Pergi Untuk Kembali Atau Kembali Untuk Pergi #Part - 2

7:32:00 AM 0 Comments A+ a-

***Part Sebelumnya...

Pernyataan yang sangat mengejutkan untuk Rives dan Jenderal Jordan. Arash hanya berusaha jujur. Sejak pertama melihat Rives di hutan, saat perang terjadi beberapa minggu yang lalu, Arash memang sudah terpesona oleh gadis yang bernama Rives. Kemudian, Rives juga yang merawat Arash ketika Arash terkapar di Klinik. Memang saat itu kondisi Arash tak memungkinkan untuk melihat dengan jelas siapa yang telah merawatnya. Tapi hal itu bukanlah hal sulit untuk mencari siapa yang merawatnya. Arash tak kehabisan akal, tentu saja dia bertanya kepada kepala dokter di Klinik, yaitu ibu Julia.

“Bagaimana denganmu Rives? Apakah kamu menerima Arash untuk menikah denganmu?” tanya Jenderal Jordan ke Rives.
Rives tak menjawabnya, ia hanya mengangguknya tanda ia setuju untuk menikah dengan Arash.

Pernikahan berlangsung secara sederhana dan hidmat di markas ini. Rives mencoba mematikan rasa egoisnya. Mencoba menerima kenyataan. Baginya, mungkin sudah biasa jika ada sepasang kekasih yang selalu mencintai lalu menikah. Dan kali ini adalah hal yang luar biasa, dia menikah terlebih dahulu kemudian belajar untuk mencintai. Pernikahan ini tak pernah terpikirkan oleh Rives. Menikah dengan seorang tentara, seperti langit dan bumi saja rasanya.


Setelah mereka menikah, esok hari Arash harus pergi untuk menjalankan tugas. Dia harus meninggalkan Rives di asrama. Rives masih beruntung memiliki amak-anak asuh untuk mengusir sepi. Di awal pernikahan ini, Rives belum bisa beradaptasi, dia merasa seperti boneka yang kerjanya hanya menunggu. Berminggu-minggu hanya itu yang ia rasakan, meskipun Arash selalu pulang setelah satu atau dua minggu bertugas. Tetapi hati Rives masih saja belum bisa menerima Arash sepenuhnya.

Hari ini, hari Rabu. Masih dalam suasana pagi. Cahaya cerah sang Surya menghangatkan tubuh Rives yang sedang menyiram bunga di halaman asrama. Wajah cantik nan segar itu bersaing dengan indahnya bunga-bunga yang bermekaran. Andai saja negeri ini sedang aman, mungkin Rives akan menikah dengan orang lain, tentunya bukan dengan seorang tentara.

Ketika hari mulai beranjak siang, Rives mulai mengajar anak-anak asuhnya. Tiba-tiba Arash pulang, tidak seperti biasanya Arash pulang secepat ini. Baru dua hari Arash bertugas, biasanya sampai satu minggu. Apakah ada masalah dengan Arash? Rives dengan langkah cepat mendekat dan tersenyum padanya. Dan jelas itu senyum palsu, tapi tak ada yang tahu, bahkan Arash sekalipun.

Arash menggandeng tangan Rives dan mereka berjalan menuju asrama.

"Aku sangat merindukanmu." Arash tiba-tiba memeluk denga erat.
"Aku sangat mencintaimu Rives." Lanjutnya, dan mengecup kening Rives.

Rives hanya menghela nafas panjang, dan mencoba membalas pelukannya. Ketika tangan Rives berada di lengan kanan Arash, Rives mendapati lengan Arash basah. Rives menatap jemarinya. Dia kaget, ternyata lengan Arash berdarah.

"Oh tidak, kamu terluka. Biarkan aku bersihkan lukamu."

Arash terkena tembak di lengan kanannya. Kali ini Rives benar-benar merasa khawatir. Dengan lembut Rives mencoba membalut luka di lengan Arash. Sakit dan perih tak dihiraukan oleh Arash. Dia tak mau dibius, dia ingin melihat dengan jelas, bagaimana Rives mengobati lukanya. Rives benar-benar tak tega melihat Arash menahan rasa sakitnya. Sesekali Rives tersenyum dan berhenti sejenak mengobati lukanya.

Setelah lukanya diobati, Arash tertidur. Dia terlihat sangat letih. Rives mencoba membereskan perkakas perangnya. Selama ini Rives belum pernah melihat isi lengkapnya. Di tasnya tersusun rapi peluru, beberapa bom, pisau, obat bius, dan peralatan logistik lainnya. Kemudian Rives mengambil pistol pada celana yang dikenakan Arash. Ada 4 buah pistol jenis Roarke 38. Pistol ini adalah jenis pistol yang sangat berbaya, karena ketika ditembakan maka peluru akan meleleh dalam hitungan detik dan menebar racun ke seluruh tubuh pada orang yang di tembak.

