Untuk IBU

10:13:00 AM 2 Comments A+ a-



IBU..
Kau lah wanita yang mulia
Derajatmu tiga tingkat dibanding Ayah
Kau mengandung, melahirkan, menyusui
Merawat, mengasuh dan membebesarkan
Putra Putri mu Ibu..

IBU..
Sering kali ketika aku terjatuh
Kau selalu ada untukku
Kau selalu mengerti apa yang ada di pikiranku
Tanpa aku ucapkan
Tanpa aku beri tahu padamu Ibu..

IBU..
Kau selalu mengerti tentang isi hatiku
Dari pandangan matamu kau begitu memahamiku
Dari sentuhanmu yang lembut
Mengalir kasih sayang untukku dengan tulus

IBU..
Maafkan aku yang sering menyakitimu
Maafkan aku yang sering mengecewakanmu
Maafkan aku Ibu..
Untuk semua hal yang membuatmu menitihkan air mata
Maafkan aku Ibu.. maafkan aku..

IBU..
Kau akan selalu ada di hatiku
Sejauh apa pun aku pergi meninggalkan rumah
Aku akan selalu mengingatmu

Aku hanya bisa mendoakanmu, Ibu..

Melancong Bareng KOSPIN Jasa

11:56:00 AM 0 Comments A+ a-

Mungkin tidak asing bagi Anda yang menjadi nasabah Koperasi Simpan Pinjam ini. Sudah cukup besar namanya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang keuangan ini. Tapi saya tidak akan membahas tentang kebersaran atau profile tentang Kospin Jasa. Karena memang saya kurang tahu. Di sini saya hanya ingin berbagi pengalaman menjadi nasabah Kospin Jasa.

Setiap enam bulan sekali, Kospin Jasa mengadakan tour ke beberapa daerah. Tour ini diberikan kepada nasabah setianya setiap enam bulan sekali. Jadwal liburan itu diberikan secara acak oleh Kospin, nah kebetulan kemarin saya dapat jatahnya :D

Ya, liburan gratis, plus dapat uang saku, siapa sich yang mau :D apalagi untuk orang-orang yang hobi melancong. Tentu saja kesempatan itu tak bisa ditolaknya. Liburan kemarin bertujuan di Pangandaran. Ya, berangkat dari Purbalingga pada Hari Jum'at, 17 Oktober 2014 sekitar pukul 23.00, dan sampai sana Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00. Dan kali ini saya mabok :D ini adalah hal yang luar biasa selama saya menjelajahi tempat-tempat wisata.

Dan, saya bingung mau menulis apa lagi, mending share beberapa foto-foto saja ya.. :)

meskipun sudah turun hujan, tetap bersyukur masih bisa melihat indahnya Sunrise di Pantai Timur Pangandaran.

 Nice Pic :)


ini di Pantai Pasir Putih Panandaran, hmm,, share terumbu karang saja, foto narsis dilarang share, temen-temenku juga gak mau. hehehee :D

Ya, itualah petualanganku bersama KOSPIN, mudah-mudahan tahun depan dapat liburan gratis lagi, syukur-syukur ke BALI (ngarep sekali :D)

Daftar Upah Minimum Kabupaten / Kota di Jawa Tengah

11:19:00 AM 0 Comments A+ a-

Berikut besaran upah minimum tiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah:

1. Kota Semarang Rp 1.685.000, –
2. Kabupaten Demak Rp 1.535.000, –
3. Kabupaten Kendal Rp 1.383.450, –
4. Kabupaten Semarang Rp 1.419.000, –
5. Kota Salatiga Rp 1.287.000, –
6. Kabupaten Grobogan Rp 1.160.000, –
7. Kabupaten Blora Rp 1.180.000, –
8. Kabupaten Kudus Rp 1.380.000, –
9. Kabupaten Jepara Rp 1.150.000, –
10. Kabupaten Pati Rp 1.176.500, -
11. Kabupaten Rembang 1.120.000, –
12. Kabupaten Boyolali Rp 1.197.800, –
13. Kota Surakarta Rp 1.222.400, –
14. Kabupaten Sukoharjo Rp 1.223.000, –
15. Kabupaten Sragen Rp 1.105.000, –
16. Kabupaten Karanganyar Rp 1.226.000, –
17. Kabupaten Wonogiri Rp 1.101.000, –
18. Kabupaten Klaten Rp 1.170.000, –
19. Kota Magelang Rp 1.211.000, –
20. Kabupaten Magelang Rp 1.255.000, –
21. Kabupaten Purworejo Rp 1.165.000, –
22. Kabupaten Temanggung Rp 1.178.000, –
23. Kabupaten Wonosobo Rp 1.166.000, –
24. Kabupaten Kebumen Rp 1.157.500, –
25. Kabupaten Banyumas Rp 1.100.000, –
26. Kabupaten Cilacap:
– Wilayah Kota Rp 1.287.000, –
– Wilayah Timur Rp 1.200.000, –
– Wilayah Barat Rp 1.100.000, –
27. Kabupaten Banjarnegara Rp 1.112.500,-
28. Kabupaten Purbalingga Rp 1.101.600, –
29. Kabupaten Batang Rp 1.270.000, –
30. Kota Pekalongan Rp 1.291.000, –
31. Kabupaten Pekalongan Rp 1.271.000, –
32. Kabupaten Pemalang Rp 1.193.400, –
33. Kota Tegal Rp 1.206.000, –
34. Kabupaten Tegal Rp 1.155.000, – dan
35. Kabupaten Brebes Rp 1.166.550, –
Penetapan tersebut tercantum dalam keputusan gubernur Jawa Tengah Nomor 560/85 Tahun 2014.


Sumber: Suara Merdeka

Laporan Pertandingan Liverpool 0 - 3 Real Madrid

7:49:00 AM 0 Comments A+ a-


Real Madrid meraih kemenangan pertama mereka atas Liverpool, Kamis (23/10) dinihari tadi. Tak tanggung-tanggung, kemenangan trigol tak berbalas mereka dapatkan di Anfield, di babak grup Liga Champions.
Lemahnya koordinasi pertahanan Liverpool dieksploitasi oleh Madrid dengan baik. Dua gol Karim Benzema dan satu gol Cristiano Ronaldo menjadi bukti akan hal itu.
Babak Pertama
Di awal pertandingan, Liverpool tampil menjanjikan dengan terus menekan pertahanan Real Madrid. Operan pendek nan cepat mereka sajikan kalah membangun serangan. Namun, peluang pertama justru hadir dari pihak Madrid, Ronaldo melepas tembakan jarak jauh yang mengarah tepat ke pelukan Simon Mignolet.
Tak lama berselang, Liverpool balas mengancam. Steven Gerrard melepas tendangan keras dari luar kotak penalti dan mengarah tepat ke gawang. Beruntung Iker Casillas mampu membaca arah bola dan menepisnya.
Kebuntuan terpecahkan di menit 23. Bukan Liverpool, tapi Madrid yang memimpin. Kerjasama apik Ronaldo dan James Rodriguez ditutup dengan tembakan  first-time  sang megabintang Portugal. Mignolet tak mampu menjangkau bola dan terkoyaklah gawang mereka.
Tujuh menit berlalu, Madrid malah menggandakan keunggulan mereka. Umpan silang Toni Kroos yang terukur mampu ditanduk oleh Benzema. Koordinasi lini belakang Liverpool tampak kacau di sini, sehingga sang penyerang mampu mendapat ruang untuk menanduk dan mencetak gol.
Jelang bubaran, Madrid menambah pundi-pundi gol mereka. Benzema memanfaatkan kemelut di depan gawang dan mencetak gol keduanya. Skor 3-0 untuk Madrid pun bertahan hingga jeda.
Babak Kedua
Rodgers menyadari, Balotelli tidak terlalu memberikan kontribusi di babak pertama. Manajer Liverpool itu langsung menggantinya dengan Adam Lallana di babak kedua.
Walau Liverpool telah menambahkan kreativitas di lini tengahnya, lini depan tetap bermasalah. Tak ada serangan yang cukup mengancam, bahkan bisa dikata serangan Liverpool amat tidak efektif. Raheem Sterling dijaga ketat sehingga permainan Liverpool yang bergantung padanya tampak buntu.
Ronaldo nyaris mencetak gol keduanya di menit 63. Madrid membangun serangan cepat di pertahanan Liverpool dan kerjasama Isco, Benzema, dan Ronaldo berujung pada peluang emas, Si No. 7 tinggal berhadapan dengan Mignolet. Untung saja sang kiper cukup cakap untuk menghalau sepakan Ronaldo.
Fan Liverpool tak berhenti bernyanyi. Mereka terus menyanyikan hymne mereka. Sayang, performa di lapangan tidaklah sebanding. Menit-menit akhir, Liverpool nyaris mencetak gol saat umpan silang Glen Johnson mengarah ke Sterling. Tapi, nyaris saja tidak cukup untuk membawa poin bagi Liverpool.
Skor 3-0 diamankan oleh Madrid yang kini memuncaki Grup  F dengan torehan 9 poin. Sementara itu, Liverpool ada di peringkat ketiga dengan raihan 3 poin.

