Tuesday, December 5, 2017

Eri Udiyawati

Yuk, Ramaikan 'Dendang Putri Tujuh' The 2nd Dumai National Choir Festival 2018

Setelah sukses menggelar Dumai National Choir Festival yang pertama pada 08 - 10 September 2017 kemarin, akhirnya The 2nd Dumai National Choir Festival dengan bertemakan 'DENDANG PUTRI TUJUH' pun segera digelar. Hal ini tentunya memberikan semangat dan semarak bagi pecinta musik khususnya pada paduan suara.

Kenapa temanya kali ini bertajuk 'Dendang Putri Tujuh'? Hal itu karena mengangkat tema yang memiliki nilai-nilai moral yang indah dalam suatu harmoni dan perdamaian.

Menurut sejarah singkatnya, dahulu ada sebuah legenda yang melatarbelakangi asal muasal Kota Dumai. Kisah seorang ratu yang bernama Cik Sima dari Kerajaan Sri Bunga Tanjung yang memiliki tujuh orang putri cantik. Dan putri yang paling cantik bernama Putri Mayang Sari yang merupakan putri ke tujuh atau bungsu. Karena kecantikannya itu, Pangeran Empang Kuda jatuh hati, namun sayangnya, lamaran itu ditolak oleh sang ratu dan menjadikan sang pangeran murka.

Karena murkanya sang pangeran, ketujuh putri yang cantik jelita mau tidak mau menjadi korban akibat pecahnya peperangan kerajaan.

Tiada arti sebuah permusuhan, pertengkaran dan peperangan, semuanya hanya menimbulkan kerugian, penyesalan dan kesedihan semata. Mari mewujudkan kebersamaan dan kekeluargaan menjadikannya sebuah alunan harmoni nan indah.”

--

Nah, itulah sejarah singkatnya, mengapa kali ini bertemakan 'Dendang Putri Tujuh'. Tema yang sangat menarik menurut saya, menyerukan bahwa kebersamaan dan kekeluargaaan adalah sebuah alunan harmoni yang indah, seperti halnya lagu-lagu di mana iringan musik yang berpadu dengan suara merdu. Indah didengar, sedap dipandang mata.

Seperti gelaran yang pertama, The 2nd Dumai National Choir Festival menyelenggarakan lomba paduan suara dengan berbagai kategori. Seperti :

1. Paduan Suara Anak (PSA) SD Sederajat
2. Paduan Suara Remaja (PSR) SMP Sederajat
3. Paduan Suara Muda (PSM) SMA Sederajat
4. Paduan Suara Dewasa (PSD)
5. Paduan Suara Sejenis (PSS)
6. Paduan Suara Lagu Rakyat (PSLR)
7. Paduan Suara Musik Religi (PSMR)
8. Vocal Group (VG)

Dengan banyaknya kategori yang diikutkan dalam perlombaan, hal ini tentu sangat menarik. Karena mampu menyerap seluruh lapisan masyarakat dari usia Sekolah Dasar untuk mengikuti festival musik yang bergengsi ini. Bahkan, dari sini juga akan mudah ditemukan talenta-talenta muda berbakat di dunia tarik suara.

Hmm, banyak kategori tentunya banyak peserta, apakah dewan jurinya tidak keder?

Tenang, karena di event ini, dewan juri yang disiapkan merupakan para ahli di bidang musik yang sudah profesional. Bagi pecinta musik tanah air, tentunya tidak asing dengan dewan juri yang dihadirkan oleh The 2nd Dumai National Choir Festival. Mereka adalah :

1. Aning Katamsi
2. Agustinus Bambang Jusana
3. Roni Sugiarto
4. Ken Steven
5. Budi Susanto Yohanes
6. Indra Listiyanto
7. Roynaldo H. Saragih

Dewan juri ada yang berbeda dari event pertama mereka. Yakni bertambahnya jumlah dewan juri yang ada. Di kompetisi sebelumnya hanya menghadirkan 4 dewan juri saja, sedangkan untuk yang kedua nantinya ada 7 dewan juri. Sangat menarik, karena persaingan akan ketat dari segala artistik, suara, nada-nada yang mengalun indah akan dinilai dan dicermati dengan sangat baik.

Jadi, sudah saatnya yang memiliki paduan suara untuk mendaftarkan diri. Karena pendaftaran pertama berlangsung dari tanggal 20 November 2017 - 28 Februari 2018. Untuk informasi pendaftaran secara lengkap bisa ke website resminya www.dncf.co.id atau mebisa mendownload buku panduan Then 2nd DNCF 2018 di sini.

Atau bisa juga menghubungi contact person di bawah ini :

+62 81266854070 Faramita
+62 81266854002 Nella
+62 85274263404 Erne Hondro
+62 82363802064 Rianto
+62 82171768771 Winda
+62 81364497870 Berlian

Email : info@dncf.co.id

Official social media :
Fanspage Facebook : @dumainationalchoirfestival
Instagram : @caritasvoice


Selamat berjuang, semoga berhasil.

Eri Udiyawati

About Eri Udiyawati

Perempuan yang suka menulis dan travelling. Blogger | Writer | Chef of Family | Traveller. contact email : eri.udiyawati@gmail.com

2 comments

Write comments
December 12, 2017 at 10:58 AM delete

Duelah ada2 aja si pangeran. Bukannya move on ajah, haha... Eh tapi malah mendatangkan sejarah budaya sampai sekarang ya. Nice..

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
December 12, 2017 at 10:59 AM delete

iya, dari kisah itu, muncul lah kota Dumai, Riau, hingga saat ini hihihi

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)