Lalu, Rives juga mengambil baju perangnya. Ia menemukan sebuah dompet, dan berisi beberapa kertas dan lainnya termasuk uang senilai dua ratus ribu. Yang membuat Rives bergetar bukanlah uangnya, melainkan cincin dan foto pernikahannya. Arash selalu membawa benda itu. Bukan hanya itu, di saku bajunya juga ditemuman foto Rives saat masih mengajar di hutan. Di belakang foto itu bertuliskan "I Love you"

Rives benar-benar hanyut dan merasa bersalah. selama ini Rives hanya menganggap pernikahannya hanyalah sebuah "Perubahan Status". Rives mau menikah dengan Arash hanya beralasan bahwa Arash pernah menolongnya ketika ia dan anak-anak asuhnya di hutan. Sungguh di luar dugaan Rives, ternyata Arash tulus mencintai Rives. Rives akhirnya sadar, dan dia berjanji mulai detik ini Rives akan menerima Arash sepenuh hati, jiwa dan raganya. Rives akan mencintainya merindukannya, dan tak akan pernah ada pria lain di hati Rives.


##

Dalam dua minggu menemani Arash yang sedangg memulihkan luka, Rives mulai menemukan kedamaian yang belum pernah ia temukan sebelumnya.

" Sayang,, aku ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Rives dengan Ragu.

"Ya, apa itu sayang?" balas Arash.
Namun Rives tertunduk, dia ingin jujur, tapi takut. Rives takut Arash tidak akan memaafkannya karena kecewa.

"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf.." pelan ucapnya.

"Maaf? Untuk apa sayang? Memangnya kamu berbuat salah apa?"
Arash mendekat ke Rives yang sedang duduk di sebelahnya. Arash memeluk dan mengecup kening Rives.

"Ada apa sayang? Kenapa hatimu tak tenang seperti ini?" Lanjut Arash. Dia mengangkat dagu Rives.

"Maafkan aku, selama ini aku tak pernah mencintaimu. Aku tersadar kamu sangat mencintaiku saat kamu terluka. Aku mencintai dan menerimamu dengan sepenuh hati, baru-baru akhir ini. Sekali lagi maafkan aku...." Kalimat Rives terputus, karena Arash langsung memeluknya dengan erat.

"Aku tak peduli kamu mencintaiku sepenuhnya atau tidak. Kamu mau menjadi istriku itu sudah lebih dari cukup. Aku tahu, aku bukan suami yang baik bagimu, aku sering meninggalkanmu, membuatmu kesepian, membuatmu khawatir. Aku mengerti itu. Pastilah kamu juga ingin mendapatkan perhatian dari pasanganmu, layaknya wanita lain. Aku memahami itu, justru aku yang seharusnya meminta maaf padamu..."

Rives kian meneteskan air matanya.

"Sungguh beruntungnya diriku mempunyai suami sepertimu.." ungkap Rives.

Ikrar cinta dari hati Rives yang terdalam telah ada. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Rives menjadi seorang istri tentara.

Hari itu hari Kamis, Rives ikut mempersiapkan peralatan perang milik suaminya. Yah, Arash harus kembali bertugas di medan perang. Berat memang, harus berpisah dengan orang yang dicintai. Dan yang membuat berat langkah Arash adalah Rives sedang mengandung buah hati mereka. Usia kandungannya masih 4 minggu. Semoga dengan adanya jabang bayi yang dikandung Rives, bisa menambah "kekuatan" bagi Arash.

"Sayaang......" Rives seakan-akan tak rela jika Arash pergi berperang. Arash menghentikan langkahnya, dan mendekati Rives. Memeluknya.

"Aku pasti kembali, percayalah.. ucap Arash. Mata Rives berkaca-kaca.

"Aku akan kembali di pelukanmu, aku juga akan melihat anak kita tumbuh."

Rives hanya menganggukan kepala, tak sanggup mengeluarkan kata-kata.

"Aku tak ingin menutup mataku, aku tak ingin kehilangan hangatnya pelukmu, lembutnya belaianmu dan aku tak ingin anakku tak mengenalku sebagsi ayahnya. Ini janjiku padamu, jika aku lupa, ingatkan terus, jangan lelah untuk mengingatkan janji ini padaku. Aku pasti akan kembali. Jaga dirimu dan anak kita. Aku akan sangat merindukan kalian. Aku mencintaimu Rives.... sangat-sangat mencintaimu."