SUSUNAN PEMAIN
LIVERPOOL : Mignolet, Johnson, Lovren, Skrtel, Moreno, Gerrard, Allen, Henderson, Coutinho, Sterling, Balotelli
REAL MADRID : Casillas, Arbeloa, Varane, Pepe, Marcelo, Kroos, Modric, Rodriguez, Isco, Ronaldo, Benzema



Sumber : http://www.goal.com/id-ID/match/liverpool-fc-vs-real-madrid/1923613/report

Pergi Untuk Kembali, Atau Kembali Untuk Pergi #Part - 4

12:48:00 PM 0 Comments A+ a-


Part sebelumnya...
Rives sedang berjalan-jalan, entah mengapa ia memilih untuk pergi ke hutan, di mana ia pertama kali bertemu dengan Arash. Dia sendirian, dengan perlahan dia melihat sesosok pria yang sangat ia kenal. Mereka berdua berjalan saling mendekati.

"Araaasshh..." Rives hampir menjerit melihat wajah itu.
"Aku sangat merindukanmu sayang. Kau terlihat lebih kurus. Kau baik-baik saja kan sayang?" Tanya Rives yang bertubi-tubi saat jatuh di pelukan Arash. Segala rasa ingin ia curahkan.

"Aku juga sangat merindukanmu sayang. Aku baik-baik saja, hanya akhir-akhir aku sangat sibuk." Arash meyakinkan Rives, dia memegang pipi Rives dengan lembut, dan menatap matanya dalam-dalam. Tatapan mata yang penuh cinta dan kasih sayang.

"Sibuk? Apa kesibukanmu itu yang membuatmu tidak ikut pulang dengan teman-temanmu?" Tanya Rives.

"Iya sayang, maafkan aku. Saat ini aku belum bisa pulang. Tapi, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku akan pulang. Karena mu sayang, karena aku sangat mencintaimu, dan itu pasti."

"Tapi kenapa? Kenapa kau sendiri yang masih sibuk?" Rives ingin tahu.

"Masih banyak yang harus aku selesaikan. Sayang, maafkan aku. Saat ini aku benar-benar tak bisa menemanimu. Tapi, percayalah padaku, aku akan segera kembali padamu, setelah semuanya selesai. Kau lah satu-satunya tempat di mana aku harus kembali. Kau lah satu-satunya wanita yang aku cintai, tak mungkin ku meninggalkanmu. Jika aku meninggalkanmu dan membiarkanmu terluka, itu sama saja aju menembakkan peluru ke kepalaku dengan tanganku sendiri."
Arash memeluknya, "Sayang.." Lanjutnya. "Aku mohon pada dirimu, jaga dirimu baik-baik, jaga kesehatanmu dan bayi kita. Aku mohon dengan sangat, jangan siksa dirimu dengan air mata yang terus mengalir. Buah hati kita harus lahir dengan selamat dan sehat, begitu juga dirimu, kau juga harus sehat."

"Iya, maafkan aku. Aku terus memikirkanmu, sehingga aku lupa dengan kesehatan bayi kita. Aku berjanji padamu, mulai sekarang, aku akan menjaga kesehatan diriku dan buah cinta kita."

Perlahan-lahan Arash melepaskan pelukannya. Selangkah demi selangkah dia mundur, menjauh dari Rives.

"Sayang, jangan pergi, aku mohon." Pinta Rives.

"Sayang, maafkan aku, masih banyak tugas yang harus ku selesaikan. Aku pasti kembali padamu. Percayalah, itu janjiku."
Semakin Rives mengejarnya, Arash semakin jauh, bahkan tak terlihat lagi. Rives masih mencarinya, di mana dia? Kenapa dia tiba-tiba menghilang.

"Araaaassssshhh...." Rives menjerit dan terbangun dari tidurnya.
"Ya Tuhan ku, apakah aku bermimpi? Seperti nyata, sentuhan dan tatapan matanya begitu jelas. Benarkah dia masih sibuk dengan tugasnya? Tuhan, lindungilah suamiku, du mana pun dia berada. Hanya Engkau yang mampu menjaganya dengan baik."

Rives segera beranjak dari tempat tidurnya. Membuka jendela dan menghirup udara sejuk di pagi hari. Embun masih membasahi dedaunan, bunga di taman mekar indah berseri. Rives menatap taman kecil penuh dengan kebahagiaan, seolah-olah bunga yang mekar menggambarkan suasana hati Rives yang sedang bersemi setelah kering dan tandus, dan mendapat embun pagi yang sejuk. Kemudian, ia menuju ke dapur, menengok persediaan bahan makanan di lemari pendingin. Beruntunglah Rives yang memiliki ibu Julia, sehingga lemari dingin itu selalu penuh dengan bahan makanan yang segar.

Dan ini adalah kali pertama Rives ke dapur setelah tragedi Arash yang menghilang. Pagi itu, ia mencoba membuat soup dengan kaldu daging sapi. Dia menyadarinya, bahwa dirinya dan juga kandungannya kekurangan gizi. "Mari kita makan nak, maafkan ibu yang selama ini telah menelantarkanmu. Kamu yang sehat yang nak. Dan percyalah kepada Ibu, Ayah pasti akan pulang. Ayah akan menggendongmu, bercanda tawa denganmu dan menyayangimu sepenuh hati." Rives mengelus perutnya sendiri yang kini semakin membesar. Ia mencoba mengajak berbincang dengan buah hatinya.

Ketika hari mulai beranjak siang, Rives kembali mengajar anak-anak asuhnya. Dia mulai berbagi canda dan tawa kepada anak-anak yang telah kehilangan orang tua dan keluarganya. Mereka juga berbahagia melihat Rives ceria kembali.

"Ibu hari ini sangat cantik." Ucap anak asuhnya yang bernama Salma, yang masih berusia enam tahun.
"Iya, benar.. Ibu hari ini sangat cantik, berbeda dengan hari-hari kemarin." Imbuh teman-teman Salma. Rives hanya tersenyun manis.

"Ahahaha.. kalian bisa saja menghibur dan membuat tertawa ibu." Jawab Rives ke anak-anak.

"Ny. Rives.." tiba-tiba ada yang memanggilnya.

"Sam?" sapa Rives.

"Maaf nyonya, boleh kami mengganggu waktu anda sebentar?" Sam bersama seorang pria yang belum pernah Rives lihat.

"Owh ya, silakan, tidak apa-apa." Jawab Rives sambil menunjuk asrama kepada Sam.

"Owh tidak usah di dalam rumah, di sini saja dengan anak-anak. Mmm.. oh ya, Ny. Rives, perkenalkan ini adalah Brian dari World News. Dia ingin menanyakan sesuatu kepada Anda. Apakah anda tidak keberatan?" Jelas Sam dengan teratur.

"Oh ya, tidak apa-apa. Senang bertemu dengan Anda Tn. Brian." Sapa Rives ke Brian.

"Iya Ny. Rives, senang juga bisa berjuma dengan Anda. Maksud kedatangan saya ke sini adalah, kalau diizinkan saya ingin bertanya-tanya tentang suami Anda, kapten Arash."

