Sunday, April 22, 2018

Kartini-Kartini Zaman Now yang Ada di Sekitar Kita

Bulan April, bulan yang bersejarah di negeri ini. Pasalnya, zaman dulu, ada sosok perempuan yang membela perempuan untuk mandiri, tegas, berpendapat dan turut berpartisipasi dalam suatu hal. Perempuan zaman dulu, terutama pada masa penjajahan, hanya dianggap  sebelah mata saja. Perempuan itu tidak boleh sekolah tinggi-tinggi, katanya, "Untuk apa anak perempuan sekolah tinggi? Itu enggak penting, yang penting anak perempuan itu bisa masak, ngurus rumah dan melayani suaminya,"

Namun, ada sosok perempuan yang mencoba mengubah pandangan masyarakat itu, meskipun ia hanya hidup sampai di usia dua puluh lima tahun, tetapi Kartini meninggalkan warisan yang mampu mengubah cara pandang terhadap kaum perempuan. Bahwa perempuan bukanlah makhluk yang lemah, dan berhak mendapatkan pendidikan yang tinggi juga. Perjuangannya pun sampai kini masih terus dirasakan oleh kita kaum perempuan. Meski beliau sudah meninggal, namun jasa-jasanya tetaplah berguna bagi nusa dan bangsa.


Kini zaman sudah berubahah, perempuan banyak yang bisa mandiri, bersosialisasi dan menguasai suatu bidang. Seperti halnya tulisan dari Mbak Suciarti Wahyuningtyas tentang Kartini di zaman sekarang yang tayang di blog Kumpulan Emak-Emak Blogger; saya jadi berpikir, bahwa perjuangan perempuan di masa lalu, tentu saja berbeda perjuangan perempuan di masa sekarang. Kartini-Kartini zaman now banyak di sekitar kita, banyak perempuan-perempuan yang tangguh untuk berjuang dan penuh karya serta memiliki rasa kemanusia yang tinggi.

Dari pandangan saya pribadi, ada dua orang yang bisa disebut Kartini Zaman Now, yaitu :
1. Diah Kusumawardhani
2. Rahayu Puji Astuti

*Diah Kusumawardhani  atau yang dikenal sebagai Blue Kusumawardhani
Kartini Zaman Now
Mba Dhani, seorang istri, working mom, ibu 2 balita dan owner Outlet Parara D'Pie
Sumber : FB Blue Kusumawardhani

Kebetulan wanita cantik yang satu ini, saya sudah lama mengenalnya. Dia seorang istri, working mom dan ibu dua balita. Bahkan baru-baru ini dia sudah launching produk baru kue pie yang kekinian di Purbalingga. Di samping kesibukannya yang luar biasa, dia mampu membagi waktu untuk keluarga, tanggungjawab, dan passionnya. Selain itu, ibu dari dua balita ini merupakan wanita yang aktif untuk membuat prakarya, baik hiasan dinding, vas bunga dan lain sebagainya. Ya itung-itung untuk mengurangi sampah yang berserakan di mana-mana, sehingga Mba Dhani ini memanfaatkan botol-botol bekas untuk dijadikan sebuah hiasan. Selain itu, pun dia membuat karya-karya yang bagus dan cukup unik. Entahlah, kadang saya heran sendiri sama Mba Dhani ini. Dalam hati saya selalu bertanya-tanya, “Kok bisa ya? Padahal sudah punya dua anak, belum lagi seorang working mom, ditambah punya outlet Parara D’Pie, apa enggak kecapekan ya?”
Kartini Zaman Now
Salah satu hasil karya dari Mba Dhani.
Sumber : FB Blue Kusumawardhani

Kartini Zaman Now
Beberapa peralatan untuk membuat karya.
Sumber : FB Blue Kusumawardhani