"Jaga dirimu baik-baik di sana sayang. Aku dan anak kita, akan selalu menunggumu untuk pulang. Itu pasti. Aku akan selalu menunggumu. Aku juga sangat mencintaimu."

Deraian air mata Rives melepas Arash untuk pergi bertugas. Rela tak rela harus direlakan. Begitu juga Arash, rasanya sangat berat meninggalkan istrinya yang sedang mengandung. Mereka berdua hanya bisa berharap, semua akan baik-baik saja.

“Lindungi dia ya Tuhan, jaga suamiku dengan sangat baik.. Jaga dia.. Aku mencintainya, sangat mencintainya..” Ungkap Rives setelah mengantarkan Arash pergi untuk kembali berperang. Hanya do’a yang bisa ia panjatkan, hanya harapan yang bisa ia impikan. Semoga Tuhan selalu melindungi Arash, dalam keadaan apa pun, dan di mana pun. Agar bisa kembali bersama keluarga kecilnya.

***Bersambung ke Part 3

Trisula Maut Bantu Real Madrid Menghajar Schalke

7:29:00 AM 0 Comments A+ a-



Bolanews.com - Real Madrid tampil superior saat bertandang ke markas Schalke di Stadion Gelsenkirchen dalam leg 1 babak 16 besar Liga Champion, Kamis (27/2) dini hari WIB. Mereka menghajar tim tamu dengan skor 6-1.

Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale menjadi aktor di balik kemenangan Madrid atas Schalke. Trisula maut tersebut masing-masing menyumbang dua gol dalam laga ini.
Sementara itu, gol hiburan Schalke datang dari kaki Klaas Jan-Huntelaar pada menit ke-90. Kemenangan 6-1 ini memudahkan langkah Los Blancos menuju perempat final.

Jalannya pertandingan

1' Kick off babak pertama

2' Schalke langsung mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal

6' Kedua tim saling menyerang silih berganti

11' Schalke coba melancarkan serangan melalui umpan silang dari sisi kanan, tapi bola masih bisa disergap Iker Casillas

13' GOL!! Kerjasama umpan satu-dua diakhiri sebuah gol oleh Karim Benzema. Madrid 1-0 Schalke

14' Sentuhan Draxler di depan gawang Madrid nyaris menyamakan kedudukan
22' GOL!! Bale melepaskan tendangan mendatar usai mengelabui dua pemain belakang Schalke. Madrid 2-0 Schalke
28' Madrid mendapat peluang lewat sepak pojok, tapi pemain Schalke langsung cepat menghadang ketika bola mendekati garis gawang

31' Tendangan mendatar Ronaldo tak dapat dibendung oleh kiper Fahrmann, tapi gol gagal terjadi karena bola membentur tiang gawang
36' Ronaldo kembali mengancam gawang Schalke, namun tembakannya masih bisa dibendung Fahrmann
44' Sontekan Benzema nyaris membuahkan gol ketiga buat Madrid
45+1 Tambahan waktu satu menit
HT: Schalke 0-2 Madrid
46' Kickoff babak kedua

47' Schalke langsung mengalirkan serangan begitu babak kedua dimulai

51' GOL! Sepakan kaki kiri Ronaldo tak mampu dihalau oleh kiper Schalke. Madrid 3-0 Schalke
55' Umpan silang dari sisi kiri disambut dengan tendangan keras oleh Benzema, tapi bola hanya melayang tinggi di atas mistar gawang Schalke

57' GOL!! Benzema mencetak gol keduanya di pertandingan ini. Madrid 4-0 Schalke
59' Pergantian pemain Schalke. Goretzka masuk menggantikan Boateng
61' Kartu kuning untuk Howedes setelah melanggar Marcelo
67' Pergantian pemain Madrid. Isco masuk menggantikan Di Maria

69' GOL!! Assist dari Ramos mampu dikonversikan menjadi gol oleh Bale. Madrid 5-0 Schalke

72' Wasit Howard Webb mengeluarkan kartu kunnig kedua. Kali ini untuk Huntelaar

75' Sundulan Sergio Ramos nyaris membuahkan gol keenam buat Madrid, namun tandukannya melenceng tipis di sisi gawang Schalke

79' Pergantian pemain Madrid. Bale keluar, Jese Rodriguez masuk

87' Madrid masih rajin menebar teror di jantung pertahanan Schalke

89' GOL!! Ronaldo membuat Madrid semakin unggul jauh. Madrid 6-0 Schalke

90' GOL!! Tedangan voli Huntelaar mengoyak gawang Casillas. Madrid 6-1 Schalke

90+3 Tambahan waktu tiga menit di babak kedua

FT: Schalke 1-6 Real Madrid
Susunan pemain:
Schalke: Fahrmann, Hoewedes, Matip, Santana, Kolasinac, Boateng, Neustadter, Farfan, Meyer, Draxler, Huntelaar