"Iya boleh saja."

"Sebelumnya, saya minta maaf Nyonya."
"Kapten Arash, suami Anda, sebulan yang lalu telah berhasil menyerang benteng pertahanan lawan. Dan yang diserang adalah gudang senjatanya, yang mengakibatkan pesawat tempurnya ikut meledak. Ya, kita semua tahu akan hal itu, dan sampai saat ini pun kapten Arash belum ditemukan. Menurut Anda, apakah suami Anda itu masih hidup?" Sungguh kalimat yang mencengangkan bagi Rives. Sam juga ikut terkejut mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Brian itu.

Rives tersenyum, "Iya, saya sangat yakin, suami saya masih hidup. Kapten Arash masih hidup. Suatu saat dia pasti kembali di sini. Mungkin ini adalah pernyataan yang tidak masuk akal, dan mungkin sebagian orang akan menganggap saya gila. Tapi sampai saat ini saya masih bisa merasakan hembusan nafasnya, detak jantungnya dan desiran darahnya."

"Dan bagaimana pendapat Anda tentang negara ini yang tidak melanjutkan pencarian suami Anda yang sudah sangat berjasa pada negeri ini?" Lanjut wartawan itu.

"Tidak masalah bagi saya, karena negara ini juga masih banyak yang harus dikerjakan. Semua teman-temannya sudah berusaha mencarinya, tapi memang belum diketemukan. Saya rasa negara dan teman-temannya juga sudah berusaha untuk mencarinya. Jadi, saya mohon kepada Anda, jangan kaitkan hilangnya suami saya dengan hal-hal lain apa lagi yang menyangkut negara ini. Itu sama sekali tidak ada hubungannya." Rives mulai kesal.

"Baik Ny. Rives, terima kasih atas waktu yang telah Anda berikan pada saya. Dan saya juga memminta maaf yang mungkin ada kalimat yang kurang berkenan di hati Anda. Saya permisi dulu." Wartawan itu berpamitan dan pergi meninggalkan Rives.

Selang beberapa jam, setelah mewawancari Rives, berita itu langsung tersebar di seluruh penjuru dunia. Semua orang di dunia kini tahu apa yang sedang terjadi oleh Rives. Kata-kata dari Rives juga mampu memberikan penyemangat kepada istri tentara yang sedang ditinggal perang. Mereka semua turut mendo'akan agar Arash segera kemnali kepada Rives dengan keadaan selamat.

Semua orang dipenjuru dunia ini membaca ucapan Rives yang dimuat di surat kaabar, baik kertas maupun digital, tak terkecuali seorang tentara yang masih lemah karena sekujur tubuhnya penuh luka ledakan amunisi.

Dan di balik kejadian itu, ada juga pihak yang mendapatkan keuntungan fantastic. World News hanya dalam hitungan jam telah meraup keuntungan sebesar USD 234.000. Bagaimana tidak? Surat kabarnya terjual sangat laku hingga dicetak 10 juta exm. Belum lagi melalui berita digital atau online yang mampu diakses oleh manusia di mana pun berada.

###

Esok pagi yang cerah, Rives sedang menikmati sarapan di rumah asrama itu. Dia sendiri, dan seperti biasa mengajak mengobrol sang buah hati yang masih dalam kandungan.

"Tok tok.." Terdengar ketukan pintu, Rives beranjak membukanya.

"Selamat pagi Ny. Rives." Sapanya.

"Pagi juga Sam." Jawab Rives.

"Maaf, pagi-pagi sudah mengganggu waktu Anda. Maksud kedatangan saya adalah, Tn. Brian ingin bertemu dengan Anda." Jelas Sam.

"Iya, silakan masuk." Rives mempersilakan tamunya untuk duduk.
"Ada yang bisa saya bantu lagi Tn. Brian?"

"Ny. Rives, maksud kedatangan saya kali ini, saya ingin mengatakan bahwa apa yang Anda katakan pada hari kemarin. Sungguh, banyak menginspirasi banyak orang di dunia ini. Maaf, mungkin ini tidak seberapa, tapi Anda berhak untuk mendapatkan royalti sebesar 50% dari keuntungan penjualan berita yang berisi pernyataan Anda kemarin." Jelas Brian dengan penuh semangat.

Rives beberapa saat masih terdiam, seperti sedang memikirikan sesuatu.

"Ny. Rives, apa jumlahnya terlalu sedikit? Atau katakan saja Anda mau berapa?" Tanya Brian.

"Ambil saja untukmu." Jawabnya tegas.

"Kenapa Nyonya? Kalau kurang, katakan saja."

"Jika Anda benar-benar ingin memberikan royalti 50% kepada saya. Lebih baik Anda berikan kepada mereka-mereka yang membutuhkan. Di luar sana masih banyak masyarakat yang kekurangan makanan, tempat tinggal, pengobatan atau perawatan karena luka akibat peperangan. Banyak juga anak-anak yang terlantar yang orang tuanya telah menjadi korban perang. Lebih baik Anda memberikannya kepada mereka. Maaf, bukan saya tidak mau menerima royalti ini. Ini jumlah yang sangat besar bagi saya. Tapi, mereka-mereka yang di luar sana lebih berhak atas uang ini dari pada saya." Dengan tegas dan tenang Rives menjelaskannya. Hal ini membuat Brian merasa tertegun dan malu. Bahkan, tak mampu untuk mengucapkan kata-kata lagi. Ia menjadi merasa hidupnya tak berarti.

Sam yang ikut mendengarkan perbincangan itu, ia juga merasa tercabik hatinya, bahkan ia meneteskan air matanya.
"Aku harus menemukanmu pak Arash" Ungkapnya dalam hati.

"Baiklah Ny. Rives, akan saya laksanakan amanah dari Anda ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak."

"Iya, saya juga mengucapkan terima kasih yang besar kepada Anda."

Setelah pulang dari markas tentara itu, Brian langsung berkoordinasi dengan pihak penerbit. Dan akhirnya Brian mendapatkan dana 80% dari penjualan berita kemarin. Dana itu ia langsung bagikan untuk membantu para korban peperangan. Brian membagikan makanan, obat-obatan, pakaian dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Bahkan ia ikut membantu untuk membangun rumah-rumah yang sudah rata dengan tanah.

Beberapa hari kemudian, Brian memberanikan diri untuk menulis sebuah artikel dengan judul 

 
"Kesempurnaan Seorang Istri Sang Kapten"

Dia bernama Sharmadhi Rives. Usianya masih tergolong muda, masih 27 tahun. Dia menikah dengan Kapten yang sangat tangguh, yaitu Arash. Dia memang cantik dan lembut seperti wanita-wanita pada umumnya. Namun, yang membuat saya terkesima bukanlah kecantikan fisiknya atau karena dia menikah dengan seorang kapten.

Sharmadhi Rives adalah wanita pertama dan mungkin tak ada duanya yang memiliki hati mulia. Belum pernah aku bertemu dengan seorang wanita yang seperti ini. Dia adalah seorang yang sangat mencintai suaminya dalam keadaan seperti apa pun. Dia orang yang mampu bertahan meski keadaan tak mengenakan.

Uang bukanlah segalanya baginya. Dalam kesedihannya yang masih menunggu sang suami (Kapten Arash), dia masih memikirkan nasib mereka-mereka yang terlantar. Dia masih memikirkan masyarakat yang berjumlah tidak kurang dari 10 juta jiwa di negeri ini. Dia masih memikirkan keadaan mereka, masih membantu mereka-mereka yang terlantar. Dia tetap berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Hal itulah yang membuat aku malu pada diri sendiri. Selama peperangan terjadi dalam kurun waktu 2 tahun ini, aku mendapatkan banyak uang dari media-media, tapi belum pernah aku memikirkan mereka-mereka yang menjadi korban perang. Padahal mereka selalu menjadi objek dalam liputan beritaku.

