Mudahnya Cara Bayar Tagihan Listrik PLN dan Penambahan Daya Secara Online

7:36:00 AM 12 Comments A+ a-

Sekarang ini kebutuhan listrik setiap masyarakat akan bertambah banyak apalagi semakin banyaknya produsen barang-barang elektronik yang menciptakan alat baru. Selain memang mengikuti perkembangan teknologi, alat canggih juga dapat membantu para ibu-ibu rumah tangga khususnya untuk melakukan kegiatan keseharian. Sebagai pengatur rumah tangga tidak perlu khawatir untuk kesulitan dalam pembayaran biaya listrik, karena pemerintah telah menciptakan sistem bayar PLN online yang lebih praktis. Bukankah kemunculan semua alat serta sistem yang diberikan semakin membuat orang-orang lebih merasa dimanjakan. Bisa Anda bayangkan sendiri jika semua kegiatan mudah dilakukan dengan alat tenaga listrik dan sistem online.

Mulai dari lampu penerangan, kulkas, televisi, rice cooker, mesin cuci, setrika dan masih banyak lainnya yang menggunakan daya listrik cukup banyak. Tetapi para produsen alat elektronik juga bukan hanya menciptakan alat canggih, mereka juga melengkapi alatnya dengan sistem hemat listrik. Bisa dilihat banyak sekali barang elektronik yang ditawarkan dengan keunggulan pemakaian daya listrik yang sedikit. Dengan begitu masyarakat sebagai konsumen akan lebih banyak tertarik untuk menggunakan karena dapat lebih menghemat biaya. Tetapi mau tidak mau dengan semakin banyaknya alat listrik canggih mengharuskan masyarakat memiliki daya listrik yang cukup.

Mungkin ada beberapa dari masyarakat yang masih menggunakan daya listrik rendah, padahal peralatan dirumah semakin banyak. Dengan begitu Anda dapat melakukan penambahan daya sesuai dengan ketentuan. Penambahan daya dapat dilakukan secara langsung ataupun online, berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama, untuk memudahkan prosesnya Anda dapat menghubungi pihak PLN terlebih dahulu, tentunya tanyakan kelengkapan berkas yang perlu disiapkan juga dana yang dibutuhkan.

Kedua, Kumpulkan dokumen seperti surat-surat atau file data diri yang diperlukan.

Sebenarnya secara data yang dibutuhkan kurang lebih sama dengan saat pengajuan awal penghubungan listrik. Bukan hanya untuk bayar PLN di toko online saja yang dapat dilakukan, untuk hal penambahan daya juga dapat dilakukan secara online. Yang membedakan tentu biaya yang dibutuhkan antara keduanya. Jika Anda tertarik untuk melakukan penambahan secara online, dibawah ini langkahnya:

  1. Sebelumnya Anda harus mengetahui situs resmi milik PLN, kemudian buka situs tersebut.
  2. Setelah Anda membukanya tampilan pada halaman utama akan ada beberapa pilihan. Yang akan Anda lakukan penambahan, jadi pilih pada tulisan penambahan daya.
  3. Kemudian Anda diminta untuk memasukan nomor pelanggan atau ID meter yang terdapat dirumah Anda, tekan next atau enter dan tunggu sampai dengan muncul informasi kelengkapan data diri dan listrik Anda.
  4. Selanjutnya pilih pada ikon penambahan daya, dan isi identitas Anda sesuai dengan kolom yang diminta pada layar. Jika memang identitas Anda telah sesuai dengan data pelanggan bisa langsung mengcopynya.
  5. Lalu lakukan pengisian perubahan daya yang Anda inginkan, dari penambahan maupun penurunan bisa dilakukan dan sesuaikan kebutuhan.
  6. Selanjutnya akan muncul sejumlah angka untuk nominal yang harus dibayarkan, jika akan menurunkan tentunya tidak dikenakan biaya.
  7. Anda yang akan melakukan penambahan harus bersedia untuk diganti dari sistem pasca bayar ke sistem prabayar.
  8. Selanjutnya setelah Anda selesai melakukan pengisian, selang beberapa waktu pihak PLN akan mengirimkan email yang meminta Anda untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut.
  9. Setelah Anda melakukan konfirmasi, selanjutnya Anda akan diberikan kode untuk membayar biaya. Pembayarannya dilakukan ditempat sama seperti melakukan bayar PLN online, misalnya kantor pos, supermarket atau tempat lainnya. Dan setelah pembayaran biaya dilakukan, akan dilakukan penambahan sesuai lokasi diawal.


Nah, gimana? Mudah dan praktis, kan? Jadi kita enggak perlu pusing dan ribet ketika bayar tagihan listrik maupun mau menambah daya.

