8 Keseruan yang Terdapat di Festival Gunung Slamet II, Sampai ngeJazz Bareng Isyana Sarasvati

by - 10:29:00 AM

 
Photo by NOTOMOTO

Hallo, apa kabar kawan-kawan? Lagi pengen pamer nih, boleh ya? Sedang hot juga di wilayah kami. Karena baru saja di daerah kami mengadakan event yang menakjubkan, perpaduan unsur budaya, wisata, spiritual dan musik. Pagelaran yang menginjak usia kedua kalinya ini memang sedikit berbeda. Warna warni keseruannya membuat siapa saja antusias untuk menikmati dan mengikutinya.

Lalu, seperti apa si acara ini? Sampai-sampai menjadi sorotan?

Dan berikut merupakan rangkaian acara Festival Gunung Slamet (FGS) II dari Kamis (13/10) hingga Sabtu malam (15/10).

1. Pengambilan Air Suci Sikopyah dengan Lodhong
Para pembawa lodhong berjalan menuju Tuk Sikopyah (Photo by Dinas Pariwisata Purbalingga)
Acara yang bertajuk Festival Gunung Slamet II ini diselenggarakan pada hari Kamis (13/10) hingga Sabtu malam (15/10). Dimulai dengan acara ritual pengambilan air suci Sikopyah yang diikuti sebanyak 777 peserta membawa lodhong (sebuah tempat air yang terbuat dari bambu) secara bersamaan dan jalan kaki tanpa alas kaki melalui jalan setapak untuk menuju pengambilan air suci di Sikopyah yang berjarak 1.2 km.

Selanjutnya dilaksanakan ritual nyiduk banyu (mengambil air) dari Tuk Sikopyah (mata air Sikopyah). Mata air ini sangat istimewa karena meski musim kemarau, airnya tidak pernah kering, terus mengalir dan memberikan tetesan kehidupan pada setiap makhluk di sekitarnya khususnya di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga.

Dengan adanya ritual tersebut, Purbalingga pun kembali menyabet rekor MURI 'Terbanyak dan terunik' untuk pengambilan air menggunakan lodhong. Terbanyak memang diikuti sebanyak 777 peserta, dan Terunik, karena tempat untuk mengambil air yang disebut lodhong ini sangat unik. Di zaman yang serba modern saat ini, tentunya sangat jarang dijumpai tempat pengambilan air semacam itu. Namun, di FGS II, kearifan lokal tetap terjaga dan dilestarikan.

2. Pagelaran Wayang Kulit yang Mempesona
Pagelaran Wayang Kulit yang menakjubkan (Photo by Humas Purbalingga)
Selanjutnya, di malam hari diadakan pagelaran Wayang Kulit. Pertunjukan ini bertujuan untuk melestarikan budaya yang ada di Purbalingga. Agar kita semua tahu, bahwa Wayang Kulit juga kesenian yang harus tetap ada sebagai warisan budaya untuk generasi penerus bangsa.


3. Perang Tomat yang Seru
Perang Tomat yang meriah (Photo by Dinas Wisata)
Pada hari Jumat (14/10) melanjutkan rangkaian acara FGS II ini ada sesuatu yang berbeda karena menjadi tontonan yang unik. Hampir mirip dengan festival yang ada di Kota Bunoi, Spanyol. Sebuah acara perang dengan senjata tomat. Begitu juga dengan Perang Tomat di Rest Area Serang yang melibatkan sejumlah warga untuk meramaikannya. Bahkan wisatawan dan anak-anak dari SMPN 2 Karangreja ikut andil dalam perang buah berwarna merah itu.

Anak-anak pun ikut memeriahkan perang tomat (Photo by Dinas Wisata)

Meski masih jauh berbeda dengan festival yang ada di Spanyol (karena di sana menghabiskan Tomat 16 ton, dan di sini hanya tiga kuintal, itu pun tomat yang sudah tidak layak makan/jual). Namun kegiatan ini cukup membuat semua orang ikut tertawa dan bahagia. 

4. Lomba Mewarnai dan Melukis
Ratusan anak-anak mengikuti lomba mewarnai dan meluksi (Photo by Humas Purbalingga)
Masih di hari yang sama, Jumat (14/10), parade FGS II ini menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Tepat di jantung kota, Alun-alun Purbalingga, sebanyak 525 siswa-siswi dari TK hingga SD se-Kabupaten Purbalingga mengikuti lomba mewarnai untuk TK dan melukis untuk SD.