Real Madrid: Casillas, Pepe, Sergio Ramos, Ronaldo, Benzema, Bale, Marcelo, Xabi Alonso, Carvajal, Modric, Di Maria

Aku dan Allnetwork

12:04:00 PM 0 Comments A+ a-


Ini adalah tulisan pribadi dan opini pribadi. Terpaksa aku harus menulis catatan ini. Aku juga tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saat hari Minggu, 23 Februari 2014. Ada beberapa teman-teman yang inbox dan sms, kurang lebihnya seperti ini, “mbak,, server allnet sekarang apa ya? Aku online koq jadinya ke AyoChat.” Sungguh sebuah pertanyaan yang tak bisa aku jawab dengan pasti. Saat itu memang aku sedang tidak online. Jangankan MIRC, online di FB, Twitter pun saat itu tidak bisa. Harap maklum, sedang di tempat yang susah signal (Curcol dikit gak apa-apa kan).

Kembali ke Allnetwork yang katanya sedang terjadi “sesuatu”. Namun, bagiku itu bukanlah sesuatu yang harus sangat dipermasalahkan. Karena bagiku, aku sudah nyaman ketika aku bermain MIRC di Allnet. Begitu banyak kenangan dan cerita yang tak bisa aku lupakan begitu saja di Allnet.

Aku akui, aku memang pernah “pergi” beberapa waktu dari Allnet. Tapi, tak pernah ku temukan persahabatan yang sejati seperti di Allnet khususnya di room #england. Dari situlah aku temukan arti persahabatan. Mungkin kalau diceritakan dari awal persahabatan yang terjadi di Allnet bisa menjadi sebuah Novel. Ya, aku mengenal Allnet dari aku masih mengenakan seragam putih abu-abu. Dulunya aku juga tak tahu apa itu register nick. Pernah juga aku diregister-kan oleh temanku yang di Padang (Sensor aja lah namanya).

Pasang surut nick-ku di Allnet jaman dulu mungkin karena aku masih sibuk dengan seragam abu-abu dan dengan seabreg kegiatan ekstrakurikuler. Dan terlebih belum punya laptop, hp yang bisa buat online, seringnya main di warnet, sama curi-curi waktu di sekolah, main ke Lab. Komputer. :D Hal itu yang sering membuat nick-ku drop. Dan semenjak 2009 sampai sekarang, Alhamdulillah ya, nick es_pania masih hidup. Dan sudah begitu banyak cerita dan “kecerewetan, kecentilan, ke-GR-an” tentunya sudah banyak aku torehkan. Hihihihi..

Bukan hanya itu, berantem juga pernah, bahkan sering.. Hihihihihi.. Tapi, itulah persahabatan, gak selalu mulus, pasti kadang ada masalah yang membuat kita menjadi kesal/emosi (comot kalimat seseorang pas aku curhat).

Dan kini, ada beberapa yang menghilang dari Allnet, apa kalian tidak merindukan canda, tawa, tangis, suka dan duka di Allnet. Apa kalian akan meninggalkan begitu saja kenangan yang telah lama terukir? Jujur, aku tak sanggup untuk meninggalkan semua itu. Kalaupun nantinya nick-ku drop, biarlah. Biarkan nick-ku drop karena memang aku tak bisa online lagi, bukan drop karena aku pindah ke yang lain.

Aku tidak sedang menginvite teman-teman untuk bergabung di Allnet, ini hanyalah sebuah curahan hati kecilku. Mungkin bisa ditarik kesimpulan, Bahwa, apa pun yang terjadi, aku akan tetap main di Server Allnetwork, khususnya room #england”
Begitu saja sich, maksud tulisan dariku ini. :D

Biar mudah akses ke Allnetwork, gunakan server randoom aja.
/server irc.allnetwork.org 6667



:) ^_^

Happy Chating, Nice Chat and Day ^_^

Pergi Untuk Kembali Atau Kembali Untuk Pergi #Part - 1

12:51:00 PM 0 Comments A+ a-



Terkisah dari negeri yang sedang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya. Hampir di setiap kota, bom meletus. Banyak warga sipil yang menjadi korban. Hari itu hari minggu, ada seorang gadis yang menjadi sukarelawan untuk mengajar anak-anak TK dan Sekolah Dasar. Ia dan anak-anak asuhnya memilih untuk tinggal di hutan, karena dirasa lebih aman dari ancaman bom dan senjata lainnya. Selama ini, tempat ini aman dari jangkaun peperangan, tapi kali ini lain. Sekitar pukul 9 pagi, terdengar suara dentuman bom, peluru dan hiruk pikuk pesawat tempur yang hanya berjarak 100 kaki. Gadis yang bernama lengkap Sharmadhi Rives menyadari bahwa sedang terjadi perang. Dia segera menyelamatkan anak-anak asuhnya. Beruntung ada ruang di bawah tanah untuk berlindung.

