5 Tradisi Imlek di Indonesia yang Pernah Saya Lihat

Tradisi Imlek

Zaman-zamannya masih bekerja di Jakarta, saya bekerja dengan orang etnis Tionghoa yang berlatar belakang kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat. Karena saya cukup lama bekerja sama beliau, sehingga saya cukup paham tentang kebiasaan atau tradisi yang beliau bersama keluarga lakukan. Terutama di hari besar tahun baru Imlek. Banyak sekali hal-hal yang mereka lakukan dalam menyambut tahun baru imlek.

Seperti apa tradisi Imlek di Indonesia?

Yuk, simak ulasan lengkapnya di blog ini.

1. Mengenakan baju berwarna merah
Tak heran jika dunia fashion jelang tahun baru harganya melonjak, karena banyak sekali yang beli baju baru, khususnya warna merah untuk merayakan Imlek. Mengapa mereka memilih warna merah? Karena warna merah merupakan warnah yang sangat cerah, ngejreng. Hal itu melambangkan bahwa di tahun baru ini harus penuh dengan kebahagiaan serta harapan yang baru. Apakah kamu sudah punya baju merah untuk tahun baru China ini?

2. Menu wajib hidangan bebek panggang
Siapa sih yang enggak doyan lezatnya daging bebek di panggang? Menu yang satu ini selalu menjadi tradisi dalam peringatan tahun baru Imlek. Konon katanya, bebek panggang ini melambangkan filosofi kemakmuran. Jadi, ketika menyantap daging bebek panggang di hari Imlek, berharap akan makmur dan sejahtera bagaikan raja. Selain bebek panggang ada juga hidangan lainnya seperti kue keranjang, buah jeruk dan aneka hidangan lainnya yang menggugah selera. Pun sama dengan pasar fashion, jelang Imlek, harga makanan juga melonjak. Mungkin teman-teman yang akan merayakan Imlek, saat ini sedang mempersiapkan hidangan lezatnya, ya.

3. Rumah penuh dengan hiasan dan dekorasi
Bukan hanya kita saja yang menyambut hari raya dengan penuh suka cita dan membersihkan rumah serta menghiasinya. Pada tahun baru Imlek, mereka yang merayakannya juga membersihkan rumah, menghias dan mendekor rumah secantik mungkin. Dari lampion, lonceng kecil dan hiasan dinding lainnya yang identik dengan simbol dari tahun baru Imlek. Meriah dan mewah, kalau boleh saya katakan.

Tradisi Imlek


4. Angpao yang selalu ditunggu oleh kita
Hayo ngaku, siapa yang selalu merindukan angpao meskipun tidak merayakan Imlek? Dalam tradisi Imlek itu ada angpao atau hong bao yang merupakan amplop warna merah dengan berisikan uang. Kemudian dibagikan kepada sanak saudara dan atau kerabat yang masih anak-anak, orang tua dan orang yang belum menikah. Bagi orang yang sudah menikah, biasanya mereka yang memberikan angpao ini. Nah lho, berarti para jomblowan berhak menerima angpao nih. :D

5. Atraksi barongsai yang menawan
Melihat pertunjukan Lion Dance atau yang kita kenal dengan barongsai itu sangat menyenangkan. Nah, dalam tradisi Imlek, biasanya akan ada nih permaian para pendekar lion dengan atribut yang keren pula. Tak heran, kalau ada barongsai, yang antri nonton itu banyak banget.

Itulah lima hal tradisi Imlek yang pernah saya rasakan meski tidak langsung ikut terjun dalam perayaannya, tapi ikut senang. Cukup unik ternyata ya, acara tersebut. Mungkin bagi yang setiap tahun sudah merayakan Imlek, itu hal biasa. Tetapi bagi kita yang tidak merayakan, wah, bagus banget, apalagi kalau kita dikasih angpaonya. Ha, itu semakin senang ya?

Oh ya, itu tradisi Imlek yang saya tahu, mungkin teman-teman punya cerita yang lebih seru lagi. Boleh dong share di kolom komentar. Dan buat yang merayakan, saya ucapkan ‘Gong Xi Fa Cai’. Semoga kemakmuran dan kesejahteraan menyertai kita semua. Terima kasih.

16 Comments

  1. Aku baru tau kalau Imlek identik sama bebek panggang kirain kue keranjang dan pempek. Semoga tahun ini rezeki kita bagus dan diberi sehat selalu

    ReplyDelete
  2. Kalau pakai baju merah, itu katanya dulu ada naga jahat yang menyerang. Jadi biar takut, pakailah baju merah, Mbak hehehe.
    Terus ada tetangga saya juga tradisi makan mie. Biar umur panjang. Karena mie kan panjang dan tak terputus. Dan paing sering, saya dapat dodol china, termasuk kue lainnya dan jeruk yang kecil-kecil.