Waktu yang diberikan untuk melukis selama sembilan puluh menit. Semua siswa berkesempatan memberikan lukisan yang menawan dengan tema ‘Gunung Slamet'. Tujuannya agar anak-anak mengenal sejak dini tentang lingkungan alam dan bagaimana cara menjaganya untuk keberlangsungan makhluk hidup.

5. Parade Band Pelajar yang Meriah
Parade Band yang dimeriahkan 6 group band Purbalingga (Photo by Dinas Wisata)
Setelah lomba mewarnai dan melukis usai, dilanjutkan dengan Parade Band asal Purbalingga. Sebanyak enam group band dari SMA/SMK Purbalingga memeriahkan parade ini. Dengan peraturan setiap band menyanyikan dua lagu wajib dengan pilhan Hari Merdeka, Satu Nusa Satu Bangsa, Berkibarlah Benderaku, Garuda Pancasila, Rayuan Pulau Kelapa, dan satu lagu bebas pilihan masing-masing group band.

Dengan adanya parade band seperti ini kita bisa melihat bibit-bibit musisi masa depan dari Purbalingga. Dan berharap mereka terus berkembang untuk menciptakan karya-karya yang penuh inspirasi serta memberikan warna tersendiri bagi musik tanah air.

6. Parade Seni Budaya yang Dimeriahkan 7 Kabupaten
Tari Lenggasor dari Purbalingga (Photo by Dinas Wiata)
Sangat luar biasa menurut saya ini. Rangkaian acara di hari Jumat (14/10) memang menakjubkan dari pagi hingga malam. Setelah parade band finish, kini ditampilkan Parade Seni Budaya untuk memeriahkan FGS II. Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB (break dari waktu Maghrib dan dilanjutkan setelah Isya) sampai malam, begitu memikat penonton. Pasalnya Seni Budaya yang ditampilkan tidak tanggung-tanggung dari 7 Kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Yakni Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Brebes dan Pemalang.
Kesenian Kuda Lumping dari Cilacap (Photo by Dinas Wiata)

Masing-masing kabupaten menampilkan kesenian unggulannya, seperti Kuda Lumping dari Kebumen, Lengger dari Brebes, Kesenian Sindren dengan aroma mistis dari Pemalang, Lengger Banjar Baru dari Cilacap, Tari Lenggasor dari Purbalingga, Drama Cerita Kolosal dari Banjarnegara, dan ditutup dengan kesenian Lengger dan Calung khas Banyumas.


Semarak, itulah satu kata yang mampu untuk mengungkapkan Parade Seni Budaya dari 7 Kabupaten ini. Selain untuk mengenalkan kesenian dari masing-masig daerah juga sebagai pelestarian seni dan budaya agar tidak terkikis oleh zaman yang terus berkembang menjadi modern.

7. Karnaval Budaya Desa Serang, Karangreja

Musik tradisional ikut memeriahkan Karnaval Budaya (Photo by Sumie)
Ini merupakan hari terkahir dari rangkaian FGS II. Dilaksanakan pada Sabtu (15/10), yang dipusatkan di Rest Area Lembah Asri, Serang, Karangreja. Dengan dimulai karnaval budaya yang diikuti warga setempat, berlangsung sangat ramai. Selain ada yang menggunakan kostum megah, karnaval ini juga menghadirkan hasil bumi yang dibentuk mengerucut ke atas, melambangkan kemegahan Gunung Slamet.

Custom unik pun memewarnai Karnaval Budaya (Photo by Sumie)

Juga diikuti kesenian khas seperti kentongan, pakaian adat kirab, tumpeng dan repeplika binatang-binatang yang ada di Gunung Slamet. Oh, sungguh menakjubkan.


Pokoknya seru deh, dari berbagai acara sampai ikut 'rebutan sayur' (dok. pribadi)


Mereka semua berjalan menuju Rest Area, di mana selanjutnya dilaksanakan Ruwatan Agung, Kirab Air Sikopyah, Kirab Tumpeng dan Grebeg Sayur (hasil bumi). Semua lapisan masyarakat berkumpul di titik ini, termasuk saya dan teman-teman serta beberapa photographer. Dan, event seperti ini memang tidak akan dibiarkan begitu saja oleh juru tinta maupun blogger dan juru kamera.

