Ingin Menjadi Dokter

by - 11:54:00 AM

INGIN MENJADI DOKTER

Oleh : Ery Udya

Rio adalah murid kelas 5 SD di salah satu sekolah dasar di daerah Purbalingga, Jawa Tengah. Seperti anak-anak seusianya, dia sering membeli jajan di luar sekolah dengan sembarang. Tak jarang dia membeli jajan yang tidak terbungkus dengan rapi sehingga debu dengan mudah menempel di makanan tersebut.

www.eryudya.com
Sumber : http://id.theasianparent.com/

Ibunya selalu menasehati agar tidak jajan sembarangan, tetapi Rio bandel. Dia tidak pernah mendengarkan nasehat ibunya. Akibatnya kini Rio menderita sakit perut. Dia hari ini sudah berkali-kali buang air besar, sehingga tidak bisa masuk sekolah. Ibunya sudah memberikan garam oralit untuk mengurangi diare Rio, tetapi belum sembuh juga.

Rio terus-terusan mengeluh karena perutnya terasa sakit. Sampai tiga hari Rio masih diare, akhirnya ibu mengajak dia untuk memeriksakan ke dokter. Sebelum pergi ke dokter pun, ibunya harus pandai-pandai membujuk Rio agar mau diperiksa.

Rio, kita ke dokter ya, biar kamu diperiksa dan diberikan obat yang tepat untuk diare kamu,” ajak ibunya.
Kenapa tidak beli obat seperti yang ada di TV-TV itu, Bu?” tanya Rio, dia takut ke dokter karena mengira dokter itu galak. “Obat yang muncul di TV itu kan katanya manis, kita tidak perlu repot ke dokter,” lanjutnya.
Ibunya pun menggeleng karena anaknya begitu susah untuk diajak periksa ke dokter.
Rio... Rio.. dokter itu bisa memeriksa penyakit apa yang diderita Rio, juga akan memberikan obat dengan dosis yang tepat. Jadi, minum obat itu ada aturannya, agar kita cepat sembuh dan tidak salah obat,” jelas ibunya.

Sumber : http://www.rstebet.com/images/anak.jpg

Setelah mendengarkan penjelasan dari ibu, Rio pun mau ke dokter untuk diperiksa meski dengan rasa yang takut. Bayangan Rio ketika ke klinik dokter, dia akan disuntik dengan jarum yang begitu tajam. Kemudian, akan diberi obat dengan rasa yang sangat tidak enak atau pahit.

Sampai di klinik dokter, Rio diperiksa oleh dokter Rian. Hasil pemeriksaannya adalah Rio terkena diare akibat makanan yang sudah tercampur dengan bakteri dan kuman dengan jumlah yang sangat banyak. Sama halnya dengan ibunya, dokter Rian juga menyarankan agar Rio tidak jajan sembarangan lagi, demi kesehatan dan tidak mudah sakit.

Sepulang dari tempat klinik, Rio masih teringat dengan dokter Rian yang begitu baik dan sangat sopan terhadapnya. Rio pun ingin tahu tentang dokter ke ibunya.

Bu, dokter Rian, baik sekali, ya?” tanyanya.
Semua dokter itu baik, Nak.” Jawab ibunya.
Benarkah itu?” Rio ingin tahu.
Iya, dokter itu baik kepada semua orang. Mereka mau merawat dan mengobati orang yang sakit. Baik tua, muda, kaya atau pun miskin, semua mendapatkan perawatan dan pengobatan yang baik dari dokter. Selain itu, dokter juga sangat tulus dalam mengobati orang yang sakit.” Jelas ibunya.
Wah, hebat ya, kalau sudah besar, Rio ingin jadi dokter.” Ucap Rian dengan semangat.
Boleh, tapi ingat, kalau mau jadi dokter, harus rajin belajar dan jajan sembarangan. Karena, dokter itu pintar dan selalu menjaga kesehatannya.” Jawab ibunya dengan penuh senyum.
Baik, Bu, Rio pasti akan rajin belajar dan tidak akan jajan sembarangan lagi,” balas Rio, kemudian memeluk ibunya.

Sejak itu, Rio tidak lagi membeli jajan di pinggir jalan yang tidak terbungkus rapi. Selain sudah tercampur dengan debu dan kuman, Rio juga ingin berhemat. Sehingga Rio lebih sering membawa bekal dari rumah. Selain masakan ibunya yang enak, sudah pasti bersih dan sehat.

***SELESAI***

Hikmah cerita :
Jangan jajan sembarangan apa lagi jajanan yang kemasannya tidak baik, karena akan dengan mudah debu dan kuman masuk ke makanan, sehingga bisa menimbulkan sakit perut. Jika sakit, berobatlah ke dokter agar diperiksa dan diberi obat sesuai dengan dosis yang tepat, agar kita tidak salah minum obat.

You May Also Like

0 comments

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)

Labels

Teman-teman Blogger

Member Of

Member Of