Tangisan anak-anak dan suara gemuruh perang menjadi satu di telinga gadis itu. Dia juga sebenarnya takut, tapi dia tak boleh lemah. Dia mencoba meyakinkan anak-anak, bahwa semua akan baik-baik saja.

"Kalian tenang ya, dan jangan lupa berdo'a. Pasti kita akan selamat. Kalian harus percaya, tentara kita akan mengalahkan mereka yang berbuat jahat kepada kita" ucapnya dengan penuh keyakinan.

"Iya bu, kita hanya bisa berdo'a kepada Tuhan, semoga kita masih berada dalam lindungan-Nya." Ucap salah seorang anak asuhnya dengan derai air mata.

Dan tak kurang dari 5 jam peperangan itu selesai, dan tentara negeri tercinta ini, menang, meski banyak yang menjadi korban. Gadis itu mulai berani membuka lorong, untuk melihat keadaan yang sesungguhnya. Terdengar suara tegas berteriak.

"Apakah di sini ada orang? Di mana kalian? Kalian harus ikut kami, tempat ini sudah tidak aman lagi."

"A a.. ada... Kami masih di sini..." Pengajar sukarela itu keluar dari lorong persembunyiannya. Seorang tentara yang gagah berani itu menghampirinya.

"Apakah anda sendiri di sini?" Tanya tentara itu, yang merupakan kapten perang ini.

"Tidak, saya bersama-sama dengan anak-anak asuh saya. Mereka masih di dalam lorong." Jelasnya.

Dengan segera Kapten membuka pintu lorong dan mengajak anak-anak untuk segera mengikutinya. Pengasuh yang mempunyai nama lengkap Sharmadhi Rives itu memandang anak-anak yang satu per satu masuk ke pesawat. Dia sangat berharap, anak-anak itu akan terselamatkan.

"Maaf bu, mengapa anda masih di sini?" Tanya sang Kapten.

"Emmm.. apakah anak-anak sudah berada di dalam pesawat semua?"

"Iya, dan saya harap anda juga segera masuk ke pesawat. Pesawat akan segera terbang. Anda dan anak-anak harus sudah berada di tempat yang aman sebelum serangan balasan menuju ke sini lagi."

Rives segera berlari menuju pesawat.

"Terima kasih Tuhan, aku dan anak-anak masih bisa terselamatkan. Tapi bagaimana dengan para pejuang-pejuang itu? Lindungi mereka ya Tuhan, mereka bertugas di jalan kebaikan." Ungkapan do'a Rives dalam hati.

"Ibu, kita akan pergi kemana?" Tanya seorang anak perempuan yang masih ketakutan.

"Kita akan menuju tempat yang lebih aman, tenang ya sayang.."



Rasa takut masih ada di hati Rives, semoga saja pesawat yang membawanya adalah benar pesawat orang yang menolongnya, bukan pesawat yang akan membawanya untuk disandera.

Satu jam kemudian, pesawat mendarat dengan selamat. Rives lega, senyum pun mengembang di bibir indahnya. Namun, ketika Rives mulai turun dari pesawat, Rives terkejut. Tak pernah terpikirkan sebelumnya akan tinggal di tempat seperti ini. Ya, pesawat dengan berisi 35 murid anak TK dan SD, 1 orang pengasuh sekaligis guru, dan dikawal oleh 15 orang tentara, mendarat di Benteng Pertahanan Utama Negeri ini. Tempat ini merupakan markas besar bagi para tentara. Tempat ini paling aman, karena para penyerang belum pernah manjamah benteng ini. Suka tidak suka, Rives dan anak-anak harus tinggal di sini. Untung saja ada tempat khusus bagi mereka, jadi Rives dan anak-anak masih bisa melakukan proses belajar mengajar.

Di sini Rives lebih tahu tentang negeri ini yang sedang dilanda huru-hara. Dia bisa menonton berita di tv dan atau mendengarkan dari radio. Di sini bukan hanya Rives dan anak-anak yang diamankan dari perang, tetapi juga para warga sipil lainnya yang berhasil dievakuasi.

