ya lah, aku juga pernah mengalami hal begitu, udah lagi ditunggu-tunggu buat foto-foto yang ada di HP buat lampiran laporan, eeh, malah mindahin foto aja pakai lama, kan nyesek jadinya. Vivobook S S51OUQ dilengkapi dengan port USB 3.1 dengan konektor USB Type-C™ reversibel dengan desain any-way-up yang membuat perangkat penghubung menjadi sederhana dan cepat. USB 3.1 juga mampu memberikan kecepatan transfer data hingga 5x lebih cepat dari koneksi USB 2.0 lama. Bahkan dilengkapi dengan dengan port USB 3.1, slot kartu HDMI dan slot SD card. Hal itu sangat mendukung kompatibilitas tanpa gangguan berbagai macam periferal, display dan proyektor.

Gimana, semakin tertarik bukan untuk memiliki notebook ini?

4. Keyboard yang nyaman untuk mengetik
Dari tampilannya aja, Keyboard ini udah cantik banget

Kadang saya merasa sebel kalau ngetik terus keyboardnya suka keras gitu. Padahal saya kan ahli mengetik sepuluh jari yang mencintai kecepatan dalam mengetik (pamer dikit gak apalah ya) untuk menyelesaikan sebuah artikel. Suka ngadat-ngadat gitu keyboardnya, pengen deh keyboard yang empuk terus lancar buat ngetik. Yeah, semua itu akan terwujud ketika memiliki Vivobook S510UQ, karena menggunakan Keyboard backlit ergonomis. Yang  mana keyboard itu berasa empuk, terus full size dan memiliki kemampuan ketika kita mengetik di minim cahaya. Kagak perlu bingung dah di mana letak huruf-hurufnya.
Gak perlu khawatir notebook akan panas karena Vivobook S S510UQ selalu cool

Nah, itu beberapa alasan mengapa saya sangat memimpikan punya ASUS Vivobook S S510UQ ini. Selain body yang elegan, juga performa yang apik membuat pengguna semakin dimanjakan dengan fitur-fitur yang kian canggih. Ditambah lagi, menggunakan teknologi IceCool, dijamin dah enggak bakalan panas meskipun dipakai dari pagi sampai sore. Udah gitu, pas ngecharge, enggak pakai lama, fast charging pokoknya.  Dan bagi kamu yang doyan menonton film di notebook, sangat cocok pakai Vivobook S S510UQ, pasalnya menggunakan Teknologi Video ASUS Tru2Life. Yang bisa  membuat video terlihat menakjubkan. Teknologi ini mengoptimalkan ketajaman dan kontras setiap piksel di setiap frame hingga 150% untuk menghasilkan gambar yang sangat hidup dan realistis setiap saat. Benar-benar menakjubkan!

Yang paling menyenangkan juga, dari segi harga. Meski memiliki sederet kemampuan yang luar biasa, harganya masih terjangkau. ASUS Vivobook S S510UQ hanya dibandrol Rp 9.799.000. Harga tersebut tentu sangat sebanding dengan kualitas dan performa yang sangat mumpuni, bahkan harga tersebut untuk menggebrak pasaran, karena sangat-sangat kompetitif dan berasaing harganya.


Love love banget daaah sama notebook yang satu ini.


Okay, fine, ternyata aku sudah menuils hingga ribuan kata. Semoga bermanfaat untuk kita semua yang sedang mencari referensi notebok, kalau bisa kasih saran, ASUS Vivobook S510UQ ini recomended banget. Sumpah, sampai-sampai aku pengen banget dan terbawa mimpi memilikinya. 

Dan tulisan ini saya ikut sertakan dalam “ASUS VivoBook Surprise Writing Competition”.


Sumber referensi : https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-VivoBook-S15-S510UQ/