    ReplyDelete
  3. Saya bersyukur sekali ngeblog, Mbak Yuni. Jadi saat keadaan begini, saya masih bisa mencari rezeki juga. Dan memang, awal ngeblog, tidak apa pakai gratisan dulu. nanti setelah postingan banyak, dan semakin semangat, baru beli domain.

    ReplyDelete
  4. Jadi ingat pas masih di Bogor selalu menanti festival Cap Go Meh di Jl. Suryakencana. Barongsai berbagai kota kumpul dan meneria angpau di sepanjang jalan. Lontong cap go meh pun tersedia di kelenteng dekat Pasar Bogor. Pokoknya meriah dan ngangenin. Masa pandemi gini masih ada ga ya, xin nian kuai le, semoga sehat dan dimudahkan semua urusannya ya Kak!

    ReplyDelete
  5. Aku baru tau akhir akhir ini perayaan Imlek mungkin sejak jadi libur nasional seru pas bagi angpao nya hehe

    ReplyDelete
  6. Saya juga suka nungguin angpao pas imlek. Bos yuni dulu juga etnis tionghoa. Terus suka main ke kampung cina juga kalau pas imlek. Seru..

    ReplyDelete
  7. Terima kasih informasi tentang Imlek atau tahun baru China. Semoga di tahun Kerbau Logam ini, Indonesia semakin maju dan terbebas dari Pandemi. Gong Xi Fa cai.

    ReplyDelete
  8. Aku paling suka nonton Barongsay kalau imlek tiba. Lucu, lincah tapi juga ada serem-serem gimananya. Dulu waktu masih SMA, guru bahasa Mandarinku suka ngasih kue keranjang :) Jadi ingat beliau, apa kabarnya ya...

    ReplyDelete
  9. Nuansa merah meriah itu wajib bagi mereka ya kak. Ehhh kalau angpao, aku pernah dapat juga lho. Xixi. Semoga di tahun ini lebih semangat lagi kita.

    ReplyDelete
  10. Dulu beberapa kali dapet kue keranjang sih pas imlek. Mungkin karena tahun ini engga pergi-pergi, engga ketemu orang, ya sepi deh. Denger-denger sih, di Pontianak dan Singkawang tetep rame...

    ReplyDelete
  11. Saya malah baru tahu kalau menu wajib saat Imlek itu ya menu Bebek Panggang. Saya eungeuhnya cuma selalu ada jeruk mandarin di setiap rumah. Terus sama kue keranjang.

    ReplyDelete
  12. wah aku baru tau nih ternyata menu bebek pangganag tuh menun wajib saat sincia yaaaa.. Kalo aku taunya tradisi imlek adalah hujan. Hihi. Soalnya hujan dan imlek tuh identik banget yaaa

    ReplyDelete
  13. tahun ini aku gak liat atraksi barongsai secara langsung :( sedih

    ReplyDelete
  14. Aku familier Ama tradisi Imlek, Krn pas kuliah dulu di Penang, aku stayed nya di rumah Chinese family. Jd kalo imlekan, ya aku ikutan :D. Ga tau deh sama Ama Indonesia ato ga, kalo di Penang malam Imlek, bakal ada petasan 15 menit full dibunyikan .

    Trus keluarga chineseku mndekati Imlek udh siap dengan makanan khasnya. Yg bikin aku kaget, pas pulang kuliah di meja ruang tamu ada babi panggang utuh, gede banget wkwkwkwkw. Aku muslim, tp aku menghormati kebiasaan mereka ini. Cuma shock aja Krn itu Pertama kali liat babi Segede itu di taro di meja ruang tamu :D

    Tp pas hari Imlek, aku dikshnya makanan2 yg halal kayak buah2an dan kue yg aman. Jd aku ga ikutan makan yg berat2 :D.

    Kangen sih pgn rasain ini lagi.

    ReplyDelete
  15. Hai Mba Eri... kl pernah main ke Medan saat imlek wah serba nuansa merah lho di mana-mana. Dan tak lupa kue bakulnya pasti selalu ada disediakan teman2 Tiong Hoa kl kita berkunjung di saat imlek

    ReplyDelete
  16. Wah aku jadi tahu kalau daging bebek yang sering menjadi hidangannya, ngebayanginnya enaq sedeep :3 berbagi angpau jadi miripan kaya lebaran ya hihi

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)