Sudah dua minggu Rives dan anak-anak tidak keluar dari benteng ini. Rasa rindu pada dunia luar muncul, tapi bagaimana lagi, tidak bisa keluar untuk saat ini, karena keadaan negeri yg sedang tidak aman. Rasa jenuh kadang menghampiri Rives. Dan untuk mengusir rasa itu, Rives mendaftarkan diri menjadi perawat di Markas itu. Dia ikut merawat para pejuang yang terluka dan para warga yang menjadi korban.



Malam sudah larut dan hujan sangat deras, anak-anak sudah tidur semua. Entah kenapa Rives ingin ke klinik, biasanya dia merawat sampai jam sepuluh malam. Namun, kali ini lain rasanya seperti ada yang memanggil namanya. Seperti suara orang yang meminta tolong. Rives mencoba memasuki satu per satu kamar rawat di klinik. Tidak ada. Tak ada oang yang meminta tolong. Mungkin hanya sebuah halusinasinya saja.

Kapten?” Panggil Rives saat melihat seorang tentara yang terbaring lemah. Tentara itu menolehnya, dan tersenyum kepada Rives. Tentara itu mencoba menahan rasa sakit yang dideranya.

Sekarang aku yang akan menolongmu.” Ucap Rives.
Rives segara membersihkan luka-lukanya. Di dada ada 2 lubang bekas peluru yang telah bersarang. Untung saja tidak mengenai jantungnya. Di pundak sebelah kiri ada 1 lubang bekas peluru. Bukan hanya itu, tetapi di paha kanannya ada luka bakar, luka itu dari sengatan bom yang telah meledak.

Aaaarrrghhhhhhhh….” Jeritnya menahan rasa sakit.

Maaf pak, tapi lukanya harus dibersihkan dan diobati. Kalau tidak segera ditangani, takut nantinya terjadi infeksi.”

Okay…okay… no problem, lanjutkan saja. Jangan hiraukan aku ketika aku sedang berteriak, aku sudah sering seperti ini.”

Karena Rives tak tega melihatnya menahan kesakitan, akhirnya Rives menyuntikan obat bius ke dalam dirinya. Itu satu-satunya cara agar Sang Kapten bisa diobati.

Esok pagi yang cerah, dengan mata yang mengantuk Rives tetap semangat untuk mengajar anak-anak. Karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya dirinya. Rives mencoba membagikan senyum dan semangat ke semua anak-anak. Mereka harus tumbuh dan berkembang menjadi pemuda-pemudi yang baik, dan tangguh untuk mempertahankan negeri yang tercinta ini.

Sedangkan Sang Kapten mulai tersadar dari biusnya. Dia memandangi seisi kamar, dia mencari-cari siapa yang merawatnya dan mengobati lukanya. Tapi tak ada orang selain dirinya di kamar itu. Seperti mimpi saja rasanya. Lalu bagaimana dengan lukanya yang sudah terbalut dengan obat dan kain kassa?

Tok..tok..tok..” Terdengar suara ketukan pintu. Sang Kapten tak menjawabnya, hanya memandang pintu itu, mencoba menerka-nerka siapa yang akan menengoknya. Dia berharap yang datang adalah seseorang yang telah merawat lukanya.

Selamat pagi pak, maaf mengganggu istirahat anda.” Sapanya sambil berjalan mendekati Sang Kapten.

Pagi juga Sam..” Balasanya dengan melempar senyum, dan sedikit kecewat, ternyata yang datang adalah anak buahnya.

Bagaimana lukanya? Apakah sudah membaik pak?”

Yah,, seperti yang kamu lihat Sam, hanya menunggu untuk kering saja.”

Waaaooww… Luar biasa sekali pak, luka bapak semalam itu parah. Mungkin bapak mempunyai daya tahan tubuh yang baik, sehingga cepat pulih.”

Entahlah Sam..”

Kenapa bapak menjadi bingung seperti ini? Tenang saja pak, Kapten sementara digantikan oleh pak Alden. Hari ini kita akan ke daerah perbatasan.”

Iya, aku percaya pada Alden, dia pasti bisa memimpin dengan baik. Owh ya, yang membuatku bingung bukan tentang perang hari ini, tetapi… aah.. entahlah..seperti tidak mungkin.”

Ada apa pak? Apakah ada sesuatu?”

Sepertinya semalam ada seorang wanita cantik yang merawatku, entahlah..mungkin itu hanya sebuah halusinasiku saja yang sedang kesakitan.”