Dengan bertemunya Ny. Rives, aku seperti mendapatkan keajaiban untuk.membuka mata hatiku. Terima kasih Ny. Rives, semoga Anda dan kandungan Anda selalu sehat. Dan semoga sang suami, Kapten Arash segera kembali. Dari pancaran mata Anda sudah sangat jelas, bahwa yang Anda harapkan adalah suami Anda segera pulang, karwna Anda sangat mencintainya.
Dimana pun Anda berada, Kapten Arash, kami semua mendo'akan Anda semoga Anda dalam keadaan baik-baik saja. Kami semua juga sangat-sangat berterima kasih kepada Anda, jasa Anda begitu besar untuk negeri ini.

Artikel itu pun menggemparkan dunia lagi. Dengan munculnya artikel yang sekaligus pernyataan dari seorang wartawan World News, banyak orang-orang di dunia ikut menyisakan harta mereka untuk membantu meringankan beban negeri yang sedang beranjak untuk bebas dari genjatan senjata.

Nasehat untuk Temanku

12:47:00 PM 0 Comments A+ a-


Orang yang benar benar mencintaimu tidak akan pernah melukai hatimu, dan seandainya pun ia melakukan itu, tidak dapatkah kau melihat di kedua matanya bahwa itu meyakiti hatinya juga. Setiap AKHIR memiliki PERMULAAN, setiap PERMULAAN memiliki sebuah KEPUTUSAN, setiap KEPUTUSAN pastilah memiliki sebuah ALASAN, dan setiap ALASAN pasti meiliki ARTI. Dalam suatu "hubungan" apapun itu hal terpenting yang selalu jadi masalah adalah bagaimana kita bisa menekan "ego" kita masing-masing!!! Jika ada hal yang harus kita tinggalkan atau putuskan, haruslah itu demi sesuatu yang sangat berharga, bukan lah karena sebuah "ego"

SOLUSI:
1. Jangan terlalu sibuk dengan media sosial mu dan galau mu yg gak jelas yg membuat seluruh indonesia tau masalah mu yg gak penting itu yg ada kamu justru jadi bahan olok olokan, dan dianggap kekanakan! dan kalau kamu gak bisa memberi harga pada "dirimu" setidak nya dijaga dong "harga diri" ->> "dia"

2. Jangan sibuk dengan pertanyaan "mengapa?" tapi cari solusi dengan pertanyaan "bagaimana?"

Untuk Sahabatku

12:25:00 PM 0 Comments A+ a-

♥♥♥♥♥ Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama - menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, jangan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan - seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan keudara – hanya menangkap kekosongan semata.

TEMANKU...,
Jika embun tak lagi bening, jangan salahkan debu atau dedaunan yang setia menahannya di setiap pagi yang terencana. Karena daun pun tidak pernah menyalahkan angin ketika ia terlempar, belajarlah dari keikhlasannya merelakan pucuk-pucuk segar yang mengintip di celah ranting...

TEMANKU...,
Kita tidak mungkin memeluk dunia yang luas ini dengan keseluruhan ilmu dan upaya yang kita upayakan. Tapi 'jaringan' yg kita bangun dari persahabatan, akan memperpanjang langkah dan memperlebar sayap kita untuk bisa terbang mengarungi keindahannya..

TEMANKU...,
Jangan cemberut. Dengarlah... Jika gairah semangat yg mengalir dari hatimu melemah MAKA seluruh tubuhmu akan LEMAH. Pahamilah bahwa tubuhmu itu kuat dengan segala kesempurnaannya, jagalah kobaran semangat di Jiwamu, tetap melangkah. bangkitlah. karena waktu akan meninggalkanmu sejauh lamanya waktu kamu terhenti...

TEMANKU...,
Cinta itu seperti desiran angin, tak perlu tergesa dan berlari untuk membuktikan keberadaannya. karena desiran itu cukup untuk dirasakan dan membuktikan kehadirannya. Perhatikan saja lukisan lukisan senyum di hatimu, atau getaran yang menghangatkan sudut sudut hatimu.. Itulah bahasa cinta ♥♥♥♥♥

Pria Kuat Menurut Saya, Kalau Menurut Anda?

11:56:00 AM 0 Comments A+ a-

~ Kekuatan seorang pria tidak tercermin pada lebar bahunya, tapi dalam lebar lengan yang merangkul keluarganya.

~ Kekuatan seorang pria tidak dalam nada keras suaranya, ancaman, tekanan, tapi dalam kata-kata lembut yang diucapkannya.

~ Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak teman-temannya, tapi bagaimana dengan cara baik ia memperlakukan wanitanya.

~ Kekuatan seorang pria bukan bagaimana ia dihormati di tempat kerjanya, tapi bagaimana ia dihormati di rumahnya.

~ Kekuatan seorang pria tidak diukur dari keras tidak pukulannya, tapi ada dalam sentuhan lembut dan senyum nya.

~ Kekuatan seorang pria bukan pada bidang dadanya, tapi ada dalam hati, komunikasi, pengertian, yang terletak di dalam dadanya.

~ Kekuatan seorang pria bukan dari berapa banyak wanita yang ia cintai, tapi dalam kesetiaannya kepada seorang wanita.

~ Kekuatan seorang pria bukan dari seberapa kuat ia bisa mengangkat, tapi seberapa dalam ia bisa menahan beban, rahasia, curhat, yang ditanggungnya

Borobudur Temple

10:06:00 AM 0 Comments A+ a-

Akhirnya bisa menulis lagi di blog, setelah beberapa hari bahkan minggu sangat-sangat sibuk dengan rutinitas. Dan pada kesempatan ini, aku ingin berbagi sedikit cerita, tentang pengalaman jalan-jalan ke Borobudur.

Perjalanan ini telah berlalu, tepatnya tanggal 18 April 2014. Hari libur, long weekend, tentu saja harus buat jalan-jalan. Aku, mba Nia, dan Nova berangkat naik bis dari terminal Purbalingga, kemudian transit di Wonosobo sampai menuju Magelang, dari Magelang kita naik bis lagi untuk menuju Borobudur.

Bagaimana cerita lengkapnya, aku tak bisa menuliskan secara detail, tapi aku mau share foto-foto narsis aja dengan teman-teman :D





Khasiat Dari Sebuah Kunyit

7:26:00 AM 0 Comments A+ a-

Antioksidan dan fitonutrien dalam kunyit meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Hal ini membantu dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga membuat Anda sehat. Kurkumin yang terkandung dalam kunyit juga hadir dengan antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, dan sifat anti-glikemik. Sifat ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga mencegah beberapa penyakit, termasuk diabetes.

  1. Kunyit membantu menyembuhkan luka lebih cepat, sebagai antiseptik alami.
  2. Kunyit mengurangi kemungkinan terkena kanker karena punya sifat anti-kanker.
  3. Kunyit memberikan kontribusi dalam pertumbuhan sel dan meremajakan sel. Dengan cara ini, Anda dapat memperlambat proses penuaan.
  4. Dapat mendetoksifikasi racun berbahaya dan bahan kimia dari tubuh Anda.
  5. Rheumatoid dapat disembuhkan dengan kunyit karena mengandung anti-inflamasi.
  6. Kunyit dapat memainkan peran penting dalam hal mencegah leukemia.
  7. Memasukkan kunyit dalam diet Anda sehari-hari dapat membantu Anda meningkatkan tingkat kekebalan tubuh Anda. Selain itu juga menjaga Anda aman dari berbagai penyakit.
  8. Kunyit adalah rempah-rempah yang ideal untuk Anda jika Anda ingin menurunkan berat badan, karena dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh Anda, membantu Anda mengelola berat badan Anda secara efektif.
  9. Kunyit dapat menyembuhkan pigmentasi yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.
  10. Mencegah proses penuaan karena punya sifat antioksidan.
  11. Sebagai salah satu komponen yang membantu melembapkan kulit dan mengurangi kekeringan.
  12. Menyembuhkan memar dan mencerahkan luka bekas terbakar.
  13. Membersihkan kulit wajah, membuat kulit Anda bersinar, dan warna kulit cerah.
  14. Membantu melawan gangguan kulit, seperti eksim, psoriasis, dan ruam merah, juga membantu meringankan stretch mark atau selulit.

