Switchable Me, Anywhere and Anytime dengan Acer Switch Alpha 12

3:47:00 PM 25 Comments A+ a-

Halo, apa kabar, kawan-kawan? Masih semangat di akhir bulan? Bagi yang bekerja pada orang dengan memiliki sejumlah deadline di akhir bulan, tentunya hari ini merupakan puncak di mana kesetressan tertinggi dalam masa bekerja. Semua laporan harus tuntas tanpa adanya kesalahan sedikitpun.

Ya, begitulah nasib sebagai karyawan di perusahaan, selain memerlukan ketangkasan dan switchable di beberapa posisi, saya juga dituntut untuk tetap fokus menyelesaikan pekerjaan. Kalau peralatan tempur saya fine-fine saja, enggak masalah, tetapi laptopku seringnya mendadak nge-hang karena overload harus buka data ini dan itu. Kan sangat menyebalkan. Seringnya kesal sendiri.
Semangant akhir bulan

Selain itu, saya juga harus menyelesaikan beberapa artikel untuk dirkirim ke media online lokal di Purbalingga. Dengan begini, bukan hanya kecerdasan yang dituntut, tapi keakuratan dan management waktu harus diperhitungkan sematang dan sebaik mungkin. 'Memaksa' diri untuk Switchable Me, dan sigap akan segala situasi dan kondisi. Belum lagi kalau ada jadwal meeting, makin ribet hidup saya.

Dan untuk menghilangkan kepenatan yang melanda selama 5 hari kerja (Senin - Jumat), tentunya hari Sabtu dan Minggu merupakan waktu untuk me time. Untuk menjaga otak saya biar tetap waras, di weekend, saya manfaatkan untuk travelling,  yang merupakan hoby sejak dari zaman pakai seraga putih abu-abu. Menikmati berbagai keindahan tempat wisata, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya. Dengan begini, otak saya bisa segar kembali, pulih dari segala macam tekanan.
Hoby jalan-jalan cuma buat ngilangin stress di kantor

Selain itu, kalau budget sedang tidak mencukupi untuk menjelajahi alam, saya cukup menghabiskan waktu untuk mencicipi beberapa kuliner. Ya, hal ini juga merupakan salah satu untuk mengembalikan semangat dan senyum yang hilang di kantor.

Enggak ada waktu dan budget buat travelling? Kuliner juga bisa kok :)

Namun, yang namanya manusia, kadang ada saja. Deadline ada-ada saja. Terlebih saya yang aktif ngeblog dan nimbrung di media online lokal, tentu saja kapan saja harus dituntut untuk tepat waktu. Harus berubah ini dan itu, pokoknya harus bener-bener Switchable deh, biar semua kerjaan beres dan tutas serta tidak tercecer. Sehingga, kemana-mana saya bawa laptop. Agar bisa mengupdate berita terkini di lingkungan sekitar. Namun, laptop saya ini sudah bermasalah pada baterai, kalau mau nyalain, harus dicolokin. Kan rempong banget, saya harus mencari tempat makan yang menyediakan colokan.
Nunggu pesanan datang, ngerjain deadline dulu

Dengan kesibukan yang segambreng ini, saya enggak bisa ngandelin laptop jadul ini lagi deh. Bisa-bisa tamat semua riwayat kerjaan gara-gara alat tempur yang tidak memadai.

Diam-diam saya pun menginginkan sebuah alat tempur yang super canggih, yang bisa dibuat tablet juga. Iya, alasan ini simple dan klasik, biar kalau travelling atau memfoto makanan enggak perlu repot-repot nantinya ditransfer ke laptop.

"Apakah ada yang seperti itu?"

Untuk mencarinya, saya browsing, dan Alhamdulillah menemukan sahabat yang saya idam-idamkan, Switch Alpha 12 'Notebook Hybrid Intel Core Pertama Tanpa Kipas'.

Wow, apa itu? Seperti apa wujudnya?

Saking penasarannya, saya cek juga di website resmi Acer Indonesia. Dan akhirnya, saya menemukan jawaban yang sangat luar biasa. SwitchAlpha 12 'Notebook Hybrid Intel Core Pertama Tanpa Kipas, dengan memiliki beberapa kelebihan dan keunggulan yang dipadukan dengan kualitas jempolan.
Tampilannya keren dan elegan banget

Lalu, apa saja keuntungan dengan Notebook lahiran Acer ini?

1. Tentunya Kita Tidak Dibuat Bising
Loh, emang ada ya laptop atau notebook yang bisa bikin bising? Tentunya ada, seperti yang saya pakai saat ini. Karena, pada umumnya, laptop dan atau notebook terdapat kipas di dalamnya yang berfungsi sebagai pendingin ketika kita memakai. Hal itu memang bertujuan baik, agar notebook tersebut dalam keadaan cool. Namun, kejelekannya bikin berisik, suka kaget saya.
Dengan teknologi LiquidLoop, notebook ini tidak perlu pakai kipas

Akan tetapi, dengan adanya Acer Notebook Switch Alpha Hybrid 2-in-1, kebisingan itu akan jauh-jauh dari telinga. Karenanya produk ini menggunakan teknlogi terbaru yaitu LiquidLoop. Sebuah sistem pendingin yang mampu menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas. Selain itu, juga tidak menggunakan ventilasi yang menyebabkan keluar masuknya udara dari luar ke dalam notebook. Dengan Notebook Switch Alpha ini, dijamin awetnya, karena tidak ada celah debu yang bisa merusak sistem rangkaian di dalam notebook.

2. Enteng Dibawa Kemana-mana
Yang namanya orang doyan travelling, kuliner, terus doyan ngeblog dan jadi redaktur media online; deadline itu kapan saja. Jalan-jalan pun mesti bawa laptop, kamera, tablet, itu semua bikin tas rangsel saya makin gendut. Belum lagi kalau tracking ke bukit, belum apa-apa lelah banget. Dan yang sudah pasti bikin beban berat tentunya laptopnya.
Selain desain trendy, bobotnya pun ringan

Dengan hadirnya Switch Alpha Hybrid 2-in-1 ini, tentunya sangat menolong. Karena bobot notebook ini cuma 1.25 kg. Enteng banget kan? Bentuknya juga dibuat tipis namun kuat, ini semakin menunjang bagi kita yang suka membawa peratalan tempur ngetik kemana-mana. Selain itu didesain dengan model yang super keren. Kalau begini, kita ketemuan sama siapa pun enggak minder, heee.. punya notebook keren.