Hahahahahaha… Wanita cantik? Bapak ini seperti tidak tahu saja, dokter dan perawat di sini kan tak ada yang muda lagi. Atau semalam yang merawat bapak itu ibu Renita, atau ibu Julia? Dan karena bapak sedang kesakitan, jadi bapak merasa dirawat oleh wanita cantik.” Sam meledeknya, dan Sang Kapten pun tertawa.

Aaah.. sudah sudah.. Sana bersiap-siap sebelum Sang Jenderal marah karena kamu bercanda di sihi. Oh ya, pesanku, jangan lupa selamatkan mereka-mereka, banyak yang menjadi sandera di daerah tapal batas.

Siap pak, akan kami laksanakan..” Ucap Sam dengan tegas. Dia langsung meninggalkan Sang Kapten. Ketika sudah di ambang pintu, tiba-tiba Sam berhenti dan berbalik menghadap Sang Kapten.

Pak, selamat bermimpi dengan wanita cantik itu..” Mereka berdua pun tertawa
Setelah Sam pergi, Sang Kapten mulai bangkit, masih ada rasa sakit. Tapi dia memaksakan otot-ototnya untuk bergerak.

##

Dua hari berlalu, Sang Kapten sudah merasa baik. Waktu yang sangat cepat untuk sebuah luka tembak dan ledakan bom. Hari ini dia sudah mulai ikut latihan fisik di lapangan.

Kapten Arash? Anda sudah pulih?” Sapa temannya yang sama-sama ikut latihan.

Iya, terbaring terus itu rasanya sangat tidak mengenakan.” Jawabnya.

Sungguh luar biasa..!”

Kapten Arash tersenyum, dan berlalu untuk melanjutkan lari mengelilingi lapangan.

Hari ini Kapten Arash memanfaatkan waktu untuk berkeliling di Markas Besar Tentara ini. Menyaksikan dan memahami semua orang yang ada di markas ini. Setelah merasa puas untuk memahami dan melihat-lihat orang-orang yang ada di Markas, baik tentara, relawan dan korban, dia kemali ke kamarnya. Darah yang panas pun mengalir dalam dirinya, terasa begitu cepat, dia rindu menggunakan senapan/pistol dan bom/granat. Dia sudah tidak sabar mengemudikan tank-tank berlapis baju yang berisi meriam dan atau mengemudikan jet tempur yang berisi amunisi. Tapi dia juga mempunyai sebuah keinginan, keinginan yang sangat abadi dan suci. Dia ingin menjadikannya “jimat” untuk pergi berperang, agar dia selalu bisa kembali.

Malam ini Kapten Arash tak bisa tidur, dia ingin mengatakan yang sebenarnya esok pagi ke Sang Jenderal. Dan apa yang harus mulai ia katakana? Keinginannya itu seperti sesuatu hal yang mustahil. Apakah Sang Jenderal nantinya menyetujuinya?

Oh Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini..” Ungkapnya dengan penuh harap. Semoga saja besok adalah hari yang indah buatnya.

Seperti yang dipikirkan dari semalam, di pagi hari yang cerah, Kapten Arash sudah mengenakan seragam lengkap dan rapi. Di halaman asramanya, ada seorang penjaga, Arash mendekati dan berbisik padanya. Penjaga itu mengangguk dan segera pergi. Sepertinya Arash telah memperintahkan sesuatu.

Arash sendiri menuju ruangan Sang Jenderal Jordan. Arash harus mengatakan apa yang menjadi keinginannya.

Selamat pagi pak Jenderal Jordan.”

Selamat pagi juga kapten Arash. Bagaimana kabar anda? Apakah sudah benar-benar sehat?” Tanya Sang Jenderal.

Iya Pak, saya sudah sehat, dan saya sudah cukup siap untuk melaksanakan tugas.”

Saat Sang Jenderal hendak berbicara, terdengar suara ketukan pintu.

Masuk.” Ucap Sang Jenderal.

Penjaga asrama Kapten Arash masuk dan mengantarkan Rives, kemudian penjaga itu pergi. Rives terlihat gugup, dia takut kalau dirinya sudah pernah melakukan sebuah kesalahan.

Apakah mungkin, anak-anak tak boleh singgah di sini lagi? Atau apakah aku sudah tidak diizinkan mengajar anak-anak di sini.” Ungkap Rives dalam hati.

Ada apa ini?” Tanya Sang Jenderal sedikit bingung, karena tiba-tiba Rives di antar ke ruangannya.

Maaf pak, saya yang meminta nona Rives untuk datang ke ruangan ini.” Jawab Kapten Arash.

Lalu?” Tanya Sang jenderal lagi.

Sedangkan Rives kian gemetar, ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Restui saya untuk menikahi gadis ini pak…” jujur Kapten Arash.