Mengatur insulin
Ini adalah salah satu peran dari kunyit terhadap diabetes. Pankreas menghasilkan insulin dalam tubuh manusia, anti-glikemik dalam kunyit mengatur dan menyeimbangkan kadar insulin, serta mencegah resistensi insulin dengan menurunkan gula darah juga trigliserida dalam tubuh.

Mengurangi lemak
Diabetes sering disertai dengan kenaikan berat badan. Selain itu, kelebihan berat badan adalah salah satu penyebab diabetes. Jadi, kunyit membantu mencegah diabetes dengan mengendalikan berat badan melalui kandungan kurkumin. Selain itu, kandungan kurkumin juga dapat menghilangkan dan mencegah akumulasi lemak berbahaya pada tubuh.

Mencegah infeksi
Patogen seperti virus Coxsackie B4 dikatakan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-1. Sifat antivirus, anti-bakteri, dan antibiotik kunyit dapat mencegah infeksi ini yang pada akhirnya mengobati diabetes dan mengontrolnya.

Cara Membuat Ramuan Kunyit


Pengobatan menggunakan kunyit bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pengobatan luar dan pengobatan dari dalam. Untuk pengobatan dalam biasanya kunyit dijadikan minuman atau sebagai jamu. Untuk pengobatan luar, kunyit bisa diparut dan dijadikan masker. Bisa juga dibuat salep dan ditempelkan pada bagian yang sakit.

Untuk Pengobatan Dalam
Untuk penggunaan internal, Anda bisa mengonsumsi satu sendok teh kunyit bubuk. Bisa dicampur dengan susu atau gula. Tambahkan air hangat, aduk, dan minum secara teratur. Minum setiap hari dan lihat manfaatnya untuk kulit Anda.

Untuk Pengobatan Luar
Sementara untuk penggunaan eksternal, Anda bisa membuat pasta kunyit dengan tepung buncis dan sedikit air. Terapkan pasta ini sebagai masker, diamkan selama 10 menit, lalu bilas. Lihat perbedaan yang terjadi pada kulit wajah Anda.

Mengobati Keputihan dengan Kunyit
Untuk keputihan, Anda dapat menggunakan dua rimpang kunyit, satu genggam daun beluntas, satu gagang buah asam, sepotong gula kelapa atau aren. Semua bahan direbus hingga mendidih dengan menggunakan satu liter air kemudian disaring. Minumlah secara rutin sati gelas sehari.

Mengobati Koreng dan Gatal
Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan kunyit yang ditumbuk dan dicampur dengan minyak, lalu dioleskan di area yang bermasalah.

Merangsang Keluarnya ASI
Khusus wanita, untuk merangsang pengeluaran ASI saat menyusui dapat menggunakan pupuk kunyit yang disapukan pada payudaranya. Dan masih banyak lagi cara pengobatan dengan kunyit ini.

Tumbangkan Bayern Muenchen 4-0, Real Madrid Melaju ke Babak Final

8:22:00 AM 0 Comments A+ a-

TRIBUNNEWS.COM, MUENCHEN – Real Madrid memastikan diri melaju ke babak final Liga Champions usai mengalahkan Bayern Muenchen 4-0 pada leg kedua babak semifinal di Allianz Arena, Rabu (30/4/2014). Real Madrid melaju dengan keunggulan agregat 4-0.

Ketiga gol Real Madrid dicetak oleh Sergio Ramos (16’ dan 20’) dan Cristiano Ronaldo(34’ dan 90’). Babak final akan digelar di Estádio da Luz, Lisbon, Portugal, pada 24 Mei 2014 waktu setempat. Calon lawan Real Madrid ditentukan pemenangan antara Chelsea melawan Atletico Madrid yang digelar besok.

Sepanjang pertandingan Bayern Muenchen bermain tidak efektif. Berdasarkan statistik yang dirilis UEFA, Bayern Muenchen melepaskan 19 tendangan ke gawang, namun hanya sembilan yang tepat sasaran. Sedangkan, Real Madrid melepaskan 12 tendangan dengan enam di antaranya tepat sasaran.

Dalam tempo empat menit Sergio Ramos mencetak dua gol yang mengantarkan Real Madrid unggul 2-0 atas Bayern Muenchen. Gol pertama Ramos tercipta pada menit ke-16. Kedua golnya tercipta melalui sundulan usai memanfaatkan tendangan penjuru Luka Modric dan tendangan bebas Angel Dia Maria.

Gol pertama Ronaldo tercipta dari suatu serangan balik yang dibangun Angel Di Maria. Dari area pertahanan Real Madrid winger asal Argentina itu memberikan umpan kepada Karim Benzema di dekat paruh lapangan.

Benzema kemudian menyodorkan bola ke depan kepada Gareth Bale. Pemain termahal di dunia ini menggiring bola mendekati kotak penalti sambil dibayangi lawan. Alih-alih melepaskan tendangan, Bale menyodorkan bola datar kepada Ronaldo yang berlari di sebelah kirinya. Ronaldo kemudian menuntaskan umpan itu dengan tendangan mendatar yang tidak mampu dihalau Manuel Neuer.

Ronaldo mencetak gol kedua sekaligus gol ke-16 di Liga Champions musim ini melalui eksekusi tendangan bebas setelah Toni Kroos melanggar pemain asal Portugal itu. Alih-alih melepaskan tendangan melambung, Ronaldo melepaskan tendangan datar yang menembus celah di antara kaki pagar betis Bayern Muenchen. Neuer yang berdiri di kiri tidak mampu berkutik.

Real Madrid Tekuk Bayern Muenchen 1-0

8:00:00 AM 0 Comments A+ a-

TEMPO.CO, Madrid - Real Madrid sukses mengamankan leg pertama babak semifinal Liga Champions dengan kemenangan 1-0 atas Bayern Muenchen, di di Santiago Bernabeu, Kamis dinihari, 24 April 2014. Gol semata wayang Los Blancos dibukukan striker asal Prancis, Karim Benzema.

Gol Benzema ke gawang Muenchen berawal dari serangan balik. Keasikan menyerang, Muenchen lengah dalam bertahan. Menerima umpan silang dari Fabio Conetrao, yang maju jau ke depan, Benzema dengan mudah menceploskan bola ke gawang kiper Manuel Neuer. Pasalnya Benzema berdiri tanpa pengawalan ketat dari bek Muenchen yang terlalu fokus dengan pergerakan Coentrao.

Sepanjang babak pertama, Muenchen lebih mendominasi pertandingan dengan catatan 78 persen penguasaan bola. Sayang dari sembilan kesempatan yang didapat tim arahan Pep Guardiola itu hanya dua yang mengarah ke gawang. Sedangkan skuad besutan Carlo Ancelotti lebih efisien, dari tiga shoot on target, berhasil mencetak sebiji gol.

Babak pertama baru dimulai Muenchen langsung mengancam gawang Madrid. Pada menit kelima Toni Kroos hampir membawa Muenchen unggul, sayang tendangan dari luar kotak penaltinya masih bisa diblok. Sedangkan tendangan spekulasi Arjen Robben pada menit ke-14 masih membentur pemain Madrid dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Setelah kebobolan pada menit ke-19 oleh Madrid, Muenchen semakin gencar melancarkan serangan. Sayang beberapa peluang yang didapat Robben dan kawan-kawan gagal berbuah gol. Sedangkan Madrid beberapa kali mendapat peluang emas melalui serangan balik, tapi juga tidak menambah keunggulan mereka. Dan skor 1-0 untuk Madrid bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Muenchen juga masih mendominasi jalannya pertandingan. Tertinggal 1-0 membuat tim tamu harus mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke-62 Roben kembali mendapat kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Tapi tendangan dari luar kotak penalti Robben masih bisa diamankan oleh Casillas.

Terus-terusan diserang Muenchen, Madrid tidak tinggal diam. Pada menit ke-68 Ronaldo berpeluang menambah keunggulan Madrid. Namun, tendangan Ronaldo hasil umpan dari Coentrao mampu diantisipasi oleh Neuer. Sementara peluang Alonso masih melebar ke sisi kiri gawang Muenchen.