Dan sekarang ini, dia juga ikut grup menulis di Purbalingga. Yaa, dia ingin menerbitkan sebuah buku di kemudian hari. Kalau tulisan-tulisan Kartini yang terkenal itu diberi judul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, kalau Mba Dhani ini, ingin mengumpulkan puisi-puisinya dan memberi judul ‘Lembayung Biru’. Hal itu sudah mulai dilakukannya, di salau satu dinding Outlet Parara D’Pie ini juga dituliskan sebuah goresan Lembayung Birunya.
Salah satu puisi Lembayung Biru ada di dinding Parara D'Pie
Sumber : FB Blue Kusumawardhani

*Rahayu Puji Astuti atau yang akrab dipanggil Bu Dokter
Bu Dokter Rahayu yang selalu aktif di kegiatan sosial
Sumber : FB Rahayu Puji Astuti
Yes, karena memang dia seoarang dokter spesialis gigi. Namun saat ini dia sedang mengabdikan dirinya di sebuah Puskesmas. Dia juga seorang ibu, penulis dan pelayan masyarakat. Kenapa saya sebut sebagai pelayan masyarakat? Karena Bu Dokter yang satu ini benar-benar blusukan ke desa-desa untuk menolong sesame. Bukan dokter yang mendapat segala macam fasilitas di rumah sakit yang besar, tapi seorang dokter yang terus menyalurkan bantuannya kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Berbagai penyuluhan kesehatan ke desa, dia selalu datang, bahkan mama saya jauh lebih tahu kiprahnya ketimbang saya tentang Bu Dokter Rahayu ini. Saya baru mengenalnya ketika tergabung dalam grup menulis di Purbalingga dan bertemu di Kedai Kebun, sedangkan mama saya sering bertemu dengannya ketika ada penyuluhan kesehatan, kebersihan di desa yang diadakan hampir setiap bulan.

*Rasa Peduli yang Tinggi*
Mas Aang bersama keluarga dan hasil karya Mas Aang
Sumber : FB Rahayu Puji Astuti
Sebenarnya ada banyak Kartini-Kartini zaman sekarang yang ada di sekitar saya. Baik dari lingkungan kerja yang sama, teman sekolah atau mereka-mereka yang terus memperjuangkan hidupnya. Di luar sana masih banyak. Lalu mengapa saya memilih dua orang ini, yakni Mba Dhani dan Bu Rahayu sebagai Kartini zaman sekarang di sekitar kita? Karena, sejauh yang saya tahu, mereka berdua memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama yang sangat tinggi.

Kaki palsu untuk Mas Aang
Sumber : FB Rahayu Puji Astuti

Berawal dari grup whatssapp Serikat Penulis Purbalingga, yang anggotanya ada Mba Dhani, Bu Dokter Rahayu dan saya. Kala itu Bu Dokter menceritakan ada seorang yang memiliki kreativitas yang sangat bagus dan baik untuk dikembangkan. Tetapi apa daya, anak tersebut cacat dan pincang, serta keluarganya kurang mampu. Sehingga Bu Dokter mencari penggalangan dana atau bantuan untuk membelikan alat bantu jalan atau kaki palsu. Dan hal itu ditanggapi dengan sangat baik oleh Mba Dhani. Dia langsung menginformasikan bahwa akan membantunya dengan segenap kemampuan serta mencari bantuan dari yang lainnya. Karena membeli sebuah kaki palsu harganya cukup mahal.
Mas Aang, sebelah kanan, setelah mendapatkan kaki palsunya
Sumber : Rahayu Puji Astuti

Dari situlah, mereka semua saling gotong royong untuk membelikan alat bantu jalan. Yang akhirnya telah diberikan kepada dua pasien Dokter Rahayu. Satu pasien mendapat kaki palsu dan satu pasiennya mendapat alat bantu untuk berjalan.
Mas Anwar, setelah mendapatkan alat bantu jalannya
Sumber : FB Rahayu Puji Astuti

Dan hingga saya menulis tulisan ini, mereka sedang terus menggalangkan dana untuk membelikan kaki-kaki palsu atau alat bantu jalan untuk orang-orang yang mengalami cacat pada kakinya untuk wilayah Purbalingga khususnya. Dan semoga cita-cita mereka, kami dan kita semua, terkabulkan.