3. Notebook Super Canggih yang Multi Fungsi
Temen-temen ada yang rempong kayak saya? Bawa laptop, bawa tablet dalam sekali perjalanan? Kalau ada, gimana rasanya? Pasti ribet dan berat, kan? Pengennya punya notebook sekaligus tablet, biar kita nyaman dan easy going. Bisa move ke sana-sini dengan sangat Switchable Me.
Sangat fleksibel, bisa jadi notebook, juga bisa dilipat jadi tablet

Sekarang, harpaan itu sudah terjawab, Switch Alpha2-in-1 ini sudah didukung dengan kickstand yang bisa dimiringkan hingga 165 derajat. Ini berarti, ada engsel khusus yang bisa membuat notebook ini diputer dan dijadikan tablet. Huaah, praktis kan? Ini bener-bener two-in-one. Satu paket yang sangat menunjuang dan mendukung untuk kita yang Switchable.
Enggak perlu repot bawa notebook plus tablet, karena sudah ada yang 2-in-1

Selain itu, kita enggak usah khawatir di tempat gelap. Kita suka galau kan kalau di tempat gelap, ngetiknya gimana, enggak terlihat. Pada notebook Switch Alpha 12 ini dilengkapi dengan Backlit yang berfungsi ketika di tempat gelap, keyboard lebih terang.

4. Merampungkan Deadline Dengan Akurat Tanpa Merusak Kesehatan Mata
Salah satu hal yang paling utama dalam organ tubuh adalah penghlihatan. Di zaman yang serba digital ini, banyak kasus kerusakan mata akibat seringnya di depan layar monitor atau laptop dengan radiasi tinggi. Sekarang, tidak perlu khawatir lagi, karena Notebook Switch Alpha 12 ini mengandung fitur Acer BlueLight Shield. Teknologi masa kini yang mampu melindungi mata dari emisi cahaya biru dari layar notebook penyebab mata lelah dan kering. Kalau begini, kita bisa nyaman berjam-jam di depan notebook. Mau ngerjain artikel, sekedar chating (jangan ditiru), atau bahan presentasi.
Tidak perlu khawatir mata kita akan kering dan cepat lelah, karena sudah ada fitur Acer BlueLight Shield

Ditambah lagi, kalau jadwal meeting tuh ya, seringnya materi meeting dari flashdisk orang tertentu (bisa Manager A, B, atau C). Nah, kalau pakai notebook lain, buat transfer data dari flashdisk itu lama. Kurang cepet deh, yang jelas bikin enek kalau jadwal meeting udah tinggal hitungan detik.
USB 3.1 Type-C, memudahkan transfer data secepat kilat

Namun, saat ini, keresahan itu telah dihapus oleh AcerSwitch Alpha 12 yang dilengkapi dengan USB 3.1 Type-C, Dengan standard baru, pada notebook ini mampu mentransfer data lebih cepat karena kecepatan transfering data mencapai 5 Gbps.

Wow, keren banget kan Acer notebook hybrid 2-in-1 ini. Masih tidak percaya? Langsung saja deh, simak spesfikasi lengkap berikut ini :



Spesifikasinya keren banget, guys..


Atau biasa cek video di Youtube berikut ini :






Dengan Acer Switch Alpha 12, kita tentunya membuat Switchable Me semakin mudah. Anywhere and Anytime. Pokoknya nyaman, cepat, dan beres semua kerjaan. Semakin membantu kita yang selalu aktif di berbagai acara dan event, bahkan sangat membantu dalam membantu untuk mengerjakan deadline pekerjaan. Acer Switch Alpha 12, memang sahabat untuk Switchable Me bagi siapapun.

Demikian tulisan ini dibuat untuk mengikuti Acer Switchable Me Story Competition.

Dr. Strange : Ketika Ahli Bedah Saraf Kehilangan Sarafnya. Apa yang Terjadi?

12:50:00 PM 15 Comments A+ a-

Sinopsis :
Ketika lembaran kitab itu tercuri oleh sang penghianat. Perkelahian terjadi untuk perebutan lembaran kitab itu. Memang aneh, pencuri yang dulunya merupakan murid terbaik di kuil tersebut, berbalik menjadi penjahat. Mengendap-endap di perpustakaan dan mengambil kitab tersebut. Namun bukan sebukn​​ya, hanya diambil pada halaman yang dianggap keramat. Aksi itu pun diketahui oleh Maha Guru yang terus mengejarnya hingga ke dimensi kaca.

Pertempuran Maha Guru dengan murid penghianat itu tak semudah membalikan telapak tangan. Terlebih pencuri itu mendapatkan bala bantuan dari musuh Maha Guru.

Dengan kekuatan saktinya, murid itu mengecoh Maha Guru. Dibuatnya gedung-gedung itu mengejar untuk menguburnya. Bangunan tersebut menjadi fleksibel mengikuti perintah pencuri yang membaca mantranya.
The Ancinet One ketika mengejar pengkhianat

Karena sibuk menghindari tindihan gedung, Maha Guru pun gagal menangkap penghianat tersebut. Mereka kabur ke dimensi lain. Sebuah dimensi tanpa adanya batasan waktu. Dan kehidupan di sini kekal, tanpa adanya kematian.

Maha Guru pun kembali ke perguruannya dengan tangan kosong.

Sedang di tempat lain, tepatnya di Jazirah Eropa, London, UK. Di sebuah rumah sakit sedang menangani kasus operasi. Tapi entah kenapa ada satu dokter yang tengil. Dia seenaknya sendiri memutarkan mp3 untuk mendengarkan musik sambil mengoperasi pasien. Memang berhasil operasi itu, bahkan sangat rapi. Dia, Doctor Stephen Strange (Benedict Cumberbatch), seorang dokter ahli bedah saraf. Keahliannya dalam menyambungkan sel-sel yang rusak sangatlah lihai.
Dr. Strange ketika  mengoperasi pasien

Setelah mengoperasi pasien tersebut dia pergi ke ruang lain. Ternyata ada pasien yang telah dinyatakan mati, namun dia tidak percaya. Perdebatan antara dirinya dengan dr. Nicodemus Vest (Michael Stuhlbarg) pun terjadi. Karena dr. Vest akan mengambil organ-organ orang tersebut, dr. Strange melarang, karena pasien tersebut belum mati, tapi masih sekarat. Yang akhirnya dia meminta untuk membawa pasien tersebut ke ruang operasinya. Dia, dr. Christine Palmer (Rachel McAdams) dan satu asisten mengikutinya.
Dr. Strange menangani pasien dr. Vest (membuat malu dr. Vest)

Dr. Strange mengatakan ada peluru dalam kepala laki-laki itu. Dengan seksama dia mengambil peluru dan nyawa pasien itu tertolong. Dengan sombong dia pun mengejek dr. Vest yang tak sanggup menangani pasiennya sendiri.

Tak berapa lama kemudian dr. Strange menawarkan Palmer untuk hadir di acara pidatonya mengenai saraf. Tentu saja itu bukan pidato yang pertama kalinya. Palmer tentu saja senang, karena dia sesungguhnya jatuh cinta pada pria arogan seperti dr. Strange.

