Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Di Balik Layar Sebagai Working Mom dan Part Time Blogger, Ada Deretan Support System yang Mendukung

Support System

Menjalani kehidupan ini tidaklah bisa ditangani sendiri. Kita sebagai manusia sosial memiliki kecenderungan saling membutuhkan satu sama lain.

Mungkin ada beberapa yang bisa tanpa support system untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Bisa mengerjakannya sendiri tanpa bantuan dari siapa pun. Namun, tidak dengan saya. Saya sudah jelas sering meminta bantuan ke yang lainnya.

Dalam ini saya yang sebagai working mom, part time blogger juga, kalau tidak ada orang-orang yang mendukung, sudah pasti kalang kabut dan kewalahan.


Ya, saya manusia biasa yang masih sering sambat sana dan sini, ke keluarga atau bahkan teman. Lagi kayak gini saja, kalau anak pas tantrum, rasanya ingin teriak. Hhh, ini anak ya. Kalau tantrum pakai lama, dan susah berhenti nangis.



Support System yang Ada dalam Kehidupan Saya Sebagai Working Mom dan Part Time Blogger


Keluargaku, support systemku

Bohong besar kalau saya bilang apa-apa bisa sendiri. Memang benar saya bisa cari duit sendiri, tapi tanpa mereka yang selalu mensupport saya apakah bisa? No. Big No!

Berikut adalah yang ada di balik layar dalam kehidupan saya.

1. Orangtua


Masih beruntung banget punya orangtua yang peduli dengan anak, cucu. Selama saya bekerja, anak saya tentu sama orangtua saya. Kalau tidak ada mereka, saya juga tidak bisa masuk kerja, dong. Tempat kerja saya tidak mengizinkan bawa anak-anak.

Beruntungnya lagi mama saya seorang kader kesehatan, jadi tahu betul apa yang boleh dan tidak boleh diberikan ke balita.

Dan ya, tak bisa dielak, sering dibilang anak saya ini anaknya mbah. It's okay, enggak apa-apa. Meskipun, rasanya hhh.

2. Adik-adik Saya


Alhamdulillah, punya saudara yang baik. Kadang bisa dimintai tolong untuk jaga anak saya ketika orangtua saya juga ada acara. Sementara saya harus berangkat kerja.

Kadang, kalau saya enggak bawa motor, pulangnya dijemput sama adik, anak saya pun turut ikut.

3. Suami


Tetu saja ada suamiku

Kami sama-sama 'budak corporate' yang tiap weekdays harus berangkat. Jadi, support system dari suami lebih ke support ke dunia perbloggeran dan teknisnya.

Misal, HP eror. Laptop eror. Tripod rusak, dan lainnya, suami lah yang membeli printilan-printilan kebutuhan itu.

Selain itu, di saat weekend ketika saya ada acara entah event atau mengeksplor wisata, suami turut serta sambil momong anak. Dan suami juga yang bawa kendaraannya. Saya mah tinggal naik saja, terus sampai tujuan. Hihihi.

4. Teman-teman


Tentu saja ada teman-teman saya yang menjadi support system dalam menjalani kehidupan ini. Entah itu teman kantor yang kalau saya lagi drop atau uang tinggal receh, ada yang membantu. Atau juga yang selalu rajin bawa jajan biar saya semangat kerja, dan juga teman-teman yang selalu menyemangati saya dalam bekerja di tengah gempuran resesi.

Dalam dunia blogging pun ada teman-teman yang mendukung. Berbagi informasi seputar blog atau kepenulisan, event, job, dan lainnya.


Sungguh beruntung saya memiliki teman-teman yang baik. ❤❤

5. Komunitas Blogger


Untuk hal ini memang lebih ke aktivitas saya sebagai part time blogger. Saya banyak bergabung dengan komunitas blogger. Dari komunitas ini bisa saling blog walking, belajar, dan mendapatkan info terupdate seputar blogging.

Selain Orang-orang yang Jadi Support System, Sarana dan Prasarana Harus Memadai


Urusan ini sudah pasti banyak ya. Jangan sampai kita ngeblog tapi sarana dan prasarananya kurang memadai. Sudah pasti bikin malas update blog.

Saya jadi ingat tahun-tahun sebelum punya laptop. Apalagi saat tahun-tahun 2014 ke belakang. Saya sering ke warnet hanya untuk memposting blog. Berhemat beberapa hari agar bisa ke warnet.

