Tinggalkan Mitos, Dan Nikmatilah Gerhana Matahari 09 Maret 2016

by - 12:57:00 PM

Laskar gerhana matari detikcom
Gerhana Matahari, salah satu fenomena alam yang ingin kulihat dalam hidup. Pasalnya sejak aku kecil sering mendengar cerita tentang terjadinya gerhana matahari namun belum pernah menyaksikan secara langsung. Dari cerita orang tua yang merupakan hanya mitos, bahwa disebutkan ketika gerhana matahari terjadi itu disebabkan karena adanya 'Sang Raksasa yang Memakan Matahari' yang sering disebut sebagai Batara Kala, sehingga membuatnya gelap tak bercahaya.

Konon dari cerita rakyat di Purbalingga, Jawa Tengah, untuk mengusir sang raksasa tersebut, kita harus membunyikan suara. Untuk itu, masyarakat zaman dulu ketika terjadi gerhana matahari selalu 'berkentongan' menggunakan peralatan seadanya seperti menabuh-nabuh baskom, kayu, botol, dan benda lain yang bisa menghasilkan bunyi ketika dipukul.

Selain mitos matahari dimakan oleh sang raksasa, ada juga orang tua yang menyebutkan ketika kita melihat gerhana matahari secara langsung, menyebabkan kebutaan pada mata. Tentu hal ini sangat ngeri ketika saya mendengarnya. Membuat bertanya-tanya, apakah benar akan hal itu? Untuk hal yang satu ini perlu dibuktikan dengan kebenarannya. Sehingga ini bukan semata-mata bukan hanya mitos, tapi fakta.

Pada saat terjadi gerhana tersebut, matahari yang menyinari bumi tertutupi oleh bulan, sehingga cahaya di bumi redup, tetapi faktanya cahaya bukan redup, melainkan ukuran cahayanya yang menyusut. Dan saat kita langsung menatap ke atas matahari, pupil mata kita belum bereaksi. Hal itu bisa menyebabkan cahaya matahari yang masuk ke mata menjadi berlebihan sehingga mata menjadi buta. Itulah sebabnya ketika kita hendak melihat gerhana matahari, harus menggunakan alat bantu seperti teropong, teleskop, kamera dan alat bantu lainnya yang bisa melindungi pupil mata dari cahaya matahari yang berlebihan.


Selain itu, ada beberapa paranormal yang meramalkan jika akan terjadinya sesuatu di negeri, ketika terjadi gerhana matahari. Baik dari kehidupan masyarakatnya, ekonomi, sosial, bahkan ke ranah politik, sering kali dikait-kaitkan dengan adanya fenomena alam ini. Padahal, gerhana matahari merupakan kejadian yang langka yang harus kita syukuri karena dengan kekuasaan Allah, tata surya berjalan dengan baik dan sempurna, hingga dari perputaran waktu menyebabkan fenomena alam termasuk Gerhana Matahari Total.

Sebagai umat muslim, sebaiknya nanti ketika terjadi gerhana matahari mengerjakan shalat Khusufisy – Syams (Shalat khusus untuk gerhana matahari) yang terdiri dari dua rakaat. Bahkan Rasullah S.A.W pun bersabda mengenai gerhana tersebut :

Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, lalu sholatlah sehingga hilang dari kalian gelap, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari-Muslim).

Lalu, seiring perkembangan zaman yang penuh dengan ilmu teknologi, sudah saatnya kita tidak percaya akan mitos-mitos tentang gerhana matahari, karena fenomena alam ini bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang harus disaksikan seperti yang akan terjadi di Indonesia pada tanggal 09 Maret 2016. Dimana banyak para pelancong yang bisa menikmati fenomena alam indah di Nusantara. Diantara tempat-tempat tersebut ialah Pelembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera. Dengan durasi 1 hingga 3 menit, kita bisa menikmati keindahan alam yang langka, karena tidak akan gerhana matahari total lagi di abad ke-20 ini.
laskar gerhana matahari belitung detikcom
Jalur Gerhana Matahari 09 Maret 2016. Sumber : detiknews

Sebagai penikmat travelling sekaligus doyan menulis di blog, tentunya fenomena alam ini tidak ingin aku sia-siakan. Berharap bisa terbang ke Belitung untuk menyaksikan keindahan gerhana matahari total dan bisa bergabung menjadi “Laskar Gerhana Matahari Detikcom”. Tentunya hal itu akan membuat wawasan saya semakin luas tentang gerhana matahari, bukan hanya sekedar mitos yang berkembang di daerah-daerah kami.

Demikianlah tulisan ini saya buat untuk diikutsertakan dalam event yang diselenggarakan oleh detikcom yang mencari 20 Laskar Gerhana Matahari.



Sumber referensi : http://news.detik.com/berita/3141111/berburu-gerhana-sudah-mentradisi-sejak-1851?code=8bf2a0686315fbeb9c8a2d4a5b53e8dfaf934d37

You May Also Like

0 comments

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)

Labels

Teman-teman Blogger

Member Of

Member Of