Malam hari telah datang, dr. Strange bersiap-siap. Mengenakan pakaian terbaiknya dan memilih jam tangan yang paling ia sukai. Dengan super car-nya ia melaju dengan cepat. Dalam perjalanan, asistennya, Billy melakukan panggilan dan mengirim beberapa daftar pasien untuk ditangani. Saat sedang menentukan pilihan melalui smartphone-nya, tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang. Super car-nya oleng, menabrak pembatas jalan dan masuk ke jurang.

Matikah dokter Stephen Strange?

Kondisinya sangat parah, entah bisa tertolong atau tidak. Christine Palmer begitu cemas hingga menungguinya terus. Melihatnya yang masih terbaring hingga sadar.
Dr. Strange shock melihat kondisi kedua tangannya

Ketika dr. Strange siuman, Palmer terus meyakinkan bahwa semua ini akan baik-baik saja. Namun Strange tidak percaya. Melihat tangannya terbungkus rapi dengan perban dan terdapat tujuh puluh jarum baja untuk memperbaiki sel-sel sarafnya. Dan ya, memang pengobatan yang tidak baik, karena satu-satunya dokter yang ahli mengurusi saraf hanya dirinya.

Dia mencoba untuk menggerakan jemarinya, namun kaku dan gemetaran. Salah seorang temannya, dr. Karl Mordo (Chiwetel Ejiofor) menjelaskan bahwa dulu ada pasien yang sudah lumpuh karena sum-sum tulang belakangnya tidak berfungsi, kini bisa berjalan dengan normal. Strange tidak percaya, justru meminta riset tersebut ke Mordo. Dan Mordo menjawab akan mencarinya, tetapi meminta Strange untuk melakukan terapi.

Sudah berbulan bulan dan mengalami operasi sebanyak tujuh kali, tetapi saraf-saraf pada tangan Strange belum sembuh. Mencoba meminta pertolongan ke semua dokter melalui video call, tak ada yang menggubrisnya. Dia frustasi, karirnya hancur!

Bagaimana tidak hancur, seorang yang ahli bedah saraf, dulunya. Kini ia tak mampu memegang benda dengan normal, bahkan untuk mencukur jenggot dan kumisnya saja tak mampu. Dia sendirian melewati semua ini. Ah, sebenarnya tidak, ada Christine Palmer yang setia merawat dan menguatkannya. Meyakinkan dia bahwa tak masalah kalau tidak menjadi dokter lagi. Ada banyak cara lain untuk menyelamatkan orang.

Tetapi, kepedulian dan perhatian Palmer tak berarti apa-apa. Dia justeru mendapatkan cacian dan makian dari Strange, dan mengusirnya pergi. Strange alone, just home alone. Memberantakan seisi rumah, melampiaskan semua amarahnya. Hingga ia tak sengaja menjatuhkan sebuah buku. Ada sebuah nama yang tertulis di situ, Jonathan Pangborn (Benjamin Bratt).
Dr. Strange menemui J. Pangborn

Dia segera menemui mantan pasien lumpuh akibat kerusakan sum-sum tulang belakang. Kondisinya saat ini sangat mengejutkan. Dulu dia hanya bisa terbaring lemah, kini ia mampu hidup normal, bahkan bermain basket. Strange ingin tahu bagaimana caranya. Pemuda itu memberi tahu bahwa dirinya sembuh karena sudah menyerah ketika sekarat yang akhirnya berobat di ‘Kamar-Taj’. Sebuah tempat yang jauh, bahkan bayarannya sangat mahal, karena bukan uang.
Pergi ke Kathmandu, Nepal, seorang diri

Strange berangkat seorang diri menuju Kamar-Taj yang terletak di Kathmandu, Nepal. Dia bertanya ke beberapa orang tentang alamat Kamar-Taj. Saat hampir sampai dia dihadang perampok yang menginginkan uang. Strange tak punya, namun perampok itu melihat jam tangan yang ia kenakan. Jam tangan kesayangan Strange. Tak mungkin ia berikan. Dia pun dikeroyok, beruntung ada yang menolongnya. Tak lain dan tak bukan, dr. Mordo.

Dibawanya Strange ke Kamar-Taj oleh dr. Mordo, yang merupakan salah satu master di kuil tersebut. Strange diperkenalkan kepada The Ancient One (Tilda Switon), Maha Guru di kuil tersebut. Strange tetap angkuh dan sombong, dia tidak mau dipanggil ‘Mr. Strange’ tetapi ‘dr. Strange’. Melalui perdebatan yang cukup rumit, karena Strange tak percaya akan adanya hal-hal gaib dan roh, Ancient One menunjukan segala sisi dimensi. Hingga Strange dibuat takjub olehnya dan ingin belajar. Permintaannya ditolak, ia diusir dari Kamar-Taj. Strange tak patah semangat untuk memohon, dia menunggunya selama lima jam di depan pintu. Yang akhirnya dia diizinkan masuk.

Hari demi hari Strange terus belajar, namun dia tak sanggup beralasan tangannya tak bisa bergerak dengan baik. Padahal menurut Ancient One, bukan karena tangan atau organ lainnya tetapi karena otak, jiwa dan hati yang harus fokus serta tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Hingga suatu hari melalui dimensi waktu, Strange dibawa ke Puncak Everest. Dingin yang sangat menakutkan. Dia ditinggal sendiri di situ. Dengan terpaksanya, Strange mengucap mantra dan membuka pintu menuju kuil Kamar-Taj. Semua itu menjadikan ia untuk semangat hidup. 
Belajar seorang diri di Puncak Everest

Selain itu dia juga merindukan Christine. Melihat jam tangan yang pecah itu mengingatkan dia kepada Christine, karena itu pemberian darinya. “Time Will tell how much I love You ~ Christine!” Ya, benar, memang waktu yang akan menunjukan betapa besarnya cinta Christine ke Strange. Dengan segala rasa rindu, ia mengirimkan email ke wanita yang dia cintai.
Satu-satunya yang tersisa dari Christine

Sejak saat itulah, dia mulai belajar dengan tekun, mempelajari semua ilmu dan mantranya. Bahkan kitab terlarang pun ia pelajari yang membuatnya mengerti akan dimensi tanpa batas waktu atau dimensi kegelapan yang diciptalan Dormammu.

Hal tersebut dihentikan oleh Wong (Benedict Wong), petugas penjaga perpustakaan. Dan dia pun bercerita siapa sebenarnya Ancient One. Yang merupakan keturunan langsung dari Sorcerer Supreme yang hidup di ribuan tahun lalu. Dia hidup untuk menjaga dunia dari kerakusan Dormammu. Ada tiga kuil yang menjaga di dunia ini yaitu di New York, Hongkong dan London. Semua kuil itu bertugas menjaga keseimbangan dunia.