Gagal membuat gol Guardiola memasukkan Thomas Muller dan Mario Gotze untuk menggantikan Bastian Schweinsteiger dan Franck Ribery. Hasilnya serangan FC Hollywood semakin deras mengalir. Pada menit ke-84 Gotze mendapat kesempatan emas. Setelah mendapat umpan dari Muller, Gotze tinggal berhadapan dengan Casillas. Tapi kiper timnas Spanyol itu mampu menepis bola tendangan dari Gotze.
Pada menit ke-91, Muenchen kembali mendapat peluang berbahaya melalui Muller. Menerima umpan dari Lahm, bola yang tinggal ditendang Muller mampu direbut oleh Xabi Alonso. Kesal gagal membuat gol, Muller, yang terjatuh karena Alonso, meminta hadiah penalti. Namun wasit Inggris, Howard Webb tidak bergeming.

Dua menit kemudian Lahm hampir membuat gol. Namun sepakan kaki kanannya masih bisa diblok pemain Madrid. Dan skor 1-0 untuk Madrid tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan hasil ini Muenchen setidaknya harus menang 2-0 pada leg kedua, sedangkan Madrid hanya butuh hasil imbang. Leg kedua akan dimainkan di Allianz Arena, Rabu dinihari, 30 April 2014.

Berikut susunan pemain kedua tim:
Real Madrid:
Casillas; Carvajal, Pepe (Varane 73'), Ramos, Coentrao; Modric, Alonso, Isco (illarramendi 82'); Di Maria, Benzema, Ronaldo (Bale 74').

Bayern Muenchen:
Neuer; Rafinha (Martinez 66'), Boateng, Dante, Alaba; Lahm, Schweinsteiger (Muller 74'); Robben, Kroos, Ribery (Gotze 72'); Mandzukic.

Pergi Untuk Kembali Atau Kembali Untuk Pergi #Part - 3

10:13:00 AM 0 Comments A+ a-

***Part Sebelumnya...

Hari demi hari Rives lalui dengan berat. Sepi melanda dirinya. Sesekali anan-anak asuhnya membuatnya terhibur. Namun, ketika malam datang, Rives kembali masuk dalam bejana kesepian. Sepi, rindu dan khawatir menjadi satu di dalam jiwa Rives.

"Ya Tuhan, lindungilah suamiku dari semua bahaya, jagalah dia, selamatkanlah dia, dan tenangkanlah hati dan jiwaku ini.."

Lantunan do'a selalu terucap oleh Rives. Hanya do'a yang bisa ia panjatkan untuk Arash. Tiada yang lebih indah bagi Rives selain Arash.

Setiap hari Rives harus tahu kabar pertempuran di daerah perbatasan. Dia harus tahu keadaan suami tercinta. Tak ada satu berita yang terlewatkan oleh Rives, baik itu berita di TV, radio dan surat kabar.

Sudah tiga bulan Arash tidak pulang, rindu kian menyusup ke relung jiwa Rives. Apa lagi kini usia kehamilannya sudah berusia empat bulan. Minggu-minggu ini Rives lehih khawatir dari hari-hari sebemnya. Ya, setelah dia melihat berita bahwa pasukan penyerang mendapatkan bantuan dari sekutunya. Sambil mengelus perutnya yang sudah membesar, Rives mencoba mengajak ngobrol dengan buah hatinya.

"Kita do'a kan ayah ya nak, semoga ayah baik-baik saja. Ayah akan kembali kepada kita. Ibu juga sudah sangat rindu.. Kita sangat merindukan ayah nak.." Air mata kian berderai.

Jika hanya rindu pastilah Rives mampu menahannya. Jika hanya cinta, Rives masih bisa tersenyum meski harus terpisah oleh jarak dan waktu. Jika hanya sebuah kasih sayang, Rives masih bisa mengasihi dia dengan do'a-do'a yang selalu ia panjatkan. Tapi, ini bukanlah sebuah rindu, cinta dan kasih sayang. Ini adalah sebuah tangisan dan jeritan jiwa yang telah mengalir pada setiap desiran darah. Yang selalu ada di setiap helai nafas. Dan sebuah rasa yang selalu ada sampai kapan pun.

"Selamat malam, Radar News kembali memberitakan info terkini."
"Malam hari ini prajuri-prajurit yang dipimpin Kapten Arash berhasil memaduki benteng pertahanan lawan. Pertempuran sengit sedang terjadi. Dan ini liputan secara langsung di medan perang."

Rives tak berkedip mata untuk menyaksikan berita malam ini. Dia harus melihat peperagan itu. Ada rasa senang tapi terselip khawatir, ketika ia melihat pesawat yang dioperasikan oleh suaminya. Dia sangat tahu dan kenal apa yang digunakan oleh suaminya. Pertempuran di udara yang menegangkan. Arash berhasil memasuki jantung pertahanan lawan. Tujuan Arash sangat tepat sasaran, ia berhasil meluncurkan amunisi ke pertahanan lawan.

"NOOOOOO....!!!!!!!!! ARAAAAASSSHHHH..!!!" Rives menjerit sekuatnya, ia melihat Arash mampu meluncurkan amunisi ke jantung lawan, namun naas pesawat dikemudikan Aras ikut meledak. Kepulan asap membuat tak jelas apa yang terjadi pada Arash.

Jeritan Rives terdengar sangat keras, hampir seluruh penghuni markas mendengarnya. Ibu Julia segera menemui Rives, dia khawatir terhadap kesehatan bayi dan Rives. Ibu Julia berusaha untuk menenangkan Rives.

Sungguh malam yang mencekam untuk Rives. Dia tertunduk lesu, pandangannya kosong, dan air matanya tertumpahkan. Wajahnya seketika langsung pucat, seperti mayat hidup. Bibirnya kebiruan dan bergetar. Dan yang lebih menyedihkan adalah jiwa dan hatinya, ia merasa hilang, terhempas badai dan tak terarah.

Malam yang mencekam itu menjadi ramai, semuanya mengucapkan keprihatinan atas apa yang terjadi pada Arash. Semoga esok hari Arash bisa ditemukan.

Demi kesehatan Rives, ibu Julia membawanya ke klinik. Rives harus beristirahat. Bayi yang di kandungnya juga harus sehat. Rives berharap ini semua adalah mimpi. Ya hanya mimpi, mudah-mudahan ini hanyalah mimpi.


Esok pagi pukul 06.00 matahari sudah tampak cerah di ufuk timur. Bunga-bunga mulai bermekaran. Gemerciknya air mulai terdengar jelas, bukan suara tembakan dan bom meletus yang terdengar. Tapi, hati sedang menangis, termasuk Sam, teman baik Arash. Sam sangat kehilangan seorang kapten dan sahabat yang sangat baik.

"Sam, sudahlah jangan bersedih terus. Ikhlaskan saja, biarkan dia juga tenang." Pinta Alden ke Sam.

"Aku tak percaya, aku masih belum percaya kalau pak Arash akan pergi secepat ini. Tapi aku yakin, dia pasti masih hidup, kalau dia sudah meninggal, pasti ada jasadnya. Sampai saat ini jasadnya belum ditemukan. Dimana jasad itu? Kita harus menemukannya.!" Sam kian bersedih.

"Nanti kita akan mencarinya lagi di sudut-sudut gedung benteng itu. Dan kita juga harus mencari di rentuhan puing-puing sisa perang." Ungkap Alden.

"Kita harus menemukan Arash."

Alden, Sam dan semua pasukan kembali mengevakuasi korban pertempuran di benteng pertahanan lawan. Mereka membebaskan semua sandera dan tawanan perang. Tak lupa juga mereka menyusuri puing-puing yang telah rata dengan tanah. Mereka terus mencari sesosok pria yang bernama Arash. Arash, di mana dia? Apakah dia masih hidup? Atau dia ikut hancur bersama pesawatnya.

"Pak Araaash.. di mana anda?" Teriak Sam, dia sangat lelah untuk mencarinya.

Hari sudah gelap, tempat ini juga sudah mulai bersih dari serpihan-serpihan sisa perang. Sebagian prajurit kembali ke tenda untuk bersiap-siap besok pagi kembali dengan membawa kemengan.

"Sam, kita pulang sekarang." Ucap Alden. Sam hanya mengggelengkan kepalanya. Meskipun sudah sangat lelah, dia masih ingin mencari Arash.