Bawa buku catatan tulis tangan. Kemudian diketik di komputer warnet. Abis itu posting di blog. Nyari gambarnya saja masih ngasal. Terpenting bisa upload tulisan.

Kalau zaman sekarang masih kayak gitu. Aduuh, maaf kayaknya saya pensiun dini jadi blogger. Hahaha.

Beruntung sekarang peralatan sudah ada. Entah itu laptop (meskipun jadul), HP, dan peralatan pendukung lainnya. Tinggal niat dan kemauannya harus kuat. Jangan sampai ngeblog kalau ada deadline aja. Hahaha.

Peran Penting Support System dalam Kehidupan Saya


Seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Saya tidak bisa hidup sendiri tanpa support system. Karena bagi saya, support system memiliki peran yang sangat penting. Hadirnya mereka membuat kita lebih tenang, tidak stres berlebihan. Ada yang bisa diajak untuk berdiskusi dan mengobrol. Serta bisa meminimalisir kejenuhan dan kebuntuan.

Secara emosional juga support system mendukung kita, sehingga kita mudah untuk melakukan apa saja untuk mewujudkan mimpi.

Namun, perlu digaris bawahi juga, bahwa kita harus berhubungan dengan baik, menjaga komunikasi dua arah yang baik pula dengan support system.

Sudah selayaknya selalu memberi apresiasi kepada mereka yang telah hadir dalam kehidupan kita.

Sedangkan bagi peralatan atau sarana dan prasarana, juga harus merawatnya dengan baik. Jangan asal pakai doang tapi enggak mau merawat, bakalan cepet rusak tuh laptop, HP, dan lainnya.

Hal-hal yang Terjadi Ketika Tidak Ada Support System


Apa yang Terjadi Jika Saya Tidak Memiliki Support System

1. Stres Berat


Punya support system yang sangat mendukung saja kalau lagi masanya saya banyak kerjaan juga stres, apalagi kalau enggak ada. Bisa-bisa saya stres berat,.bahkan mungkin bisa kena hipertensi.

2. Sering Emosi


Saya akan kembali menjadi pribadi pemarah, ketika apa-apa harus sendiri, dan pekerjaan seolah tak ada habisnya. Bahkan ketika mau mandi atau makan saja tetap diganggu. Tidur kurang, istirahat kurang, dan tidak ada waktu lagi untuk hal lainnya. Sudah dipastikan, saya menjadi pemarah dan sering meluapkan emosi. Hal yang paling buruk tentunya bisa saja anak menjadi korban.

3. Bingung Ketika Masalah Datang


Tidak ada tempat untuk berbagi pikiran, ide atau unek-unek, ketika masalah datang, saya harus menyimpannya sendiri. Wah, bisa gila saya. Bisa-bisa masalah sepele pun saya tidak tahu bagaimana cara menghadapi atau mencari solusinya.

4. Tidak Bisa Bekerja di Luar Rumah


Jelas, saya tidak akan bisa bekerja keluar rumah atau pun jadi part time blogger. Kelelahan dan kehabisan waktu akan mengintai saya setiap saat.

Jangankan untuk kerja ya, sekadar me time saja kayaknya susah kalau gak punya support system.

5. Tujuan Hidup Akan Sulit Tercapai


Tujuan hidup setiap orang memang berbeda-beda, tapi kalau saya tidak ada support system, common goals dengan suami, yang saya impikan tak akan ada.

Bagaimana mau mewujudkannya, saya sendiri stres dan uring-uringan.

Penutup


Well, support system dalam kehidupan kita ini sangat penting. Apalagi buat saya yang tiap hari harus tega ninggalin balita di rumah. Kalau tidak ada yang jagain, mana bisa anak umur 3 tahunan apa-apa sendiri.

Ya, begitulah di balik layar dalam kehidupan saya yang sering tampak haha hehe, di belakangnya ada dukungan penuh.

Apakah ada yang seperti saya? Banyak support system untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Atau mungkin tanpa support system. Share ya di kolom komentar. Terima kasih 😊.