Saat Wong belum selesai untuk menjelaskannya, kuil di London diserang. Menyeret Strange masuk ke kuil tersebut. Dia berhadapan dengan Kaecilius (Mads Mikkelsen), penghianat Ancient One yang mencuri lembaran kitab terlarang. Dengan ilmu yang belum begitu mumpuni, Strange kewalahan menghadapi Kaecilius dan anak buahnya. Dalam pertempuran, ketika Strange tersungkur menemukan jubah Levitasi, pemilik kuil yang telah dibunuh Kaecilius. Tak berapa lama, Kaecilius dapat dilumpuhkan. Namun, dia terus berbicara dan merayu Strange untuk masuk ke dimensi tanpa batas waktu. Kaecilius juga menceritakan bahwa Ancient One berbohong, karena dia juga yang menjadikan Dormammu ada. Ancient One telah menarik seluruh unsur kebaikan di dunia agar tetap hidup. Dengan posisi yang bimbang, Strange tiba-tiba diserang oleh anak buah Kaecilius tepat di jantung.

Dengan susah payah ia membuka dimensi ke rumah sakit. Memanggil Christine untuk mengoperasinya. Sedangkan rohnya keluar dan membuat kaget Christine. Roh Strange meminta Christine untuk menyuntikkan obat tepat di jantung. Kemudian roh Strange juga berkelahi dengan roh anak buah Kaecilius yang mengikutinya.

Christine memacu jantung Strange sesuai permintaannya, 360 tekanan. Dan itu berhasil membuat Strange sadar. Dia bergegas. Namun sebelum pergi dia mengungkapkan isi hatinya, menyesal telah memperlakukan buruk terhadapnya.
Dr. Christine Palmer akan memacu jantung dr. Strange

Strange kembali ke kuil London. Mordo dan Ancient One menemuinya. Strange marah dan kecewa. Merasa dirinya telah tertipun. Mengungkapkan seluruh amarahnya dan menyakiti hati Ancieont One yang akhirnya pergi. Sedangkan Mordo menugur seharusnya Strange tak mengatakan hal itu. Strange masih marah dan ingin keluar dari semua ini. Ingin kembali menjadi dokter lagi. Pada saat ingin meninggalkan Mordo, Kaecilius dan orang-orangnya datang. Strange melawan dan membawanya ke dimensi kaca.

Namun semua itu seperti bunuh diri. Kaecilius menggunakan sihirnya untuk melenturkan bangunan dan menimpa mereka berdua. Secepat apapun merela lari, tetap saja tidak ada perubahan. Karena Kaecilius menggunakan ilmunya untuk menarik bangunan-bangunan.
Kaecilius bersiap-siap melawan The Ancient One

Pada saat mereka terdesak, Ancient One datang untuk menolong. Terjadilah pertarungan di atap gedung kaca. Dengan liciknya, Kaecelius menyerang Ancient One yang sedang melawan anak buah Kaecilius. Acient One kalah dan dilemparkan ke dunia nyata, terjatuh dan terluka parah.

Strange dan Mordo membawanya ke rumah sakit. Strange ikut andil untuk mengoperasinya. Tetapi pada saat akan menyuntikan obat ke otak, jarinya masih gemetaran. Dia memita dr. Nick yang melakukanya. Sementara itu roh Strange menemui roh Ancient One. Memintanya untuk kembali, namun menolak. Ancient One juga menceritakan kalau pasien yang dulunya lumpuh dan kini sembuh, ia mempelajari ilmu sihir dan menggunakan untuk mengobatinya.
Arwah Strange ketika membujuk arwah Anchient One untuk kembali

Pada akhirnya Ancient One meninggal. Strange mengajak Mordo ke kuil di Hongkong yang dijaga oleh Wong. Namun kedatangan mereka sedikit terlambat, kuil itu sudah dihancurkan oleh Kaecilius dan orang-orangnya. Tetapi Strange tidak patah semangat, dia mencoba menggunakan mantra pemutar waktu. Dikembalikannya semua bangunan yang runtuh kembali kokoh seperti semula, bahkan mampu menolong Wong yang sudah tertimbun reruntuhan gedung.

Tiba-tiba Dormammu datang, waktu terasa berhenti. Orang-orang di sekitar tiba-tiba mematung. Kaecilius menyerang Strange, Mordo dan Wong. Pada saat Strange terjatuh, Mordo mencoba memberi semangat, dan Strange pergi menemui Dormammu. Mordo berpikir kalau Strange kabur dan tak sanggup lagi.

Dalam menemui Dormammu Strange mencoba bernegosiasi yang membuat Dormammu marah yang kemudian membunuh Strange. Tetapi Strange hidup kembali, dan mengulang kejadian-kejadian sama ke Dormammu sampai puluhan kali. Dormammu dibuat stress, mengapa hal itu terjadi berulang-ulang. Tapi itulah kehidupan tanpa batas waktu dan kematian. Semuanya akan terjadi berulang-ulang seterusnya. Dormammu menyerah dan meminta dibebaskan.

Strange membuat kesepakatan dengan Dormammu, yang mengharuskan Dormammu pergi dari dunia ini dan jangan sekali-kali mengganggunya. Kesepakatan disetujui, Kaecilius pun musnah menjadi butiran debu. Semua orang dan waktu kembali berjalan normal.
Mordo berpamitan untuk menjadi manusia biasa

Semua usai, Mordo mengundurkan diri dia ingin menjadi manusia biasa. Strange dan Wong kembali ke perpustakaan untuk mengembalikan bola ajaib dan kitab yang telah dipelajari. Yang kemudian dia pergi ke New York untuk menggantikan master di kuil yang sudah tewas.

Yah, meski dia tetap menyesal karena tangannya tak sembuh dan tak bisa menjadi dokter lagi. Tetapi dia ingat kata Christine, menyelamatkan orang tak harus jadi dokter.

Review :
Nonton film dr. Strange itu sungguh mengasyikan. Perpaduan ilmu kedokteran yang harus bertemu dengan ilmu spiritual dengan mantra-mantra yang luar biasa. Bahkan mantra tersebut mampu menembus ke dimensi lain. Seperti dimensi kegelapan, yang merupakan dimensi tanpa batas waktu. Dalam dimensi ini, membuat saya teringat di akhirat nanti yang begitu abadi. Di film yang hanya dunia hayalan saja mengerikan sekali itu dimensi tanpa batas waktu. Memang enggak boleh menyamakan dimensi di film ini dengan dunia akhirat nanti. Karena akhirat itu pasti ada dan kita masih belum tahu apa yang akan terjadi pada diri kita nantinya. Hanya dua pilihan Surga or Neraka. Loh, malah bahas akhirat, ngeri hikss, sadar amalanku belum banyak. Yang banyak malah dosanya.