"Arash, dimana dia?" Tanya Sam.

"Kita tidak menemukannya, semua reruntuhan gedung sudah dibersihkan. Tapi, nihil pak Arash tak ditemukan. Dan ada yang aneh juga, pesawatnya hancur, tetapi black box tak ada. Kita tak bisa tahu apa yang menyebabkan pesawatnya hancur. Apakah itu karena kerusakan pesawat atau memang dari serangan lawan."

"Aku yakin itu dari lawan, pak Arash selalu mengecek kondisi pesawatnya. Oh Tuhan, dimana dia? Bagaimana dengan istrinya? Apakah dia sudah tahu, aku berharap dia belum tahu. Apa yang harus kita katakan pada istrinya, pasti dia akan memberikan pertanyaan-pertanyaan pada kita. Baiklah.. kita pulang." Ungkap Sam dengan penuh kecewa.

"Aku harap istrinya belum tahu tentang hal ini. Tapi, kalau dia sudah tahu, apa yang kita katakan pada dia?" Lanjut Sam. Dia menghela nafas panjang.

"Baiklah, kita pulang." Sam menjadi seperti orang yang linglung, tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Langkah demi langkah Sam, Alden dan pasukannya diikuti oleh rombongan Sandera yang sudah bebas.

"Tuan-tuan, maaf.. tunggu sebentar." Ucap salah seorang sandera yang sudah bebas. Dia seoarang laki-laki yang sudah renta, namun masih terlihat sehat.

"Iya, bagaimana kek? Apa yang bisa kami bantu?" Tanya Alden.

"Apakah tempat ini sudah aman?" Tanya kakek itu.

"Iya." Jawab Alden singkat. Berharap tempat ini memang sudah benar-benar aman.

"Jika tempat ini sudah aman, biarkan kami tinggal di sini saja. Ini adalah tempat leluhur kami. Kami dilahirkan dan dibesarkan di tempat ini. Kami semua tak ingin meninggalkan tempat ini." Jelas kakek itu.

Sam dan Alden saling berpandangan. Kemudian mereka mengangguk. Alden dan Sam menyetujuinya. Mereka menata kembali kota kecil ini. Kota ini terletak di perbatasan, jadi dengan mudah para musuh untuk menyerang, bahkan musuh mereka adalah dari negeri tetangga.

Tiga hari Alden dan pasukannya menata kota kecil di perbatasan. Kota itu sudah layak huni lagi, masyarakat sudah hidup dengan tenang lagi. Alden, Sam, dan rombongannya kembali ke markas. Menyisakan beberapa prajurit untuk berjaga-jaga. Bahkan, Alden memasang kamera pengintai. Hal itu ia lakukan jika terjadi sesuatu bisa segera di atasi.

Sampainya di markas, Alden dan pasukannya di sambut oleh sang Jenderal, teman-teman dan warga sipil yang tinggal di markas. Mereka bahagia, tetapi juga sedih, karena kapten mereka tak bisa kembali. Sang Jenderal pun ikut bersedih dan menitihkan air mata.

"Kita semua wajib berbangga terhadap Arash, dan kita juga wajib mendo'akannya. Jika dia sudah meninggal, kita berharap jazadnya segera ditemukan. Jika dia masih hidup, semoga dia baik-baik saja dan segera kembali kepada kita." Ucap Jenderal Jordan dengan penuh haru.

"Sam, Alden." Ucap Jenderal Jordan.

"Iya pak"

"Setelah ini, kalian temuilah istri Arash."

"Apakah dia sudah tahu tentang apa yang terjadi pada pak Arash?" Balas Sam.

"Mungkin, justru dia tahu dari awal dibandingkan kita."

"Lalu bagaimana keadaannya?" Sam ingin tahu.

"Rives masih mengurung diri di kamar. Setiap hari dia hanya melihat berita. Berharap ada keajaiban bahwa suaminya telah ditemukan. Tiada hari tanpa air mata. Tapi dia punya keyakinan yang sangat kuat, bahwa suaminya masih hidup." Ungkap Jenderal Jordan, matanya pun berkaca-kaca.

Setelah Alden dan Sam beristirahat sejenak, dia segera menemui Rives.

"Selamat malam nyonya.." sapa Sam dengan penuh ragu.

"Maaf, kami berdua mengganggu istirahat anda." Lanjut Alden.

Rives yang sedang makan malam secara terpaksa karena disuapi ibu Julia, beranjak menemui Sam dan Alden.

"Sam, Alden..." Ucapnya lirih, nyaris tak terdengar. Air matanya mulai terurai.

"Maafkan kami nyonya, kami tak bisa menjaga suami anda." Ucap Alden.

"Kami sudah mencarinya, tapi kami tak berhasil menemukannya."

"Apa kaliam sudah mencari di seluruh tempat kota itu?" Rives mulai emosi.

Sam dan Alden hanya mengangguk, mereka tak sanggup lagi untuk menjawabnya.

"Ya Tuhan,,, di manakah suamiku? Aku yakin Engkau menjaganya dengan baik. Aku yakin dia masih hidup." Rives menjerit. Isak tangisnya begitu memilukan.

Ibu Julia mencoba memapah Rives ke kamar. Rives harus istirahat agar kesehatannya membaik.

"Sabar sayang, pasti akan ada titik terang. Jangan emosi seperti ini, kasihan bayimu."

Sam dan Alden semakin tak kuasa melihatnya, hati mereka pun ikut menjerit.

Jika Arash tak ditemukan, apa yang akan terjadi pada perempuan berusia 27 tahun ini. Dia sedang hamil, sungguh beban yang sangat berat baginya.

Sebulan telah berlalu, belum ada berita tentang Arash. Rives kian memburuk kesehatannya. Dan tak tahu apa yang tejadi pada bayi yang dikandungnya. Rives sesungguhnya mencoba tetap tegar menghadapi semua ini. Masih tetap bisa tersenyum kepada semua orang. Namun, siapa yang tahu kalau sesungguhnya hatinya terus menjerit dan menangis.

Di manakah Arash yang sangat mencintai dan menyayanginya?

Pergi Untuk Kembali Atau Kembali Untuk Pergi #Part - 2

7:32:00 AM 0 Comments A+ a-

***Part Sebelumnya...

Pernyataan yang sangat mengejutkan untuk Rives dan Jenderal Jordan. Arash hanya berusaha jujur. Sejak pertama melihat Rives di hutan, saat perang terjadi beberapa minggu yang lalu, Arash memang sudah terpesona oleh gadis yang bernama Rives. Kemudian, Rives juga yang merawat Arash ketika Arash terkapar di Klinik. Memang saat itu kondisi Arash tak memungkinkan untuk melihat dengan jelas siapa yang telah merawatnya. Tapi hal itu bukanlah hal sulit untuk mencari siapa yang merawatnya. Arash tak kehabisan akal, tentu saja dia bertanya kepada kepala dokter di Klinik, yaitu ibu Julia.

“Bagaimana denganmu Rives? Apakah kamu menerima Arash untuk menikah denganmu?” tanya Jenderal Jordan ke Rives.
Rives tak menjawabnya, ia hanya mengangguknya tanda ia setuju untuk menikah dengan Arash.

Pernikahan berlangsung secara sederhana dan hidmat di markas ini. Rives mencoba mematikan rasa egoisnya. Mencoba menerima kenyataan. Baginya, mungkin sudah biasa jika ada sepasang kekasih yang selalu mencintai lalu menikah. Dan kali ini adalah hal yang luar biasa, dia menikah terlebih dahulu kemudian belajar untuk mencintai. Pernikahan ini tak pernah terpikirkan oleh Rives. Menikah dengan seorang tentara, seperti langit dan bumi saja rasanya.


Setelah mereka menikah, esok hari Arash harus pergi untuk menjalankan tugas. Dia harus meninggalkan Rives di asrama. Rives masih beruntung memiliki amak-anak asuh untuk mengusir sepi. Di awal pernikahan ini, Rives belum bisa beradaptasi, dia merasa seperti boneka yang kerjanya hanya menunggu. Berminggu-minggu hanya itu yang ia rasakan, meskipun Arash selalu pulang setelah satu atau dua minggu bertugas. Tetapi hati Rives masih saja belum bisa menerima Arash sepenuhnya.