They are professional photographers (dok. pribadi)

Baca juga : Perfect Wedding with NOTOMOTO

Yupz, lengkap sudah rasanya, ketika blogger bertemu dengan photographer profesional. Tentunya saling narsis dan tertawa bersama untuk mengabadikan momen langka seperti ini.


8. Puncak FGS ngeJazz Bareng Isyana Sarasvati
Penampilan Isyana Sarasvati di atas panggung (Photo by Notomoto)
Siapa sih yang tak kenal dengan Isyana Sarasvati? Seorang penyanyi cantik, muda nan bertalenta ini hadir dan memberikan penampilan yang epik di malam Festival Jazz Gunung Slamet. Dara yang memiliki suara emas ini menghidupkan malam Minggu di Rest Area Serang. Udara dingin yang menyelimuti tak dihiraukan lagi karena terhipnotis dengan performance Isyana yang elok melantukan lagu andalannya. Apalagi ketika ‘Tetap di Dalam Jiwa' dilantukan dengan merdu, bagi yang baperan sepertiku tentunya akan makjleb ke dalam relung-relung sanubari.

Itulah rangkaian yang seabrek dari FGS II, melelahkan namun memberikan warna tersendiri untuk seni, budaya dan pariwisata khususnya di Serang yang merupakan kaki Gunung Slamet. Semoga di FGS III, tahun depan tentunya, bisa menghadirkan sesuatu yang lebih fenomenal lagi.

Dan tetap semangat untuk panitianya. Terus berkarya, semangat untuk membangun Purbalingga. Untuk warga Serang, kalian semua luar biasa, dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan, tetap kompak terus dan semangat juga tentunya. ^_^

You May Also Like

23 comments

  1. festival yang dilakukan 3 hari tapi banyak juga ya keseruannya ..
    saya suka tuh mba lihat custom unik, bagus warnanya cerah seperti hewan merak :)

    ReplyDelete
  2. Seru. Acaranya banyak, termasuk budaya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ini salah satu cara untuk melestarikan budaya di tempat kami :)

      Delete
  3. Indonesia itu kaya sekali budayanya, perang tomatnya seru hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, setiap daerah memiliki budaya yg khas dan menarik. Perang tomat emang kocak hihihi

      Delete
  4. Purbalingga juga ternyata banyak budayanya ya.. Dan sampe sekarang masih dilakukan semua tradisinya. Keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mbak. Iya nih tradisi terus dilakukan, biar generasi penerusnya mengenal dan mengerti budaya-budaya yg ada :)

      Delete
  5. Aku belum pernah datang ke festival seperti ini. Padahal bisa belajar banyak budaya ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, unik dan menarik kalau ada festival begini :)

      Delete
  6. Seruuuu banget mbak, wowww mudah2an nanti ada kesempatan menyaksikan langsung festival budaya. Ada Isyana nya ihhhhh cantikkk bingits

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya xixixixi... cantik bingiit.. suaranya juga oke punya

      Delete
  7. ahhhh seru banget, festivalnya masih kental dengan budaya, aku kalo jadi baru mau ke gunung slamet bulan desember

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip laahh, oke deh, Mbak.. kalau jadi colek aku ya, mudah-mudahan bisa mendaki bareng mba Ev :)

      Delete
  8. Seru bangat nih acaranya, mupeng bangat lihatnya, pengennya sih lihat langsung pasti asyik bangat, sayangnya jauh sih *kalo jalan kaki hahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee, besok bulan Desember ke tempat saya, pasti akan menemukan yang seperti ini lagi :)
      Ya elaaaaah,, apa perlu minta endorse dari PT KAI :D hihihihi

      Delete
  9. baru tahu mbak kalau Purbalingga ada acara kebudayaan, eh tapi yang perang tomat itu enak banget, kalau aku ikutan, malah nggak lempar tomatnya, langsung aku makan aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, seru loh, hmmm, lempar langsung ditelan ya tomatnya, hihihi :D

      Delete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Mantap ... ngmg2 foto yg di IG lg promo kerudung biru yaaa wkwkkk

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)

Labels

Teman-teman Blogger

Member Of

Member Of