Warkas, Warung Ikhlas yang Mampu Menginspirasi Kita untuk Berbagi

by - 11:46:00 AM

Warkas, apa si itu warkas? Maksudnya apa? Mungkin orang awam masih asing dan belum tahu sepenuhnya apa itu warkas. Terlebih bukan warga Purbalingga, tentunya sangat kurang familier dengan hal tersebut.

Warkas merupakan singkatan dari 'Warung Ikhlas'. Sebuah warung yang menjual makanan pokok dengan pembayaran secara ikhlas. Maksudnya adalah setiap orang bisa membayar makanan dengan ikhlas atau secara sukarela. Warung ini memang ditujukan untuk mereka-mereka yang kurang mampu, sehingga mereka tidak terbebani untuk mengeluarkan uang lebih hanya untuk makan.


Warkas buka setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, pada pukul 11.00 - sampai porsi yang disediakan habis. Selama ini dari pihak pengelola menyediakan 80 porsi makan siang untuk Warkas. Lokasinya terletak di Kedai Kebun, Jalan Pasukan Imam No. 1, Purbalingga Wetan (Belakang Gedung Kejaksaan, Purbalingga). Cara pembayarannya pun tidak langsung diberikan kepada pengelola, melainkan dimasukan ke dalam sebuah kotak.


Seperti slogannya warung ikhlas, mereka tentu saja membayar seadanya uang mereka. Ada yang membayar Rp 500, ada juga yang Rp 1.000. Yang penting ikhlas gitu. Mau seberapapun ya okelah. Dan warung ini mengkonsep tetap membayar karena banyak dari kalangan masyarakat yang kalau mendapatkans sesuatu yang gratis itu malu. Masa apa-apa gratis.


Karena memang kultur masyarakatnya yang ewuh pekewuh atau rikuh (merasa enggak enakan), jadi kalau mereka mendapatkan gratis malah justeru enggak enak hati. Sehingga pengelola mencetuskan ide tetap membayar namun seikhlasnya.

"Ya, seadanya. Orang cuma bisa bayar Rp 500 juga enggak apa-apa, Rp 1.000 juga enggak masalah. Intinya seikhlasnya mereka," katanya.

Warkas juga memberikan inspirasi kepada kita, bahwa membantu itu bisa dari berbagai segi sisi. Bisa berupa materi, bisa bentuk barang, makanan dan lainnya. Karena saling tolong menolong merupakan hak dan kewajiban kita untuk berbagi dengan sesama.


Semoga kita bisa saling berbagai kepada mereka. Tidak harus menunggu kaya baru bisa berbagi. Melainkan ketika ada kesempatan untuk berbagi, mari kita lakukan untuk membantu sesama.

You May Also Like

7 comments

  1. Masyaallah, hebat betul yg menggagas warung ini, haqqul yakin kalo ikhlas memberi pasti byk gantinya ya, hmm sayang nib jaub dari Bogor, jadi gak bisa icip2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Terima kasih..
      Sini, Mbak, main ke Purbalingga, nanti bisa icip2 :D

      Delete
  2. Menginspirasi tentang makna keikhlasan dalam berbagi, semoga pengelolanya diberkahi usahanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, iya, Mbak.. semoga kita juga selalu ikhlas dalam berbagi :)

      Delete
  3. Jadi introspeksi diri dan bercermin, kapan terakhir saya pakai ilmu ikhlas dan kapan bersedah atas rezeki yang terus berdatangan, meski ga banyak juga sih :p
    Semoga pengagas warung ini selalu mendapat rezeki yang melimpah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, aku juga seringnya gimana kalau udah kasih sesuatu, kadang kurang ikhlas hikksss..

      amiin.. semoga kita selalu diberi keberkahan..

      Delete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)

Labels

Teman-teman Blogger

Member Of

Member Of