Blogging Challenge KEB


Eri Udiyawati
Eri Udiyawati Hallo, saya Eri Udiyawati. Seorang Perempuan yang suka menulis dan traveling. Blogger asal Purbalingga, Jawa Tengah. Suka menulis berbagai topik atau bahkan mereview produk. Email : eri.udiyawati@gmail.com | Instagram: @eryudya | Twitter: @EryUdya

15 comments for "Di Balik Layar Sebagai Working Mom dan Part Time Blogger, Ada Deretan Support System yang Mendukung"

  1. bener banget! tanpa dukungan support system yang baik, mamak ga bisa nulis blog dengan tenang xD support system terbaik adalah keluarga

    ReplyDelete
  2. Dukungan adalah kunci kuat mental dan inovasi. Lebih legowo dalam berkarya kan. Kalau zaman warnet berasa kerasa vibesnya kesini emang se nostalgia itu ya warnet.

    ReplyDelete
  3. Setuju! Supoort system itu perlu banget.

    Satu-satunya support system yang saya punya untuk ngeblog adalah komunitas. Karena saya tinggal luar negeri tanpa sanak saudara, tugas mengurus anak, suami, dan rumah adalah tanggung jawab saya. Bersyukur saya tidak perlu keluar untuk bekerja.

    Itu sebabnya kegiatan ngeblog saya agak timbul tenggelam. Kalau suami minta saya melakukan tugas tertentu, blog pun jadi tidak tersentuh :')

    ReplyDelete
  4. MasyaAllah, alhamdulillah Mbak Eri kalau punya support system yang positive. Meski jadi ibu bekerja tetap bisa menulis ya bikin konten kebaikan! dan kita bisa berdiri hari ini juga butuh banyak dukungan dari sekitar juga ya

    ReplyDelete
  5. dukungan dari keluarga pastinya menjadi salah satu hal yang membuat kita bisa terus lanjut jadi blogger ya, mbak dan tentunya juga pastinya didukung juga sama jaringan internet untuk bisa posting di mana saja

    ReplyDelete
  6. Menurutku support system juga penting banget. Jadi, kita nggak sendirian menghadapi setiap tantangan yang ada. Meski kasarannya, mereka nggak bisa bantu apa-apa. Tapi, cheers up dari mereka cukup membantu kita untuk tetap teguh dan kuat. Bener kan kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget setuju sama mbak Yuni. Support system sepenting itu yah dalam kehidupan.

      Delete
    2. Setuju mbak dalam berbagai hal di hidup ini penting sekali kita memiliki support system yang Bisa mendukung bidang yang sedang dijalani

      Delete
  7. Setuju banget Mbak. Peran support system emang penting. Karena saya ngerasain sendiri pingin jadi blogger part time, tapi gak ada support systemnya, ya berantakan :') Makanya sekarang saya masih setia jadi blogger suka-suka (blogger yang nge-update blog sesempatnya aja wkwk)

    ReplyDelete
  8. Support system saya dalam ngeblog hanya suami. Dia yang menjaga anak saya kalau saya sedang ingin berkarya. Kami sendiri gantian menjaga anak kami jika salah satu dari kami perlu bekerja.

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah Mbak punya support System yang sangat mendukung segala kegiatan, terutama di bidang blogging karena tanpa dukungan orang-orang terdekat dan tersayang akan cukup sulit melakukan banyak hal. apalagi ketika banyak kerjaan tidak semuanya bisa kita pegang tapi kalau support sistem mendukung semuanya akan baik-baik saja.

    ReplyDelete
  10. Aku juga bersyukur banyak support system yang baik disekitarku. Dengan gitu, ngeblogku berjalan baik banget

    ReplyDelete
  11. support system terbesar saya masih datang dari luar keluarga. Secara saya sudah merantau sejak umur 15 tahun, saya punya banyak teman yang sudah terbukti bisa menjadi support system yang saya butuhkan. Memang, ada juga beberapa yang toxic. Tapi pengalaman bertahun-tahun akhirnya bisa membuat saya membedakan mana yang bisa menjadi support system yang baik, mana yang harus dijauhi.

    ReplyDelete
  12. Barakallahu fiik, ka Ery..
    Aku seneng banget bacanya karena ka Ery dikelilingi oleh banyaaakk orang-orang baik. Biasanya kayak gini tuh karena ka Ery juga menjadi support system bagi yang lain. Jadi, yang namanya saling bantu, saling menjaga dan saling support dalam bentuk apapun, akan sangat membantu dan berarti.

    ReplyDelete
  13. masyaAllah.. bersyukur banget punya support system yang handal, bisa diandalkan. salah satu rezeki ini tuh karena ga setiap orang bisa punya, misalnya adanya drama ART gitu :D

    ReplyDelete