Balik lagi ke Film Dr. Strange. Film ini mengisahkan kehidupan seorang dokter ahli bedah saraf yang mengalami kecelakaan fatal dan menyebabkan matinya sel-sel saraf pada kedua tangannya. Dengan begitu, tidak bisa menggerakan jemarinya secara normal. Gemetaran terus, tak mampu menangani pasien lagi. Jangankan mengobati dan mengoperasi pasien, mengobati dirinya sendiri pun tak bisa. Iya, tak ada yang mampu mengoperasi sel-sel saraf dengan sempurna kecuali dirinya. Tak ada dokter yang sanggup menangani, karena satu-satunya dokter paling ahli menangani saraf, hanya dia sendiri, dr. Stephen Strange.

Dalam keputusasaan, dia pergi ke Kathmandu, Nepal, untuk mengobati lukanya. Alih-alih menyembuhkan saraf pada jari-jemarinya, dia justeru belajar ilmu spiritual. Dalam waktu yang singkat dia mampu menguasai ilmu itu. Bahkan berani membuka kitab Cagliostro, yang berisikan mantra-mantra berbahya.

Dengan pengetahuan yang dimilikinya, mau tidak mau dia harus ikut andil dalam melindungi dunia. Harus berperang melawan para musuh dari dimensi kegelapan yang dipimpin Dormammu. Meski awalnya ia tidak mau dan merasa tertipu karena jemari tangannya tetap saja belum sembuh. Tapi semuanya telah terlewati, nasi sudah menjadi bubur.

Di sisi lain, dia harus merelakan berpisah dengan wanita yang sangat dicintainya, dr. Christine Palmer. Dia mengatakan harus pergi, tetapi dia juga tak ingin kalau Christine ikut pergi. Entahlah, memang Strange ini pemilik ego yang besar. Dirinya harus pergi melanglang buana, tetapi tidak menginzinkan wanita yang dicintainya ikut pergi. Maksudnya apa coba? Dalam adegan ini rasanya dibuat baper. Mereka saling mencintai, tapi harus terpisah. Yang satu harus pergi entah ke mana dengan tujuan menyelamatkan dunia. Tapi harus meninggalkan wanita yang dicintainya hidup sendiri. Adilkah untuk Christine?
Strange berpamitan ke Palmer

Di film ini alurnya cepat, dan langsung ke pokok permasalahan. Kita semua dibuat langsung tahu siapa musuh utama, dan siapa itu maha guru Ancient One.

Yang masih menjadi penasaran dan pertanyaan, siapa yang menabrak dr. Strange hingga mengalami kecelakaan parah?

Sebelum kecelakaan dr. Strange melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan mobil yang keren abis. Saat berkomunikasi melalui telepon seluler dengan Billy agar mengirimkan data pasien yang akan ditangani, tiba-tiba dari belakang ada yang menabraknya. Kejadiannya begitu cepat dan Strange hilang kendali.

Siapa yang mengendarai mobil untuk menabrak Strange? Dr. Vest kah yang merasa terhina karena pasiennya ditangani dr. Strange? Atau murni kecelakaan? Atau dokter saraf lain yang ingin mengisi pidato, menggantikan dr. Strange?

Di sini belum dijelaskan siapa pelaku atau penyebab kecelakaan pastinya. Namun, untuk lainnya keren, seru, menegangkan dan membuat mata tetap terjaga tak ingin berkedip. Sebuah film dengan unsur keseriusan tinggi.

Kesimpulan :
Dalam film ini banyak mengajarkan nilai-nilai moral secara tidak langsung. Di sini jelas terlihat arogansinya dr. Strange karena dia satu-satunya orang yang mampu membedah sel-sel saraf dengan perfect, bahkan untuk kasus lain pun dia sangat ahli. Dengan reputasi dan sanjungan yang terus ia dapatkan dia menjadi sombong, angkuh, dan sangat egois. Bahkan saat setelah dia mengalami kecelakaan, dia tetap angkuh dan egois.

Dari semua itu, mengajarkan kepada kita, bahwa betapapun hebatnya orang, tidak boleh sombong, angkuh, arogan atau lainnya. Karena ketika Tuhan mengambil semua skill yang dimiliki, kita tak mampu apa-apa lagi. Ilmu yang kita miliki pun tak sanggup untuk mengobatinya, seperti halnya dr. Strange, ahli bedah saraf tapi tak mampu mengembalikan saraf jari-jemarinya yang rusak.

Selain itu, mengajarkan kepada kita, musibah fatal bukanlah akhir dari segalanya. Justeru menjadi awal untuk memulai kehidupan baru. Dan ya, menyelamatkan nyawa orang tak harus jadi dokter.

Dan, sifat yang bisa kita contoh dari dr. Strange, ketika takut, maka teruslah belajar dan belajar. Ketika terdesak, jangan menyerah untuk mencari jalan keluar dari berbagai sisi.


Ya, itulah tentang dr. Strange, dokter angkuh yang akhirnya menjadi Master penjaga kuil di New York.

Fantastic Beasts and Where to Find Them : Antara Sihir dan Komedi Tertuang Jadi Satu

2:05:00 PM 25 Comments A+ a-

Poster film. Photo from : movie.co.id
Sinopsis :
Dimulai daru perjalanan seorang pemuda yang berasal dari London, UK, menuju ke New York, USA. Ia seorang pemuda yang berbeda dari pemuda lainnya. Memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh banyak orang. Dia ke New York bertujuan untuk mencari sesuatu dan berniat untuk mengumpulkannya, mengembalikannya kepada tempat yang seharusnya.

Sesampainya di New York, ia harus diperiksa terlebih dahulu oleh petugas pelabuhan, termasuk koper yang berisi ‘barang-barang’ aneh di dalamnya. Ujian pertama langsung lolos, tak ada yang mencurigakan. Tampak normal apa yang dibawa olehnya.
Pemuda yang diketahui bernama Newt Scamander (Eddie Redmayne) pun melanjutkan perjalanan memasuki kota New York. Namun, dia datang di saat waktu yang tidak tepat. Kota ini sedang terjadi huru-hara. Banyak bangunan dan gedung-gedung megah yang roboh begitu saja, tiada angin, tiada badai. Tanah tiba-tiba membelah dari dasar bumi dan menjadikan bangunan runtuh. Kepolisian dan badan intelegensi sudah memeriksa dan mencari tahu apa penyebab musibah ini, tetapi hasilnya nihil.

