Ketika Playboy Menemukan Cinta Sejati

12:28:00 PM 8 Comments A+ a-

KETIKA PLAYBOY MENEMUKAN CINTA SEJATI


Oleh : Eri Udiyawati


Kita putus, okay? Tidak ada hal lain yang harus kita bicarakan lagi. Semua sudah berakhir.” Ungkap Dito ke Maya. Maya hanya bisa menangis, tapi Dito berlalu dengan cepat.
Kejadian hal seperti ini sudah sangat sering menimpa pada mahasiswi di kampus ini. Dito dengan pesonanya sebagai pemuda yang berkecukupan mampu menarik gadis-gadis di kampus. Dengan ketampanan dan kemewahannya, Dito menjadi seorang Playboy. Mantannya sudah lebih dari seratus orang, dan Maya adalah mantan pacar Dito yang ke seratus empat.
Maya sudah sering dinasehati oleh teman-temannya kalau Dito itu hanya main-main saja, tetapi Maya tidak percaya. Maya terus terpengaruh dengan sihir pesona Dito. Dan akhirnya Maya juga mengalami nasib yang sama dengan gadis-gadis yang lain, ditinggalkan, disakiti hatinya dan tidak dipedulikan lagi oleh Dito.
Semua mantan-mantan Dito mengutuknya, semoga Tuhan membalas semua apa yang telah dilakukan oleh Dito. Mereka akan sangat berbahagia jika mendengar Dito mendapatkan musibah atau ditolak oleh seorang gadis.
Sampai saat ini Dito belum juga mendapatkan gantinya Maya sampai Dito lulus kuliah dan mendapatkan kerja. Dia bekerja di sebuah perusahaan otomotif dan makin menambah pundi-pundi kekayaannya. Tetapi, dia sepi sebenarnya, setiap kali mendekati wanita, tak ada wanita yang mau menerimanya. Dito sudah dianggap Playboy oleh semua orang. Bahkan, banyak orang tua yang melarang anak perempuannya untuk berteman dengan Dito.
Suatu malam, Dito menghadiri pesta pernikahan teman kuliahnya. Di situ Dito diolok-olok karena belum memiliki pendamping. Anak-anak sekelas saat kuliah, kini tinggal Dito yang belum menikah, padahal usianya sudah menginjak tiga puluh tahun. Dito memutuskan untuk segera pergi dari pesta itu. Dia sudah tidak tahan mendengar cibiran-cibiran teman-temannya.
***

Sinar mentari menyusup dari lubang-lubang kecil pada dinding yang terbuat dari bambu. Pancarannya menyilaukan mata Dito yang membuatnya terbangun.
Anda sudah siuman?” tanya seorang perempuan yang duduk dekat tempat Dito berbaring.
Di mana aku?” tanya Dito bingung. Tempat apa ini? Kumuh dan tidak layak huni.
Ini di gubug saya, maaf saya tidak bisa mengantar Anda ke rumah sakit, dan saya tidak tahu di mana keluarga Anda.”
Memang apa yang terjadi dengan saya?” Dito sungguh merasa bingung, apa lagi melihat tubuhnya penuh luka dan lecet-lecet.
Perempuan itu menjelaskan apa yang terjadi. Perempuan itu menemukan Dito sudah tergeletak di pinggir jalan di pagi hari saat dia mau berangkat kerja ke pabrik.
Dito mengingat-ingat apa yang terjadi. ”Ya, aku ingat sekarang, waktu itu aku hilang kendali dengan mobilku. Hanya saja aku berhasil lombat dari mobil, dan mobilku entah kemana, mungkin masuk ke jurang. Dan berapa hari aku tidak sadarkan diri?” tanya Dito.
Tiga hari, anda baru siuman pagi ini.”
Terima kasih, kamu sudah menolong saya.”
Iya, sama-sama.”
Mereka berdua berkenalan, perempuan itu bernama Sofie, dia hidup sendiri di pinggir kota. Orang tuanya entah di mana, sejak kecil Sofie tinggal dengan kakek dan neneknya, Namun, sudah tiga tahun berlalu kakek dan neneknya meninggal karena sakit dan tidak ada biaya untuk pengobatan. Kini tinggalah Sofie seorang diri. Berteman dengan semua kesunyian di malam hari.

Tiga minggu sudah berlalu, dengan penuh sabar Sofie merawat Dito. “Kenapa kamu menolongku? Kamu belum mengenalku,” tanya Dito saat Sofie membuka kain perban di kaki kanan Dito yang luka.

Sudah kewajiban saya untuk menolong sesama, baik kenal atau pun tidak.”
Kenapa kamu tidak mengambil dompet di saku celanaku? Kamu bisa pakai uangnya.” ucap Dito sambil memberikan dompetnya ke Sofie.
Maaf, itu bukan milik saya, tidak mungkin saya mengambil sesuatu yang bukan hak saya.”
Dito terpesona melihat perempuan yang berkulit sawo matang ini. Jarang sekali Dito menemukan perempuan yang memiliki hati lembut dan selalu menundukkan pandangannya.