Hari ini, hari Rabu. Masih dalam suasana pagi. Cahaya cerah sang Surya menghangatkan tubuh Rives yang sedang menyiram bunga di halaman asrama. Wajah cantik nan segar itu bersaing dengan indahnya bunga-bunga yang bermekaran. Andai saja negeri ini sedang aman, mungkin Rives akan menikah dengan orang lain, tentunya bukan dengan seorang tentara.

Ketika hari mulai beranjak siang, Rives mulai mengajar anak-anak asuhnya. Tiba-tiba Arash pulang, tidak seperti biasanya Arash pulang secepat ini. Baru dua hari Arash bertugas, biasanya sampai satu minggu. Apakah ada masalah dengan Arash? Rives dengan langkah cepat mendekat dan tersenyum padanya. Dan jelas itu senyum palsu, tapi tak ada yang tahu, bahkan Arash sekalipun.

Arash menggandeng tangan Rives dan mereka berjalan menuju asrama.

"Aku sangat merindukanmu." Arash tiba-tiba memeluk denga erat.
"Aku sangat mencintaimu Rives." Lanjutnya, dan mengecup kening Rives.

Rives hanya menghela nafas panjang, dan mencoba membalas pelukannya. Ketika tangan Rives berada di lengan kanan Arash, Rives mendapati lengan Arash basah. Rives menatap jemarinya. Dia kaget, ternyata lengan Arash berdarah.

"Oh tidak, kamu terluka. Biarkan aku bersihkan lukamu."

Arash terkena tembak di lengan kanannya. Kali ini Rives benar-benar merasa khawatir. Dengan lembut Rives mencoba membalut luka di lengan Arash. Sakit dan perih tak dihiraukan oleh Arash. Dia tak mau dibius, dia ingin melihat dengan jelas, bagaimana Rives mengobati lukanya. Rives benar-benar tak tega melihat Arash menahan rasa sakitnya. Sesekali Rives tersenyum dan berhenti sejenak mengobati lukanya.

Setelah lukanya diobati, Arash tertidur. Dia terlihat sangat letih. Rives mencoba membereskan perkakas perangnya. Selama ini Rives belum pernah melihat isi lengkapnya. Di tasnya tersusun rapi peluru, beberapa bom, pisau, obat bius, dan peralatan logistik lainnya. Kemudian Rives mengambil pistol pada celana yang dikenakan Arash. Ada 4 buah pistol jenis Roarke 38. Pistol ini adalah jenis pistol yang sangat berbaya, karena ketika ditembakan maka peluru akan meleleh dalam hitungan detik dan menebar racun ke seluruh tubuh pada orang yang di tembak.

Lalu, Rives juga mengambil baju perangnya. Ia menemukan sebuah dompet, dan berisi beberapa kertas dan lainnya termasuk uang senilai dua ratus ribu. Yang membuat Rives bergetar bukanlah uangnya, melainkan cincin dan foto pernikahannya. Arash selalu membawa benda itu. Bukan hanya itu, di saku bajunya juga ditemuman foto Rives saat masih mengajar di hutan. Di belakang foto itu bertuliskan "I Love you"

Rives benar-benar hanyut dan merasa bersalah. selama ini Rives hanya menganggap pernikahannya hanyalah sebuah "Perubahan Status". Rives mau menikah dengan Arash hanya beralasan bahwa Arash pernah menolongnya ketika ia dan anak-anak asuhnya di hutan. Sungguh di luar dugaan Rives, ternyata Arash tulus mencintai Rives. Rives akhirnya sadar, dan dia berjanji mulai detik ini Rives akan menerima Arash sepenuh hati, jiwa dan raganya. Rives akan mencintainya merindukannya, dan tak akan pernah ada pria lain di hati Rives.


##

Dalam dua minggu menemani Arash yang sedangg memulihkan luka, Rives mulai menemukan kedamaian yang belum pernah ia temukan sebelumnya.

" Sayang,, aku ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Rives dengan Ragu.

"Ya, apa itu sayang?" balas Arash.
Namun Rives tertunduk, dia ingin jujur, tapi takut. Rives takut Arash tidak akan memaafkannya karena kecewa.

"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf.." pelan ucapnya.

"Maaf? Untuk apa sayang? Memangnya kamu berbuat salah apa?"
Arash mendekat ke Rives yang sedang duduk di sebelahnya. Arash memeluk dan mengecup kening Rives.

"Ada apa sayang? Kenapa hatimu tak tenang seperti ini?" Lanjut Arash. Dia mengangkat dagu Rives.

"Maafkan aku, selama ini aku tak pernah mencintaimu. Aku tersadar kamu sangat mencintaiku saat kamu terluka. Aku mencintai dan menerimamu dengan sepenuh hati, baru-baru akhir ini. Sekali lagi maafkan aku...." Kalimat Rives terputus, karena Arash langsung memeluknya dengan erat.

"Aku tak peduli kamu mencintaiku sepenuhnya atau tidak. Kamu mau menjadi istriku itu sudah lebih dari cukup. Aku tahu, aku bukan suami yang baik bagimu, aku sering meninggalkanmu, membuatmu kesepian, membuatmu khawatir. Aku mengerti itu. Pastilah kamu juga ingin mendapatkan perhatian dari pasanganmu, layaknya wanita lain. Aku memahami itu, justru aku yang seharusnya meminta maaf padamu..."

Rives kian meneteskan air matanya.

"Sungguh beruntungnya diriku mempunyai suami sepertimu.." ungkap Rives.

Ikrar cinta dari hati Rives yang terdalam telah ada. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Rives menjadi seorang istri tentara.

Hari itu hari Kamis, Rives ikut mempersiapkan peralatan perang milik suaminya. Yah, Arash harus kembali bertugas di medan perang. Berat memang, harus berpisah dengan orang yang dicintai. Dan yang membuat berat langkah Arash adalah Rives sedang mengandung buah hati mereka. Usia kandungannya masih 4 minggu. Semoga dengan adanya jabang bayi yang dikandung Rives, bisa menambah "kekuatan" bagi Arash.

"Sayaang......" Rives seakan-akan tak rela jika Arash pergi berperang. Arash menghentikan langkahnya, dan mendekati Rives. Memeluknya.

"Aku pasti kembali, percayalah.. ucap Arash. Mata Rives berkaca-kaca.

"Aku akan kembali di pelukanmu, aku juga akan melihat anak kita tumbuh."

Rives hanya menganggukan kepala, tak sanggup mengeluarkan kata-kata.

"Aku tak ingin menutup mataku, aku tak ingin kehilangan hangatnya pelukmu, lembutnya belaianmu dan aku tak ingin anakku tak mengenalku sebagsi ayahnya. Ini janjiku padamu, jika aku lupa, ingatkan terus, jangan lelah untuk mengingatkan janji ini padaku. Aku pasti akan kembali. Jaga dirimu dan anak kita. Aku akan sangat merindukan kalian. Aku mencintaimu Rives.... sangat-sangat mencintaimu."

"Jaga dirimu baik-baik di sana sayang. Aku dan anak kita, akan selalu menunggumu untuk pulang. Itu pasti. Aku akan selalu menunggumu. Aku juga sangat mencintaimu."

Deraian air mata Rives melepas Arash untuk pergi bertugas. Rela tak rela harus direlakan. Begitu juga Arash, rasanya sangat berat meninggalkan istrinya yang sedang mengandung. Mereka berdua hanya bisa berharap, semua akan baik-baik saja.

“Lindungi dia ya Tuhan, jaga suamiku dengan sangat baik.. Jaga dia.. Aku mencintainya, sangat mencintainya..” Ungkap Rives setelah mengantarkan Arash pergi untuk kembali berperang. Hanya do’a yang bisa ia panjatkan, hanya harapan yang bisa ia impikan. Semoga Tuhan selalu melindungi Arash, dalam keadaan apa pun, dan di mana pun. Agar bisa kembali bersama keluarga kecilnya.

***Bersambung ke Part 3