Sementara itu, di depan sebuah gedung ada seorang wanita yang sedang bercerah, bahwa semua kerusakan terjadi itu disebabkan oleh penyihir. Para penyihir itu masih ada dan di hidup di antara mereka semua. Cerita itu pun didengar oleh banyak orang, mereka berbndong-bondong mendekatinya. Tak terkecuali pemuda itu, yang tak sengaja sampai di kerumunan orang-orang tersebut. Sebelumnya dia berpas-pasan dengan seorang pria yang bernama Jacob Kowalski (Dan Fogler). Bertabrakan tanpa sengaja karena Newt sedang mencari salah satu binatang peliharaannya yang lepas.
Newt Scamander, mencoba menerobos kerumuman orang-orang, mengejar binatang kecil yang lolos.
Photo from : HNGN.com

Newt masuk ke dalam kumpulan, bahkan dia ditunjuk oleh wanita misterius yang sedang berceramah itu. Belum selesai penjelasan wanita itu, Newt segera kabur karena melihat binatang peliharaannya yang kabur. Ia mengejarnya hingga sampai ke bank, dan bertemu kembali dengan Jacob yang akan meminjam uang untuk membuka usaha toko roti.

Jacob yang malang, pinjamannya ditolak karena tidak memiliki jaminan, dan bertemu dengan Newt yang sedang mengejar binatang penyuka emas dan koin yang sedang mengacaukan bank. Tak ada cara lain, Newt pun mengeluarkan tongkat sihir untuk menembus tembok bersama Jacob, bahkan membuka brankas bank yang berisi penuh uang dan emas. Dan, binatang kecil yang berkuku itu pun sedang memasukan semua koin dan emas ke dalam perutnya.

Alarm pencurian telah dibunyikan, Newt dan Jacob dituduh melakukan perampokan. Tak ada cara lain juga, Newt membawa Jacob ke luar gedung bank dengan ilmu sihirnya. Dengan wajah kebingunan Jacob merasa linglung, dia segera mengambil tas koper dan pergi meninggalkan Newt. Sedangkan Newt ditangkap oleh badan penyelidik sihir Amerika, Popertina ‘Tina’ Goldenstein (Katrine Waterson). Penyihir wanita yang bekerja di Kongres Penyihir USA (Macusa, Kementerian Sihir USA). Dia bertugas untuk mengintai semua penyihir yang membuat kekacuan terlebih dengan binatang ajaib, karena di Amereka hewan seperti itu tidak boleh dipelihara.
Tina menangkap Newt.
Photo from sinema 911

Newt dibawa ke hadapan Direktur Kongres Penyihir, Seraphina Picquery (Carmen Ejogo) untuk diadali. Tuduhan terhadapnya adalah membuat kekacuan di bank dengan binatang ajaib yang dibawa dan dimasukan ke dalam koper. Namun, ketika koper tersebut dibuka isinya roti. Damn, koper Newt dan Jacob tertukar. Dengan melilhat isi koper itu, Tina semakin terdesak dan tidak dipercaya oleh Direktur Penyihir. Newt pun dibebaskan karena tidak terbukti.

Sementara itu, di tempat lain, Jacob perlahan membuka kopernya, namun isinya binatang aneh yang tiba-tiba menyerang dan membuat rumahnya hancur berantakan. Beruntung Newt segera menemukannya, mengembalikan gedung itu ke sedia kala dan melepas gigitan binatang ke Jacob yang merupakan No-Maj (manusia non penyihir). Namun, dengan gigitan itu, dia akan mengalami gejala aneh, salah satunya dia akan kentut dengan mengeluarkan api selama empat puluh delapan jam.

Tina yang sedari tadi mengikuti Newt, menangkap mereka berdua. Berhubung waktu sudah malam, dia dibawa ke rumah dan dikenalkan pada adik perempuannya, Quennie Goldenstein (Alison Sudol). Seorang penyihir muda dengan bakat mampu membaca pikiran setiap orang. Dia juga memiliki hoby memasak, sama seperti Jacob.

Pada saat malam datang, dan sepi. Di dalam kamar, Newt membuka koper dan masuk ke dalamnya. Kemudian mengajak Jacob untuk mengikutinya. Awalnya ragu, namun Newt berhasil meyakinkannya. Karena ukuran tubuh Jacob yang gendut, maka sedikit kesusahan untuk memasuki ‘rumah’ di dalam koper. Sampa di rumah itu, Jacob diberi penawar untuk luka yang telah digigit binatang peliharaannya. Newt juga mengajak untuk memberi makan binatang-binatang ajaib miliknya. Dan masih ada binatang ajaib yang belum kembali.

Newt dan Jacob mencarinya dan melihatnya sedang di toko perhiasan, yang tentunya mereka membuat kekacauan. Setelah polisi datang, mereka kabur dan menuju ke sebuah kebun binatang untuk menangkap ‘badak ajaib’ ke dalam ke kopernya. Drama terjadi ketika Jacob membuka minyak wangi pemikat dan menarik perhatian badak ajaib tersebut. Al hasil, Jacob terus dikejarnya, beruntun Newt berhasil menariknya untuk masuk ke dalam koper.

Di sisi lain, Tina sedang membuntuti mereka. Dengan sigap, dia berhasil memasukan mereka ke dalam koper dan segera membawanya ke hadapan Direktur Kongres Penyihir. Tina senang karena berhasil membuktikan bahwa dirinya tidak berbohong dan hewan ajaib itu memang ada. Namun keputusan yang mengejutkan datang, selain Newt dan Jacob, Tina pun masuk dalam penjara. Sedangkan koper Newt disita oleh Percival Graves (Colin Farrell).

Newt dituduh membawa inang Obscurus (hewan langka parasit yang hidup dalam tubuh anak kecil penyihir yang depresi, memiliki kekuatan besar. Di dalam koper Newt hanya ada 1 obscurus dan diasingkan dari binatang lain), dan Tina melindunginya. Mereka pun mendapat hukuman mati dari Graves. Sedangkan Jacob bebas karena dia seoarang No-Maj. Di tempat lain, perasaan tak enak muncul di hati Quennie. Dia tahu Tina sedang mendapatkan masalah, beruntung dia segera bertemu dengan Jacob. Mereka menuju ke ruang Graves untuk mengambil koper Newt.
Ketika mereka diadili, terlebih Newt, dituduh membawa inang Obscurus
Photo from : cumicumi.com

Di ruangan lain, Tina semakin mendekati kematiannya. Beruntung saja, ada tumbuhan ajaib yang ada di dalam saku Newt yang berhasil melepaskan borgolnya, sehingga Newt mampu melakukan perlawanan dan menyelematkan Tina. Mereka pun kabur dan lari dari kejaran orang-orang Graves. Beruntung segera bertemu dengan Quennie. Dan akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam koper yang dijinjing Quennie.

