Cinta Ini Belum Berakhir

10:56:00 AM 0 Comments A+ a-

CINTA INI BELUM BERAKHIR

Oleh : Ery Udya


Lebih baik kita putus .” Ucapnya kepada gadis yang sedang berdiri melihatnya berlatih basket. Kemduian pemuda itu segera pergi meninggalkan lapangan basket. Dia pergi sambil mengelap wajahnya yang penuh keringat dengan handuk kecil berwarna merah berlogo klub sepak bola Mancester United.

Roni, tunggu! Apa maksudmu?!” panggil gadis itu. Dia masih belum mengerti apa maksud apa kata-kata yang diucapkan oleh kekasihnya itu.

Pemuda itu pun berhenti sejenak. Dia menoleh ke belakang. Dia hanya menatap sinis kepada gadis itu yang sedang menahan air matanya agar tidak terjatuh. Hanya sesaat Roni memandangnya, kemudian dia berbalik dan melangkah lagi.

Roni!” pekik gadis itu, kemudian berlari mengejar Roni. Dia berhasil memegang pundak Roni dari belakang. Dia membalikan badan Roni. Mereka berdua bertatap mata.

Apa kalimatku kurang jelas tadi, Nita?” tanya Roni.

Maksudmu apa, Ron? Apa salahku? Selama ini kita baik-baik saja, dan kenapa ... kenapa kamu lakukan ini padaku, Ron? Kenapa?” Nita mencoba mencegah Roni untuk tidak mengakhiri hubungan yang telah terjalin selama enam bulan.

Maaf, Nita! Aku harus pergi, lagian kita harus konsentrasi belajar menghadai Ujian Akhir Semester Genap untuk kenaikan kelas ke kelas III. Kita mesti lebih giat lagi belajarnya.” Tanpa merasa bersalah Roni pergi begitu saja meninggalkan Nita.

Terasa sesak dada Nita, serasa dia berada di ruang hampa udara. Sakit yang dia rasakan begitu sakit rasanya, hatinya seperti terhunus pedang yang begitu tajam. Apa salahnya? Selama ini dia bersikap baik kepada Roni. Setiap kali Roni bertanding basket, pasti Nita selalu memberikannya semangat, tapi kenapa balasannya seperti ini?
*****
Sudah tiga bulan berlalu, Nita masih saja mengharapkan Roni untuk kembali, tetapi hal itu sia-sia. Mereka satu sekolah dan hanya berbeda kelas. Setiap hari Nita melihat Roni, hal itu semakin membuatnya terluka. Nita sudah tidak tahan lagi dengan siksa batin yang dia rasakan. Nita memutuskan untuk meninggalkan SMA yang sekarang, dia pindah ke SMA yang jauh dari Roni. Mencoba mengubur semua kenangan-kenangan indah bersama Roni.

Di sekolah baru, Nita bisa membuka lembaran baru. Bisa belajar dengan tenang untuk menghadapi UAS, dan yang terpenting bagi dirinya adalah luka hatinya tidak akan timbul lagi. Ini saatnya bagi Nita untuk bangkit dari keterpurukan karena sakit hati. Dengan suasana baru, Nita menyulam hatinya yang telah hancur berserakan. Satu demi satu kepingan hatinya ia kumpulkan lagi menjadi satu.

Waktu kian berlalu hingga mereka semua lulus dari SMA, kenangan masa lalu itu tersimpan rapi di dalam hati Nita. Dalam hati kecilnya selalu memanggil Roni. Nita menyadari, tak mungkin lagi kenangan itu terulang, apa lagi entah kabar Roni sekarang.

Nita berharap semoga saja bisa bertemu kembali dengan Roni, karena sesungguhnya cinta ini belum berakhir. Nita belum berakhir dengan Roni. Dia masih ingin bersatu kembali, meski belum pasti. Hanya pada kepada Tuhan Nita bersimpuh semoga diizinkan bertemu kembali dengan pujaan hatinya dan bisa merajut kembali cinta yang belum berakhir.

Biarkan sang waktu yang akan membawa kita kepada cinta yang tak pernah berakhir.” Ungkap Nita saat hendak terlelap dalam tidur.

Waktu subuh belum usai, jalan masih gelap dan sunyi, matahari pun belum menampakkan dirinya. Namun, waktu itu rumah Nita sudah ada yang mengetuk pintu. Nita yang baru selesai shalat subuh membukanya. Dan ternyata, yang hadir adalah Roni. Dia percaya Roni akan kembali lagi padanya, karena cinta ini belum berakhir, masih terasa ada getaran di hati meski telah terpisah oleh waktu. Dan mereka pun kembali bersatu.



***TAMAT***

Terima kasih telah membaca postingan pada blog saya. Silakan tinggalkan komentar, dimohon jangan menggunakan link hidup.
Terima kasih.
:) :)