Setelah merasa cukup sehat, Dito berpamitan untuk pulang.“Aku janji, aku akan kembali,” ucapnya saat Dito akan pergi meninggalkan Sofie. Ada sesuatu yang hilang saat mereka berdua terpisah, Dito kehilangan senyum Sofie yang selau disembunyikan dari bibir manisnya, Sofie kehilangan tawa Dito yang belakangan ini menemaninya, dan selalu terdengar di telinga Sofie.

Empat jam kemudian Dito sampai di rumah, orang tuanya sangat bersyukur anaknya masih selamat. Karena cemasnya mereka sempat melaporkan ke polisi, tetapi polisi hanya menemukan puing-puing mobil Dito yang sudah terbakar masuk ke jurang.

Sofie dalam diam menunggu Dito. Dia terus mendo’akan agar Dito selalu dalam perlindungan Tuhan dan tak ada musibah lagi. Dalam diam selalu tersebut butir-butir do’a hanya untuk Dito. Sofie masih menunggu Dito meski seakan tak percaya. Sofie ingin menghilangkan wajah Dito dari kepolak matanya, tetapi bayangan itu enggan beranjak pergi. Ini membuat Sofie tersiksa karena sudah enam bulan Dito tak kunjung datang. Sofie hampir berputus asa dan tak ingin berharap lagi. Sofie mencoba menegarkan hatinya, bahwa yang selama ini dilakukan adalah hal benar, menolong seseorang karena sedang terluka. Dia menegaskan hatinya, bahwa tak pantas untuk mengharapkan Dito kembali lagi menemuinya.

Pagi dengan udara sejuk, suara nyanyian pepohonan tertiup angin membuat jiwa-jiwa lemah tegar. Membuat hati yang gundah menjadi damai.
Sofie...” sapa Dito saat melihat Sofie akan pergi untuk bekerja. Sofie masih terdiam tak percaya yang memanggil dia adalah Dito.
Dito?” ucapnya.
Dito tersenyum dan menghampirinya. “Mau kan kamu ikut denganku?” tanyanya.
Kemana?” Sofie ingin tahu Dito akan mengajaknya kemana.
Dito berlutut di depan Sofie dan menggenggam jemarinya. “Ikutlah denganku, jadilah istriku, aku mencintaimu, Sofie.”
Sofie merasa terbang ke awan, embun pagi terdengar gemercik seperti air terjun dan jatuh pada danau cinta yang begitu bening. Bunga-bunga bersemi seperti di musim semi. Kicau burung menyanyikan nada-nada cinta yang mengalun merdu dan masuk ke dalam hati.
Tapi aku...” Sofie tak bisa menyelesaikan katanya.
Jangan menolaknya, ini permintaan kami.” kata Ibunya Dito yang tiba-tiba muncul di belakang Dito, tetapi Sofie tidak menyadari kehadirannya.
Aku berjanji, aku akan membuatmu bahagia. Aku akui, dulu aku sering membuat wanita menangis karena diriku. Kini aku insaf taka akan aku lakukan hal itu lagi, demi cintaku untukmu, Sofie.” Dito mengakui masa lalunya yang senang mempermainkan perasaan wanita.

Sofie menerima lamaran Dito. Mereka semua pulang ke rumah Dito. Dito dan Sofie segera melangsungkan pernikahan. Pernikahan untuk pertama dan yang terakhir. Dan Dito akan berusaha untuk menjadi suami yang setia, begitu juga Sofie akan berusaha untuk menjadi istri yang baik.



***TAMAT***

8 comments

Write comments
Inda Chakim
AUTHOR
April 2, 2016 at 10:35 AM delete

akhirnya si aa' playboy menemukan tambatan hatinya jg yak,

Reply
avatar
eri udiyawati
AUTHOR
April 2, 2016 at 11:42 AM delete

iyaa.. lagian ngapain juga dari dulu mainin cewek, sampai punya mantan 104 :D

Reply
avatar
nurul iman
AUTHOR
April 4, 2016 at 11:53 AM delete

Wow hebat mantannya sampai 104 saya saja baru 200 mantanya.

Reply
avatar
April 4, 2016 at 1:55 PM delete

wah hebat banget tuh cowok semasa hidupnya macarin lebih dari 150 cewek dan yang ke 200 baru cinta sejatinya. engga di sangka sebanyak itu. :-O
tapi alhamdulillah kalao yang ke 200 itu adalah bener2 cinta sejatinya. jadi si cowok yang biasanya dikenal dengan playboy, akhirnya berakhir juga sebutan itu.

Reply
avatar
eri udiyawati
AUTHOR
April 4, 2016 at 2:43 PM delete

iya.. predikta playboy itu gak baik :D

Reply
avatar
putra mandiri
AUTHOR
April 25, 2016 at 9:31 PM delete

Kok jadi inget inboku kemarin...

Reply
avatar
eri udiyawati
AUTHOR
April 26, 2016 at 7:22 AM delete

wkwkwkwkwk,, tapi ini diposting sebelum kemarin :D

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)