Di sisi lain, Obscrus mulai menguat. Ditandai adanya Ibu Salem Kedua, Mary Lou (Samantha Morton) mati secara tiba-tiba. Iya, wanita misterius yang ingin menghancurkan penyihir dan penyiksa yang kejam bagi Credence, pemuda yang pendiam, dingin dan misterius. Sering kali mendapatkan perlakukan yang tidak enak dari Ibu asuhnya itu. Hingga suatu hari Credence diberi kalung oleh Graves agar mampu menemukan bocah Obscurus dan segera menekan kalung itu, maka Graves akan datang.
Graves dan Credenc
Photo from : smedia.imgix.net

Tapi takdir berkata lain, setelah ibu asuh yang kejam itu meninggal secara tiba-tiba, adik perempuan Credence menangis ketakutan dan bersembunyi di pojokan kamar. Graves segera datang dan memarahi Credence, karena sebenarnya sudah ada obscurus tapi Credence tidak memberitahunya. Graves mencoba menenangkan hati gadis kecil itu. Tiba-tiba, dinding rumah itu mulai retak dan runtuh. Tak pernah disangka Credence menampakkan jati diri yang sesungguhnya. Ia adalah obscurus yang paling berbahaya selama ini. Biasanya bocah berusia sembilan tahun, namun ini pemuda remaja, dan dipercaya meimiliki kekuatan yang luar biasa.

Dan benar, kekuatan itu sangat luar biasa dahsatnya. Memporak-porandakan kota New York. Membuat semua orang menjerit dan ketakutan. Newt, Tina dan Quennie mengejar Credence dan berusaha menolongnya. Langkah pertama, Tina menghalangi Graves yang akan membunuhnya. Sedangkan Newt mengikuti dan membujuk agar Credence tenang.

Ketika Credence mulai tenang, tiba-tiba Graves menyerang dan hendak membunuhnya. Newt yang mencoba menlindungi pun terkena serangan dari Graves dan terpuruk di dasar rel kereta api. Graves bertubi-tubi terus menyerang tanpa ampun, beruntung Direktur Kongres Penyihir dan lainnya segera datang. Namun, permintaannya pun sama. Credence harus dibunuh. Yang pada akhirnya mereka secara bersamaan menyererang Credence terus menerus. Newt hanya bisa memandang sedih ketika Credence berubah menadi gumpalan asap hitam yang beterbangan ke langit.
Dan pada akhirnya Graves dipecat dan ditangkap oleh Kongres Penyihir USA.

Di bagian akhir, Newt mengeluarkan binatang dari kopernya. Binatang yang mampu terbang ke angkasa dengan indahnya. Newt melempar sebuah ramuan ke angkasa dan disebarkan oleh hewan sejenis naga. Tujuannya agar turun hujan dan menjadi Obliviate (lupa ingatan tentang apa yang telah dilihat dan terjadi) bagi orang-orang yang tahu akan sihir. Setelah mereka terkena air hujan tersebut, orang akan lupa akan apa yang telah terjadi, bahkan lupa kalau ada penyihir, sehingga para penyihir masih tetap bisa dirahasiakan.

Selain itu, para penyihir bekerja sama mengembalikan bangunan yang telah runtuh. Menjadikannya kokoh dan megah seperti semula.

Perpisahan pun terjadi, kesedihan melanda. Terlebih ketika Jacob yang menyukai Quennie harus berpisah. Rasanya tidak percaya. Tak sanggup untuk mengatakan kalimat perpisahan, bahkan Quennie matanya berkaca-kaca menahan kesedihannya.
Jacob merasa sedih karena harus berpisahan, terutama dengan Quennie
Photo from : dreamers.id

Dan, setelah semuanya aman dan terkendali, Newt kembali ke London. Ia meninggalkan Tina dalam kesedihan pula. Terlihat jelas di mata Tina, ia sangat berat untuk melepas Newt ke kampung halamannya. Dia sedikit tersenyum ketika Newt mengatakan, ketika bukunya sudah selesai, dirinya sendirilah yang akan memberikan kepada Tina secara pribadi.

Yang lebih menarik dan mengesankan tentunya Jacob, mimpinya telah terwujud menjadi baker. Bentuk roti yang dijual pun sangat unik dan lucu, ya, mirip dengan binatang-binatang peliharaan Newt. Dengan begitu, banyak sekali pelanggan yang berdatangan, tak terkecuali Quennie.

Review Film :
Film ini mengisahkan kehidupan seorang penyihir di masa tujuh puluh tahun sebelum adanya Harry Potter. Dengan mengambil konsep Fantasi, film ini mampu menyedot penonton, terutama mereka-mereka yang dari dulu sudah terkena ‘sihir’ Harry Potter.
Fantastic Beats and The Find Them menyuguhukan kejadian-kejadian yang seru dengan tampilan-tampilan yang sangat luar biasa. Memasukan unsur-unsur hewan dan tumbuhan dengan difantasikan sedemikian rupa sehingga tercipta suatu susunan yang epik. Newt Scamander (Eddie Remayde) mampu memberikan tontonan yang di luar dugaan, meski kisah film ini berjalan normal tanpa adanya pertarungan yang sengit.

Selain itu dibumbui dengan adegan kocak yang ditampilkan oleh Jacob Kowalksi (Dan Fogler). Sehingga film ini tidak melulu ketegangan perang antara penyihir atau pun Obscurus. Ditambah lagi, dengan adanya Credence dengan sifat pendiamnya, sehingga sudah ditebak, sebenarnya dia bermain protagonis atau antagonis. Banyak penonton yang tertipu olehnya, terlebih dengan adanya informasi keturunan Salem Kedua itu bocah yang berusia sembilan tahun. Namun, kenyataannya, bocah itu merupakan pemuda remaja yang sangat misterius, yaitu Credence.

Sedangkan untuk mantra yang digunakan tidaklah banyak. Hanya tiga mantra yang digunakan, seperti Accio, Alohomora dan ObliviateAccio, merupakan mantra yang digunakan untuk memanggil benda jauh agar mendekat. Seperti halnya ketika Quennie sedang masak didapur, semua bumbu, bahan dan piring-piring, mengikuti mantranya yang kemudian tersusun rapi di meja makan.

Mantra Alohomora digunakan untuk membuka pintu yang terkunci. Di sini sangat terlihat jelas ketika Newt membuka pintu brankas bank untuk mengambil binatang ajaibnya yang suka dengan perhiasan dan uang. Selain itu, mantra ini juga digunakan oleh Quennie ketika membuka pintu ruangan Graves. Dia berkali-kali mengucapkan mantra ini agar pintu tersebut terbuka dan mengambil koper milik Newt.

Obliviate, sebuah mantra yang bisa digunakan untuk menghapus ingatan atau memori seseorang. Terutama mereka yang No-Maj tetapi mengetahi tentang penyihir. Kejadian ini sangat jelas di bagian akhir, ketika Newt Scamander menyebarkan ramuan yang diterbangkan oleh binatang ajaib sejenis naga. Menurunkan hujan untuk menghapus semua ingatan orang-orang akan terjadinya peristiwa sihir yang mengerikan. Sehingga mereka lupa akan kejadian itu dan kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, mantra ini membuat sedih Quennie dan Jacob. Mantra ini membuat Jacob lupa kalau dia jatuh cinta pada Quennie yang mampu membaca pikirannya.