Apa?” Sang Jenderal kaget dengan pernyataan Kapten Arash. Terlebih juga dengan Rives, dia merasa tertampar, seperti dijebak, bahkan sampai Rives tidak bisa mengatakan apa-apa.
Apa yang terjadi di antara kalian? Apakalian saling mencintai?” tanya Sang Jenderal untuk meyakinkan.

Rives masih terdiam, memikirkan apa yanga sebenarnya telah terjadi. Kenapa Sang Kapten yang ia hormati bertindak seperti ini?

Ya Tuhan,, apa yang harus aku lakukan? Menerimanya atau menolaknya?” Hati Rives bergejolak, genderang perang di hatinya pun berbunyi. Jika hati Rives bisa didengar, maka suara gemuruh terdengar sangat jelas. Antara hati, pikiran dan nuraninya kini sedang bertempur.

Akankan Rives menerima pinangan dari Kapten Arash Serhan Zeheb?

***Bersambung ke Part 2

Kulit Juga Butuh Makanan Bergizi

12:34:00 PM 0 Comments A+ a-



Apa yang Anda konsumsi itulah yang akan berdampak pada kesehatan tubuh Anda. Begitu pula dengan kesehatan dan kecantikan kulit, makanan yang Anda konsumsi bisa menghasilkan kulit yang sehat atau sebaliknya.
Untuk mendapatkan kecantikan kulit yang didambakan, cobalah untuk memulai mengkonsumsi makanan-makanan sebagai berikut :

Wortel, persik, jeruk dan aprikot
Buah-buahan ini merupakan sumber beta-karoten, salah satu bentuk dari Vitamin A yang bisa menangkal radikal bebas. Senyawa ini juga membantu mencegah kulit kering terkelupas dan mengurangi garis serta keriput.

Tomat
Tomat mengandung likopen yang berfungsi meningkatkan kemampuan tubuh menghasilkan antioksidan untuk mencegah kerusakan kulit dari sinar UV sebanyak 30 persen.

Buah zaitun dan minyak zaitun
Buah dan minyaknya mengandung antioksidan seperti vitamin E yang melindungi terhadap radikal bebas dan meningkatkan hidrasi. Minyak zaitun juga mampu meningkatkan kelembaban kulit dan mengurangi garis-garis halus di wajah.

Ceri, delima, dan blueberry
Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam buah ini mencegah kerusakan kolagen, melindungi terhadap keriput.   Buah ini juga tinggi vitamin C yang dapat melembabkan kulit, serta melawan enzim perusak kulit.




Sumber :

Penulis :
K. Wahyu Utami
Editor :
Lusia Kus Anna

Tips Memberi Make Up Natural

12:28:00 PM 0 Comments A+ a-


Make up yang natural adalah make up yang mampu menunjukan aura cantik wajah Anda. Nah ada tips untuk Anda bagaimana memberikan make up yang natural.

Foundation
Gunakan alas bedak yang sesuai dengan warna kulit Anda, kemudian jangan terlalu menonjol alias jangan terlalu tebal. Hal ini berfungsi hanya untuk membikin wajah Anda akan tampak halus sebelum nanti dilanjutkan dengan proses berikutnya.

Bedak Tabur
Lebih baik Anda menggunakan bedak tabur. Kenapa? Karena bedak tabur mampu menyerap minyak dan mampu menutupi muka merah karena iritasi jerawat, nah selanjutnya anda oleskan secara rata dan dirasa paling cukup sesuai dengan wajah. Dan alur dalam pengolesan wajah pun harus disesuaikan dengan kerutan wajah dan disesuaikan dengan alur pori-pori.

Blush On
Kalau menggunakan Blush on jangan gunakan yang terlalu mencolok. Lebih baik disesuaikan dengan pola wajah dan disesuaikan pada acara yang akan dihadiri dan yang lainnya. Yang jelas sesuaikan dengan tipe wajah.

Alis
Untuk menambah natural alis. Boleh lah kamu tambahkan pensil warna coklat agar tampak lebih natural.

Eye Shadow
Pakai eye shadow seperlunya nah kalau misalnya tebal bulu mata ini lebih kurang tebal daripada wajah boleh lah ditambahkan eye shadow. Ini berfungsi agar kontras wajah sama bulu mata bisa lebih balance.

Eye Liner
Aplikasikan eyeliner dibawah mata dan kelopak mata ini juga berfungsi untuk menambah cantik dan natural wajah Anda.

Lipstik
Pilih lipstik yang cocok dengan selera Anda. Dan jangan sampai berlebihan ya pilih yang natural