Karena Aku, Pernah Mengalaminya

12:35:00 PM 3 Comments A+ a-

Manusia..
Pada dasarnya tercipta dari tanah
Pun akan kembali juga menjadi tanah
Dan pada masa menikmati keindahan duniawi
Mereka sering lupa dari mana asal tercipta

Keadilan tak lagi ada
Kasih sayang telah sirna
Hanya acuh dan cibiran yang menjelma
Berhari-hari menguntai menjadi nyanyian
Nyanyian yang mampu menikam hati
Nyanyian yang bisa menggores luka di dasar sanubari

Kadang kuberpikir, adilkah ini, Tuhan?
Mengapa semua terjadi padaku
Kapan ini berakhir?
Tanyaku menahan sesak

Rasanya, ingiku ledakkan semua yang telah membara di dalam kalbu
Menghancurkannya hingga luluh berkeping
Tiada tersisa
Namunku tak sanggup, aku tak bisa

Biarkan saja perang terjadi di dalam hatiku
Biarkan saja aku yang merasakan sakit ini
Iya, biarkan saja, semua ini terjadi
Karena kusanggup

Karena aku pernah melewati jalan setapak berduri
Yang lebih mengerikan dari pada ini
Karena aku pernah terombang-ambing di tengah laut
Dengan hujan badai
Sendiri, sunyi, mencoba mengumpulkan puing-puing hatiku yang berserakan
Dan karena aku pernah sendirian berjalan menyusuri lorong yang gelap
Dan semua itu telah kulewati sendiri

Karena aku, pernah mengalaminya

Senyum pun Palsu dan Tangis [Bukan] Air Mata Buaya

1:13:00 PM 9 Comments A+ a-

Terkadang, melihat mereka yang di depan begitu ramah, sopan dan penuh senyuman. Tetapi, pas di belakang, senyuman itu berubah menjadi sebuah cibiran dan sinisan. Dan terkadang, karena sudah terbiasanya, hal itu terulang-ulang terus, berkali-kali, tanpa merasa bersalah. Sisi egoisme menguat, bahwa diri sendirilah yang paling benar, yang lain salah.

Ah, manusia, terkadang lidahnya itu jauh lebih pahit ketimbang brantawali. Terkadang ada juga yang pikirannya lebih picik dari seekor serigala yang terus meraung-raung. Dan orang seperti itu ada dalam kehidupanku.

Terasa aneh rasanya, sudah sekian lama aku menghadapi orang-orang yang semacam itu. Begitu manis ucapan dan senyuman di bibirnya. Begitu membuaikan, bahkan ketika ada orang yang mendengarnya bisa langsung membius dan membuatnya melayang tinggi.

Dan manusia seperti itu pun ada di dunia, ada dan nyata. Entahlah, atau mungkin aku yang terlalu baper ketika berpaspasan dengan orang sejenis itu. Ya, mungkin aku yang sedang mengedepankan rasa, sehingga nyinyiran mereka terasa nancep di hati. Padahal, biasanya aku manusia yang paling cuek yang tak pernah peduli dengan kata-kata orang lain.

Itu salah satu senyum palsu yang kadang bisa memancing emosi dan mengganggu konsentrasi. Untuk menghadapi orang seperti ini memang harus kuat mental, seperti :

1. Bersabar
Rasa sabar memang sesuatu yang sulit, terlebih ketika hati dan otak sudah mendidih, bisa buat kopi atau teh panas. Namun, ini cara yang sangat ampuh untuk menghadapi manusia yang doyan nyinyir.

2. Cuek
Bersikap bodo amat terkadang baik juga. Terserah apa kata orang, hidup gue yang jalanin kok, susah gue yang nanggung juga, dan kalau seneng juga gue yang nikmatin. Sadis emang sikap ini, tapi dari pada bentar-bentar baper ya? Tapi, dipikir-pikir, sadisan mana coba? Sadis yang nyinyir, atau yang cuek?

3. Tabah dan Tegar
Sakit hati, emosi, dan lainnya kalau mendapat cibiran itu hal wajar, yang penting tetap tabah dan tegar. Enggak usah ikut maki-maki orang yang nyinyir, biarkan mereka seenaknya berkata. Toh, Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan terus menyaksikan, mendengarkan dan merasakan apa yang dialami semua umatnya, tanpa terkecuali.

4. Tinggalkan saja
Kalau sakit hati udah enggak tertahankan, mending pergi aja, mau dibilang apa lagi, cengeng dan lainnya, peduli amat lah. Lebih baik menghindari hal-hal begitu, demi kewarasan jiwa, otak dan jantung. Dianggap pengecut ya sok atuh, enggak masalah. Yang penting kondisi jasmani dan rohani kita tetap sehat.

Nah itu, senyum palsu yang bisa menusuk dan bikin orang lain kurang nyaman. Tapi, apakah setiap senyum palsu begitu? Tidak juga, ada juga senyum palsu yang lain. Senyum itu selalu memberi kebahagiaan orang lain, selalu berusaha ceria di setiap kesempatan bersama orang-orang; siapapun mereka. Namun, seketika waktu, saat ia sendiri, hening dan sunyi, dia akan menitihkan air matanya.

Senyum yang biasa ia sebarkan, hanyalah seutas pemanis bibir, dan rasa menghargai dan menghormati dirinya sendiri terhadap orang lain. Karena tak mungkin ia tampakkan wajah murungnya pada setiap orang. Karena tak mungkin rasa sedihnya ia bagikan begitu saja.

Dia lebih menyukai menangis sendiri, untuk sedikit menghilangkan rasa sesak di dadanya. Dan tangis itu, bukanlah air mata buaya yang bertujuan untuk merayu. Bagaimana disebut air mata buaya, ia pun menangis sendirian. Kalau pun ada yang bertanya, ia hanya mampu menjawab, "Gak apa-apa," "Semuanya oke," "No problem, I'm fine,"

Dan begitulah manusia, ada yang hitam dan putih. Semoga aku bukan termasuk dari golongan orang-orang yang suka mencibir, nyinyir, menggunjing dan berbicara seenak kata pada orang lain. Dan kalaupun aku begitu, tegurlah aku, ingatkan aku, teman-teman.


Selamat hari Jumat, semoga keberkahan selalu menyertai kita.