Itulah mengapa saya menjadikan dua sosok seorang wanita yang berbeda latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan bahkan tempat tinggalnya; menjadi Kartini Zaman Now di era digital ini. Rasa tanggungjawab, kepedulisan dan kasih sayang terhadap sesama, patut kita contoh dan tanamkan. Semoga banyak Kartini-Kartini di era modern ini yang seperti mereka atau bahkan lebih baik. Aamiin..

Demikian tulisan dari saya tentang Kartini di Zaman Now yang ada di sekitar kita. Semoga kita mampu mengambil hal-hal kebaikan dan mampu mengaplikasikannya. Terima kasih.

26 comments:

  1. Salut dengan kepeduliannya kepada sesama sangat tinggi.
    Patut jadi teladan buat kita semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. semoga kita mampu meneladaninya. semangat berbagi deh pokoknya

      Delete
  2. Salut dah, cuman kartini versi gua adalah ibu gua hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya..setiap ibu adalah Kartini bagi anak-anaknya :)

      Delete
  3. Bagiku Kartini diZaman now adalah sosok Wanita blogger, selain mereka sibuk ngurusin dunia nyata yang tak pernah habisnya, mereka juga hebat dalam menulis konten, seperti Admin blog ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh.. saya jadi GR nih.. hihihi, terima kasih, Kang Nata

      Delete
  4. Indahnya tolong menolong..
    Generasi kartini memang pendekar untuk bangsanya ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Muthmainnah.. generasi Kartini sekarang harus saling tolong menolong terhadap sesama

      Delete
  5. waahh keren-keren ini kiprah sosok kartininya.. semoga kita bisa berbuat sesuatu seperti mereka ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. semoga kita bisa berbuat baik untuk lingkungan sektiar

      Delete
  6. Wow, keren2 ya karya kartini zaman now��

    ReplyDelete
  7. Masya allah sungguh menginspirasi dua sosok Kartini jaman now ini. Semoga selalu dilimpahkan berkah dan semoga semangatnya membantu sesama tertular pada sekitar. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. terima kasih, Mbak Dian Restu. Semoga keberkahan juga melimpah ke Mbak :)

      Delete
  8. mantap nih kartini jaman now, selain dua ini masih banyak lagi yang lain pasti, tergantung gimana orang menilai. tapi, dua yang diatas cukup menginspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. betul.. di luar sana masih banyak sosok kartini masa kini

      Delete
  9. luar biasanya sosok kartini-kartini jaman now, aku jadi malu, belum banyak berguna di masyarakat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mbak.. duh jangan malu gitu.. Kalau Mbak aja merasa malu, gimana aku yang masih tanpa karya :(

      Delete
  10. Kalau saya jadi pengen lebih kenal secara dekat dengan Mba Dhani. Siapa tahu nanti bisa menjadi relasi bisnisnya. Salut dengan hadil karyanya.

    ReplyDelete
  11. sangat salut dengan Kartini Indonesia jaman Now yang memanfaatkan potensinya untuk berbagi dengan sesama.. semoga menginspirasi banyak wanita-wanita Indonesia agar lebih berkarya dan peduli sesama.. aamiin

    ReplyDelete
  12. kayanya masih ada satu lagi ibu kartini zaman now yang belum tertulis deh, siapa dia ya? dialah mbk Eri Udiyawati. Seorang yang menghargai perjuangan sosok kartini hingga mengangkat tema kartini di tulisan ini buat saya itulah kartini zaman now..

    ReplyDelete
    Replies
    1. haahahaha.. bisa aja deh Mbak Cytie, kan saya jadi malu.. dan lagian saya nulisnya belum ada apa-apanya.. :)

      Delete
  13. Kereen ya dua ibu itu mbak
    .dan pastinya masih banyak kartini2 lain di sekitar kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. masih banyak kartini-kartini zaman now di sekitar kita

      Delete

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)