Friday, August 4, 2017

Eri Udiyawati

Senyum pun Palsu dan Tangis [Bukan] Air Mata Buaya

Terkadang, melihat mereka yang di depan begitu ramah, sopan dan penuh senyuman. Tetapi, pas di belakang, senyuman itu berubah menjadi sebuah cibiran dan sinisan. Dan terkadang, karena sudah terbiasanya, hal itu terulang-ulang terus, berkali-kali, tanpa merasa bersalah. Sisi egoisme menguat, bahwa diri sendirilah yang paling benar, yang lain salah.

Ah, manusia, terkadang lidahnya itu jauh lebih pahit ketimbang brantawali. Terkadang ada juga yang pikirannya lebih picik dari seekor serigala yang terus meraung-raung. Dan orang seperti itu ada dalam kehidupanku.

Terasa aneh rasanya, sudah sekian lama aku menghadapi orang-orang yang semacam itu. Begitu manis ucapan dan senyuman di bibirnya. Begitu membuaikan, bahkan ketika ada orang yang mendengarnya bisa langsung membius dan membuatnya melayang tinggi.

Dan manusia seperti itu pun ada di dunia, ada dan nyata. Entahlah, atau mungkin aku yang terlalu baper ketika berpaspasan dengan orang sejenis itu. Ya, mungkin aku yang sedang mengedepankan rasa, sehingga nyinyiran mereka terasa nancep di hati. Padahal, biasanya aku manusia yang paling cuek yang tak pernah peduli dengan kata-kata orang lain.

Itu salah satu senyum palsu yang kadang bisa memancing emosi dan mengganggu konsentrasi. Untuk menghadapi orang seperti ini memang harus kuat mental, seperti :

1. Bersabar
Rasa sabar memang sesuatu yang sulit, terlebih ketika hati dan otak sudah mendidih, bisa buat kopi atau teh panas. Namun, ini cara yang sangat ampuh untuk menghadapi manusia yang doyan nyinyir.

2. Cuek
Bersikap bodo amat terkadang baik juga. Terserah apa kata orang, hidup gue yang jalanin kok, susah gue yang nanggung juga, dan kalau seneng juga gue yang nikmatin. Sadis emang sikap ini, tapi dari pada bentar-bentar baper ya? Tapi, dipikir-pikir, sadisan mana coba? Sadis yang nyinyir, atau yang cuek?

3. Tabah dan Tegar
Sakit hati, emosi, dan lainnya kalau mendapat cibiran itu hal wajar, yang penting tetap tabah dan tegar. Enggak usah ikut maki-maki orang yang nyinyir, biarkan mereka seenaknya berkata. Toh, Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan terus menyaksikan, mendengarkan dan merasakan apa yang dialami semua umatnya, tanpa terkecuali.

4. Tinggalkan saja
Kalau sakit hati udah enggak tertahankan, mending pergi aja, mau dibilang apa lagi, cengeng dan lainnya, peduli amat lah. Lebih baik menghindari hal-hal begitu, demi kewarasan jiwa, otak dan jantung. Dianggap pengecut ya sok atuh, enggak masalah. Yang penting kondisi jasmani dan rohani kita tetap sehat.

Nah itu, senyum palsu yang bisa menusuk dan bikin orang lain kurang nyaman. Tapi, apakah setiap senyum palsu begitu? Tidak juga, ada juga senyum palsu yang lain. Senyum itu selalu memberi kebahagiaan orang lain, selalu berusaha ceria di setiap kesempatan bersama orang-orang; siapapun mereka. Namun, seketika waktu, saat ia sendiri, hening dan sunyi, dia akan menitihkan air matanya.

Senyum yang biasa ia sebarkan, hanyalah seutas pemanis bibir, dan rasa menghargai dan menghormati dirinya sendiri terhadap orang lain. Karena tak mungkin ia tampakkan wajah murungnya pada setiap orang. Karena tak mungkin rasa sedihnya ia bagikan begitu saja.

Dia lebih menyukai menangis sendiri, untuk sedikit menghilangkan rasa sesak di dadanya. Dan tangis itu, bukanlah air mata buaya yang bertujuan untuk merayu. Bagaimana disebut air mata buaya, ia pun menangis sendirian. Kalau pun ada yang bertanya, ia hanya mampu menjawab, "Gak apa-apa," "Semuanya oke," "No problem, I'm fine,"

Dan begitulah manusia, ada yang hitam dan putih. Semoga aku bukan termasuk dari golongan orang-orang yang suka mencibir, nyinyir, menggunjing dan berbicara seenak kata pada orang lain. Dan kalaupun aku begitu, tegurlah aku, ingatkan aku, teman-teman.


Selamat hari Jumat, semoga keberkahan selalu menyertai kita.

Eri Udiyawati

About Eri Udiyawati

Perempuan yang suka menulis dan travelling. Blogger | Writer | Chef of Family | Traveller. contact email : eri.udiyawati@gmail.com

9 comments

Write comments
August 4, 2017 at 1:31 PM delete

Wuaaa sering aku ri nemu yang kayak gini, ibaratnya di depan msnis di belakang bagsikan empedu, pahit kumenerimanya
Biasanya persaingan antar perempuan nih wkkkk

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
August 4, 2017 at 1:44 PM delete

hahaha ya emang gitu, padahal aku gak merasa bersaing dan gak mau saingan juga.. toh hidupku yang jalani.. :D

Reply
avatar
August 4, 2017 at 4:43 PM delete

yah mba Er klo orang lain mah masih maklum klo depan manis belakang nyinyiers tapi klo sodara yang begitu?astagfirullah aku udah alamin itu lebih sakit terlebih benar2 sodara dekat hingga jatuhnya hinaan dan fitnah dibelakang. Maha Besar Alloh yang kasih saya kekuatan buat hadepinnya akhirnya lebih baik saya diam dan menarik diri *lah malah curhaaaat wkwkwk maaf abis pas banget dengan yang aku rasakan :p

Reply
avatar
August 5, 2017 at 6:17 AM delete

aamiin..mudah2an yg keluar dari bibir kita itu yg baik2 aja ^^

Reply
avatar
August 5, 2017 at 4:52 PM delete

thanks for sharing tipsnya mba, memang kayaknya stock sabar harus banyak yaa

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
August 11, 2017 at 10:08 AM delete

Ahhahah ya sama,Mbak Herva, aku pun mengalaminya dg keluarga sendiri.. Gpp curhat, bebas kok hihihi

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
August 11, 2017 at 10:09 AM delete

Aamiiin.. Iya, semoga.. Biar kita juga gak ikut mengakiti orang.

Reply
avatar
Eri Udiyawati
AUTHOR
August 11, 2017 at 10:10 AM delete

Iya, sama sama, Mbak. Sabar memang harus banyak dan gak ada habis ^^

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)