Teknik Budidaya Cabe

12:55:00 PM 0 Comments A+ a-

Nah, dari judulnya aja, pasti banyak yang kepikiran bertani ni yee.. hehehehe,, apa pun kerjanya yang pentingkan halal, iya gak? :D
Iseng-iseng aja sich sebenarnya kalau untuk menanam, ya..memanfaatkan waktu libur, kan udah penat, jenuh, suntuk dan sebagainya. Berkebun atau bercocok tanam, merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk menghilangkan stres, syukur-syukur bisa menghasilkan.
Mungkin ini sedikit ilmu pribadi untuk menanam cabe, kalau kalian ada yang lebih valid lagi, share juga ya..

  • Pupuk kandang dicampur dengan tanah
  • Ditaburi kapur tanah
  • Ditutup dengan plastik (membuat bedengan)
  • Dibuat lobang dengan jarak ± 50 cm
  • Didiamkan selama ± 10 hari
  • Diberi tiang bambu dengan tinggi ± 2 mtr
  • Kemudian menanam bibit yg sudah berkuran tinggi pohon ± 8 cm
  • Setelah ditanam 2 minggu, disemprot obat daun anti ulat (Gandasil D)
  • Dicor pakai NPK yang direndam (pupuk) disiram ke tanaman 1 pohon ± 50 ml
  • Selanjutnya disemprot dengan keadaan penyakitnya
  • Jika pohon sudah tinggi ± 30 cm diikatkan ke tiang bambunya
  • Batang pohon/ranting dibuang (yg bercabang), biarkan tumbuh hanya 2 batang
  • Kalau sudah bercabang disemprot bunga (selama menyemprot disesuaikan dengan jenis penyakitnya (jika ada, jika tidak ada penyakitnya disemprot bunga saja))
  • Semprot bunga dan buah selama ± 5 – 7 hari sekali
Pada intinya, menyemprot disesuaikan dengan jenis penyakitnya, waktu menyemprot pukul ± 5 – 6.30 (sebelum matahari terbit)
Teknik menyemprot : dari bawah, agar yg kena daun yg bagian bawah, bukan atasnya

Nah, biar cabenya tidak keriting (Biasanya pada musim hujan, buah cabe akan jelek atau keriting) sebaiknya jangan terlalu sering menyemprot obat hama pada tumbuhan cabe itu. :)
Selamat mencboa teman, semoga sukses menjadi petani cabe, bentar lagi lebaran.. cabe mahal lhoo.. mpe Rp 100rb per kg ^_^