Dan sepertinya film ini akan jauh lebih seru, ketika Obscurus Credence memberikan perlawanan yang begitu sengit. Setelah diserang oleh orang-orang Kongres Penyihir, berubah menjadi Obscurus yang sangat mengerikan dan kejam. Sehingga Newt Scamander berpeluang untuk melawan Obscurus.

Kesimpulan :
Film ini cocok untuk ditonton bagi pecinta film fantasi dan aciton. Terdapat keseruan, ketegangan, kelucuan dan mengandung arti persahabatan yang erat. Tanggungjawab terhadap sahabat seperti yang dilakukan oleh Newt, Jacob, Tina dan Quennie, mereka saling tolong menolong meski awal pertemuan mereka tidak saling menyukai (kecuali Jacob yang langsung jatuh hati pada Quennie).

Film ini memang memiliki alur cerita yang normal, santai dan mudah dipahai oleh siapa saja. Nyaris tidak ada flash back ke beberapa tahun silam.
Newt and Tina. Photo from : telegraph.co.uk

Suguhan komedi yang ada juga lahir secara normal, bukan dibuat-buat, sehingga mampu membuat penonton terpingkal-pingkal. Yah, tidak tegang melulu karena sihir. Dan ya, tentunya sangat berharap segera hadir kelanjutan flm ini. Dengan musuh yang lebih ganas lagi dan permasalahan yang komplek. Terlebih urusan asmara antara Newt dengan Tina. Dan membuat galau Newt yang harus memilih siapa? Tina yang baru dikenal di New York yang pernah menangkapnya dan membawanya ke Kongres Penyihir USA. Ataukah Leta Lestrange, wanita yang pertama dicintainya. Bahkan fotonya selalu ada di dalam rumah kopernya. Dengan konflik yang kian rumit, tentunya akan lebih bagus dan mampu menyihir penggemar untuk ikut merasakan ketegangan, kesedihan, sendu dan cinta.


Dan, berharap juga, mainnya di United Kingdom. Sepertinya lebih seru.

Ini Dia, 4 LCD Proyektor dengan Harga Murah. Tipe Apa Saja Itu?

8:32:00 AM 6 Comments A+ a-

Proyektor saat ini sudah bisa dibeli dengan harga relatif murah. Sekalipun teknologi yang dihadirkan kian canggih dengan beragam fitur dan peningkatan kualitas, tapi harga jualnya kian terjangkau.

Bagi Anda yang sedang mencari referensi proyektor harga murah itu, berikut ini pilihannya seperti yang tersedia di MatahariMall.com.

1. Glitz LCD Projector LED2+ 1500 Lumens Harga Rp 2.500.000
Inilah salah satu proyektor yang dijual dengan harga murah. Dibandrol hanya Rp 2,5 saja, ini proyektor modern yang mampu memproyeksikan gambar dengan jernih di layar maupun dinding. Proyektor ini bisa dihubungkan dengan PC, VCD, DVD, DV, perangkat game maupun jenis peralatan lainnya.

Proyektor ini cocok untuk dipakai di rumah, cafe, hotel, kantor, maupun sekolah. Dengan spesifikasi lampu LED Panel LCD 3,5 inci dan support 720P serta 1080P, serta memiliki brightness 1500 Lumens dan rasio Kontras 800:1 . Ini adalah salah satu proyektor terbaik untuk dimiliki.

Proyektor bermutu tinggi ini juga dilengkapi dengan garansi. Daya sedot listriknya pun rendah. MatahariMall.com jual lcd proyektor murah ini dengan cara cash maupun kredit. Tersedia juga opsi gratis ongkir sampai nominal tertentu.

2. Projector LED-96 Lumens 3000 Harga Rp 3.500.000
Pilihan proyektor lainnya adalah Projector LED-96 Lumens 3000 ini. Proyektor ini sangat tepat dipakai untuk kebutuhan sekolah maupun kantor. Sehingga saat ada kebutuhan untuk melakukan presentasi bisa dilakukan dengan baik.

Proyektor ini memiliki kemampuan brightness 3000 lumen, dengan resolusi asal 1280x800 dan support 1080p, serta contract ratio 2000:1. Selain itu, untuk pilihan pengaturan bahasanya support bahasa Cina, Inggris, Portugis, Prancis, Italia, dan Arab. Sangat tepat dipakai di kantor yang didalamnya terdapat warga negara asing yang bekerja. Sehingga bisa mudah untuk digunakan.

Harga jual lcd proyektor murah ini dibandrol hanya Rp 3,5 juta saja di MatahariMall.com. Itu pun sudah termasuk harga diskon. Memilih proyektor ini adalah pilihan tepat sehingga presentasi yang kita lakukan bisa dilihat jelas oleh semua orang.

3. Projector ViewSonic PJD5151 LightStream Harga Rp 3.898.000
Inilah proyektor terbaik untuk paduan harga dan kualitas. Proyektor yang didesain mantap dengan tampilan gambar yang jernih. Proyektor ini juga berukuran slim sehingga mudah ditempatkan maupun dibawa.

Memiliki tingkat kecerahan 3300 Lumens serta warna-warna yang akurat membuat tampilan gambar maupun video saat presentasi lebih mantap. Juga dilengkapi dengan fitur instant restart sehingga memudahkan saat melakukan presentasi. Di MatahariMall.com proyektor ini dijual dengan harga Rp 3,8 juta aja. Pada proyektor ini juga terdapat Mini USB dan kontrol RS232 port untuk memudahkan saat memasukkan data yang ingin ditampilkan.

4. Projector Acer Proyektor X1183G Harga Rp 3.975.000
Bagi penggemar merk Acer, proyektor yang satu ini patut dibeli. Memiliki 3000 ANSI Lumens dan rasio kontras 20.000:1 untuk menghadirkan kualitas gambar presentasi yang bagus. Cocok juga untuk digunakan memutar film atau untuk menampilkan tayangan langsung sepakbola. Mungkin Anda memiliki kafe atau hendak mengadakan acara nonton bareng di rumah. Menggunakan proyektor ini membuat acara tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Proyektor ini juga awet untuk pemakaian sampai 10.000 jam. Proyektor ini dijual murah di MatahariMall.com dengan bandrol hanya Rp 3,9 juta.


Itulah sejumlah pilihan proyektor berkualitas dengan harga murah. Proyektor-proyektor tersebut merupakan generasi terbaru yang punya kualitas mumpuni tapi harganya tetap terjangkau. Prioritaskan untuk membeli proyektor tersebut di atas agar budget yang Anda keluarkan tetap aman dari pemborosan.